Senin, 19 September 2011

PRAKTEK BIOLOGI SMA

Praktikum Biologi
FOTOSINTESIS
I. Nama Percobaan :
  • Ingenhousz

Tujuan :
  • Untuk melacak adanya O2 / oksigen dalam proses fotosintesa.
Alat dan Bahan digunakan :
Alat
  1. Gelas Kimia
  2. Tabung Reaksi
  3. Kawat Penyangga
  4. Pengukur Waktu ( jam)
  5. Corong
  6. Waskom
Bahan
  1. Air
  2. Hydrilla
Langkah Kerja :
  1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
  2. Memasukkan tanaman hydrilla secukupnya ke dalam corong.
  3. Menutup bagian tabung corong dengan tabung reaksi.
  4. Memasukkan empat kawat penyangga ke dalam gelas ukur untuk menjaga keseimbangan dari corong yang telah diisi dengan hydrilla.
  5. Memasukkan corong yang berisi tanaman hydrilla kedalam gelas kimia dengan posisi terbalik, mulut corong berada di bagian bawah.
  6. Mengisi gelas kimia tersebut dengan air.
  7. Pengisiannya dilakukan di dalam waskom supaya semua bagian gelas kimia, corong dan tabung reaksi berisi air.
  8. Untuk kelompok kami, kelompok II meletakkan rangkaian alat dan bahan yang telah disusun tadi di tempat yang terang dan diamati selama 10 menit.
  9. Mengamati dan mencatat banyaknya gelembung yang muncul lalu memasukkan data ke tabel..
Diskusi :
1. Gas apakah yang ada pada gelembung udara tersebut? dan bagaimana proses terbentuknya?
  • Jawab : Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen/O2. Gas ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O(l) 4H+(aq) + O2 (g)
  • Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air. Berikut akan ditampilkan proses terbentuknya O2 dalam proses fotosintesis.
2. Apakah yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan tersebut?Jelaskan!
  • Jawab : Yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah gelembung pada percobaan di atas adalah:
a. Lama berlangsungnya fotosintesis
  • Semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka semakin banyak gelembung gas oksigen yang dihasilkan karena proses potosintesis akan banyak menghasilkan gas oksigen seiring dengan lamanya waktu fotosintesis.
b. Cahaya matahari
  • Berdasarkan percobaan di atas, gelembung gas oksigen yang dihasilkan di tempat yang kena sinar matahari akan menghasilkan gas oksigen yang lebih banyak dibandingkan di tempat yang tidak kena sinar matahari.. Hal itu disebabkan karena dalam proses fotosintesis diperlukan cahaya matahari sebagai sumber energi dalam fotosintesis khususnya dalam fotolisis sehingga semakin mendapatkan cahaya maka semakin banyak air yang dipecah dan semakin banyak pula gas oksigen yang dihasilkan.
Kesimpulan :
Berdasarkan percobaan di atas, dapat kami simpulkan bahwa:
  1. Dalam proses fotosintesis diperlukan air dan cahaya matahari.
  2. Pada proses potosintesis menghasilkan O2/oksigen.

II. Nama Percobaan
:

  • Uji makanan
TUJUAN PENGAMATAN
  • Mengetahui adanya amilum, glukosa, lemak, dan protein pada beberapa bahan makanan.
ALAT DAN BAHAN
1) Alat :
  1. 4 tabung reaksi
  2. Rak tabung reaksi
  3. gelas beker
  4. pipet
  5. pembakar spiritus (beserta kaki tiga)
  6. kertas sampul (warna cokelat)
  7. Larutan Iodin
  8. larutan biuret (karena larutan biuret tidak ada maka kami menggunakan NaOH [Natrium hidroksida] ditambah dengan CuSO4 [Kupri Sulfat]).
  9. larutan benedict (karena larutan benedict tidak ditemukan maka kami menggu- nakan Fehling A ditambah dengan Fehling B).
2) Bahan :
  1. Tepung kanji ½ sendok teh
  2. Kuning telur 1 sendok teh
  3. Minyak goreng 1 sendok teh
  4. Gula ½ sendok teh
LANGKAH DAN CARA KERJA
  1. Siapkan alat dan bahan eksperimen yang akan diuji.
  2. Beri tanda masing – masing tabung reaksi dengan nama A, B, C, D.
  3. Pisahkan bahan – bahan tadi. Masukkan Larutan Amilum (Tepung kanji) ke tabung A, Kuning Telur ke tabung B, Gula ke tabung C, Minyak Goreng ke tabung D.
UJI AMILUM
  • Masukkan beberapa tetes larutan iodin kedalam tabung reaksi A yang berisi larutan Amilum (tepung kanji). Amati perubahan warna yang terjadi. Larutan akan berubah menjadi warna biru – hitam. Warna biru – hitam ini menandakan adanya amilum.
UJI PROTEIN
  • Masukkan beberapa tetes larutan Biuret (NaOH + CuSo4) kedalam tabung reaksi B yang berisi Kuning telur. Amati perubahan warna yang terjadi. Larutan akan berubah menjadi warna ungu. Warna ungu ini menandakan adanya protein.
UJI GLUKOSA
  • Masukkan beberapa tetes larutan Benedict (Fehling A + B) kedalam tabung reaksi C yang berisi larutan Gula. Kemudian panaskan diatas pembakar spiritus. Amati perubahan warna yang terjadi. Larutan akan berubah menjadi warna merah bata. Warna merah bata ini menandakan adanya Glukosa.
UJI AMILUM
Ada dua cara untuk menguji adanya lemak dalam suatu makanan yaitu secara sederhana dan secara kompleks :
Uji lemak sederhana :
  • Teteskan minyak goreng pada selembar kertas putih atau kertas sampul.
  • Terawangkan kertas didepan cahaya sehingga cahaya dapat melewatinya.
  • Jika bagian kertas yang ditetesi minyak goreng tembus cahaya maka minyak goreng tersebut mengandung lemak.
Uji lemak Kompleks :
  • Tuangkan etanol pekat ke dalam tabung reaksi.
  • Tambahkan satu atau dua tetes minyak goreng kedalam tabung reaksi D.
  • Kocok tabung reaksi D.
  • Tambahkan 1 ml air kedalam tabung reaksi. Kocok lagi.
  • Jika terbentuk endapan putih keabu-abuan, maka makanan yang diuji mengandung lemak.
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
  1. Makanan Apa saja yang mengandung glukosa, amilum, protein, lemak ?
  • Glukosa terkandung dalam Gula, Nasi, Kentang dll.
  • Amilum terkandung dalam Nasi, jagung, gandum, sagu, kentang dll.
  • Protein dibagi 2 :
  1. rotein nabati terkandung dalam Tempe, Tahu, Kedelai, Kacang Kapri, dll
  2. Protein Hewani terkandung dalam Telur, Daging, susu, ikan, udang, cumi dll.
  • Lemak dibagi 2 :
  1. Lemak nabati terkandung dalam Kelapa, kemiri, tanaman kacang – kacangan dll
  2. Lemak Hewani terkandung dalam Keju, mentega, daging, susu, minyak ikan dll.
2. Apakah semua larutan yang diuji mengandung glukosa, amilum, protein atau lemak ?
  • Ya. Dari hasil eksperimen yang kami amati, kami telah membuktikan bahwa bahan makanan yang telah kami uji mengandung glukosa, amilum, protein dan lemak.
KESIMPULAN
  • Setelah menguji zat – zat yang ada pada empat bahan makanan (tepung kanji, gula, kuning telur, dan minyak goreng), kami menyimpulkan bahwa zat makanan tersebut mengandung amilum (tepung kanji), glukosa (gula), lemak (minyak goreng), dan protein (kuning telur). Zat – zat tersebut juga memiliki peranan yang sama pentingnya dengan zat – zat lain didalam tubuh disamping Vitamin dan Mineral.

3. Nama Percobaan
  • Rnzim
Judul
  • Eksperimen pengujian enzim katalase

Rumusan masalah
  • Adakah pengaruh enzim katalase sebagai biokatalisator
Tujuan
  • menyelidiki peranan enzim katalase
  • menyelidiki faktoe-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
  • menegtahui serta memahami reaksi reaksi kimia yang terjadi pada pengujian enzim katalase
Hipotesis
  • Enzim katalase berpengaruh terhadap penguraian racun H2O2
Variabel
  1. variable manipulasi: HCl, KOH, suhu
  2. variable kontrol: ekstrak hati, ekstrak daun pepaya, larutan 2ml H2O2
  3. variable respon banyaknya gelombang gas timbulnya bara api.
Alat dan bahan
Alat :
  1. Rak tabung reaksi
  2. 8 buah tabung reaksi
  3. 2 buah pipet ukur
  4. 2 buah tabung ukur
  5. 5 buah gelas kimia
  6. 1 pasang sarung tangan
  7. 1 set penumbuk
  8. Krek api
  9. 1 buah pyrex
  10. 1 buah kaki tiga
  11. 1 buah kassa
  12. 1 buah lampu spirtus
  13. Penjepit tabung
  14. Tissue
  15. Jas lab
Bahan :
  1. Hati ayam (secukupnya)
  2. Daun papaya (secukupnya)
  3. 5 ml larutan H2O2
  4. 5 ml larutan HCl
  5. 5 ml larutan KOH
  6. Aquades secukupnyA
Cara Kerja
1l Menyiapkan bahan

Ekstrak Hati Ayam

  1. Haluskan (blender) hati ayam yang masih segar
  2. Tuangkan ke dalam 4 tabung ukur masing-masing sebanyak 2 ml
  3. Simpan di rak tabung reaksi
Ekstrak Daun Pepaya
  1. Masukkan daun papaya ke dalam tumbukan
  2. Tumbuk hingga halus menggunakan ulekan
  3. Setelah halus masukkan ke dalam tabung reaksi
  4. Simpan di rak tabung reaksi
Larutan
  1. Masukkan larutan KOH sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
  2. Masukkan larutan H202 sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
  3. Masukkan larutan HCl sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
  4. Masukkan air sebanyak 5 ml ke dalam gelas kimia
Eksperimen
Pastikan alat dan bahan sudah tersedia
Tabung A
  1. Siapkan 2 ml ekstrak hati
  2. Masukkan 2 ml larutan H2O2 ke dalam tabung reaksi tersebut
  3. Segera tutup tabung reaksi menggunakan ibu jari (pastikan tabung benar-benar tertutup rapat)
  4. Sementara anggota lain membakar lidi, sehingga muncul bara api
  5. Sesudah bara api siap, buka perlahan-lahan tabung reaksi dan letakkan bara api di atas tabung reaksi
  6. Amati pembentukan gelembung pada tabung dan keadaan bara api
  7. Catat dan potret perubahan yang terjadi
Tabung B
  1. Masukkan 10 tetes HCl pekat ke dalam 2 ml larutan ekstrak hati
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A
Tabung C
  1. Masukkan 10 tetes KOH 20% ke dalam 2 ml ekstrak hati
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A
Tabung D
  1. Panaskan 2 ml ekstrak hati
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A
Tabung E
  1. Siapkan 2 ml ekstrak daun papaya
  2. Ulangi langkah no. 2 s.d. 7 pada Tabung A
Hasil Pengamatan
No. Perlakuan Gelembung *) Bara Api
  1. Ekstrak hati + H2O2 + + + + + Menyala sekali
  2. Ekstrak hati + HCl + H2O2 + Sedikit menyala
  3. Ekstrak hati + KOH + H2O2 + + + Menyala
  4. Ekstrak hati panas + H2O2 + + Menyala sedang
  5. Ekstrak daun papaya + H2O2 + + + + Menyala sekali
*) Ket :
- bila tidak ada +++ bila banyak
+ bila sedikit ++++ bila banyak sekali
++ bila sedang
Pertanyaan
1. Dari kegiatan yang kamu lakukan, tentukan:
  1. variable manipulasi: HCl, KOH, suhu
  2. variable kontrol: ekstrak hati, ekstrak daun pepaya, larutan 2ml H2O2
  3. variable respon banyaknya gelombang gas timbulnya bara api.
2. Pada perlakuan manakah pembentukan gelembung gas paling banyak? Mengapa demikian?
  • Pada ekstact hati dan H2O2, karena di dalam hati mengandung enzim katalase yang berguna untukmenetralkan racun dimana hanya dapat bekerja optimal pada ph netral. kita dapat bekerja optimal pada pH netral
  • Sedangkan pada campuran hati dengan KOH dan HCl tidak akn menghasilkan gelembung yang terlalu banyak, karena pH larutan menjadi basa dan asam.
3. Gas apakah yang terbentuk dari reaksi ters ebut? Jelaskan berdasarkn hasil percobaan !
  • Gas O2 oksigen karena apabila hati di tambah H2O2 lalu di buka,makaakan timbul gelembung gas O2.di mana apabila di tempatkan bara di atas tabung tadi sehingga bara tersebut menyala yang membuktikan bahwa reaksi pembakaran tadi menghasilkan O2
4. Apakah peranan enzim katalase?
  • Enzim katalase berperan dalam menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2
5. Faktor apakah yang mempengaruhi kerja enzim katalase? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan !
  • Suhu: dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal pada suhu tinggi.karena kita ketahui bahwa enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
  • Begitu pula faktor pH. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
6 . Di dalam sel yang hidup dihasilkan peroksid (H2O2), dari peristiwa apakah dihasilkannya zat tersebutdan apakah yang akan terjadi biladi dalam sel tidak ada enzim katalase?
  • Peroksid dihasilkan pada proses ekskresi, apaila tidak ada enzim katalase maka racun di dalam tubuh tidak akan terurai yang mengakibatkan racun akan tertimbun di dalam tubuh dan akan menyebabkan berbagai macam penyakit.
7. Berikan contoh enzim lain yang terlibat dalam proses metabolisme berikut peranannya !
  • Contoh enzim yang lain adalah enzim enzim pencernaan, misalnya amilase.
  • Amilase dengan memecah amilum menjadi maltosa. Amilase dihasilkan oleh kelenjar saliva (ludah) dan dikeluarkan ke rongga mulut untuk melakukan fungsinya
8. Jelaskan komponen yang menyusun enzim !
  • Enzim merupakan protein yang tersusun atas asam-asam amino. Kebanyakan enzim berukuran lebih besar dari substratnya. Akan tetapi, hanya daerah tertentu dari molekul enzim tersebut yang berikatan dengan substart, yaitu di bagian yang disebut sisi aktif (active site).
  • Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein yang disebut gugus prostetik agar dapat bekerja dalam suatu reaksi. Enzim yang lengkap tersebut disebut holoezim.
Secara kimia, enzim yang langkap (holoenzim) tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagian bukan protein
  1. bagian protein disebut apoenzim, tersusun atas asam asam amino. Bagian protein bersifat labil (mudah berubah), misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.
  2. Bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik, yaitu gugusan yang aktif. Gugus prostetik yang berasal dari molekul anorganik disebut kofaktor, misalnya besi, tembaga, zink. Gugus prostetik yang terdiri dari senyawa organic kompleks disebut koenzim, misalnya NADH, FADH, koenzim A, tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), asam pantotenat (vitamin B5), niasin (asam nikotinat), piridoksin (vitamin B6), biotin, asam folat dan kobalamin (vitamin B12)
9. Bagaimana sifat enzim ?
  1. biokatalisator di dalam sel juga terdapat katalisator, salah satunya adalah enzim. Enzim hanya dihasilkan oleh sel sel mahluk hidup sehingga disebut sebagai biokatalisator.
  2. protein enzim adalah suatu protein. Dengan demikian, sifat sifat enzim sama dengan protein, yang dapat rusak pada suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH.
  3. bekerja secara khusus enzim bekerja secara khusus, artinya enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak dapat mempengaruhi reksi lainnya. Zat yang terpengaruh oleh enzim disebut substrat. Substrat adalah zat yang bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi d dalam sel sangat banyak, maka macam enzim pun banyak
  4. dapat digunakan berulang kali enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali kali, selama enzim itu sendiri tidak rusak. Jika molekul enzim rusak, enzim tersebut harus diganti. Oleh karena itu, enzim pun hanya diperlukan dalam jumlah sedikit.
  5. rusak oleh panas ] Jika telah rusak, enzim tidak dapat berfungsi lagi walaupun pada suhu normalenzim rusak oleh panas karena enzim adalah suatu protein. Rusaknya enzim oleh panas disebut denaturasi. Kebanyakan enzim rusak pada suhu 50 derajad
  6. tidak ikut bereaksi enzim hanya diperlukan sebagai pemercepat reaksi, namu molekul enzim itu sendiri tidak ikut bereaksi.
  7. bekerja dapat balik umumnya, enzim bekerja secara dapat balik. Artinya, suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi senyawa senyawa lain, dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa senyawa itu menjdi senyawa semula
10. Bagaimanakah cara kerja enzim?
  • Ada dua teori mengenai cara kerja enzim, yaitu teori lock and key (gombok-anak kunci) dan induced fit (kecocokan terinduksi).
Teori gembok-anak kunci
  • sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai untuk satu jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai bentuk ruang yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat. Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.
Teori induced fit
  • Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi molekul substrat terhadap molekul enzim. Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok menjadi cocok (fit). Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya substrat diubah menjadi produk. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk mengikat substrat baru.
Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kami lakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa enzim katalase berperan dalam penguraian racun dari H2O2 menjadi H2O2 dan O2 , dimana kerjanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
  • suhu dimana enzim katalase tidak akan bekerja optimal pada suhu tinggi.
  • pH dimana enzim katalase akan bekerja optimal pada pH netral.
Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya gelembung dan nyala bara api.
  • Dimana semakin banyak gelembung gas dan semakin terang nyala bara api berarti kerja enzim katalase akan semakin cepat dan begitu pula sebaliknya karena salah satu kerja enzim yaitu sebagai katalisator/pemercepat reaks
JAMUR TEMPE
Alat dan Bahan
A. Alat
  • Cawan Petri
  • Mikroskop
  • Kaca penutup
  • Kaca objek
  • Pipet
  • Gula
  • Pinset
  • Gelas Beker
  • Lidi / tusuk gigi
  • Balon yang belum ditiup
  • Botol aqua bekas
B. Bahan
  • Air
  • Jamur hioko
  • Jamur kuping
  • Tempe
  • Oncom
  • 1 sachet Ragi
Prosedur Percobaan
  1. Siapkan tempe atau oncom 1-2 hari sebelum pengamatan, sehinggadiperoleh tempe atau oncom dengan jamur yang banyak dan berwarnakehitaman.
  2. Ambil sedikit bagian jamur tempe atau oncom dengan lidi atau tusuk gigi,lalu letakkan di atas kaca objek.
  3. Tetesi dengan air atau akuades dan tutup dengan kaca penutup.
  4. Amati dibawah mikroskop mila-mula dengan perbesaran 10x10.
  5. Ubah perbesaran menjadi 10x40 agar diperoleh gambar struktur jamur yang lebih besar.
  6. Gambar hasil pengamatan
  7. Ambil ragi, Masukkan ke dalam botol aqua bekas. Isilah botol tersebutdengan air hangat dan gula.
  8. Tutup ujung botol dengan balon yang belum ditiup.
  9. Amati reaksi balon tersebut.
  10. Amatilah jamur lainnya, kemudian gambarlah.
Kesimpulan
  • Jamur berbeda dengan tumbuhan. Jamur tidak dapat berfotosintesis, tidakmemiliki daun, akar sejati, dan klorofil. Jamur dapat bereproduksi aseksual danseksual bila kondisi memungkinkan.


KLASIFIKASI TUMBUHAN
DIKOTIL & MONOKOTIL
Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
1. Bentuk akar
  • Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
  • Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
2. Bentuk sumsum atau pola tulang daun
  • Monokotil : Melengkung atau sejajar
  • Dikotil : Menyirip atau menjari
3. Kaliptrogen / tudung akar
  • Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
  • Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
4. Jumlah keping biji atau kotiledon
  • Monokotil : satu buah keping biji saja
  • Dikotil : Ada dua buah keping biji
5. Kandungan akar dan batang
  • Monokotil : Tidak terdapat kambium
  • Dikotil : Ada kambium
6. Jumlah kelopak bunga
  • Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
  • Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
7. Pelindung akar dan batang lembaga
  • Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga / keleorhiza
  • Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil
8. Pertumbuhan akar dan batang
  • Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
  • Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
A. Contoh tumbuhan monokotil :
  • Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
B. Contoh tumbuhan dikotil :
  • Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.

JARINGAN
JARINGAN DAUN
  • jaringan jaringan pada daun tumbuhan darat tersusun dari lapisan atas ke lapisan bawah, dimana setiap lapisan memliki keunggulan dan kemampuan masing masing :
  1. Epidermis atas ( terdapat kutikula )
  2. Jaringan tiang ( palisade )
  3. Jaringan bunga karang ( spons)
  4. Berkas pembuluh ( xylem dan floem )
  5. Epidermis bawah ( tedapat stomata )
  • Berkas pembuluh yang beupa xylem dan floem terdapat di bagian tulang daun dan terletak pada daerah jaringan bunga karang, berkas pembuluh ini merupakan kelanjutan dari jaringan pengangkut batang dan akar
Fungsi daun antara lain :
  1. Tempat terjadinya fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil, terjadinya fotosintesis di jaringan parenkim palisade. sedangkan pada tumbuhan monokotil, fotosintesis terjadi pada jaringan spons.
  2. Sebagai organ pernapasan. Di daun terdapat stomata yang befungsi sebagai organ respirasi (lihat keterangan di bawah pada Anatomi Daun).
  3. Tempat terjadinya transpirasi.
  4. Tempat terjadinya gutasi.
  5. Alat perkembangbiakkan vegetatif. Misalnya pada tanaman cocor bebek (tunas daun)


KELAS XI



LKS Praktikum Sistem Ekskresi

Tujuan : mengamati pH dan kandungan yang terdapat pada urine

Alat dan bahan :

  1. tabung reaksi                             
  2. rak tabung reaksi                        
  3. penjepit tabung reaksi                
  4. pembakar kertas spiritus               1
  5. gelas ukur                                 
  6. pipet tetes  
  7. Indikator universal
  8. Larutan biuret  
  9. Larutan AgNO3 5% 
  10. larutan fehling A dan B
  11. urine


Cara kerja :

  1. isilah 5 tabung reaksi masing-masing dengan 1 ml urine yang sama
  2. untuk mengukur pH urine, masukkan indicator universal ke dalam urine, cocokkan warna yang terjadi dengan standar pH
  3. untuk mengenal adanya uriea pada urine
  4. panaskan salah satu tabung reaksi yang berisi urine dengan lampu spiritus, ciumlah baunya, bagaimana baunya?
  5. untuk menguji kandungan klor pada urine
  6. masukkan 5 tetes AgNO3 5 % ke dalam tabung reaksi yang berisi urine, amati yang terjadi! Mengapa demikian?
  7. untuk menguji adanya glukosa pada urine
  8. teteskan 5 tetes larutan fehling A dan fehling B ke dalam tabung reaksi yang berisi urine. Panaskan dengan pembakar spiritus. Amati apa yang terjadi
  9. menguji adanya protein
  10. tambahkan 5 tetes larutan biuret ke dalam tabung reaksi yang berisi urine, biarkan selama 5 menit. Amati yang terjadi!
  11. catat hasil pengamatanmu ke dalam table pengamatan !

Tabel pengamatan
Tabung
Pengujian
Hasil
Kesimpulan
1
pH


2
Bau urine


3
AgNO3 5%


4
Fehling A dan B


5
Biuret



Pertanyaan

  1. Berdasarkan hasil percobaanmu, bagaimana kesimpulanmu tentang susunan urine? Bandingkan hasil kegiatanmu dengan kelompok lain!
  2. Adanya glukosa pada urine membuktikan adanya gangguan pada ginjal, jelaskan selengkapnya tentang peristiwa di atas!
  3. Mengapa pada waktu cuaca dingin, biasanya urine yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan dengan waktu cuaca panas?
  4. Selain factor suhu, factor apa lagi yang berpengaruh terhadap jumlah urine yang dikeluarkan seseorang?


LKS Praktikum Sistem Respirasi Pada Hewan dan Tumbuhan


Dalam proses pernafasan, dibutuhkan O2 dan dihasilkan CO2 serta energi. KOH mempunyai sifat mengikat CO2 dan tidak berakasi dengan O2. Dalam ruangan tertutup dengan persediaan KOH yang cukup dan tekanan udara yang tetap, maka pengurangan volume udara sama dengan jumlah O2 yang digunakan untuk pernafasan serangga.
Dalam percobaan ini, anda akan mengamati kecepatan pernafasan serangga dan kecambah.

Alat dan bahan

  1. Respirometer
  2. KOH padat
  3. Vaselin
  4. Air berwarna(eosin)
  5. Anjing tanah/ jangkrik (Gryllotolpa africana)
  6. Kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus)
  7. Kassa pembalut


Cara kerja

  1. Pilihlah jangkrik yang masih lincah dan mempunyai ukuran tubuh yang sesuai dengan volume tabung serangga pada respirometer kemudian timbang berat jangkrik tersebut!
  2. Lepaskan bagian tabung hewan dari respirometer, masukkan penyekat kasa ke dalamnya untuk menghindari agar hewan tidak bersentuhan langsung dengan KOH
  3. Masukkan hewan tersebut dalam tabung respirometer dan hubungkan pipa berskala hingga rapat!
  4. Untuk mencegah kebocoran, sambungan tadi diberi vaselin yang rata kemudian diputar-putar!
  5. Kedua bagian ini, tabung hewan dan pipa berskala, dipasang pada landasan. Pada ujung terbuka dari pipa berskala diberi tetesan air berwarna
  6. Amati volume O2 yang diserap selama 20 menit, pengamatan dilakukan setiap 2 menit sekali
  7. Perhitungan dilakukan untuk menentukan kecepatan respirasi serangga yang dinyatakan dalam satuan waktu/ml (waktu disesuaikan dengan kecepatan pernafasan hewan/tumbuhan yang dipakai dalam percobaan).
  8. Lakukan prosedur yang sama untuk menghitung kecepatan respirasi kecambah!


 Tabel pengamatan


Jangkrik
Kecambah
No.
Menit
V udara (ml)
V udara(ml)
1
.
.
.
.
.
21
0’
.
.
.
.
.
20’




LKS Praktikum Sistem Transportasi pada Tumbuhan - Transpirasi
Setiap mahluk hidup memerlukan makanan, demikian juga tumbuh-tumbuhan. Makanan tumbuhan terdiri dari CO2, air dan garam tanah yang terlarut dalam kadar kecil di dalam air tanah. Air dan garam-garam tanah biasa dihisap oleh bulu-bulu akar karena adanya dua tenaga yaitu imbibisi dan oemosa, sedangkan air dan garam tanah dapat diangkut ke tempat yang memerlukannya (bagian atas tumbuhan) karena tekanan akar, daya hisap daun akibat traspirasi dan kapilaritas
Dalam percobaan ini kalian akan mengukur besar penghisapan air yang dilakukan oleh daun dalam waktu tertentu persatuan luas akibat transpirasi

Alat dan Bahan

  1. fotometer atau porometer (lihat gambar)
  2. batang tumbuhan muda yang masih berdaun
  3. kertas grafik
  4. timbangan
  5. vaselin


Cara Kerja

  1. Lepaskan fotometer dari standard dan klemnya
  2. Masukkan alat ke dalam air, sehingga semua saluran di dalam alat terisi air
  3. Potonglah cabang berdaun dari batang di dalam air, kemudian masukkan pangkalnya pada pipa karet yang terdapat pada pipa Y
  4. Keluarkan alat dengan tumbuhannya dari dalam air, kemudian pasang lagi pada standard dan klemnya. Buanglah bagian pucuk dari batang, tinggalkan beberapa helai daun saja untuk mencegah kebocoran, tutuplah batas antara batang dengan karet dengan vaselin
  5. Tentukan/catat kedudukan air pada pipa, dari skala yang terdapat pada pipa air, catat waktunya!
  6. Tentukan kedudukan air pada setiap dua menit selama 20 menit!
  7. Jumlah air yang terdapat pada menit ke-20 merupakan jumlah seluruh air yang digunakan oleh tumbuhan
  8. Setelah pengamatan selama 20 menit, lepaskan semua perangkat percobaan, kemudian lepaskan semua daun yang dipakai untuk percobaan
  9. Buatlah model 2x2 cm untuk sebagai pembanding untuk menentukan luas seluruh permukaan daun
  10. Timbanglah daun pada langkah no. 9
  11. Setelah itu hitunglah luas seluruh permukaan daun yang digunakan dalam percobaan dengan metode perbandingan
  12. Atau kita dapat menghitung luas seluruh permukaan daun dengan menggunakan kertas grafik!


Table pengamatan
No.
Menit ke-
Jarak (mm)
1
.
.
.
.
.
21
0’
.
.
.
.
.
20’


LKS Praktikum Sistem Pencernaan - Uji Makanan

Tubuh mahluk hidup tersusun atas kelompok-kelompok sel yang telah mengalami spesialisasi. Isi sel hidup disebut protoplasma. Kadar air dalam protoplasma merupakan komponen yang terbesar. Adanya air ini memungkinkan terjadinya reaksi kimia. Air bertindak sebagai pelarut unsur-unsur dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Unsur-unsur kimia yang paling menonjol dalam tubuh mahluk hidup yaitu unsur oksigen, karbon dan hidrogen. Ketiga unsur ini memegang peranan penting dalam protoplasma. Ketiga unsur tersebut dapat membentuk senyawa-senyawa kimia yang mempunyai peranan penting dalam biologi. Senyawa-senyawa tersebut adalah :



karbohidrat
lemak
protein, disamping unsur C, H juga mengandung unsur nitrogen dalam suasana molekulnya

Tujuan percobaan :

  1. menyelidiki adanya amilum
  2. menyelidiki adanya glukosa
  3. menyelidiki adanya protein dalam makanan
  4. menyelidiki adanya lemak dalam makanan


Teori
Senyawa C, H dan O merupakan senyawa yang memegang peranan penting bagi mahluk hidup. Senyawa-senyawa ini diperoleh dari bahan makanan.
Karbohidrat :  
Sebagian besar karbohidrat tersusun dari komponen-komponen dasar atom C-nya enam, misalnya glukosa. Senyawa Cn(H2O) yang molekul-molekulnya sederhana disebut gula, bila sampai tingkat yang lebih kompleks disebut kanji (amilum) dan selulosa.Cara menyelidiki adanya glukosa dengan reagen Benedict
Protein :        
Protein terurai melalui proses hidrolisa, molekulnya akan terurai menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana yang disebut asam amino. Dalam asam amino ini terdapat gugusan amino (NH2) dan gugusan karboksil (-COOH). Adanya asam amino tertentu dalam protein dapat menunjukkan reaksi warna terhadap beberapa reagen, misalnya millon, biuret, xantoprotein, dll.
Lemak :        
Lemak dapat berasal dari tumbuhan, ada juga berasal dari hewan. Lemak yang mengalami hidrolisa terurai menjadi asam lemak dan gliserol. Untuk menyelidiki adanya lemak dapat dilakukan dengan cara fisika maupun kimia, misalnya dengan menggunakan kertas.

Alat dan bahan

Alat yang digunakan adalah :

  1. Plat tetes                       
  2. Batang pengaduk
  3. 11 buah tabung reaksi      
  4. penjepit tabung
  5. Rak tabung reaksi            
  6. Alat pemanas air             
  7. Pipet tetes 
  8. Kertas

Bahan yang digunakan adalah :

  1. larutan iodium                                            
  2. Reagen biuret     
  3. Reagen benedict                                          
  4. Glukosa (untuk standar)                              
  5. Tepung terigu/kanji (untuk standar)                
  6. Putih telur/albumin (untuk standar)               
  7. Minyak (untuk standar)                                
  8. Kentang   
  9. Pisang          
  10. Tahu           
  11. Wortel              
  12. Kacang tanah      
  13. Tomat                
  14. Susu

Cara Kerja

  1. Buatlah larutan/campuran ekstrak dari bahan-bahan yang akan diteliti.
  2. Masing-masing larutan ekstrak dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diberi nomor/nama. 
Menentukan adanya lemak
  1. Sediakan sehelai kertas yang bersih.
  2. Buatlah petak/kotak pada kertas tersebut sesuai dengan jumlah bahan yang akan diteliti dan berilah nama pada petak/kotak tersebut.
  3. Oleskan minyak pada bagian kertas tertentu sebagai standar.
  4. Oleskan setiap larutan/ekstrak dari bahan lainnya yang akan diteliti pada setiap petak sesuai dengan nama bahan tersebut.
  5. Keringkan kertas tersebut.
  6. Amati bahan-bahan mana saja yang mengandung lemak.
Menentukan adanya amilum 

  1. Teteskan 1-2 tetes larutan yodium pada campuran amilum dengan air pada plat tetes, amati warna yang terjadi (ini sebagai standar)
  2. Teteskan setiap ekstrak bahan yang akan diteliti pada plat tetes tersebut, kemudian beri nomor. Kemudian teteskan 2-3 tetes larutan yodium kepada setiap bahan makanan pada plat tetes tersebut.
  3. Amati bahan makanan mana saja yang mengandung amilum.
Menentukan adanya glukosa
  1. Tuangkan +/- 1 ml larutan glukosa ke dalam tabung reaksi, kemudian tambah +/- 1 ml reagen benedict, kemudian panaskan campuran tersebut dalam penangas air. Amati perubahan yang terjadi.
  2. Tuangkan +/- 1 ml setiap bahan makanan  ke dalam tabung reaksi yang telah diberi nomor, kemudian tambah +/- 1 ml reagen benedict, kemudian panaskan campuran tersebut dalam penangas air. Amati perubahan yang terjadi.
  3. Amati bahan makanan apa saja yang mengandung glukosa.
Menentukan adanya protein 
  1. Teteskan +/- 1 ml albumin pada plat tetes, kemudian tambahkan 2-3 tetes reagen biuret. Amati warna yang terjadi (ini sebagai standar) 
  2. Teteskan setiap ekstrak bahan yang akan diteliti pada plat tetes yang sudah diberi nomor,. Kemudian teteskan reagen biuret kepada setiap bahan makanan pada plat tetes tersebut.
  3. Amati bahan makanan mana saja yang mengandung amilum.

 Tabel Pengamatan
No.
Nama bahan
Uji amilum
Uji glukosa
Uji protein
Uji lemak
keterangan
1
Glukosa

++++ (standar)



2
Tepung kanji/terigu
++++ (standar)




3
Putih telur


++++ (standar)


4
Minyak



++++ (standar)

5
Kentang





6
Kacang tanah





7
Pisang





8
Tahu





9
Wortel





10
Tomat





11
Susu






Isilah dengan tanda-tanda sebagai berikut :              catatan warna untuk standard
++++ = banyak sekali                                         - standard 1 merah bata
+++ = banyak                                                   - standard 2 biru/kehitaman
++ = sedikit                                                       - standard 3 ungu
+ = sedikit sekali                                                 - standard 4 transparan
-   = tidak ada

LKS Praktikum Sistem Alat Gerak - Kontraksi Otot Betis Katak

Tulang tak dapat bergerak tanpa otot, sedangkan otot mampu menghasilkan gerak karena ada sel otot. Jika ada rangsangan, sel otot dapat berkontraksi. Otot yang berkontraksi menjadi pendek dan pada bagian tengahnya menebal sehingga menyebabkan tulang tempat otot itu melekat dapat tertarik.
Oleh karena itu, otot berkemampuan untuk menggerakkan tulang. Dengan demikian, otot disebut alat gerak aktif. Pada kegiatan ini kita akan mempelajari kontraksi otot betis katak.

Alat dan bahan

  1. Cawan petri                                                    
  2. Jarum pentul
  3. Larutan garam fisiologis NaCl 0,65 %                            
  4. Statif dengan dua buah penjepit
  5. tempat baterai kecil (isi 2 baterai kecil)               
  6. Otot betis katak
  7. Kabel (25-30 cm 2 buah)                                
  8. Benang
  9. Pipet                                                           
  10. Pembakar spiritus dan korek api


Cara kerja

  1. Kuliti bagian kaki yang telah disediakan!
  2. Ambil bagian otot betis katak dengan memotong bagian ventrikelnya (jaringan tendon yang menempel pada tulang jangan dipotong, tetapi biarkan tetap menempel pada ventrikelnya)
  3. Rendamlah dahulu otot tersebut dalam larutan garam fisiologis selama 5 menit.
  4. Ikatlah dengan benang salah satu ujung otot kemudian ujung otot yang lainnya diikat dengan benang yang lain.
  5. Ikatkan ujung benang yang bebasnya pada masing-masing penjepit statif yang berbeda. (perhatikan cara pengikatan, jangan diikat terlalu tegang, tetapi otot terpasang agak longgar agar ada ruang untuk otot bisa berkontraksi)
  6. Selama masa pengikatan otot betis harus terus dilakukan penetesan oleh larutan garam fisiologis. Penggantungan otot betis jangan terlalu tegang, agar rangsangan teramati.
  7. Sambunglah arus listrik dengan menekan tombol dengan interval waktu : 1 menit selama 5 kali, 30 detik selama 5 kali, 5 detik selama 5 kali, 1 detik selama 5 kali
  8.  Nyalakan pembakar spiritus, kemudian bakar sebentar jarum tersebut kemudian tempelkan jarum pentul pada otot tersebut, lakukan dengan interval waktu yang sana seperti rangsangan oleh listrik tersebut! amati gerakan yang terjadi pada setiap interval waktu!

Catatlah hasilnya pada tabel berikut ini !
no
rangsangan
Listrik
Panas
Interval
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5

1
1 menit











2
30 detik











3
5 detik











4
1 detik











Isilah dengan (+) bila ada kontraksi dan (–) bila tidak ada kontraksi


LKS Praktikum Sistem Sirkulasi
 
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah beredar ke seluruh tubuh dengan membawa oksigen dan zat makanan. Setelah terjadi pertukaran gas dan sisa metabolism di sel/jaringan, darah akan membawa karbondioksida menuju ke paru-paru untuk ditukarkan dengan oksigen kembali. Proses ini akan membawa darah masuk ke jantung, tekanan darah ketika masuk dan keluar jantung kita kenali sebagai detak jantung.]
Berdasarkan kandungan jenis karbohidrat dan protein yang ada pada sel darah merah, kita mengenal istilah penggolongan darah. Ada beberapa macam penggolongan darah pada manusia, salah satu diantaranya ialah menurut sistem ABO. Menurut sistem ini, darah manusia dibagi dalam 4 golongan yaitu golongan darah A, B, AB dan O.

  1. Golongan darah A        : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen A, sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin b
  2. Golongan darah B        : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen B, sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a
  3. Golongan darah AB      : apabila dalam butir darahnya mempunyai aglutinogen A dan B, sedangkan dalam plasma darahnya tidak mengandung aglutinin
  4. Golongan darah A        : apabila dalam butir darahnya tidak mempunyai aglutinogen , sedangkan dalam plasma darahnya mengandung aglutinin a dan b

Bila antigen A bercampur dengan aglutinin a atau aglutinogen B bercampur dengan aglutinin b maka akan terjadi aglutinasi/penggumpalan. Dalam transfusi darah yang diperhatikan bagi si donor adalah aglutinogennya
Dalam percobaan ini kalian akan menentukan golongan darah, denyut nadi dan tekanan darah

Alat dan bahan

  1. Mikroskop
  2. Kaca objek
  3. Jarum outoclick
  4. Serum a dan b
  5. Alkohol 96%

Cara Kerja
Golongan darah

  1. Sediakan sebuah kaca objek yang bersih!
  2. Bersihkan jari anda dengan alkohol kemudian dengan menggunakan autoclick ambil darah pada ujung jari sebanyak 1 tetes pada kedua ujung kaca objek!
  3. Tambahkan pada masing-masing darah tersebut serum a dan b!
  4. Aduklah masing-masing campuran serum dan darah anda tadi dengan menggunakan tusuk gigi!
  5. Perhatikan apa yang terjadi pada keduanya, bila perlu amati dengan menggunakan loupe!
  6. Bila campuran darah pada serum a menggumpal, maka anda bergolongan darah A
  7. Bila campuran darah pada serum b menggumpal, maka anda bergolongan darah B
  8. Bila kedua campuran darah menggumpal, maka anda bergolongan darah AB
  9. Bila kedua campuran darah tidak menggumpal, maka anda bergolongan darah O


Tekanan darah

  1. Dengan menggunakan spigmomanometer, ukurlah tekanan darah anda!
  2. Catat hasilnya dalam tabel bandingkan hasilnya dengan teman sekelompokmu!


 Denyut nadi

  1. Hitunglah berapa denyut nadimu selama 1 menit dalam keadaan istirahat/ aktivitas rendah!
  2. Lari-lari di tempat selama 1 menit, kemudian hitung kembali denyut nadimu!
  3. Catat hasilnya dalam tabel, kemudian bandingkan hasilnya dengan teman sekelompokmu!

Tabel Pengamatan
Golongan Darah
No
Nama
Anti A
Anti B
Golongan Darah







Denyut Nadi
No
Nama
Frekuensi Denyut Nadi
Diam
Aktivitas






Tekanan Darah
No
Nama
Sistole
Diastole






Tinggi Badan – Berat Badan
No
Nama
Tinggi Badan
Berat Badan






Praktikum Mikroskop


Bagian-Bagian Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang menggunakan lensa untuk mendapatkan gambar yang diperbesar dan dengan demikian dapat memperoleh rincian yang sekecil-kecilnya dari obyek yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop merupakan alat yang penting dalam mempelajari biologi, oleh sebab itu siswa harus sudah mahir dalam menggunakan mikroskop. Bentuk, ukuran dan macam mikroskop itu berbeda, ada yang besar atau kecil, ada yang lengkap dengan alat-alat pengukur dan ada pula yang sederhana.

Macam-macam Mikroskop
1.    Mikroskop cahaya  

  1. Mikroskop Medan-Terang : Pada mikroskop medan-terang, medan mikroskop atau daerah yang diamati diterangi dengan benderang sehingga obyek-obyek yang sedang ditelaah tampak lebih gelap daripada latar belakangnya. Pada umumnya, mikroskop ini menghasilkan perbesaran maksimum sekitar 1000 diameter.
  2. Mikroskop Medan-Gelap : Mikroskop medan-gelap tidak jauh berbeda dengan mikroskop medan-terang. Perbedaanya pada mikroskop medan-terang dilengkap dengan kondensor medan gelap dan suatu obyektif ber-NA rendah. NA atau numeral aperture adalah daya pisah suatu mikroskop cahaya ditentukan oleh panjang gelombang cahaya dan sifat lensa obyektif dan lensa kondensor.
  3. Mikroskop Fluoresensi : Mikroskop Fluoresensi sering dipakai di laboratorium rumah sakit dan klinis. Mikroskop ini digunakan untuk memeriksa speseimen yang telah diwarnai dengan zat-zat pewarna. Fluorokrom sehingga memungkinkan identifikasi mikroorganisme dengan cepat. Bahan seperti itu dinamakan Fluoresen dan fenomena ini dinamakan Mikroskop Fluorescensi (pendar fluor).
  4. Mikroskop Kontras Fax : Mikroskop Kontras Fax adalah suatu tipe mikroskopi cahaya yang memungkinkan kontras yang lebih besar antara substansi dengan berbagai ketebalan atau berbagai indeks bias.

2.  Mikroskop Elektron

  1. Mikroskop elektron memberikan perbesaran yang lebih besar daripada perbesaran yang diberikan oleh mikroskop cahaya. Hal ini dimungkinkan oleh daya pisah yang lebih besar yang diperoleh karena berkas-berkas elektron yang digunakan untuk perbesaran mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek dibandingkan dengan cahaya

Bagian-bagian mikroskop :
1.   Alat-alat optik

  1. lensa okuler   : lensa yang dekat dengan mata, pembesaran 5x, 10x, 15x
  2. lensa objektif : lensa yang dekat dengan benda yang akan dilihat, pembesaran 5x, 10x, 40/45x,dan 100x
  3. cermin          : berfungsi untuk mengumpulkan dan memantulkan sinar dan terdiri atas ; cermin datar dan cermin cekung
  4. kondensor     : berfungsi untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk dengan menaikkan atau menurunkannya
  5. diafragma      : berfungsi mengatur cahaya yang masuk dengan membesarkan dan mengecilkan lubangnya

2.   Bagian yang statis

  1. kaki mikroskop
  2. tiang (statip) : menghubungkan bawah meja sediaan dengan tabung (tubus) untuk mengangkat/memindahkan mikroskop

3.   Bagian mekanik

  1. Meja sediaan/preparat : tempat meletakkan objek yang akan dilihat
  2. Penjepit                   : untuk menjepit sediaan/preparat
  3. Sekrup penetap dasar : untuk mendorong meja sediaan ke kiri/ke kanan, ke muka dan ke belakang
  4. Makrometer               : pengatur jarak secara kasar antara preparat dengan lensa objektif (menggerakkan tubus secara kasar)
  5. Mikrometer                : pengatur jarak secara halus antara preparat dengan lensa objektif (menggerakkan tubus secara halus)
  6. Tubus (tabung)          : penghubung lensa okuler dengan lensa objektif, dilengkapi dengan penutup
  7. Revolver                    : tempat lensa objektif
  8. Sendi                        : untuk menggerakkan statif atau tubus dengan kemiringan tertentu (disarankan jangan menggerakkan bagian ini bila menggunakan preparat basah)

Petunjuk umum

  1. Perhatikan baik-baik gambar contoh mikroskop untuk mempelajari bagian-bagiannya.
  2. Pada waktu mengambil dari kotaknya, peganglah statif sedangkan telapak tangan yang satu lagi menadah ke bagian kaki mikroskop. Pada waktu membawa, harus lurus, pegangan ada di tengah-tengah bagian badan yang membawa dan tegak serta berhati-hati, jangan sampai ada bagian-bagian yang jatuh atau tertinggal (terutama bagian cermin yang mudah lepas)
  3. Periksalah mikroskop terlebih dahulu sebelum praktikum, apabila ada kekurangan/hal-hal yang kurang baik segera laporkan pada guru pembimbing praktikum.

Penggunaan Mikroskop
Cara menggunakan mikroskop

  1. Letakkan mikroskop di tempat aman dan mantap, ganti penutup tubus dengan lensa okuler 10x
  2. Sebelum preparat dipasang, aturlah dahulu cahaya yang masuk dengan mengatur kedudukan cermin (kondensor dan diagram dibuka semaksimal mungkin). Penyinaran yang baik diperoleh dari sinar yang tidak langsung. Penyinaran yang berasal dari matahari digunakan cermin datar, penyinaran dari lampu digunakan cermin cekung.
  3. Preparat yang hendak diperiksa diletakkan pada meja preparat, aturlah sehingga letak preparat tepat di bawah lensa objektif
  4. Dengan menggunakan makrometer, turunkan lensa objektif 10x, sehingga jarak antara lensa objektif dengan objek +/- ½ cm. Kemudian sambil dilihat dari lensa okuler, naikkan lagi lensa objektif perlahan-lahan sampai bayang-bayang dari preparat terlihat jelas.
  5. Untuk menggeser preparat gunakan sekrup penetap dasar.
  6. Untuk memperbesar bagian-bagian yang akan diamati, digunakan lensa objektif 45x (hati-hati melakukannya sebab dapat menyebabkan pecahnya preparat)
  7. Bila menggunakan objektif 100x, terlebih dahulu teteskan minyak emersi di atas kaca preparat. Setelah selesai lensa dibersihkan dengan xylol/kertas lensa.
  8. Setelah selesai praktikum, kembalikanlah lensa objektif lemah ke posisi vertikal dan lensa okuler diganti dengan penutup.
  9. Periksalah kembali bagian-bagian mikroskop lengkap/tidak, lalu masukkan ke dalam kotaknya masing-masing.

Praktikum Transportasi Dalam Sel

Sel merupakan kesatuan terkecil yang fungsional dari mahluk hidup. Fungsi-fungsi yang dilakukan sel diantaranya adalah transportasi zat yang diperlukan untuk proses di dalam sel.
Transportasi zat-zat di dalam sel dapat terjadi secara difusi dan osmosis. Difusi dan osmosis merupakan gerakan molekul-molekul dalam sitoplasma dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah. Osmosis merupakan difusi air dari larutan yang kadar airnya tinggi menuju larutan yang kadar airnya rendah.
Pada kegiatan ini, kalian akan mempelajari ;
mekanisme transportasi dalam dan antar sel
memahami prinsip-prinsip persamaan dan perbedaan antara difusi dan osmosis
mengamati peristiwa plasmolisis pada epidermis daun Rhoeo discolor

Alat dan Bahan

  1. Mikroskop                                            
  2. Larutan yodium
  3. Kaca objek dan kaca penutup                           
  4. Larutan gula 10%
  5. Gelas kimia 100 ml                                
  6. Air
  7. Pipet                                                   
  8. Timbangan
  9. Petridish                                               
  10. Kristal KMnO4
  11. Agar                                                    
  12. Daun Rhoeo discolor


Cara kerja

 Difusi 1

  1. Siapkan petridish yang sudah diisi agar!
  2. Tandai bagian tengah petridish dengan melingkari bagian belakangnya dengan spidol!
  3. Buatlah lekukan pada permukaan agar!
  4. Letakkan kristal KMnO4 di bagian lekukan agar!Usahakan Kristal KMnO4 tidak bertaburan di luar lekukan.
  5. Amati penyebaran kristal KMnO4 dengan cara melihat penyebaran warna dalam agar!
  6. Catatlah jarak yang ditempuh setiap 2 menit. Lakukan selama 5 kali pengamatan dan catat dalam tabel!
Jawablah pertanyaan berikut !
  1. Apa yang terjadi dengan kristal KMnO4 dan metilen blue ketika diletakkan di permukaan agar?
  2. Jelaskan apa yang menyebabkan penyebaran kedua molekul zat di atas?
  3. Berapa kecepatan rata-rata penyebaran KMnO4 dan metilen blue? Mana yang lebih cepat? Jelaskan apa yang mempengaruhi kecepatan gerakan molekul kedua zat di atas?
  4. Jelaskan contoh peristiwa diatas yang terjadi pada mahluk hidup!
  5. Dapatkah kedua contoh diatas menjelaskan peristiwa difusi? Jelaskan!
  6. Apakah yang dimaksud dengan difusi?

Difusi 2

  1. Siapkan tabung difusi, sebelumnya amati dahulu skala yang ada di dalam tabung agar kalian tidak salah dalam pembacaan jaraknya!
  2. Isilah tabung difusi tersebut dengan menggunakan air dan aor yang ada pada tabung difusi tidak boleh ada gelembung udaranya pada bagian tengah.
  3. Secara bersamaan, pada kedua lubang tabung difusi, masukkan masing-masing 20 tetes KMNO4 dan metilen blue
  4. Amati pergerakan masing-masing cairan pada air yang ada dalam tabung dan catat pergerakkanya setiap 2 menit selama 20 menit

Jawablah pertanyaan berikut!

  1. Apa yang terjadi dengan cairan KMnO4 dan metilen blue ketika diletakkan di dimasukkan dalam tabung difusi?
  2. Jelaskan apa yang menyebabkan penyebaran kedua molekul zat di atas?
  3. Berapa kecepatan rata-rata penyebaran KMnO4 dan metilen blue? Mana yang lebih cepat? Jelaskan apa yang mempengaruhi kecepatan gerakan molekul kedua zat di atas?
  4. Jelaskan contoh peristiwa diatas yang terjadi pada mahluk hidup!
  5. Dapatkah kedua contoh diatas menjelaskan peristiwa difusi? Jelaskan!
  6. Apakah yang dimaksud dengan difusi?

Osmosis 1

  1. Ambillah dua buah wortel! Irislah terlebih dahulu bagian pangkalnya sehingga irisannya rata. Buatlah lubang pada irisan itu dengan menggunakan pelubang gabus sedalam 4 cm!
  2. Hilangkan lapisan epidermisnya dengan pisau dan potonglah ujung lainnya kira-kira 5 cm diantara mulut lubangnya!
  3. Isilah lubang pada wortel pertama dengan air suling setinggi 3 cm dari dasar tabung dan isilah wortel kedua dengan larutan gula 10 %!
  4. Tandai batas permukaan cairan dalam wortel dengan menusukkan jarum ke tempat itu!
  5. Letakkan kedua wortel pada dasar gelas kimia! Kemudian tungkanlah air suling ke dalam gelas kimia itu sehingga tinggi permukaannya rata dengan permukaan cairan dalam wortel!
  6. Biarkan rangkaian percobaan selama 30 menit!
  7. Periksalah permukaan air di dalam wortel setelah 30 menit!
  8. Catat hasil pengamatanmu kemudian berikan analisis mengenai hasil yang diperoleh!

Osmosis

  1. Siapkan kentang atau ubi jalar!
  2. Siapkan dua buah gelas kimia yang masing-masing diisi air murni dan air garam dengan volume yang sama
  3. Buatlah dua potongan kentang/ubi jalar yang sama bentuk dan volumenya!
  4. Timbanglah masing-masing potongan kentang!
  5. Masukkan masing-masing potongan tersebut ke dalam masing-masing gelas kimia kemudian biarkan selama 30 menit!
  6. Ambil masing-masing potongan kentang/ubi jalar kemudian keringkan sebentar dan timbang kembali. Catat masing-masing berat kentang pada tabel!

Jawablah pertanyaan berikut !

  1. Kentang yang dimasukkan pada larutan apa yang bertambah beratnya? Kenapa?
  2. Zat apa yang menambah berat kentang?
  3. Osmosis adalah difusi air. Jelaskan!
  4. Kentang yang dimasukkan pada larutan apa yang berkurang beratnya?Kenapa?

Plasmolisis

  1. Sayatlah sel epidermis daun Rhoeo discolor setipis mungkin secara membujur pada lapisan epidermis bawah daunnya yang berwarna ungu!
  2. Letakkan pada kaca objek dan teteskan air kemudian tutup dengan kaca penutup!
  3. Lihatlah di bawah mikroskop kemudian gambarlah 2-3 sel yang baik!
  4. Tanpa mengubah keadaan mikroskop, hisaplah air pada salah satu sisi preparat dengan kertas hisap!
  5. Tetesi larutan gula pada sisi yang lain sambil mata mengamati sel yang telah digambar tadi!
  6. Gambarkan sel setelah ditetesi gula!
  7. Jawablah pertanyaan berikut ini!
  8. Perubahan apakah yang terjadi setelah daun ditetesi gula? 
  9. Mengapa terjadi perubahan tersebut? Jelaskan!

Hasil Pengamatan
1.    Tabel Difusi 1 dan 2
No
Waktu
(menit)
Jarak KMnO4
Cair
Padat
1
2
3
4
0’
2’
4’
6’
Sampai 20’



Tabel Osmosis 1 dan 2

a.    Kentang (dalam 30’)

Air
Larutan Garam
Berat Awal (g)


Berat Akhir (g)


b.    Wortel (dalam 30’)

Air
Larutan Gula
Tinggi Air Awal (cm)


Tinggi Air Akhir (cm)



 Tabel Plasmolisis

Air (awal)
Larutan gula (akhir)










Pengenalan Mikroskop Dan Pembuatan Preparat

Mikroskop merupakan alat bantu utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur benda-benda yang kecil. Mikroskop pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda, Antony Van Leuwoonhook. Mikroskop yang ditemukan yaitu mikroskop sederhana (berlensa tunggal).
Pada tahun 1600 Hans dan Zamlharias Jansen menemukan mikroskop yang lebih canggih yaitu mikroskop majemuk (berlensa ganda). Mikroskop sederhana dan mikroskop majemuk merupakan mikroskop cahaya, dimana keduanya memanfaatkan pancaran cahaya untuk membentuk bayangan benda.
Seiring berjalannya waktu pada tahun 1932 Knoll dan Ruska menemukan mikroskop elektron. Mikroskop elektron menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya untuk membentuk bayangan benda.

Alat dan Bahan

  1. Alat yang digunakan pada praktikum biologi mengenai pengenalan mikroskop adalah mikroskop, micrometer obyektif, micrometer okuler, gunting, obyek glass dan cover glass. jarum
  2. Bahan yang digunakan pada praktikum biologi mengenai pengenalan mikroskop adalah kertas Koran,serat kapas, rambut, kentang dan air.


Cara Kerja
Mengetahui sifat bayangan mikroskop dari;

A.   Huruf pada kertas koran

  1. Satu huruf dipotong dan kertas Koran, kemudian diletakkan di atas obyek glass
  2. Diberi 2 tetes air dan ditutup dengan coverglass
  3. Preparat diletakkan di atas meja obyek, kemudian dijepit
  4. Obyek diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran lemah yaitu 4 x 10
  5. Obyek diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10 x 10
  6. Obyek diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran kuat 10 x 40
  7. Hasil pengamatan digambar  pada lembaran laporan sementara.

B.   Serat kapas dan Rambut

  1. Untuk serat kapas dan rambut, ambil satu helai rambut atau serat kapas kemudian letakkan di atas objek glass
  2. Objek glass tersebut ditetesi 2 tetes air kemudian tutup dengan cover glass
  3. Preparat diletakkan di atas meja objek kemudian dijepit

C.   Kentang

  1. Untuk kentang, potong kentang menjadi dua bagian, kemudian tusuk-tusuk bagian dalamnya sehingga mengeluarkan air
  2. Ambil air pada permukaan bagian dalam kentang tersebut dengan tusuk gigi atau jarum

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

  1. Tuliskan perbedaan bentuk antara huruf pada kertas Koran, serat kapas dan rambut, dan butiran-butiran kentang pada pengamatan di bawah mikroskop?
  2. Tuliskan perbedaan jumlah dan ukuran preparat pada pengamatan dengan pembesaran 40x, 100x dan 400/450x!

Tidak ada komentar: