Selasa, 08 Desember 2009

SOAL METABOLISME SEL 2

1. Manakah dari reaksi dibawah ini secara tepat menggambarkan peristiwa katabolisme?

a. Penyusunan asam amino menjadi protein yang membutuhkan NADH2
b. penyusunan basa nitrogen menjadi asam nukleat dengan membutuhkan NADH2
c. Pemecahan gula menjadi polisakarida dengan mengeluarkan ATP
d. Pemecahan karbohidrat menjadi CO2 dan H2O yang membutuhkan ATP
e. Pemecahan karbohidrat menjadi CO2 dan H2O dengan mengeluarkan ATP

2. perhatikan gambar dibawah ini


urutan yang tepat untuk menggambarkan reaksi anabolisme adalah ...
a. 2 – 3 - 1
b. 4 – 3 - 1
c. 1 – 3 - 2
d. 1 – 4 - 2
e. 3 – 4 - 2

3. Manakah yang merupakan sifat dari enzim?

a. Tidak mampu mengubah kecepatan reaksi manapun
b. Tidak terpengaruh oleh suhu lingkungan
c. Tidak berpengaruh oleh perubahan keasaman dan kebasaan
d. Tidak berubah oleh suatu reaksi kimia yang dipengaruhinya
e. Tidak terpengaruh dengan keadaan inhibitor dan aktivator

4. Tidak terpengaruh dengan keadaan inhibitor dan aktivator

a. Apoenzim dan ko enzim
b. Apoenzim dan haloenzim
c. Kofaktor dan koenzim
d. Kofaktor dan gugus prostetik
e. Kofaktor dan gugus prostetik

5. Manakah dari pernyataan dibawah ini yang bukan merupakan ciri-ciri enzim?

a. Mempercepat reaksi kimia dengan jalan meningkatkan energi aktivasi
b. Mempercepat reaksi kimia tetapi tidak berubah setelah reaksi selesai
c. Tidak mengubah kesetimbangan reaksi
d. Memiliki sisi katalitik dan sisi aktif
e. bekerja dengan sistem satu substrat satu enzim

6. Perhatikan gambar cara kerja enzim dibawah ini!

berdasarkan jenis produk yang terurai, dapat diketahui pasangan jenis enzim dan substrat adalah …

a. Enzim katalase dengan substrat peroksida
b. Enzim lipase dengan substrat lipid
c. Enzim sukrase dengan substrat sukrosa
d. Enzim amilase dengan substrat amilum
e. Enzim laktase dengan substrat laktosa

7. Derajad keasaman (pH) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase. Grafik yang benar untuk menggambarkan hubungan aktivitas enzim katalase dengan pH adalah …



8. Kharakteristik enzim yang ditunjukkan oleh grafik dibawah ini adalah …



a. enzim bekerja spesifik
b. enzim bekerja spesifik
c. enzim mempercepat reaksi biokimia dalam sel
d. Enzim berfungsi menurunkan energi aktivasi
e. Enzim berfungsi menurunkan energi aktivasi

9. Zat atau senyawa yang menghalangi ikatan antara enzim dan substrat disebut …

a. inhibitor
b. aktivator
c. enzim konjugasi
d. Biokatalisator
e. kofaktor

10. Definisi dari respirasi anaerob adalah …

a. Reaksi oksidatif senyawa anorganik secara terkendali untuk membebaskan energi
b. Reaksi oksidatif senyawa anorganik secara tidak terkendali dengan bantuan energi
c. Reaksi oksidatif senyawa organik secara terkendali dengan membebaskan energi
d. Reaksi oksidatif senyawa anorganik secara tidak terkendali dengan membebaskan energi.
e. Reaksi oksidatif senyawa organik secara terkendali dengan membutuhkan energi

11. Perhatikan tabel dibawah ini! Pada proses mana terjadi pembebasan energi?



a. 1 dan 2
b. 1, 2 dan 3
c. 1 dan 3
d. 2 saja
e. 3 saja

12. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan data hasil praktikum tentang enzim katalase adalah

a href="http://3.bp.blogspot.com/_W8CnB6T2vbM/SsqbtoVAQCI/AAAAAAAAA2U/TgiD5N9dsrE/s1600-h/soal+7.jpg">

a. Enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu 40 oC
b. Pada jantung kerja enzim katalase sangat dipengaruhi oleh suhu
c. Enzim katalase lebih banyak dijumpai pada jantung dari pada hati
d. Kerja enzim katalase tidak dipengaruhi oleh pH larutan
e. Pada hati kerja enzim katalase tidak dipengaruhi oleh pH dan suhu

13. Produk penting yang dihasilkan pada peristiwa gikolisis dengan memecah 1 molekul glukosa adalah …

a. 2 asam piruvat, 2 molekul ATP dan 2 molekul NADH2
b. 2 asetil k enzim A, dan 6 NADH2
c. 1 molekul asam piruvat, 1 molekul ATP dan 1 molekul NADH2
d. 1 carbodioksida, 2 molekul ATP dan 2 molekul NADH2
e. 1 asam laktat, 2 molekul ATP, 2 molekul NADH2

14. Pernyataan yang tepat untuk proses tahapan proses respirasi aerob kecuali …

a. Glikolisis terjadi dalam keadaan anaerob
b. Glikolisis terjadi dalam keadaan anaerob
c. Pada tahap D.O asam piruvat tidak pernah dihasilkan ATP
d. Melalui respirasi aerob total jumlah ATP yang dihasilkan dengan memecah 1 molekul glukosa adalah 38
e. Nama lain siklus krebs adalah siklus asam sitrat

15. . Manakah dari reaksi respirasi aerob dibawah ini yang terjadi dalam sitosol?

a. Glikolisis
b. Siklus krebs
c. D.O asam piruvat
d. Sistem transport elektron
e. Fermentasi asam laktat

16. Pada tahap reaksi mana dari respirasi aerob dihasilkan senyawa carbondioksida?
1. glikolisis 3. siklus krebs
2. D.O asam piruvat 4. sistem transport elektron

a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 2 dan 4
e. 1 dan 3

17. Berapa banyak molekul ATP yang dihasilkan untuk setiap molekul FADH2 yang memasuki sistem pengangkutan elektron?

a. 1 ATP
b. 2 ATP
c. 4 ATP
d. 6 ATP
e. 12 ATP

18. Tahap awal dari proses siklus krebs, senyawa asetil Ko.A akan di ikat oleh ….

a. RUBP
b. asam sitrat
c. Rubisco
d. asam oksaloasetat
e. asam laktat

19. Manakah tahapan dari reaksi dibawah ini yang terjadi baik melalui jalur respirasi aerob maupun respirasi anaerob?

a. glikolisis
b. oksidasi asam piruvat
c. siklus krebs
d. Sistem pengangkutan elektron
e. D.O asam piruvat

20. Ketika sel-sel otot melakukan proses pemecahan glukosa dalam keadaan kekurangan oksigen, manakah zat berikut yang tidak diproduksi dari kegiatan tersebut?

a. panas
b. ATP
c. asam laktat
d. asetil koenzim A
e. asam piruvat

21. Proses yang digambarkan pada persamaan reaksi dibawah ini adalah …

Glukosa -----> asam laktat + ATP

a. anabolisme
b. fermentasi
c. fotosintesis
d. kemosintesis
e. sintesis senyawa lain

22. Tahap terakhir dari rangkaian respirasi aerob terjadi di …

a. Disepanjang retikulum endoplasma
b. Dalam sitoplasma
c. Dipermukaan ribososm
d. Di dalam kloroplast
e. Di dalam mitokondria

23. Jenis respirasi yang dilakukan oleh Sacharomyces sp atau khamir adalah …

a. respirasi aerob
b. respirasi anaerob
c. fermentasi alkohol
d. fermentasi asam laktat
e. proses menghasilkan peroksida

24. Perbedaan respirasi aerob dengan respirasi anaerob adalah …

a. Produk akhirnya berupa CO2
b. Produk akhirnya berupa CO2
c. Lamanya waktu yang dibutuhkan
d. Jenis bahan utama yang dipecah
e. Produk akhir berupa senyawa C3

25. Produk akhir berupa senyawa C3

a. Produk akhir berupa senyawa C3
b. Asam laktat, CO2, dan 38 ATP
c. Asetaldehid, CO2, dan 4 ATP
d. Asetaldehid, CO2, dan 4 ATP
e. Asam asetat, CO2, dan 4 ATP

26. Asam asetat, CO2, dan 4 ATP
a. Proses pembentukan bahan anorganik dan bahan organik dengan bantuan cahaya matahari
b. Proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya matahari dalam kloroplas
c. Proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya matahari dalam kloroplas
d. Proses pembentukkan bahan organik dalam kloroplas oleh cahaya
e. Proses pembentukkan kloroplas oleh bahan organik dengan bantuan cahaya

27. Oksigen yang dihasilkan pada peristiwa fotosintesis terbentuk pada proses …

a. Reaksi Hill saat fotolisis berlangsung
b. Reaksi blackman saat terjadi fotoposporilasi siklis
c. Reaksi gelap saat berlangsung proses fiksasi CO2
d. Reaksi terang saat berlangsung oksidasi CO2
e. Reaksi gelap saat berlangsung proses siklus calvin

28. Reaksi gelap saat berlangsung proses siklus calvin ...

a. Membutuhkan cahaya dan oksigen
b. Menghasilkan amilum dan oksigen
c. Membutuhkan cahaya dan menghasilkan amilum
d. Membutuhkan cahaya dan menghasilkan oksigen
e. Membutuhkan dan oksigen

29. Produk yang dihasilkan dari proses reaksi terang adalah ….
1. ATP 4. NADPH2
2. CO2 5. Glukosa
3. O2

a. 1 – 3 dan 5
b. 1 – 3 – dan 4
c. 2 – 3 – dan 4
d. 2 – 4 – dan 5
e. 3 – 4 – dan 5

30. Proses fotosintesis pada gambar dibawah ini ditunjukkan oleh nomer …



a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 4 dan 5
e. 2 dan 4

31. Faktor berikut yang dapat mempercepat proses fotosintesis, kecuali ….

a. Suhu 40 oC
b. Penambahan NAHCO3
c. Cahaya warna merah
d. cahaya warna biru
e. Cahaya warna hitam

32. Pada reaksi terang fotosintesis perjalanan elektron non siklik adalah …

a. Dari P680 ke P700 dengan menghasilkan ATP dan NADPH2
b. Dari P680 ke P700 dengan menghasilkan ATP, NADPH2 dan O2
c. Dari P700 ke P680 dengan menghasilkan ATP dan NADPH2
d. Dari P700 kembali ke P700 dengan menghasilkan ATP, NADPH2 , O2
e. Dari P680 kembali ke P680 dengan menghasilkan ATP, NADPH2, O2

33. Fotosistem berfungsi menangkap energi cahaya matahari yang melakukan reaksi fotoposporilasi siklik tersusun oleh …
1. klorofil a 4. Pikorietrin
2. karotenoid 5. Pikosianin
3. klorofil b

a. 1 dan 3
b. 2 dan 4
c. 3 dan 5
d. 1 dan 2
e. 2 dan 3

34. Senyawa yang berfungsi melakukan proses fiksasi CO2 pada siklus Calvin-benson adalah …

a. RUBP
b. Rubisco
c. RUBP karboksilase
d. Asam oksaloasetat
e. asam sitrat

35. Senyawa antara yang dihasilkan dari setiap 3 molekul CO2 masuk dalam siklus calvin benson, kecuali …

a. Asam 3 Phospoglicerat (APG)
b. Asam 3 Phospoglicerat (APG)
c. RuBP
d. Asam oksaloasetat
e. Asam oksaloasetat

36. Perbedaan antara fotosistem I dengan fotosistem II mengenai hal-hal berikut, kecuali …

a. Jenis akseptor elektronnya
b. Jenis klorofil penyusunnya
c. Kepekaannya terhadap panjang gelombang
d. Fungsinya dalam reaksi terang
e. Produk akhir reaksinya

37. Kemosintesis dapat berlangsung dengan mengandalkan energi kimia yang terbentuk melalui …

a. Reaksi reduksi
b. Reaksi oksidasi
c. Reaksi oksidasi
d. Reaksi terang
e. Reaksi terang

38. Bakteri nitrit dapat melakukan proses kemosintesis dengan terlebih dahulu melakukan reaksi pemecahan senyawa …

a. H2S
b. NH3
c. HNO2
d. HNO3
e. H2SO4

39. Jenis bakteri yang mampu mengoksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat untuk mendapatkan energi dalam proses kemosintesis adalah …

a. Bakteri belerang
b. Bakteri nitrosococus
c. Bakteri nitrobacter
d. Bakteri nitrosomonas
e. Bakteri fakultatif

40. Jumlah molekul glukosa yang dihasilkan jika sebanyak 15 molekul CO2 masuk dalam siklus calvin benson!

a. 0,5 molekul
b. 1 molekul
c. 1,5 molekul
d. 2 molekul
e. 2,5 molekul

DETAIL ENZIM

  • Enzim, bentuk dan keberadaannya tidak pernah disadari oleh tumbuhan, hewan dan manusia, namun dia ada dan sangat vital. 
  • Enzim adalah zat kimia yang dibentuk oleh tubuh, terdiri dari senyawa protein yang bertugas sebagai katalisator reaksi kimia, oleh karena itu disebut Biokatalisator. 
  • Sebagai katalisator enzim bekerja mendorong, mempercepat terjadinya reaksi kimia, saat reaksi selesai, struktur enzim tidak berubah sama sekali. 
  • Dalam jumlah yang kecil enzim dapat mempercepat reaksi karena dapat digunakan kembali berulang-ulang.
Bagaimana Enzim bekerja?
  • Sebagai katalisator enzim menurunkan energy aktivasi suatu reaksi kimia. 
  • Energy aktivasi adalah energy yang dibutuhkan untuk memulai terjadinya suatu reaksi.


  • Suatu reaksi kimia dapat saja berjalan tanpa kehadiran enzim, akan tetapi dibutuhkan energi yang cukup besar untuk mengawalinya. 
  • Dengan memberikan enzim reaksi akan berjalan lebih cepat karena energi yang dibutuhkan untuk memulainya lebih rendah. 
  • Ibarat seorang yang bekerja mendorong sebuah kotak yang berat, ia harus mengerahkan tenaga ekstra untuk dapat memindahkan kotak itu ke titik yang diinginkannya. 
  • Enzim, ibarat roda yang dipasang di bawah kotak, setelah dipasang roda kotak menjadi lebih mudah dipindahkan ke tempat yang dituju. 
  • Tenaga yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar.
Sifat kerja Enzim
Adapun sifat enzim dalam bekerja adalah
  1. Bekerja cepat dalam mempercepat reaksi kimia, tidak mengubah kesetimbangan kimia.
  2. Tidak ikut bereaksi sehingga dapat digunakan berulang-ulang (Reversible)
  3.  Spesifik (satu enzim mempengaruhi satu macam reaksi).
Enzim ibarat Mak Comblang
Jika ada dua orang muda-mudi yang sedang/saling jatuh cinta, tetapi mereka belum kenal. Mereka hanya saling saling berpandangan, melirik atau tersenyum, tanpa berani bertegur sapa, atau menyampaikan isi hatinya. Mungkin bias saja suatu saat mereka bertemu, bercakap-cakap dan saling menyatakan cinta, tetapi butuh waktu yang cukup lama.
Sebagai Mak Comblang, Enzim akan segera bergerak menjadi perantara antara muda-mudi itu untuk saling berkenalan. Enzim mempercepat proses kedekatan antara keduanya untuk segera menikah dan berketurunan (menghasilkan produk).
Mak Comblang Selalu Merasa Bahagia Setelah Menyelesaikan Tugasnya.
Sebagai Mak Comblang, enzim hanya berkerja mempercepat reaksi, sementara dia sendiri tidak ikut bereaksi. Setelah proses pertama selesai enzim segera bergerak untuk menjadi perantara bagi pasangan berikutnya. Demikian berulang-ulang, terus menerus tanpa kenal lelah.
Kesetiaan Enzim
Enzim adalah cermin pribadi yang giat bekerja dan setia pada tugasnya. Enzim bersifat spesifik karena hanya dapat bekerja pada substrat tertentu yang menjadi pasangannya. Pasangan enzim dan substrat dapat diibaratkan pasangan kekasih ideal yang saling mengasih, sangat setia pada pasangannya sampai akhir hayat.
Bagaikan kunci dengan gemboknya. Sebuah gembok tidak akan dapat dibuka kecuali dengan kunci pasangannya. Demikian pula enzim hanya dapat bekerja pada satu macam substrat saja.

Misalnya enzim amylase hanya dapat mempercepat reaksi perubahan amilum menjadi senyawa disakarida/oligosakarida saja. Enzim amylase tak akan dapat mengkatalisis reaksi penguraian senyawa selulose atau yang lainnya.
Sifat kerja enzim merupakan cerminan pribadi yang rajin bekerja, setia pada tugas dan siap membantu orang lain. Sifat-sifat yang mulai luntur dan dilupakan orang yang hidup di zaman, dimana materi adalah ukuran dari semua kegiatan dan pekerjaan. Sifat-sifat yang patut kita teladani, dan kita jadikan etos kerja dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah: enzim selalu bekerja dan berusaha mempermudah pekerjaan orang lain, senang dan bahagia melihat kebahagiaan orang lain. Enzim bekerja tanpa pamrih walaupun tidak pernah mendapatkan penghargaan atau pujian, sifat seperti ini didasari oleh keyakinan akan kebesaran Tuhan bahwa semua perbuatan baik pasti berbalas dengan kebaikan yang berlipat.
Kerja enzim sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Beberapa faktor dapat mempercepat atau menghambat kerja enzim.
  1. Suhu
  2. Derajat keasaman (pH)
  3. Konsentrasi substrat
  4. Konsentrasi enzim 
  5. Senyawa penghambat/inhibitor.
1).Suhu
Sebagian besar enzim bekerja optimum pada suhu yang sama dengan suhu normal sel organisme. Enzim pada organisme homoioterm berkerja optimum pada suhu berkisar antara 36-37◦C. Sedangkan enzim pada organisme poliioterm bekerja optimum pada suhu dibawah 30◦C.
Pada suhu yang rendah laju reaksi kimia akan sangat rendah. Kenaikan suhu akan meningkatkan laju reaksi kimia. Kenaikan suhu di atas suhu optimum dapat mengakibatkan peningkatan yang diikuti penurunan aktivitas enzim. Kenaikan suhu dalam batas tidak wajar, terjadi perubahan struktur enzim (denaturasi). Enzim yang terdenaturasi akan kehilangan kemampuan katalisnya.

2).pH atau Keasaman
Seluruh enzim peka terhadap perubahan derajat keasaman (pH). Enzim menjadi nonaktif bila diperlakukan pada asam basa/asam yang sangat kuat. Setiap enzim membutuhkan derajat keasaman lingkungan yang berbeda untuk bekerja secara optimum. Misalnya pepsin bekerja optimum pada pH 2-3, karbonat anhidrase bekerja optimum pada pH 7 dan trypsin bekerja pada pH 8-9. Sebagian besar enzim dapat bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang agak sempit. Diluar pH optimum tersebut, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

3).Konsentrasi Enzim, Substrat dan Kofaktor.
Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, laju reaksi adalah sebanding dengan enzim yang ada. Jika pH, suhu, dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, reaksi awal hingga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika sistem enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor , konsentrasi subsrat dapat menentukan laju keseluruhan sistem enzim.
Pada konsentrasi rendah peningkatan konsentrasi substrat akan menyebabkan peningkatan laju reaksi. Namun jika konsentrasi ditingkatkan pada batas tertentu sehingga semua situs aktif dari enzim selalu digunakan, peningkatan konsentrasi substrat akan tidak berpengaruh pada laju reaksi.

4).Inhibitor Enzim
Enzim dapat dihambat sementara atau tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu. Ada 2 macam sifat inhibitor: kompetitif dan non kompetitif.

Inhibitor kompetitif memiliki permukaan yang mirip/sama dengan substrat normal sehingga terjadi persaingan antara substrat dan inhibitor untuk mendapatkan sisi aktif . Pada konsentrasi Substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi, kondisi tersebut berbalik bila konsentrasi substrat ditingkatkan.
Inhibitor non kompetitif akan berikatan dengan enzim yang mengakibatkan perubahan bentuk sisi aktif enzim sehingga tak dapat berikatan dengan substrat.
Demikianlah sifat-sifat enzim, semoga pembahasan tentang sifat kerja enzim ini membawa kesan buat anda dan dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar: