Kamis, 23 Desember 2010

HEWAN BERKULIT DURI

ECHINODERMATA

  • Echinodermata berasal dari kata Yunani, echinos artinya duri dan derma artinya kulit.
  • Jadi Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri., karena kulitnya mempunyai lempeg-lempeng zat kapur (Calsium carbonat) dengan duri-duri kecil.
  • Semua hidup dilaut alasannya tentu karena kandungan Calsium carbonat , pH dan salinitas hanya bisa dipenuhi di ekosistem laut , tidak akan terpenuhi kandungan penyusun kerangkanya di air tawar OK
  • Hewan ini biasanya hidup di pantai dan di dalam laut sampai kedalaman sekitar zona Bathyal laut , dengan salinitas minimal 30 permil
  • Hidup bebas solitair , hanya gerakannya lamban dan tidak ada yang bersifat parasitsering dalam biologi disebut bentos (merambat didasar perairan)
  • Tubuh dewasanya simetri radial , sedang larvanya cenderung simetri bilateral
  • Ada sekitar 5.300 jenis Echinodermata yang sudah dikenal , jumlahnya banyak, karena musuh / predator hewan ini hanya sedikit.
Keistimewaan
  • Echinodermata adalah memiliki tubuh (organ tubuh) lima atau kelipatannya.
  • Memiliki saluran air yang sering disebut sistem ambulakral., suatu sistem aliran air yang dialirkan ke saluran saluran kemudian ditampung dan dihempaskan sehingga meningkatkan tekanan yang bisa membawa gerakan lengan / tentakelnya bergerak OK
  • jadi sistem Ambulakral ini digunakan untuk bergerak,atau untuk membuka mangsanya yang memiliki cangkok.
  • Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis dilindungi oleh silia dan pediselaria.
  • Papulae inilah tempat terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida (respirasi).
  • Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung.
  • Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.
  • Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut.
  • Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva.
Perkembangan hidupnya
  • telur yang telah dibuahi membentuk zygot dan menetas membentuk Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa.OK
  • Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.
STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH

  • Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atau runcing panjang.
  • Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa.
  • Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut sistem ambulakral.
  • Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki tabung .
  • Kaki tabung ini digerakkan oleh aliran air yang disebut sistem ambulakral
  • Memiliki alat isap.sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.
  • Sistem.pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan pemanjangan kulit yang disebut Pedicelaria.
  • Sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. dengan ganglion
  • Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat hermafrodit dan dioseus.
KLASIFIKASI ECHINODERMATA
Hewan Echinodermata berdasarkan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi 5 kelas,
  1. Asteroidea
  2. Echinoidea
  3. Ophiuroidea
  4. Crinoidea
  5. Holoturoidea.

ASTEROIDEA
  • Asteroidea ini anggotanya bintang laut.
  • Sesuai dengan namanya berbentuk bintang dengan 5 lengan.
  • Di permukaan kulit tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran.tersusun atas zat kapur
  • Hewan ini banyak dijumpai di pantai sebagai bentos.
  • Mulut dan tentakel serta kaki tabung terdapat di permukaan bawah atau disebut permukaan oral , sedang anus terletak di permukaan atas (permukaan aboral) berdekatan dengan Madreporit
  • Madreporit adalah lubang masuknya air untuk mengawali sistem ambulakral , mempunyai saringan berhubungan dengan sistem pembuluh air berupa saluran batu , saluran cincin , saluran radial yang ada didalam tubuhnya .
ECHINOIDEA
  • Binatang ini tergolong Echinoidea karena tubuhnya dipenuhi duri (Echinus) yang tajam.tersusun dari zat kapur.
  • Duri ini ada yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak. maka disebut landak laut.( bukan landak yang kecebur laut)
  • Jenis hewan ini biasanya hidup di sela-sela pasir atau sela-sela bebatuan sekitar pantai atau di dasar laut.
  • Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng.
  • Ciri lainnya adalah mulutnya yang terdapat di permukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan.
  • Hewan ini memakan bermacam-macam makanan laut, misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil lainnya.
  • Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera arisoteteles.
  • Sedangkan anus, madreporit dan lubang kelamin terdapat di permukaan atas.
OPHIUROIDEA
  • Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang.
  • Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular.
  • Oleh karena itu hewan jenis ini sering disebut bintang ular laut (Ophiuroidea brevispinum)
  • Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral.
  • Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya.
  • Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam.
  • Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir.
  • Ia sangat aktif di malam hari.
  • Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).
CRINOIDEA
  • Jika Anda pernah menyelam ke dasar laut, mungkin Anda mengira jenis hewan Crinoidea ini adalah tumbuhan.
  • Memang sekilas hewan ini mirip tumbuhan bunga.
  • ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili.
  • Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut (Metacrinus sp).
  • Ciri lainnya mulut dan anus hewan ini terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit.
  • Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan cirri (akar) pada bebatuan di dasar laut.
  • Ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain.
  • Jenis lainnya adalah Antedon tenella, dengan tubuhnya kecil-kecil, bentuk piala disebut calyx (kaliks) tanpa tangkai.
HOLOTHUROIDEA
  • Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis Echinodermata.
  • Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang.
  • Hewan ini sering ditemukan di tepi pantai.
  • Gerakannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan.
  • Rangkanya direduksi berupa butir-butir kapur di dalam kulit.
  • Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior (aboral).
  • Di sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10 sampai 30 buah.
  • Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya.
  • Tiga baris kaki tabung di bagian ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan.
  • Selain itu pernafasan juga menggunakan paru-paru air.
  • Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur/pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan.
  • Jika Anda mengganggunya biasanya ia mengkerut.
Peran Echinodermata
  • Bagaimana jadinya jika di laut tidak ada hewan Echinodermata.
  • Para ahli biologi membayangkan mungkin di laut akan menjadi limbah raksasa yang penuh dengan benda berbau busuk.
  • Laut bisa bersih seperti sekarang ini antara lain merupakan jasa hewan Echinodermata.
  • Hewan ini adalah pemakan bangkai, sisa-sisa hewan, dan kotoran hewan laut lainnya.
  • Oleh karena itu hewan ini sering disebut sebagai hewan pembersih laut/pantai.
  • Hewan Echinodermata juga dapat dijadikan sebagai bahan makanan.
  • Misalnya mentimun laut setelah dikeringkan dijadikan bahan sup atau dibuat kerupuk.
  • Juga telur bulu babi sangat enak untuk dimakan.
  • Jenis hewan ini juga sering dijadikan sebagai barang hiasan/koleksi binatang laut yang indah.
  • Di samping itu Echinodermata juga bisa merugikan, karena hewan laut ini sebagai pemakan tiram/kerang mutiara.
  • Juga ada diantara jenis bintang laut yang memakan binatang karang sehingga banyak yang mati.

Many echinoderms begin life as a bilateral larva, later in life they take a radical change of course. They become radial with five-part symmetry and no central brain
  • .Echinoderms move, feed, and breathe with a unique water-vascular system ending in what are called tube feet.
  • Sea stars use their tube feet to slowly pry open clams, mussels or other prey.
  • Some sea stars can even overt their stomach between the two shells of a bivalve and digest the soft parts inside.
  • The bodies of echinoderms are made of hard, calcium-based plates that are often spiny and covered by a thin skin.
  • While most echinoderms are either stationary or slow-moving, methodical animals, they are nevertheless prominent members of the marine environment.
CLASS ASTEROIDEA(sea star)
Anatomy:
  • Sea stars are radially symmetrical, and their arms are arranged around a central disk.
  • Most species have five arms.
  • The mouth of a sea star is found in the centre of the underside of the sea star (called the oral surface).
  • Several rows of tube feet run from the mouth down each arm of the sea star.
  • These rows of tube feet are guarded by movable spines that line the edges of the arms for protection.
  • The back side of sea stars can be smooth, spiny, or slimy.
  • Their tube feet have suckers on the ends, which they use to attach themselves to rocks and to trap prey items.
  • This sea star uses their longer tube feet instead, to penetrate into the sand and other soft surfaces.
Movement:
  • Sea stars walk using their tube feet to move themselves along a surface. Sea stars that live on soft surfaces (such as sand) do not have suckers.
  • Reproduction
  • Sea stars reproduce by free spawning which means the eggs and sperm are released into the water from the male and female at the same time. The eggs and sperm then drift off until they meet up with each other and fertilization occurs.
Regeneration:
  • Sea stars have the remarkable ability to regrow their arms if they are damaged or eaten by predators.
Habitat and distribution:
  • Equal-arm stars are found along the west coast of North America from Alaska down toCalifornia, on gravel, rocks, and sand in the low intertidal zone.
Description:
  • ·Cushion stars are usually 6 inches across. They are yellow to tan to gray in colour and can even be checkered sometimes.
Habitat and Distribution
  • These sea stars are found from the Bearing Sea down to California, usually resting on broken or solid rocks.
Other interesting facts:
  • To help protect itself from fish and other predators, the cushion star releases huge amounts of mucus.
CLASS ECHINOIDEA (SEA URCHIN)
Anatomy
  • Sea urchins are solitary animals that may live in loose groups.
  • They are generally spherical or globose (“regular urchins”) but may be flattened into a biscuit-like shape (“irregular urchins”).
  • The general body surface of sea urchins is dominated spiny protuberances of their internal skeleton.
  • The tube feet are also located on this surface among the spines of sea urchins.
  • Echinoids walk using their tube feet and their spines in order to gain leverage off the substrate.
Movement
  • Sea urchin tube feet have suckers at the tips and are used for locomotion and feeding.
  • In some species, like the pencil sea urchin (Phyllocanthus sp.), spines are the principal means of movement.
  • Irregular echinoids like sand dollars (e.g. Dendraster excentricus) have a limited degree of movement and spend most of their time half-buried within the sediments.
Habitat
  • sea urchins are found in all oceans from the equator to the poles.
  • They are also regularly collected from deep in the oceanic trenches.
  • Most urchins hide in crevasses by day and come out at night to feed.
Feeding
  • Echinoids feed in two main ways.
  • Regular echinoids graze on macroalgae like kelp (as above).
  • Irregular echinoids deposit feed, either by waiting for particles to settle on their body surfaces or by directly ingesting sediment as in the heart urchins.
  • Sand dollars feed by collecting particles on their body surface and by transferring these to the ventral mouth using their tube feet.
CLASS HOLOTHUROIDEA (SEA CUCUMBER)
  • Common name : Sea Cucumber
  • Scientific Name : Parastichopus californicus
  • Most species feed on the rich organic film coating sandy surfaces.
  • The crawl over the bottom ingesting sand.
  • The edible particles (organic matter such as plankton, foraminifera and bacteria) are extracted when passing through t heir digestive tract and the processed sand is expelled from the anus (as worm-like excrements).
Movement
  • Sea cucumbers move by means of tube feet which extend in rows from the underside of the body.
  • The tentacles surrounding the mouth are actually tube feet that have been modified for feeding.
  • Other holothurians feed on current-borne zooplankton.
Reproduction
  • Some species of holothurians have separate sexes others are hermaphrodites.
  • The sea cucumbers hold on to exposed rocks or corals, raise their body to a upright position, rock back and forth and release the sperm and eggs into the sea.
  • Sea cucumbers have a remarkable capacity for regenerating their body parts. When attacked they shed a sticky thread like structure which is actually parts of their guts. The so called Cuverian threads are toxic (the poison is called holothurin) and can dissuade many potential predators. These structures quickly regenerate.
CLASS PYCNOPODIA HELIANTHOIDES (SUNFLOWER STAR)
  • Common name : Sunflower Star
  • Scientific Name : Pycnapodia helianthoides
Anatomy
  • The sunflower sea star (Pycnopodia helianthoides) is a large predatory sea starusuallywith 16–24 limbs called rays.
  • It is the largest sea star in the world.
  • Sunflower sea stars can grow to have an arm span of 1 metre (3 ft 3 in) in diameter. The color of the sunflower sea star ranges from bright orange, yellow and red to brown and sometimes to purple, with soft, velvet-textured bodies and 16–24 arms with powerful suckers.
  • Most sea star species have a mesh-like skeleton that protects their internal organs. Easily stressed by predators such as large fish and other sea stars, they can shed arms to escape, which will grow back within a few weeks.
Habitat
  • They generally inhabit low subtidal and intertidal areas rich in seaweed or kelp.
  • They do not venture into high- and mid-tide areas because the body structure is fleshy and requires water to support it.
Reproduction
  • Sunflower sea stars reproduce sexually and asexually. They also have separate sexes.
  • Sunflower stars breed from May through June.
  • In preparing to spawn, they arch up using a dozen or so arms to hoist its fleshy central mass free of the seafloor and release gametes into the water for external fertilization.
Feeding
  • Sunflower sea stars are quick, efficient hunters, moving at a speed of one meter per minute, using 15,000 tube feet which lie on the undersides of the body.
  • They commonly hang around urchinbarrens, as the sea urchin is a favorite food.
  • They also eat clams, snails, abalone, sea cucumbers and other sea stars.
  • Although the sunflower sea star can greatly extend its mouth, for larger prey, the stomach can extend outside the mouth to digest prey, such as gastropods like abalone.
CLASS STRONGYLOCENTROTUS PURPURATUS (PURPLE SEA URCHIN)
Characteristics
  • The California purple sea urchin, Strongylocentrotus purpuratus, lives along the eastern edge of the Pacific Ocean.
  • This sea urchin species is deep purple in color and lives in lower intertidal and nearshore subtidal communities.
  • It normally grows to a diameter of about 4 inches and it may live as long as 70 years.
  • The purple sea urchin (Strongylocentrotus purpuratus) is a small sea urchin.
  • It is a spiny, hard-shelled animal that lives on the rocky seafloor, from shallow waters to great depths. The spines are used for protection, for moving,and for trapping drifting algae to eat.
  • It lives from the intertidal zone down to depths of about 33 feet (10 m). These globular marine invertebrates move very slowly along the seabed.
  • Adult sea urchins have five-sided radial symmetry.
  • sea urchins do not have a brain. The mouth is claw-like and is located on the underside; it has 5 tooth-like plates that point inwards and are called Aristotle's lantern.
  • The anus and the genital pores are on the top of the sea urchin.
Moving
  • Among the spines are five paired rows of tiny tube feet with suckers that help with locomotion, capturing food, and holding onto the seafloor.
  • Tiny pedicellarines are small stinging structures that are used for defense and for obtaining food.
Feeding
  • It eat Sea urchins eat plant and animal matter, including kelp, decaying matter, algae, dead fish, sponges, mussels, and barnacles.
  • Sea urchins are eaten by crabs, sunflower stars, snails, sea otters, some birds, fish, and people.
Reproduction:
  • Fertilization is external.
  • Female Sea Urchins release several million tiny, jelly-coated eggs at a time.
  • Eggs or sperm are released through five gonopores.
  • As they develop, the tiny larvae (called the pluteus, which have bi-lateral symmetry) swim in the sea and are a component of zooplankton. It takes several months for juvenile sea urchins to form. The time from fertilization to a reproductive adult is from 2 to 5 years.
CLASS BOHADCHIA ARGUS (LEOPARD SEA CUKE )
Habitat
  • They are commonly spotted in the vicinity of coral reefs, usually on the shallow sandy bottom.
Feeding
  • The mouth of Sea Cucumbers is surrounded by ten to thirty mucusy tentacles.
  • These are retractile and are used to wipe, swipe, sieve and glom onto food "stuff" pretty non-selectively, and periodically wiped across and into the oral cavity.
  • It slowly plows along the ocean bottom, with padded, sticky tentacles (black with white fringes) picking up organic nutrient-coated sand particles and passing them to the mouth.
  • It eat nutrients extracted from sand
Reproduction
  • Most sea cucumbers are separate sexes (dioecious= "two houses") and contain a singlegonad, unlike all other classes of echinoderms which have pairs.
Regeneration:
  • Sea cucumbers are noted for being capable of varying degrees of regeneration. If cut into numerous sections at least the terminal piece containing the cloaca grows back.
Locomotion:
  • Podia, "feet", as in podiatrist, are generally to entirely absent, occasionally scattered randomly over the body and or arranged in rows.
  • The ten to thirty modified podia making up the feeding tentacles surround the mouth.
  • Sea Cucumbers live in or on the substrate, burrow into sand & mud, "swim" or float above the bottom, or hang out in the local flora; they're everywhere in marine environments.
CLASS OPHIOTRIX SPICULATA ( BRITTLESTARS)
  • Brittle stars, or ophiuroids, are echinoderms, closely related to sea stars.
  • The ophiuroids generally have five long slender, whip-like arms which may reach up to 60 centimetres (24 in) in length on the largest specimens.
  • They are also known as serpent stars.
  • They usually cling to coral with their arms which have little hook like spines.
  • In all brittle stars there is a central disk that can grow up to 20 mm in diameter.
  • They have a hard exoskeleton which means that they don't have a skeleton on the inside but a hard shell on the outside.
  • They do not have a brain; instead they have a simple ring of nerve cells that transfers information around the body.
  • Their arms are made of little rings held together with muscle-like tissue, all attached to the center disk.
  • Their five long legs (or arms)are also good for helping them move and capture food. Unlike star fish though, the Brittle star’s legs don’t touch at the center.
  • On each segment of the legs are seven glassy spines that collect plankton.
  • All of them can be different colors, the most common of the Brittle stars are: red, yellow, orange, violate, gray, and brown.
Movement
  • They crawl across the seafloor using their flexible arms for locomotion.
  • Unlike star fish the Brittle star rows their arms though the water, kind of like a snake, to get from place to place.
  • Star fish have to use their tubed feet to get around.
  • Instead of having eyes they use the hairs on their arms to feel along, and smell.
Reproduction
  • Most Brittle stars are separate sexes.
  • They discharge their eggs into the water though their “Bursal slits”.
  • The diameter of the eggs are around 1-0.18 mm. Like many other animals, Brittle Stars go though metamorphosis.
  • That means that they go through stages before they reach maturity.
  • These eggs start out as a sort of plankton only having legs.
  • They then go into a larva stage.
  • The body of the young eggs starts to flatten and close up, and then slowly forms into a Brittle star.
CLASS ESTERINA MINIATA (BAT STAR)
Common name: Bat Star
Scientific name : Asterina Miniata
Anatomy
  • Bat stars come in a wide variety of solid and mottled colors, including red, orange, yellow, brown, green and purple.
  • They have webbing between their short, triangular arms, which gives them a batlike look.
  • Normally, bat stars have five arms, but they occasionally have as many as nine arms.
  • Gill-like structures on a sea star’s back, which aid with breathing, give its skin a fuzzy appearance.
  • Most sea stars have pincers (pedicellariae) that remove debris from the skin gills, but bat stars have no pincers and are free of debris.
  • As scavengers, bat stars play an important role in the ecosystem, helping clean dead animals and algae from the seafloor. Fortunately, more and more people know that we all depend on healthy oceans, and that the survival of ocean animals, including bat stars, is up to us.
  • The bat star’s ossicles are so large and defined that they look like rough shingles.
  • These shingles act like armor and protect the bat star’s vital organs.
  • Sea stars have external hard parts (exoskeletons) made up of little plates (calcified ossicles) joined by connective tissue.
Movement
  • They seem to be “arm wrestling” in a slow motion skirmish.
Reproduction
  • Bat stars reproduce by spawning.
  • The male broadcasts sperm and the female broadcasts eggs from pores near the bases of their arms.
  • Fertilization takes place in the sea, and currents carry the young to new homes.
CLASS PISASTER GIGANTEUS (PISASTER)
Anatomy
  • Tube feet enable pisasters to pull apart the valves of mussels.
  • They are then able to extend deep into the soft substrata, hauling out the prey from within
  • Sea stars have the ability to regenerate lost arms and can regrow an entire new arm in time.
  • Most species must have the central part of the body intact to be able to regenerate, but a few can grow an entire sea star from a single ray.
Habitat
  • The Giant sea star, Pisaster giganteus is a species of sea star that lives along the western coast of North America from Southern Californiato British Columbia It makes its home on rocky shores near the low tide mark. It preys on mollusks. It can grow as large as 24 inches in diameter. Its color varies from brown to red or purple.
  • Very abundant. On rocks, occasionally sand. Most common predatory sea star inMonterey region.
Movement
  • Sea stars move using a water vascular system.
Feeding
  • Generalist diet includes barnacles, vermetids , turban snails & many other sessile species.
Reproduction
  • Sea Stars are capable of both sexual and asexual reproduction.
  • Individual sea stars are male or female.
  • Fertilization takes place externally, both male and female releasing their gametes into the environment
CLASS COMATULID CRINOID ( FEATHER STAR )
Anatomy
  • Feather stars are curious looking organisms.
  • They consist of a mass of feather like arms radiating from a tiny body.
  • Feather stars have tube feet on their arms but these have no suckers at the end, unlike starfish and sea urchins.
  • Feather stars come in a great range of colours including some bright yellows and reds that appear to advertise the presence of the feather star to all around them.
  • As in other brightly coloured marine animals, the crinoid's bright colours may serve to remind fish and other predators of their poisonous nature.
Habitat
  • Feather stars are found in oceans in the tropics, temperate and polar zones. They generally shelter by day under ledges and in caves and come out at night to feed.
  • They are often found hanging under caves and overhangs by day.
  • When nights falls, Feather stars migrate to the top of the reef or push their arms out into the currents usually present near dropoffs or at the entrance of caves.
  • Here, they trap fine particles using their tube feet.
  • Feather stars are usually solitary but may occur in small groups around their favourite haunts.
Feeding
  • Feather stars are almost exclusively suspension feeders.
  • They are referred to as passive suspension feeders because they do not generate feeding currents but rather rely on the external movement of water by their feeding arms.
Reproduction
  • Feather stars have separate sexes which are impossible to distinguish.
  • In most species, larvae develop indirectly, meaning that they pass through one or more stages that look very little like the adult.
  • In species with indirect development, the larvae are called vitellaria larva.
  • These swim in the water column for 10-40 days (depending on the species and the temperature of the water) and eventually settle as baby feather stars.
  • Thereafter, the feather star grows gradually to become an adult feather star, usually 8 –12 months later.
  • Some species develop directly (have no different-looking larval stage) and are nourished during development by food in the egg supplied by the mother
TINJAUAN KHUSUS

BULUBABI / LANDAK LAUT
  • Echinoidea merupakan salah satu Classis dari Phylum Echinodermata.
  • Termasuk Phylum Echinodermata karena Echinoidea merupakan binatang laut yang tubuhnya dipenuhi duri yang tersusun atas zat kapur.
  • Ada yang berduri panjang dan lancip, dan ada pula yang berduri pendek dan tumpul.

  • Echinodermata sendiri berasal dari kata Yunani, echinos artinya duri dan derma artinya kulit.
  • Jadi Echinodermata dapat diartikan sebagai hewan berkulit duri.
  • Phylum Echinodermata muncul di periode Cambrian awal dan terdiri atas 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah.
  • Echinodermata adalah Phylum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang mampu hidup di air tawar atau darat

  • Echinoidea biasanya hidup berkelompok dan sering ditemukan dalam jumlah sangat banyak.
  • Satu kelompok dapat berpindah-pindah dan umumnya terdiri atas 20-40 individu, kadang sampai ratusan individu.
  • Echinoidea hidup mengelompok untuk dapat saling melindungi terhadap ancaman musuh-musuhnya dan juga untuk lebih memudahkan terjadinya fertilisasi

  • Ada dua tipe utama cara adaptasi Echinoidea, yaitu
  1. Echinoidea beraturan (regular echinoids) biasanya hidup di dasar laut dan rangkanya mempunyai lima lipatan simetri radial
  2. Echinoidea tidak beraturan (irregural echinoids) yang lubang tanahnya dalam sedimen halus dasar dan mempunyai rangka yang menunjukkan simetri bilateral sepanjang poros pusat
Morfologi


~Diadema antillarum

  • Echinoidea umumnya memiliki tubuh berbentuk seperti bola, padat dan tertutup test endoskeletal atau cangkang yang terbuat dari lempeng sempurna tertutup.
  • Memiliki cangkang yang keras berkapur, dan dipenuhi dengan duri-duri. Tetapi ada pula yang berbentuk agak pipih.
  • Duri-durinya terletak berderet dalam garis-garis membujur dan dapat digerak-gerakan.
  • Ada yang berduri panjang dan lancip, dan ada pula yang berduri pendek dan tumpul,
  • contohnya yaitu: Arabia strongylocentrotus (berbentuk bola), Spatangus (berbentuk oval), Echinarachinus (berbentuk kepingan)

  • Tubuh Echinoidea terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian oral, aboral, dan bagian diantara oral dan aboral
  • Pada bagian tengah sisi aboral terdapat sistem apikal dan pada bagian tengah sisi oral terdapat sistem peristomial.
  • Lempeng-lempeng ambulakral dan interambulakral berada diantara sistem apikal dan sistem peristomial.
  • Di tengah-tengah sistem apikal dan sistem peristomial termasuk lubang anus yang dikelilingi oleh sejumlah keping anal (periproct) termasuk diantaranya adalah keping-keping genital.
  • Salah satu diantara keping genital yang berukuran paling besar merupakan tempat bermuaranya sistem pembuluh air (waste vascular system).
  • Sistem ini menjadi ciri khas Phylum Echinodermata, berfungsi dalam pergerakan, makan, respirasi, dan ekskresi.
  • Sedangkan pada sistem peristomial terdapat pada selaput kulit tempat menempelnya organ “lentera aristotle”, yaitu semacam rahang yang berfungsi sebagai alat pemotong dan penghancur makanan.
  • Organ ini juga mampu memotong cangkang teritip, molusca ataupun jenis bulu babi lainnya

  • Pada umumnya Echinoidea mempunyai organ viceral yang tersimpan dalam cangkok (test), yang tersusun menurut 10 jajaran lempengan kapur yang tersambung bersama membentuk bola.
  • Pada cangkok terdapat tonjolan atau tuberculum sebagai tempat persendian duri-duri.
  • Tiap-tiap duri merupakan bentuk kristal dari CaCO3 yang ujung pangkalnya agak melebar tempat sendi dengan dengan tuberculum.
  • Pangkal duri terikat dengan otot, sehingga duri dapat digerakkan.

  • Echinoidea bergerak dengan menggunakan duri yang bersendi dan kaki ambulakral.
  • Terdapat lima jalur kaki ambulakral yang terselang oleh inti amburaklal tanpa kaki.
  • Lima pasang amburakal kecil ini homolog dengan 5 lengan bintang laut dan berpori terdapat pada tempat dimana terdapat madreporit.
  • Memiliki kaki tabung yang langsing panjang mencuat diantara duri-durinya. Duri dan kaki tabungnya ini digunakan untuk bergerak merayap di dasar laut.
  • Diantara duri-durinya terdapat pedicellariae dengan tiga anak penjepit dan tangkai yang panjang, yang berfungsi menjaga agar tubuh selalu bersih dan untuk menangkap makanan yang kecil-kecil. Pada beberapa spesies, durinya beracun
SISTEM RESPIRASI

  • Pada sistem respirasi terdapat 10 insang yang menjorok dari membran peritonium.
  • Madreporit terdapat di daerah aboral, sedang saluran cincin melingkari oesophagus dan saluran radial tetap dalam interior cangkok, yang terhubung dengan kaki-kaki ambulakral
SYSTEM SYARAF

  • Sistem saraf terdiri dari cincin saraf di sekitar mulut.
  • Cincin ini berfungsi sebagai pusat saraf. Dari pusat saraf terdapat 5 cabang saraf radial menuju ke masing-masing lengan.
  • Di ujung lengan terdapat reseptor cahaya
SYSTEM PENCERNAAN

  • Saluran pencernaan yang panjang melingkar di dalam cangkok.
  • Saluran pencernaan itu dimulai dari mulut terus ke osephagus, lambung yang diperluas dengan kantung-kantung, intestinum yang bagian akhir disebut rectum, dan berakhir dengan anus.
  • Pada osephagus terdapat saluran siphon yang memiliki cillia komensal atau parasit, yang menghubungkan osephagus dengan intestinum.
  • Siphon itu membawa air secara langsung ke usus, yang diduga untuk membersihkan residu yang tidak dicerna.
  • Anusnya terletak di pusat tubuh pada permukaan atas (aboral), terletak diantara lempengan kapur yang besar dan mengandung lima, empat atau dua lubang genital
  • Semua Echinoidea membersihkan tubuhnya dengan cara menggerak-gerakkan duri-duri dan pedicellariae.
  • Bersama-sama gerakan itu sisa-sisa bahan makanan dikeluarkan dari anus
SYSTEM REPRODUKSI

  • Pada umumnya Echinoidea berkelamin terpisah, dimana jantan dan betina merupakan individu-individu tersendiri (gonochorik/dioecious).
  • Spesies gonochorik secara khusus memiliki rasio seks sendiri dan jarang bersifat hermaprodit.
  • Munculnya hermaprodit pada Tripneustes gratilla adalah 1 dari 550 individu .

  • Pada sistem reproduksinya terdapat 5 atau 4 gonad yang menempel pada mesentaris ke bagian permukaan aboral.
  • Dari masing-masing gonad terdapat saluran ke lubang genital.
  • Telur-telur dan sperma dilepaskan ke dalam air laut, kemudian terjadi pembuahan, yang selanjutnya tumbuh menjadi larva plutea yang akan mengalami metamorfosis setelah 5 atau 6 minggu.
  • Beberapa jenis Echinoidea mengerami atau merawat telurnya dalam bilik atau menempel sampai menetas menjadi larva.
  • Bila bagian tubuh hewan ini, misalnya cangkok, duri, kaki, atau bagian lainnya rusak akan segera diperbaharui

  • Echinoidea termasuk organisme yang pertumbuhannya lambat. Umur, ukuran, dan pertumbuhan tergantung kepada jenis dan lokasi.
  • Bulu babi jenis Tripeneustes gratilla yang dipelihara di laboratorium di Taiwan mengalami metamorfosis pada umur 30 hari.
UKURAN TUBUH
  • Ukuran cangkang (test) Echinoidea dewasa biasanya berkisar antara 3-10 cm.
  • Selain itu biasanya memiliki duri yang panjangnya berkisar antara 1-3 cm, tebal/lebar duri 1-2 mm, dan tidak terlalu tajam.
  • Tetapi ukuran cangkang dan duri ini tergantung jenisnya.
  • Contohnya Diadema antillarum, panjang durinya dapat mencapai 10-20 cm dan durinya berbahaya
  • Di perairan Pulau Barang Lompo, Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, diperoleh ukuran Echinoidea terbesar memiliki kisaran tinggi cangkang 50-61 mm, diameter cangkang 86-94 mm, berat total 148-331 g.
  • Sedangkan ukuran Echinoidea terkecil dengan ukuran tinggi cangkang 27,2-36,4 mm, diameter cangkang 47,4-66,0 mm, dan berat total 41,4-110,9 g
  • Di Kepulauan Seribu, Jakarta. di dapat Echinoidea, yang memiliki panjang diameter berkisar dari 47,30-94,00 mm dengan rata-ratanya (64,50±7,90) mm. Berat berkisar dari 55,40-325,00 gr dengan rata-rata (134,20±43,00) gr
MAKANAN
  • Echinoidea memakan hewan-hewan laut yang telah mati, organisme kecil seperti ikan-ikan kecil, molusca, plankton, lamun, alga, partikel organik dan juga mencerna lumpur atau pasir yang mengandung bahan-bahan organik
  • Oleh karena itu dapat terlihat bahwa Echinoidea (serta hewan-hewan Echinodermata lainnya) memiliki peranan membersihkan laut dari sampah atau bangkai, sehingga keseimbangan ekosistem laut akan terjaga dan terpelihara
  • Echinoidea termasuk hewan yang makan pada malam hari.
  • Tripneustes gratilla makan secara terus menerus siang dan malam, tanpa bukti yang berkala.
  • Mereka mencari sampai ke dasar substrat, memakan alga, serasah lamun dan daun lamun yang masih hidup.
  • Ikan, bintang laut, udang-udangan, burung dan mamalia yang predator merupakan musuh Echinoidea, tetapi musuh utamanya adalah ikan buntal (Tertaodon) dan ikan pakol (Balistes) yang mempunyai gigi kuat dan tajam sehingga dapat mematahkan duri-duri dan mengoyak cangkang bulu babinya.
HABITAT

  • Habitat Echinoidea pada daerah pantai atau dasar laut pada kedalaman sampai 5000 m atau di bawah garis batas surut terrendah.
  • Distribusinya sangat luas, terutama pada zona intertidal.
  • Beberapa jenis Echinoidea hidup dalam sumur-sumuran di daerah pantai atau di bawah rumput laut, ada juga yang membenamkan diri dalam tanah liat di muara sungai atau di bawah karang-karang yang lunak

  • Echinoidea hidup di ekosistem terumbu karang (zona pertumbuhan alga) dan lamun.
  • Echinoidea ditemui dari daerah intertidal sampai kedalaman 10 m dan merupakan penghuni sejati laut dengan batas toleransi salinitas antara 30-34 ‰
  • Echinoidea termasuk hewan benthonic, ditemui di semua laut dan lautan dengan batas kedalaman antara 0-8000 m.
  • Karena Echinoidea memiliki kemampuan beradaptasi dengan air payau lebih rendah dibandingkan invertebrata lain.
  • Kebanyakan Echinoidea beraturan hidup pada substrat yang keras, yakni batu-batuan atau terumbu karang dan hanya sebagian kecil yang menghuni substrat pasir dan Lumpur, karena pada kondisi demikian kaki tabung sulit untuk mendapatkan tempat melekat.
  • Golongan tersebut khusus hidup pada teluk yang tenang dan perairan yang lebih dalam, sehingga kecil kemungkinan dipengaruhi ombak.

  • Salah satu jenis Echinoidea yang sangat umum dijumpai di terumbu karang di Indonesia adalah Diadema setosum, yang memiliki duri berwarna hitam seluruhnya, dan yang masih hidup memiliki cincin putih dan ungu yang menyolok di sekitar duburnya
  • Selain Diadema setosum jenis Echinoidea yang sering dijumpai adalah Echinocardium cordatum yang biasa mengubur diri secara dangkal dalam pasir
PERANAN
  • Echinoidea berperan dalam rantai makanan dan menjaga keseimbangan ekosistem laut.
  • Echinoidea terlibat dalam proses pemeliharaan bahan sampah di dasar laut dan sekaligus berperan penting terhadap perputaran bahan organik di dasar laut.
  • Oleh karena itu hewan ini (serta hewan Echinodermata lainnya) sering disebut dengan pembersih laut/pantai
  • Seperti misalnya peran Diadema antillarum bagi terumbu karang diantaranya yaitu, peningkatan jumlah populasi jenis ini mengakibatkan kematian larva atau karang muda.
  • Bila populasinya turun (absence grazing) karang akan ditumbuhi oleh alga yang dapat berakibat pada kematian karang dewasa dan tidak adanya tempat bagi larva karang

  • Echinoidea juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
  • Bagian yang dimakan adalah organ reproduksi atau gonadnya, baik gonad jantan maupun gonad betina, dalam bahasa sehari-hari disebut “telur bulu babi”.
  • Kadar protein gonad bulu babi ini lebih tinggi dibandingkan dengan kerang.
  • Bagi masyarakat Jepang, makanan tersebut sangat digemari.
  • Kegemaran masyarakat Jepang untuk mengkonsumsi gonad bulu babi ini sangat tinggi.
  • Terbukti dengan 90% produk bulu babi dunia, dikonsumsi oleh masyarakat Jepang

  • Ada 3 jenis bulu babi yang dapat dikembangkan di Indonesia yakni dari jenis Echinometra spp., Tripneustes gratilla, dan Diadema setosum.
  • Ketiga jenis bulu babi ini selain pertumbuhannya cepat juga mampu menghasilkan gonad yang lebih besar dibandingkan jenis bulu babi lainnya.
  • Namun karena keterbatasan pengetahuan dan perhatian dari masyarakat nelayan, menyebabkan bulu babi belum banyak dilirik untuk menjadi salah satu komoditi unggulan.
  • Selama ini pemanfaatan telur babi oleh nelayan berasal dari hasil pengumpulan dan penangkapan di alam dan masih dijual untuk komoditi pasar lokal (non ekspor).
  • Selain itu, cangkang Echinoidea juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.
  • Cangkang dari jenis bulu babi tertentu dilapisi oleh pigmen cairan hitam yang stabil.
  • Cairan ini dapat digunakan sebagai pewarnaan jala dan kulit.
  • Cangkang dari bulu babi juga diminati sebagai barang perhiasan.
  • Sedangkan organ dari sisa pengolahan bulu babi biasanya berupa cangkang dan organ dalam (jeroan) dapat diproses lebih lanjut menjadi pupuk
KLASIFIKASI
Echinoidea diklasifikasikan berdasarkan
  1. simetri dari test (cangkang)
  2. jumlah dan susunan alur cangkang yang menyusun test
  3. serta jumlah dan susunan lubang pernafasan yang disebut dengan petals.
Berdasarkan klasifikasi tersebut, Echinoidea dibagi dalam dua subkelas, yaitu
  1. regular echinoids (Echinoidea beraturan), dengan simetri yang mendekati sempurna (Pentameral symetry atau 5 bagian simteri), contoh Cidaroida (pencil urchins)
  2. Echinoida (sea urhin, long-spined sea urchin); dan irregular echinoids (Echinoidea tidak beraturan), dengan simetri yang tidak beraturan (altered symetry), contoh Clypeasteroida (sand dollars dan sea biscuits), Spatangoida (heart urchin), dan Cassiduloida.
Berikut merupakan klasifikasi Echinoidea menurut Pechenik (1991):
  • Phylum Echinodermata
  • Subphylum Echinozoa
  • Class Echinoidea
  • Ordo
  1. Cidariida
  2. Echinothuriidea
  3. Diadematida
  4. Arbaciiida
  5. Temnopleurida
  6. Echinida
  7. Holectypida
  8. Clypeasterida
  9. Spatangida

~

~Tripneustes gratilla~


~Tripneustes sp.~

~Echinometra mathaei~

~Echinometra sp.~

Tidak ada komentar: