Senin, 29 Maret 2010

CACING HATI-FASCIOLA HEPATICA

TREMATODA - CACING HISAP
  • Trematoda disebut sebagai cacing isap karena cacing ini memiliki alat pengisap.
  • Alat pengisap terdapat pada mulut di bagian anterior (sisi depan)

  • Alat hisap (Sucker) ini untuk menempel pada tubuh inangnya 
  • Inang pokoknya berupa ternak misalnya sapi , kambing , kerbau dll
  • Inang pokok lainnya adalah manusia jika hati ternak yang terinfeksi cacing ini kita makan karena dimasak setengah matang 
  • Maka kita akan kena Fasciolasis ( terinfeksi cacing hati)
  • Pada saat menempel cacing ini mengisap makanan berupa cairan tubuh inangnya atau jaringan tubuhnya
  • Trematoda kebanyakan merupakan hewan parasit karena berada pada tubuh mahkluk hidup , merugikan karena mengambil bahan organik yang tersedia di inangnya
  • Trematoda dewasa pada umumnya hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata .Ternak , Ikan , Manusia
  • Trematoda berlindung di dalam tubuh inangnya dengan melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikula
  • Permukaan tubuhnya tidak memiliki silia.Contoh Trematoda adalah cacing hati Fasciola hepatica di ternak , Chlonorsis sinensis di Ikan
Fasciola hepatica
  • Cacing hati ini memiliki daur hidup yang kompleks karena melibatkan sedikitnya dua jenis inang,
  • Dua inang itu yaitu inang utama berupa ternak / ikan dan manusia dan inang sebagai perantara siput air Lymnea truncatula .
Daur hidup Cacing hati terdiri dari

  1. Fase seksual : di inang utama (saat cacing hati dewasa)
  2. Fase aseksual : di inang perantara ( tubuh siput) dengan


  • Cacing hati mempunyai karakter yang aneh masih larva mampu membuat keturunan dengan cara fragmentasi saat masih larva atau sering dikenal dengan istilah Paedogenesis
  • Larvanya berubah 5 kali , 3 kali perubahan dan terjadi Paedogenesis di tubuh siput Lymnea yaitu berupa larva Sporosis - Redia dan Cercaria


. Urutan cyclusnya agar mudah sbb


Cyclusnya : T-M-S-R - C- MC ( Tumisir Calon MC )


  • Telur - Mirasidium - Sporosis - Redia - Cercaria - MetaCercaria
  • Metacercaria berekor berenang ke tanaman sekitar air - dimakan Inang utama (ternak) - masuk jadi Cacing Dewasa .Kena pada manusia karena manusia memakan hati ternak yang terdapat cacing hatinya dewasa yang belum mati ( karena hati dikonsumsi masih belum matang) 


CYCLUS HIDUP - ( Fasciola hepatica )
  • Di tubuh inang utama ternak , ikan , manusia Cacing dewasa hidup di hati bertelur di usus - ikut faeces
  • buang air besar sembarangan di lingkungan
  • telur bersama faeces terbuang ke air
  • telur menetas jadi larva dengan cilia (rambut getar ) diseluruh permukaan tubuhnya membentuk larva Mirasidium yang kemudian berenang mencari siput Lymnea Mirasidium akan mati bila tidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnea truncatula)
  • Mirasidium setelah berada di siput berubah menjadi Sporosis (menetap dalam tubuh siput selama 2 minggu).
  • Larva larva itu punya kemampuan reproduksi secara asexual dengan cara Paedogenesis didalam tubuh siput sehinga terbentuk banyak larva ,
  • larva sporosis melakukan paedogenesis menjadi beberapa redia
  • larva Redia melakukan paedogenesis menjadi Serkaria
  • Larva serkaria kemudian berekor menjadi metacercaria dan segera keluar dari siput berenang mencari tanaman yang ada di pinggir perairan misalnya rumput . Metaserkaria membungkus diri berupa kista yang dapat bertahan lama menempel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya
Apabila rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding ususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa di sana untuk beberapa bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi.
Daur hidup Chlonorchis sinensis

  • Daur hidup Chlonorchis sinensis sama seperti Fasciola hepatica,
  • TuMiSiR Calon MC ( Telur - Mirasidium - Sporosis - Redia - Cercaria - MetaCercaria ) hanya saja metaserkaria pada cacing ini masuk ke dalam daging ikan air tawar yang berperan sebagai inang sementara
  • Struktur tubuh Chlonorchis sinensis sama seperti tubuh pada Fasciola hepatica hanya berbeda pada cabang usus lateral yang tidak beranting.
Daur hidup Schistosoma japonicum.

  • Cacing darah ini bertelur pada pembuluh balik (vena) manusia
  • kemudian menuju ke poros usus (rektum) dan ke kantong air seni (vesica urinaria),
  • lalu telur keluar bersamatinja dan urine.
  • Telur akan berkembang menjadi mirasidium dan masuk ke dalam tubuh siput.
  • Kemudian dalam tubuh siput akan berkembang menjadi larva sporosis - redia dan serkaria
  • serkaria menjadi metacercaria yang ekornya bercabang.
  • meta serkaria dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman atau menembus kulit dan dapat menimbulkan penyakit Schistomiasis (banyak terdapat di Afrika dan Asia). Penyakit ini menyebabkan kerusakan dan kelainan fungsi pada hati, jantung,
    limpa, kantong urine dan ginjal.
Beberapa jenis cacing hati yang dapat menginfeksi manusia antara lainsebagai berikut :
  1. Opisthorchis sinensis ( Cacing hati cina ) cacing dewasa hidup pada organ hati manusia.Inang perantaranya adalah siput air dan ikan.
  2. Schistosoma japonicum Cacing ini hidup di dalam pembuluh darah padasaluran pencernaan manusia.
  3. Oncomelania hupensis.Cacing ini menyebabkan penyakit skistosomiasis dengan ciri demam, anemia, disentri,berat badan turun, dan pembengkakan hati.
  4. Paragonimus westermaniCacing ini hidup dalam paru-paru manusia.Inang perantaranya adalah udang air tawar.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Makasih gan artikelnya (y)

Putra mengatakan...

tengkyuu bgt artikelnya