Minggu, 09 Mei 2010

GIZI MAKANAN

  • Gizi yaitu makanan yang dimakan dengan destinasi kesehatan tubuh
  • Kesehatan yang dicapai itu meliputi akibat serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
  • Ilmu khusus tentang ini adalah Ilmu Gizi
Dengan semakin berkembangnya penelitian gizi maka berdampak pada perkembangan ilmu gizi maka Ilmu Gizi memiliki cabang-cabang ilmu yang lebih khusus lagi, yaitu:
  • Gizi manusia
  • Gizi masyarakat
  • Gizi klinik
  • Teknologi pangan dan gizi
  • Gizi hewan.

Zat gizi digolongkan ke dalam 6 (enam) kelompok utama, yaitu

  1. karbohidrat
  2. lemak
  3. protein
  4. vitamin
  5. mineral
  6. air.

Fungsi umum zat gizi di dalam tubuh adalah:

  1. untuk sumber energi
  2. untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan-jaringan tubuh
  3. untuk mengatur proses-proses di dalam tubuh.

Zat Gizi Utama Yaitu

  1. Karbohidrat
  2. Protein
  3. emak

1. Karbohidrat (CHO)
  1. Monosakarida : triosa, glukosa, fruktosa, dan galaktosa
  2. Disakarida : sukrosa, maltosa, dan laktosa
  3. Polisakarida : pati, dekstrin, glikogen, serta polisakarida struktural (sering disebut serat tanaman).
Sumber
  • Dari hasil fotosintesis organisme autotrop ( tumbuhan hijau )
Fungsi Karbohidrat adalah
  • sebagai sumber energi pokok
  • bahan pembentuk berbagai senyawa tubuh
  • bahan pembentuk asam amino esensial
  • metabolisme normal lemak
  • menghemat protein
  • meningkatkan pertumbuhan bakteri usus
  • mempertahankan gerak usus
  • meningkatkan konsumsi protein, mineral, dan vitamin B.
2. Lipida / Lemak ( CHO)

Sumber
  • Nabati : Kelapa , Alpukat , Kacang tanah
  • Hewani : Minyak hewan ( Gajih)
  1. Lipid yang terdapat dalam pangan tubuh
  2. Lipid struktural atau kompleks yang dihasilkan dalam tubuh untuk membentuk membran, untuk mentranspor lemak atau untuk mensintesis hormon-hormon atau katalis lipid.
Berdasarkan bentuknya Lipida / lemak digolongkan ke dalam
  1. lemak padat (misal mentega dan lemak hewan)
  2. lemak cair atau minyak (misal minyak sawit dan minyak kelapa).
Berdasarkan penampakan Lipida / lemak digolongkan ke dalam
  1. lemak kentara (misal mentega dan lemak pada daging sapi)
  2. lemak tak kentara (misal lemak pada telur, lemak pada avokat, dan lemak susu).
Klasifikasi asam lemak menurut panjang rantai karbon adalah
  1. asam lemak rantai pendek (4-6 atom karbon)
  2. asam lemak rantai sedang (8-12 atom karbon)
  3. asam lemak rantai panjang (lebih dari 12 atom karbon)
Asam lemak rantai panjang diklasifikasikan menurut derajat kejenuhannya,
  1. Asam lemak jenuh
  2. Asam lemak tidak jenuh tungga
  3. Asam lemak tidak jenuh poli.

PERAN LEMAK

  1. sumber energi padat
  2. menghemat protein dan thiamin
  3. membuat rasa kenyang lebih lama
  4. membuat rasa makanan tambah enak
  5. memberikan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh
  6. sebagai simpanan lemak
  7. sumber asam lemak esensial
  8. precursor dari prostaglandin

PROTEIN ( CHON)

Sumber

  • Protein Hewani : Telur , susu, ikan , daging , Keju
  • Protein Nabati : kacang kedelai ( tempe)

  • Protein dibentuk dari unit-unit pembentuknya yang disebut asam amino ( -NH2)
Dua golongan asam amino adalah
  1. asam amino esensial
  2. asam amino nonesensial.
Asam-asam amino esensial

Asam-asam amino esensial meliputi
  1. leusin
  2. iso leusin
  3. Metionin
  4. Alanin
  5. Histidin
  6. Threonin
  7. Valin
  8. Fenil alanin
  9. Lysin
  10. Triptofan
Jika diringkas menjadi LIMA Hadiah TV FLaT
  • Asam amino essensiil ini tidak bisa dibuat oleh tubh maka harus di suplay dari luar
  • Cara mendapatkannya dengan memakan makanan yang mengandung protein ( First Class Protein misal Keju , Ikan basah , Telur, susu )
Protein dapat diklasifikasikan menurut mutunya / kelengkapan asam aminonya
  1. protein lengkap
  2. protein tidak lengkap.
PERAN PROTEIN

Protein berfungsi
  1. untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan
  2. membentuk senyawa-senyawa esensial tubuh
  3. mengatur keseimbangan air
  4. mempertahankan kenetralan (asam-basa) tubuh
  5. membentuk antibodi,
  6. dan mentranspor zat gizi.

Vitamin Mineral dan Air

VITAMIN

Ada dua golongan vitamin
  1. Vitamin larut lemak
  2. Vitamin larut air
Vitamin larut lemak
  • Vitamin yang larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K.
Vitamin larut air
  • Vitamin yang larut air adalah thiamin, riboflavin, niacin, piridoksin, asam pantothenat, asam folat, biotin, vitamin B12, choline, inositol, dan vitamin C.

PERAN

  • Fungsi umum vitamin adalah sebagai bagian dari enzim atau koenzim
  • Mempertahankan fungsi berbagai jaringan
  • Membantu proses pertumbuhan dan pembentukan sel-sel baru
  • Membantu pembuatan senyawa dalam tubuh.
Ada beberapa senyawa yang berhubungan dengan vitamin, yaitu
  1. antivitamin, yang kerjanya dapat merusak struktur vitamin,
  2. antagonis vitamin, yang kerjanya dapat berkompetisi dengan vitamin.

MINERAL

  • Mineral esensial diklasifikasikan ke dalam mineral makro dan mineral mikro
  • Termasuk mineral makro adalah kalsium, fosfor, kalium, sulfur, natrium, khlor, dan magnesium.
  • Sedangkan yang termasuk mineral mikro adalah besi, seng, selenium, mangan, tembaga, iodium, molybdenum, cobalt, chromium, silikon, vanadium, nikel, arsen, dan fluor.

PERAN MINERAL

  • Fungsi umum mineral adalah
  1. mempertahankan keseimbangan asam-basa
  2. sebagai katalis bagi reaksi-reaksi biologis
  3. sebagai komponen esensial senyawa tubuh
  4. mempertahankan keseimbangan air tubuh
  5. mentransmisi impuls syaraf
  6. mengatur kontraksi otot
  7. untuk pertumbuhan jaringan tubuh.

AIR

Air dan elektrolit

Air merupakan komponen kimia utama dalam tubuh.
  • Ada tiga komponen air tubuh
  1. Air intraseluler pada membran sel
  2. Air intravaskuler
  3. Air interseluler atau ekstravaskuler pada dinding kapiler. Dua komponen air yang terakhir disebut juga cairan ekstraseluler.

PERAN AIR

  1. Pelarut zat gizi.
  2. Fasilitator pertumbuhan.
  3. Sebagai katalis reaksi biologis.
  4. Sebagai pelumas.
  5. Sebagai pengatur suhu tubuh.
  6. Sebagai sumber mineral bagi tubuh.
  • Ada tiga sumber air bagi tubuh, yaitu
  1. air yang berasal dari minuman
  2. air yang terdapat dalam makanan yang kita makan
  3. air yang berasal dari hasil metabolisme di dalam tubuh.
Kebutuhan air tubuh berasal dari ketiga sumber air tersebut.
  • Keseimbangan air tubuh dapat dicapai melalui dua cara, yaitu sebagai berikut.
  1. Mengontrol asupan cairan dengan adanya rasa haus.
  2. Mengontrol kehilangan cairan melalui ginjal.
ELEKTROLIT

Natrium dan Kalium , Klor ( Na , K dan Cl )

Natrium
  • Natrium merupakan ion positif yang dominan dalam cairan ekstraseluler.
  • Volume cairan ekstraseluler diatur keseimbangannya melalui mekanisme homeostasis.
Fungsi natrium bagi tubuh adalah sebagai berikut.
  1. Membantu mempertahankan keseimbangan air, asam dan basa dalam cairan ekstraseluler.
  2. Sebagai bahan penyusun dari cairan (getah) pankreas, empedu, dan keringat.
  3. Peranan penting dalam kontraksi otot dan fungsi syaraf.
  4. Memainkan peranan khusus dalam penyerapan karbohidrat.

DEFISIENSI ELEKTROLIT

  • Gejala defisiensi natrium (Na)
  1. kelesuan
  2. mual, muntah,
  3. lekas marah, pusing,
  4. kehilangan nafsu makan
  5. penurunan pertumbuhan
  6. kehilangan berat badan karena kehilangan cairan tubuh,
  7. berkurangnya produksi susu pada ibu yang menyusui,
  8. diare,
  9. kram otot.
  10. Kadar natrium dalam darah yang turun di bawah normal disebut hiponatremia.

KALIUM

  • Kalium dalam makanan dan dalam tubuh ditemukan dalam bentuk ion K+, baik dalam larutan ataupun dalam bentuk garam.
PERAN KALIUM
  • Fungsi kalium bagi tubuh adalah sebagai berikut.
  1. Merupakan bagian integral dan esensial tiap sel dan dibutuhkan untuk pertumbuhan sel.
  2. Dalam sel kalium membantu banyak reaksi biokimia seperti pelepasan energi dari makanan, sintesis glikogen dan protein.
  3. Mengatur tekanan osmotik dalam sel dan mengontrol distribusi air antara cairan intraseluler dan ekstraseluler.
  4. Menjaga keseimbangan asam-basa.
  5. Penting dalam transmisi impuls syaraf.
  6. Ikut dalam pelepasan insulin dari pankreas.
  7. Bersama magnesium (Mg2+) penting dalam relaksasi otot yang merupakan lawan dari stimulasi otot oleh Ca2+.
  8. Rasio 1:1 antara Na/K dapat menjaga efek asupan natrium yang tinggi.
DEFISIENSI KALIUM
  • Gejala defisiensi kalium adalah
  1. pusing,
  2. muntah
  3. diare
  4. lemah otot, lemah otot pernapasan,
  5. kembung,
  6. denyut jantung cepat dan tidak beraturan.
  • Kalium ditemukan banyak dalam makanan, terutama pada buah-buahan dan sayuran. Kalium banyak terdapat dalam bayam, pisang, jamur, brokoli, susu, daging, tomat, jeruk, kol, dan asparagus.
CHLOR ( Cl)
  • Ion Cl merupakan anion yang paling banyak terdapat dalam cairan ektraseluler.
  • Di dalam tubuh terdapat sekitar 0,15 persen ( 1,9 gram per kg berat badan).
  • Cairan cerebrospinal dan lambung mengandung Cl lebih banyak.
  • Otot dan syaraf kandungannya rendah.
PERAN CHLOR ( Cl )
  • Fungsi khlorida bagi tubuh adalah sebagai berikut.
  1. Memainkan peranan penting dalam regulasi tekanan osmotik, keseimbangan air, dan keseimbangan asam-basa.
  2. Dibutuhkan untuk produksi asam HCl di lambung;
  3. enting untuk penyerapan vitamin B12 dan Fe,
  4. Mengaktifkan enzim yang memecah pati (karbohidrat), serta untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme yang masuk lambung bersama-sama dengan makanan dan minuman.
DEFISIENSI CHLOR ( Cl )
  • Gejala defisiensi Cl
  1. Lesu, lemah
  2. Kehilangan nafsu makan (anoreksia),
  3. Kram otot,
  4. Bernafas pelan,
  5. Kejang, dan
  6. Gagal tumbuh pada anak-anak.
  • Ion Cl banyak terdapat dalam garam (NaCl), substitusi garam kalium khlorida (KCl), dan makanan yang diproses (karena penambahan garam NaCl). Selain itu, khlorida juga terdapat dalam pangan hewani, yaitu daging, hati, telur, makanan laut, serta dalam pangan nabati.
Prinsip-prinsip Kecukupan Gizi

Misalnya
  1. EAR - kebutuhan rata-rata (estimated average requirement, )
  2. AI - Asupan gizi yang cukup (Adequate Intake)
  3. RDA -kecukupan gizi (Recommended Dietary Allowances )
  4. UL- batas atas asupan (Tolerable Upper Intake Level ).
Untuk Indonesia ditapkan tiga standar gizi,
  1. angka kecukupan gizi (AKG),
  2. batas atas asupan (UL),
  3. acuan label gizi (ALG).
Kegunaan angka kecukupan gizi yang dianjurkan adalah sebagai berikut.
  1. untuk menilai kecukupan gizi yang telah dicapai melalui konsumsi, makanan bagi penduduk/golongan masyarakat tertentu yang didapatkan dari hasil survei gizi/makanan;
  2. untuk merencanakan pemberian makanan tambahan balita maupun untuk perencanaan institusi;
  3. untuk merencanakan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional;
  4. untuk patokan label gizi makanan yang dikemas apabila perbandingan dengan angka kecukupan gizi diperlukan
  5. untuk bahan pendidikan gizi.
  1. Tahap pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
  2. Ukuran dan komposisi tubuh.
  3. Jenis kelamin.
  4. Keadaan kesehatan tubuh.
  5. Keadaan fisiologis tubuh.
  6. Kegiatan fisik.
  7. Lingkungan.
  8. Mutu makanan.
  9. Gaya hidup.
  1. Makanan/pangan yang dikonsumsi untuk umum.
  2. Makanan untuk bayi usia 0-6 bulan.
  3. Makanan untuk anak usia 7-23 bulan.
  4. Makanan untuk anak usia 2-5 tahun.
  5. Makanan untuk ibu hamil dan menyusui.

Perhitungan Kecukupan Gizi

  1. jumlah pengeluaran energi total selama sehari.
  2. Pengeluaran energi total terdiri dari pengeluaran energi saat istirahat (REE)
  3. Basal metabolic rate (BMR).
BASAK METABOLIC RATE

Prinsip Menyusun Menu Seimbang

  1. Bahan makanan mempunyai tiga fungsi bagi seseorang, yaitu fungsi biologi, psikologi dan sosial.
  2. Makanan dapat dikelompokkan menurut slogan empat sehat lima sempurna menjadi lima golongan, yaitu makanan pokok, lauk pauk, sayur-sayuran, buah dan susu
  3. Pemilihan bahan makanan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : keadaan psikologi, pendidikan, pendapatan, sosial budaya dan geografi
  4. Dalam memilih bahan makanan perlu memperhatikan jenis dan tanda kerusakan bahan makanan serta ciri-ciri bahan makanan yang baik
  5. Pengertian menu seimbang adalah susunan hidangan beberapa macam makanan yang mengandung energi dan zat gizi secara cukup, baik jenis maupun jumlahnya.
  6. Manfaat yang diperoleh dari menyusun menu seimbang adalah kebutuhan zat gizi dapat terpenuhi; dapat memilih bahan makanan yang baik, dan sesuai dengan keadaan sosial, ekonomi dan budaya; mengurangi kehilangan zat gizi selama penyiapan makanan; serta mengurangi kebosanan akan menu makanan
  7. Dalam merencanakan menu seimbang perlu memperhatikn berbagai faktor, yaitu : kecukupan zat gizi, pemilihan bahan makanan yang baik dan sesuai , serta penyelenggaraan makanan
  8. Proses yang harus dilakukan dalam menyusun menu adalah menentukan kecukupan gizi, menentukan hidangan, penentuan pemilihan bahan makanan, serta pengolahan bahan makanan

Penggunaan Perangkat Bantu

  1. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
  2. Daftar Ukuran Rumah Tangga (DURT)
  3. Daftar Bahan Makanan Penukar (DBP)
  4. Daftar Kecukupan Gizi Indonesia (DKGI).
Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM)
Daftar Ukuran rumah tangga (DURT)
Daftar bahan makanan penukar (DBP)
Daftar Kecukupan Gizi Indonesia (DKGI)
MASALAH PANGAN DAN GIZI

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Gizi

  1. Ketahanan pangan menjadi prioritas dalam pembangunan nasional. Paling tidak ada tiga alasan yang melandasi pentingnya ketahanan pangan di suatu negara (Suryana, 2004). Pertama, akses atas pangan yang cukup dan bergizi bagi setiap penduduk merupakan salah satu pemenuhan hak asasi manusia. Kedua, konsumsi pangan dan gizi yang cukup merupakan basis bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Ketiga, ketahanan pangan merupakan basis bagi ketahanan ekonomi, bahkan bagi ketahanan nasional suatu negara yang berdaulat.
  2. Definisi ketahanan pangan (food security) yang luas digunakan di berbagai negara adalah akses sepanjang tahun terhadap jumlah dan aneka ragam pangan aman yang dibutuhkan oleh semua anggota rumah tangga agar mereka dapat hidup aktif dan sehat, tanpa ada risiko kehilangan akses tersebut (FAO, 2002).
Agar definisi tersebut dapat dioperasionalkan, maka ada empat dimensi yang harus dipertimbangkan, yaitu:
  1. ketersediaan pangan (food availability);
  2. akses pangan (food access);
  3. utilisasi pangan (food utilization);
  4. stabilitas akses (stability of access).
  1. seperti percepatan diversifikasi pangan
  2. penanganan kerawanan pangan
  3. pengembangan lumbung pangan/tunda jual,
  4. peningkatan keamanan pangan, dan
  5. Peningkatan kemampuan daerah

4. Manfaat sistem lumbung pangan adalah:

  1. Persediaan pangan yang tetap untuk konsumsi rumah tangga
  2. kecukupan pangan untuk memenuhi kebutuhan darurat yang disebabkan cuaca buruk, penyakit, dan serangan mendadak pada pangan oleh serangga dan rodensia;
  3. cukup banyak biji untuk benih pada musim tanam berikutnya;
  4. cadangan yang cukup untuk sistem perdagangan yang umum;
  5. hasil pertanian dan harga pangan yang lebih mantap, sehingga pendapatan petani tetap terjamin.
Menurut Menteri Negara Urusan Pangan (1993) ada empat faktor yang menunjang tercapainya swasembada beras dan menjadi pilar-pilar untuk mencapai swasembada pangan selain beras, yaitu:
  1. adanya revolusi hijau, yaitu dengan ditemukannya padi "ajaib" PB5 dan PB8;
  2. adanya revolusi teknologi ruber roll di bidang pengolahan
  3. adanya revolusi di bidang transportasi dan telekomunikasi;
  4. adanya revolusi kelembagaan.
  1. perlu ada harga dasar yang cukup merangsang produksi
  2. perlu ada harga tertinggi yang melindungi konsumen;
  3. perlu ada selisih yang memadai antara harga dasar dan harga tertinggi untuk merangsang perdagangan oleh swasta;
  4. perlu adanya relasi harga antara daerah, perlu isolasi harga terhadap pasaran dunia dengan fluktuasi yang lebar
Untuk pemerintah perlu stok penyangga (buffer stock)
  1. Commitment Stocks
  2. Stabilization Stocks
  3. Emergency Stocks
  4. Carry over Stocks atau pipeline.
  1. penyimpanan pangan untuk cadangan pangan di musim paceklik
  2. pengelola perkreditan bagi masyarakat di desa, baik untuk pangan maupun untuk pengadaan sarana produksi pertanian
  3. Sistem lumbung pangan yang terintegrasi harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu:

Masalah Pangan dan Gizi di Indonesia

  1. menghindarkan kerusakan atau pembusukan yang berlebihan
  2. menghasilkan produk yang tahan lama, terutama untuk pangan yang akan disimpan atau diangkut dalam jarak jauh
  3. menghasilkan produk yang sesuai untuk pengerjaan lebih lanjut
  4. menghasilkan produk yang memenuhi kualitas dan persyaratan yang diminta pasar.
  1. kehilangan yang disengaja, misalnya dalam pengolahan serealia di mana biji-bijian digiling untuk menghilangkan lapisan bran yang tidak diingini (misalnya penyosohan beras)
  2. kehilangan yang tidak dapat dihindarkan, misalnya bagi makanan yang dimasak, dikalengkan, diblansir, dikeringkan atau disterilisasikan
  3. kehilangan yang semestinya dapat dihindarkan, namun karena kurangnya pengawasan terjadi kehilangan.
  1. adanya aktivitas mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, dan kapang
  2. adanya enzim
  3. kelembaban udara, sinar, dan oksigen
  4. adanya serangan oleh serangga, parasit atau tikus
  1. memudahkan bentuk pangan yang dikonsumsi serta menambah macam atau jenis makanan
  2. menjamin keamanan pangan
  3. meningkatkan kelezatan dan daya tarik dari pangan yang dikonsumsi
  1. pengawetan dengan suhu tinggi
  2. pengawetan dengan suhu rendah
  3. pengeringan
  4. pengawetan dengan radiasi
  5. pengawetan dengan menggunakan bahan kimia.
Sistem Lumbung Pangan

  1. Status gizi merupakan keadaan kesehatan tubuh seseorang atau sekelompok orang yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan (absorbsi), dan penggunaan (utilization) zat gizi makanan.
  2. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menilai status gizi, yaitu cara konsumsi makanan, antropometri, biokimia, dan klinis.
  3. Status gizi seseorang dipengaruhi oleh dua faktor langsung, yaitu konsumsi makanan dan keadaan kesehatan. Faktor tidak langsung yang mempengaruhi keadaan gizi adalah faktor pertanian, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan.
  4. Faktor pertanian yang mempengaruhi status gizi adalah jumlah dan mutu lahan pertanian, cara produksi yang tersedia, tenaga kerja pertanian yang tersedia, cara-cara budidaya pertanian, pola pertanaman, perangsang berproduksi, dan penanganan pascapanen.
  5. Faktor ekonomi yang mempengaruhi status gizi adalah pendapatan keluarga, pengeluaran pangan dan non-pangan, serta lapangan kerja.
  6. Faktor sosial budaya yang mempengaruhi status gizi adalah tingkat pendidikan, pengetahuan tentang gizi, pantangan, anjuran, takhayul, dan larangan terhadap makanan, serta budaya makan.
  7. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status gizi terdiri dari unsur biologi, unsur kimia, dan unsur fisik.


Pengaruh Perlakuan Pangan Terhadap Gizi

  1. Masalah gizi di masyarakat saling berhubungan di seluruh siklus hidup dan atau antargenerasi, mulai dari dalam kandungan, bayi, anak balita, anak sekolah, remaja, orang dewasa, dan seterusnya. Masalah gizi ini akan terus memburuk kalau tidak ada intervensi untuk memutus siklus masalah tersebut.
  2. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi situasi pangan dan gizi masyarakat. Berbagai faktor tersebut saling terkait dan biasanya sangat kompleks. Faktor-faktor tersebut adalah kemampuan produksi, penyediaan pangan, kelancaran distribusi, struktur dan jumlah penduduk, laju pertumbuhan penduduk, daya beli rumah tangga, pendidikan, pola asuh dalam keluarga, kesadaran gizi, dan keadaan kesehatan. Faktor-faktor tersebut biasanya selalu berkembang seiring dengan perkembangan keadaan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat.
  3. Secara nasional ketersediaan energi dan protein selama lima tahun terakhir sudah mencukupi meskipun masih diperlukan peningkatan produksi pangan mengingat pertumbuhan penduduk yang masih tinggi. Sedangkan konsumsi energi masih di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan, tetapi konsumsi protein sudah mencukupi. Analisis terhadap konsumsi energi lebih lanjut menunjukkan bahwa di semua provinsi terdapat rumah tangga yang tergolong rawan pangan, yaitu sekitar 23 persen rumah tangga mengalami rawan pangan.
  4. Pola pangan harapan (PPH) merupakan susunan berbagai bahan makanan atau kelompok bahan makanan yang didasarkan pada sumbangan energinya, baik secara absolut maupun relatif terhadap total energi yang mampu memenuhi kebutuhan konsumsi pangan penduduk, baik kuantitas maupun keragamannya, dengan mempertimbangkan aspek-aspek sosial, ekonomi, budaya, agama, dan cita rasa. Skor mutu gizi yang dilihat dari skor pola pangan harapan (PPH) menunjukkan kecenderungan peningkatan, yaitu dari 66,2 pada tahun 1993 menjadi 71,8 pada tahun 2002.
  5. Masyarakat Indonesia di semua siklus hidup masih menghadapi masalah gizi. Masalah gizi paling berat dihadapi oleh anak balita dan ibu hamil.
  1. peningkatan ketersediaan pangan
  2. perbaikan ekonomi
  3. perbaikan pendidikan
  4. perbaikan konsumsi pangan
  5. perbaikan keadaan kesehatan.
Gizi dan Penyakit

  1. Transisi demografi ditandai dengan perubahan dari masyarakat pedesaan dengan harapan hidup yang rendah saat lahir dan keluarga dengan jumlah anak banyak menuju ke masyarakat perkotaan dengan harapan hidup lebih tinggi dan jumlah anak lebih sedikit. Peningkatan urbanisasi tersebut yang diikuti dengan perubahan teknologi, termasuk teknologi pertanian, transportasi, dan informasi, menyebabkan perubahan aktivitas fisik dari pola aktivitas aktif menjadi pola aktivitas fisik kurang aktif (sedentary). Transisi demografi tersebut diikuti oleh transisi gizi yang ditandai dengan perubahan pola makan, taraf aktivitas fisik, dan komposisi tubuh. Pola makan berubah dari menu makanan kurang beragam yang didominasi pangan pokok sedikit hewani menjadi pola makan masyarakat barat yang tinggi hewani (kaya gula, lemak, dan sedikit serat) dan lebih sedikit makanan pokok serta lebih banyak pangan olahan. Pola aktivitas fisik berubah dari pola aktivitas fisik aktif menjadi kurang aktif (sedentary) akibat perubahan struktur pekerjaan dan waktu luang untuk menonton televisi. Dengan pola aktivitas yang semakin rendah mengakibatkan peningkatan jumlah penduduk yang mengalami kelebihan gizi, berupa overweight dan obese. Selanjutnya, transisi gizi ini akan diikuti dengan transisi epidemiologi, yang ditandai dengan perubahan dari defisiensi dan penyakit infeksi yang bersifat endemik (yang erat kaitannya dengan kekurangan gizi) menuju ke arah penyakit kronis (yang erat kaitannya dengan kelebihan gizi).
  2. Pada 3 dasawarsa yang akan datang, penurunan angka kematian secara dramatis diperkirakan akan terjadi di negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh penurunan angka kesakitan akibat penyakit infeksi dan parasit, terutama pada bayi dan anak-anak. Sebaliknya, angka kematian akibat penyakit, seperti jantung, kanker, dan penyakit kronik lainnya mengalami peningkatan yang relatif sedang (Jameson dan Moesley, 1990). Keadaan yang terjadi pada negara berkembang tersebut oleh Omran disebut transisi epidemiologi.
Selama transisi epidemiologi akan terjadi 3 fase, yaitu sebagai berikut.
  1. Masa penyakit sampar dan kelaparan (fase 1)
  2. Masa berkurangnya wabah penyakit (fase 2).
  3. Masa penyakit degeneratif dan akibat perilaku manusia (fase 3)
  4. .Lebih lanjut, Jameson dan Moesley menyebut bahwa fase 1 dan 2 sebagai fase pra-transisi (pre-transition), sedangkan fase 3 sebagai fase setelah transisi (post-transition).
  1. Makanan ternyata mengandung berbagai macam zat gizi, yang apabila kekurangan salah satunya dapat menyebabkan munculnya penyakit tertentu.
  2. Pada awalnya orang hanya memandang makanan dari segi kuantitatif, seperti air jeruk untuk menyembuhkan skorbut atau kulit ari beras dapat menyembuhkan penyakit beri-beri. Sekarang orang memandang makanan dari segi kualitatif, seperti ternyata vitamin C yang terdapat dalam buah jeruk dapat menyembuhkan skorbut atau vitamin B1 yang terdapat dalam kulit ari beras dapat menyembuhkan penyakit beri-beri.
  3. Semakin banyak jenis makanan yang dimakan semakin kecil kemungkinan terserang penyakit tertentu.
  1. seperti kurang energi protein (KEP)
  2. kurang vitamin A (KVA)
  3. anemia gizi
  4. gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI)
  5. menyebabkan penderita menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit infeksi, seperti diare

Tidak ada komentar: