Kamis, 04 Maret 2010

SISTEM TRANSPORTASI - BUKU

Sistem sirkulasi dibedakan menjadi 3, yaitu :
  1. Sistem difusi : terjadi pada avertebrata rendah seperti paramecium, amoeba maupun hydra belum mempunyai sistem sirkulasi berupa jantung dengan salurannya yang merupakan jalan untuk peredaran makanan. Makanan umumnya beredar keseluruh tubuh karena adanya aliran protoplasma.
  2. Sistem peredaran darah terbuka : jika dalam peredaran-nya darah tidak selalu berada di dalam pembuluh. Misal : Arthropoda
  3. Sistem peredaran darah tertutup : jika dalam peredaran-nya darah selalu berada di dalam pembuluh. Misal : Annelida, Mollusca, Vertebrata.

1. Porifera

  • Belum memiliki sistem sirkulasi khusus, tubuhnya terdiri atas dua lapisan sel, lapisan dalam terdiri atas sel-sel yang disebut koanosit.
  • Koanosit berfungsi menangkap makanan secara fagosit yang selanjutnya disebarkan keseluruh tubuh oleh amoebosit.

2. Hydra

  • Pada dinding sebelah dalam dari tubuh Hydra berfungsi sebagai pencerna dan juga berfungsi sebagai sirkulasi.

3. Platyhelminthes

  • Sel mesenkim berrfungsi membantu distribusi makanan yang telah dicernakan.
  • Makanan yang tidak dicerna dikeluarkan melalui mulut, misal pada Planaria.

4. Annelida

  • Memiliki sistem peredaran darah tertutup, yang terdiri dari pembuluh darah dorsal, pembuluh darah ventral dan lima pasang lengkung aorta yang berfungsi sebagai jantung, misal pada cacing tanah (Pheretima).

Arah aliran darah :

  • Lengkung aorta à pembuluh ventral à kapiler (seluruh jaringa tubuh) à pembuluh dorsal à lengkung aorta (pembuluh jantung).
  • Oksigen diabsorbsi melalui kulit dan dibawa pembuluh kapiler menuju ke pembuluh dorsal. Pertukaran darah terjadi paad kapiler. Darah cacing tanah mengandung haemoglobin yang terlarut dalam cairan darahnya.

5. Mollusca

  • Memiliki sistem peredaran darah tertutup.
  • Jantung pada hewan ini sudah terdapat atrium (serambi) dan ventrikel (bilik) serta terdapat pembuluh darah vena dan arteri, misal pada keong (Pila globosa).

6. Arthropoda

  • Memiliki sistem peredaran darah terbuka. Jantung disebut jantung pembuluh. Darah dan cairan tubuh serangga disebut hemolimfa.

Arah aliran darah :

  • Bila jantung pembuluh berdenyut maka hemolimfe mengalir melalui arteri ke rongga tubuh à jaringan tubuh tanpa melalui kapiler à jantung pembuluh melalui ostium.
  • Fungsi hemolimfa adalah mengedarkan zat makanan ke sel-sel. Hemolimfe tidak mengandung haemoglobin sehingga tidak mengikat oksigen dan darah tidak berwarna merah. O2 dan CO2 diedarkan melalui sistem trakea.

7. Pisces

  • Jantung ikan terdiri : - 2 ruang : meliputi 1 atrium (serambi) dan 1 ventrikel (bilik)
  • Sinus venosus : yang menerima darah dari vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.

Arah aliran darah :

  • Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang.
  • Di insang aorta bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler (terjadi pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air.
  • Dari kapiler insang darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh tubuh untuk memberikan O2 dan sari makanan serta mengikat CO2 .
  • Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.
  • Peredaran ikan termasuk peredaran darah tunggal (dalam satu kali peredarannya, darah melalui jantung satu kali).

8. Amphibia

  • Jantung katak terdiri : 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel
  • Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh besar yang akan masuk ke atrium kanan.

Arah aliran darah :

  • Darah yang kaya O2 dari paru-paru dan kulit masuk ke atrium kiri.
  • Darah yang miskin O2 masuk ke atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus.
  • Dari atrium darah masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang miskin O2 .
  • Dari ventrikel darah yang kaya O2 dipompa ke jaringan tubuh dan pada saat darah yang miskin O2 dialirkan ke paru-paru ke kulit untuk memperoleh O2.
  • Peredaran darah katak termasuk peredaran darah ganda (dalam satu kali peredarannya, darah melewati jantung 2 kali).

9. Reptilia

  • Jantung reptilia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu : 2 atrium : - 1 atrium dekster (serambi kanan) , 1 atrium sinister (serambi kiri),2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan). 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
  • Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan belum sempurna.
  • Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.
  • Pada buaya, sekat ventrikel terdapat suatu lobang yang disebut foramen panizzae yang memungkinkan pemberian O2 ke alat pencernaan dan untuk keseimbangan tekanan dalam jantung sewaktu penyelam di air.

10. Aves

  • Jantung aves terbagi menjadi 4 ruang, yaitu : 2 atrium : - 1 atrium dekster (serambi kanan), 1 atrium sinister (serambi kiri), 2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan), 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
  • Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

11. Mamalia

  • Jantung mamlia terbagi menjadi 4 ruang, yaitu : 2 atrium : - 1 atrium dekster (serambi kanan),1 atrium sinister (serambi kiri) , 2 ventrikel : - 1 ventrikel dekster (bilik kanan), 1 ventrikel sinister (bilik kiri)
  • Sekat di antara ventrikel kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah reptilia merupakan peredaran darah ganda.

12. Manusia

Fungsi darah :

1. Sebagai alat transport :

  • O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh
  • CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru
  • Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh jaringan yang membutuhkan.
  • Zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh ke alat pengleluaran.
  • Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (kelenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.

2. Mengatur keseimbangan asam dan basa

3. Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman

4. Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh

Susunan darah

  • Eritrosit
  • Leukosit
  • Trombosit

Leukosit

  1. Agranulosit : Limphosit , Monosit ( merupakan sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula)
  2. Granulosit : Basofil ,Eosinofil, Neutrofil ( merpakan sel darah putih yang bergranula )
  • Basofil : granula biru, fagosit.
  • Eosinofil : granula merah, fagosit.
  • Neutrofil : granula merah kebiruan, bersifat fagosit.
  • Monosit : inti besar, bersifat fagosit, dapat bergerak cepat.
  • Limphosit : inti sebuah, untuk imunitas, tidak dapat bergerak.

Darah

  1. Air : ± 91 %
  2. Protein :albumin, fibrinogen, globulin.
  3. Sari-sari makanan : glukosa, asam amino, lemak.
  4. Garam mineral : natrium klorida, natrium bikarbonat
  5. Plasma darah Sisa metabolisme : CO2 , Enzim, Hormon, Antibodi
Eritrosit (sel darah merah)
  • Tidak berinti, mengandung Hb (protein yang mengandung senyawa hemin dan Fe yang mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2)
  • Bentuk bikonkaf
  • Dibuat dalam sumsum merah tulang pipih sedang pada bayi dibentuk dalam hati.
  • Dalam 1 mm3 terkandung ± 5 juta eritrosit (laki-laki) dan ± 4 juta eritrosit (wanita).
  • Setelah tua sel darah merah akan dirombak oleh hati dan dijadikan zat warna empedu (bilirubin).

Leukosit

  • Mempunyai inti
  • Setiap 1 mm3 mengandung 6000 – 9000 sel darah putih
  • Bergerak bebas secara ameboid, berfungsi melawan kuman secara fagositosis,
  • Dibentuk oleh
  1. jaringan retikulo endothelium disumsum tulang untuk granulosit
  2. kelenjar limpha untuk agranulosit.
Trombosit (sel darah pembeku)
  • Tidak berinti dan mudah pecah, bentu tidak teratur, berperan dalam pembekuan darah, keadaan normal 1 mm3 mengandung 200.000 – 300.000 butir trombosit.
  • Mekanisme pembekuan darah :
  1. Trombosit pecah mengeluarkan tromboplastin/ faktor antihemofili trombokinase.
  2. Protombin merinah menjadi trombin dengan bantuan trombokinase. ion Ca++ dan Vit.K
  3. Fibrinogen ,emjadi benang fibrin dengan bantuan enzim trombin
  • Untuk keperluan tertentu, misal dalam proses pengambilan darah dari donor, maka pembekuan darah dapat dihindarkan dengan jalan :
  1. Mendinginkan darah mendekati titik bekunya. Tujuannya untuk menhalangi pembentukan trombin.
  2. Memberi garam natrium oksalat atau natrium sitrat. Tujuan mengendapkan ion Ca, sehingga pengubahan protrombin menjadi trombin terhambat.
  3. Pemberian heparin atau dikumarol yang merupakan zat antikoagulan (anti pembekuan darah). Zat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam transfusi darah dan pada saat operasi.
  4. Mencegah persentuhan dengan permukaan yang kasar, misal menggunakan alat pengambil darah yang sangat tajam dan permukaan alat yang licin dan halus.

Plasma darah (cairan darah)

Plasma darah tersusun atas :

  1. Protein
  2. Sari-sari makanan

Protein, meliputi :
  1. fibrinogen : untuk pembekuan darah
  2. albumin : menjaga tekanan osmotik darah
  3. globulin : membentuk zat kebal / zat antibodi

Berdasarkan kerjanya zat anti dibedakan :

  1. prepsipitin : kerjanya menggumpalkan darah
  2. lisin : memecah antigen
  3. antitoksin : menetralkan racun
  4. aglutinase : menggumpalkan

Sari-sari makanan, meliputi :

  1. glukosa
  2. asam amino untuk asam lemak , gliserin diangkut getah bening
  3. Garam mineral, meliputi : - kation : Na+, K++, Ca++, Mg++, - anion : Cl-, HCO3-, PO4-
  4. Zat hasil produksi sel, meliputi : hormon , enzim, antibodi
  5. Zat hasil sisa metabolisme, meliputi : urea , asam ureat
  6. Gas-gas pelepasan, meliputi : O2 , CO2 , N2

Golongan Darah

Terdapat 3 sistem penggolongan darah pada manusia :

  1. Sistem MN
  2. Sistem Rh (Rhesus)
  3. Sistem A, B, O
  • Sistem MN : golongan darah digolongkan menjadi 3 yaitu M, MN dan N.
  • Sistem Rh (Rhesus) : golongan darah manusia di golongkan menjadi 2 yaitu Rh+ dan Rh-. Orang bergolongan Rh+ di dalam eritrositnya terkandung aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit berwarna. Sedang yang bergolongan Rh- dalam eritrositnya tidak terdapat aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit putih. Apabila bayi bergolongan Rh+ berada dalam kandungan ibu bergolongan RH- , dimanadareah ibu sudah terbentuk zat anti Rh+ , maka tubuh bayi akankemasukan zat anti Rh+, dan anak itu akan menderita penyakit kuning sejak lahir yang disebut erythroblastosis foetalis (sel-sel darah merahnya tidak dapat dewasa).
  • Sistem A, B, O : Dr. Landsteiner dan Donath membedakan glongan darah manusia menjadi 4, yaitu A, B, AB dan O.
  • Golongan darah A : sel darah merahnya mengandung aglutinogen A, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin b atau zat anti B.
  • Golongan darah B : sel darah merahnya mengandung aglutinogen B, sedang dalam plasmanya terdapat aglutinin a atau zat anti A.
  • Golongan darah AB : sel darah merah mengandung aglutinogen A dan B, sedang dalam plasmanya tidak terdapat aglutinin a dan b.
  • Golongan darah O : sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen A dan B, tetapi plasma nya mengandung aglutinin a dan b.
  • Aglutinogen (antigen) berarti zat yang digumpalkan, sedang aglutinin (zat anti) berarti zat yang menggumpalkan.

Keterangan :

+ = terjadi penggumpalan

- = tidak terjadi penggumpalan

  • Secara teori golongan daran AB dapat menerima semua golongan darah disebut respien universal, dan golongan adrah O dapat memberi kepada semua golongan darah disebut donor universal.

Alat Peredaran Darah

Alat peredaran darah terdiri atas

  1. jantung (cor)
  2. pembuluh (vasa darah).

1. Jantung (cor)

  • Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium).
  • Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis.

Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.

- Atrium (serambi)

  • Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena).
  • Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis.
  • Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.

Ventrikel (bilik)

  • Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung.
  • Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.
  • Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta.
  • Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis).
  • Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan.
  • Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri.
  • Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole.
  • Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.
  • Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali.
  • Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.

2. Pembuluh darah

  • Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.
  • Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.

Perbedaan antara arteri dan vena.

Macam-macam peredaran darah :
  1. Peredaran darah kecil
  2. Peredaran darah besar,

1. Peredaran darah kecil, melalui :

  • Ventrikel kanan à arteri pulmonalis à paru-paru à vena pulmonalis à atrium kiri.
  • Atau : Jantung à paru-paru à jantung

2. Peredaran darah besar, melalui :

  • Ventrikel kiri à aorta à arteri à arteriola à kapiler à venula à vena à vena cava superior dan vena cava inferior à atrium kanan.
  • Atau : Jantung à seluruh tubuh à jantung

3. Sistem portae

  • Darah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatu organ yang disebut sistem portae.
  • Pada mamalia/ manusia hanya terdapat satu sistem portae yaitu sistem portae hepatica.

Pembuluh limpha (pembuluh getah bening)

  1. Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).
  2. Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).

1. Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).

  • Menerima aliran limpha dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengan kanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.

2. Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).

  • Menerima aliran limpha dari bagian lain danbermuara di pembuluh balik di bawah selangka kiri.
  • Pembuluh inimerupakan tempat bermuaranya pembuluh-pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak, yang diserap oleh usus.
  • Pada kelenjar limpha dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.

Perbedaan peredaran limpha dengan peredaran darah

Gangguan pada sistem sirkulasi
  1. Hemofili : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).
  2. Anemia : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrosit atau menurunnya volume darah dari normal.
  3. Polistemia : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah.
  4. Leukimia : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.
  5. Leukopenia : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehingga eritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.
  6. Thalasemia : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentukan haemoglobin (eritrosit pecah). Penyakit ini genetis.
  7. Sklerosis : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur. Aterosklerosis, bila endapannya lemak. Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.
  8. Trombus & embolus : penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.
  9. Koronarialis : penyempitan arteri koroner pada jantung.
  10. Varises : pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di anus disebut ameien (hemoroid)
  11. Hipertensi : tekanan darah tinggi.
  12. Hipotensi : tekanan darah rendah.
  13. Eritroblastosis fetalis : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.
  14. Blue baby : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).

Sistem Imunitas (Kekebalan) pada Manusia

  • Sel darah putih bertanggungjawab dalam respons kekebalan.
  • Jika ada zat asing (kuman) masuk ke dalam tubuh, maka beberapa leukosit akan membuat antibodi.
  • Antibodi adalah protein sederhana (gamaglobulin) yang dihasilkan oleh limphosit atau larut ke dalam plasma darah sebagai reaksi terhadap serangan suatu antigen.

Macam-macam kekebalan tubuh :


1. Kekebalan aktif : kekebalan tubuh yang diperoleh karena tubuh membuat antibodi sendiri, meliputi :
  • kekebalan aktif buatan : kekebalan tubuh yang diperoleh setelah mendapatkan vaksinasi.
  • kekebalan aktif alami : kekebalan tubuh yang diperoleh setelah seseorang sembuh dari sakit.

2. Kekebalan pasif : kekebalan yang terjadi bukan karena tubuh membuat antibodi sendiri, meliputi :

  • kekebalan pasif buatan : diperoleh setelah tubuh mendapat antibodi sudah jadi yang terlarut dalam serum. Kekalan ini bersifat sementara.
  • Misal suntikan ATS (Anti Tetanus Serum).
  • kekebalan pasif alamiah : bila kekebalan diperoleh dari ibu selama di dalam kandungan.
  • Antibodi masuk dari ibu ke fetus melalui plasenta atau melalui air susu (ASI) setelah lahir.

COMPARATIVA SISTEM TRANSPORTASI

  • Protozoa Difusi (pada Amoeba) dan vakuolakontraktil (pada Paramaecium)
  • Coelenterata dan Platyhelmintbes Sistem Gastrovaskuler
  • Mollusca dan Arthropods Sistem Peredaran darah terbuka
  • Annelida Sistem peredaran darah tertutup
  • Pisces Peredaran darah tunggal, jantung beruang dua
  • Amphibi Peredaran darah ganda, jantung beruang tiga
  • Reptil Peredaran darah ganda, jantung beruang empat, sekat antar ruangbelum sempurna
  • Pada buaya terdapat lubang kecil antar bilik yang disebut foramen panizzae
  • Aves Peredaran darah ganda, jantung beruang empat, sekat sudahsempurna.

Tidak ada komentar: