Selasa, 23 Maret 2010

NEMATHELMINTHES-CACING GILIG

Filum Nemathelminthes

Nama Nemathelminthes berasal dari bahasa Latin nematos yang berarti benang dan nelminthes yang berarti cacing, Nemathelminthes berarti cacing benang. Pernahkah Anda mendengar orang sakit cacingan atau kremi dan pernahkah Anda melihat bentuk cacingnya? Golongan cacing kebanyakan bersifat mikroskopis
Jenis-Jenis Nemathelminthes
Selain cacing tanah yang hidup bebas dalam air dan tanah, sebagian besar cacing ini hidup sebagai parasit pada makhluk hidup.Beberapa contohnya sebagai berikut.
  1. Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
  2. Trichinella spiralis ( cacing otot)
  3. Ascaris lumbricoides (cacing Perut)
  4. Wucheria brancroftii ( cacing filaria)
  5. Ankylostoma duodenale ( cacing tambang)
  • Cacing Perut (Ascaris lumbricoides)

Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus manusia dan sering disebut sebagai cacing usus atau cacing gelang
  1. mempunyai panjang sekitar 20 cm, dengan kedua ujungnya meruncing dan berwarna merah muda.
  2. cacing ini mengisap sari makanan yang ada di dalam usus. Pada penderita cacingan, kadang-kadang cacing ini akan keluar bersama feses (kotoran manusia).
Cyclus hidupnya
  • Telur yang telah membentuk embrio mula-mula keluar bersama feses ,
  • ketika faeces kering maka terbanglah telur ke mana mana ,
  • akhirnya termakan oleh manusia bersama-sama makanan atau minuman.
  • Selanjutnya, akan menetas di dalam perut manusia
  • dan larva tersebut menuju ke dinding usus masuk dalam pembuluh darah menuju ke jantung.
  • Dari jantung kemudian menuju paru-paru.
  • dari paru paru Larva akan bergerak ke faring/kerongkongan.
  • Apabila larva tersebut tertelan, maka masuk lagi ke dalam usus dan menetap hingga menjadi dewasa.
Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale)
  1. banyak ditempat yang becek / daerah pertambangan
  2. menginfeksi melalui kulit kaki.
  3. cacing ini hidup di dalam usus manusia yang mempunyai alat kait untuk mencengkeram dan mengisap darah.
Daur hidupnya hampir sama dengan cacing perut, hanya telurnya menetas di tempat yang becek. Apabila ada seseorang yang menginjak tanah tersebut, maka larva akan menempel dan menembus kaki kemudian masuk ke peredaran darah, selanjutnya akan mengalami daur hidup seperti cacing perut. Seseorang yang menderita penyakit cacing ini bisa terserang anemia. karena cacing ini mengkonsumsi darah untuk makanannya
  • Ancylostoma duodenale hidup di Afrika
  • Necator americanus hidup di Amerika.
Cacing Kremi (Enterobius vermicularis/Oxyuris vermicularis)

  1. cacing kremi ini sering diderita anak-anak kecil
  2. menyebabkan rasa gatal terus-menerus di sekitar dubur.
  3. cacing tersebut bertelur di sekitar dubur karena telurnya bersifat aerob
  4. infeksi ke tubuh secara autoinfeksi yaitu saat bertelur cacing itu akan mengeluarkan zat yang menyebabkan rasa gatal. Apabila digaruk, maka telur tersebut akan menempel pada jari. Bagaimana jika penderitanya lupa mencuci jarinya kemudian makan? Bila itu terjadi, maka telur akan masuk ke dalam perut kemudian masuk ke dalam usus besar dan menetap disana lagi
Wuchereria bancrofti (Fillaria Brancroftii)

Cacing ini dapat menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis). Penularannya melalui gigitan nyamuk Culex. Cacing ini hidup dalam saluran limfe (getah bening) yang ada di kaki. Karena pembuluh getah bening yang ada di kaki tersumbat maka kaki penderita akan membesar seperti kaki gajah atau elephantiasis.
-->

Cara penularan
  • Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk Culex
  • Nyamuk yang mengandung larva infektif atau larva stadium III (L3).
  • Nyamuk tersebut mendapat cacing filaria kecil(mikrofilaria) sewaktu menghisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoar yang mengandung mikrofilaria
Gejala klinis
  • Gejala klinis akut filariasis, berupa : Demam berulang ulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan timbul lagi setelah bekerja berat.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak(lymphadentitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis).
  • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.
  • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, kantong zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (Early Imphodema).
Pemeriksaan laboratorium

  • Dengan pemeriksaan sediaan darah jari yang diambil waktu malam ( jam 20.00 ).
  • Seseorang dinyatakan sebagai penderita filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria.
Pencegahan

Usaha pencegahan Filariasis yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah sebagai berikut :
Berusaha menghindarkan dari gigitan nyamuk vektor (mengurangi kontak dengan vektor) dengan cara :
  • Menggunakan kealmbu sewaktu tidur
  • Menutup lubang ventilasi rumah dengan kawat kasa nyamuk.
  • Menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar
  • Mengoles kulit dengan obat anti nyamuk (repellen)
Pemberantasan nyamuk :
  • Pembersihan tanaman air pada rawa rawa yang merupakan tempat sarang nyamuk
  • Menimbun mengeringkan atau mengalirkan genangan air sebagai tempat sarang nyamuk
  • Pembersihan semak semak disekitar rumah.
MEKANISME INFEKSI

Trichinella spiralis ( cacing otot / cacing cambuk)



  • Cacing otot/ cacing cambuk ditularkan melalui konsumsi daging hewan yang mengandung larva cacing ini. Cacing cambuk dewasa mencapai panjang sekitar 1- 2 mm.
  • Siklus hidup cacing cambuk:
  • Manusia terinfeksi karena memakan daging mentah atau setengah matang dari hewan yang terinfeksi, terutama babi, babi hutan, dan beruang.
  • Larva lalu masuk ke usus kecil, menembus mukosa, dan menjadi dewasa dalam 6-8 hari.
  • Cacing betina dewasa melepaskan larva yang bisa bertahan hidup sampai 6 minggu.
  • Larva yang baru lahir bermigrasi melalui aliran darah dan jaringan tubuh, tetapi akhirnya hanya bertahan di sel otot rangka lurik.
  • Larva mengkista (encyst) sepenuhnya dalam 1-2 bulan dan tetap hidup hingga beberapa tahun sebagai parasit intraselular
  • Larva yang mati akhirnya diserap kembali tubuh.
  • Gejala awal infeksi cacing cambuk termasuk edema, nyeri otot, dan demam.
  • Siklus ini terus berlanjut hanya jika larva mengkista dicerna oleh karnivora lain

  • Tidak ada komentar: