Selasa, 08 November 2011

UJI GOLONGAN DARAH

Golongan darah pada manusia bersifat herediter yang ditentukan oleh alel ganda. Golongan darah seseorang dapat mempunyai arti yang penting dalam kehidupan. Sistem penggolongan yang umum dikenal dalam sistem ABO. Ketika itu tahun 1900 dan 1901 Landstainer menemukan bahwa penggumpalan darah (Aglutinasi) kadang-kadang terjadi apabila eritrosit seseorang dicampur dengan serum darah orang lain. Pada orang lain lagi, campuran tersebut tidak mengakibatkan penggumpalan darah.
Berdasarkan hal tersebut Landstainer membagi golongan darah manusia menjadi 4 golongan, yaitu:
  1. Golongan darah A
  2. golongan darah B
  3. Golongan darah AB
  4. Golongan darah O. 
Penggolongan darah ini didasarkan oleh Landsteiner ditentukan oleh Aglutinogen dan agluntinin
Aglutinogen ditemukan di dalam padatan darah berupa sel darah merah erythrocyt 
Aglutinin suatu senyawa yang ditemukan di cairan darah atau plasmanya 
Jadi di dalam eritrosit terdapat Aglutinogen , sedangkan dalam plasma darahnya terkandung zat anti yang disebut sebagai antibodi atau aglutinin. 
Dikenal Aglutinogen yaitu A , B maupun AB serta tak beraglutinogen pada sel darahnya sedang
Aglutinin pada plasma terdapat α dan β, αβ dan tanpa aglutinin pada plasmanya pada darah seseorang

Prinsip Dasar Penggolongan Darah
  1. Faktor yang menentukan golongan darah manusia berupa senyawa antigen yang terdapat pada permukaan luar sel darah merah disebut Aglutinogen. dan
  2. Zat anti terhadap antigen tersebut disebut zat anti atau antibodi yang bila bereaksi akan menghancurkan antigen jika tidak sesuai yang disebut Aglutinin dalam plasma, suatu antibodi alamiah yang secara otomatis terdapat pada tubuh manusia.

Jadi Golongan darah manusia ditentukan bedasarkan jenis antigen dan aglutinin atau senyawa antibody yang terkandung dalam plasma darahnya, OK

Ada empat Golongan darah pada suatu individu :
  1. Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan Aglutinogen / antigen A di permukaan membrane selnya dan menghasilkan Aglutinin berupa antibody β  zat anti b dalam plasma / serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A atau golongan darah O.
  2. Individu dengan golongan darah B memiliki sel darah merah dengan Aglutinogen / antigen B di permukaan membrane selnya dan menghasilkan Aglutinin berupa antibody α  zat anti a dalam plasma / serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah B atau golongan darah O.
  3. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan Aglutinogen / antigen AB di permukaan membrane selnya dan Tidak menghasilkan Aglutinin baik beupa antibody α  zat anti a dalam plasma / serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah AB bisa menerima darah dari semua orang baik golongan darah A, B, AB maupun golongan darah O sehingga dikelnal dengan Reseptor Universal
  4. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa Adlutinogen / antigen baik A, B maupun AB , tapi memproduksi aglutinin baik α dan β yang anti antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O hanya dapat menerima darah dari sesama O saja karena kandungan Aglutinin yang lengkap baik α maupun β. OK
Untuk memeahami konsep ini sebaiknya kita harus tahu bahwa yang digumpalkan atau di Aglutinasekan itu adalah Aglutnogen pada sel darahnya oleh Aglutinin yang ada di plasmanya , bukan Aglutinogen menggumpalkan Aglutinin diplasmanya Mudahnya Plasma darahnya menghancurkan Sel darahnya yang berupa padatan
Penggumpalan atau aglutinase itu hanya terjadi jika tidak sesuai OK berikut pemahamnannya


Maka kapan kita bisa tahu peristiwa penggumpalan ini bisa terjadi  ?
Pertanyaan itu dilontarkan agar kita tahu bahwa ada kenyataan yang terjadi A bisa ketemu α dan β begitu juga B, AB dan O bisa ketemu α dan β sehingga terjadi reaksi Aglutinase  tetapi dimana bisa terjadi ?
Ada 2 hal yang memngkinkan terjadi demikian
  1. Ketika tranfusi karena terburu buru ada kekeliruan analisa kemudian terjadi aglutinase 
  2. Sengaja di buat keliru sehingga tahu sebenarnya golongan darah 
yang ke dua inilah yang hari ini saya tuliskan untuk dipostingkan untuk sampeyan semua yaitu menentukan golongan darah atau Uji Golongan darah sesuai judul postingan

Jadi Prinsipnya yang harus tahu sebelum pelaksanaan adalah bahwa A itu Love  β dan B itu love α bukan sejenis A dengan  α dan B dengan β maka kita harus paham betul 2 hal dibawah ini
  1. Jika ada seorang ingin Donor maka yang dipentingkan sebenarnya oleh Resipien adalah Selnya / padatannya ia punya aglutinogen apa sehingga cocok sesuai dengan yang diberikan si resipien yang kekurangan sel darah 
  2. Jika ada seorang Resipien diberikan darah yang diperhatikan ia mempunyai aglutinin apa didalam Plasmanya  α atau β , Jika ia punya  α  ya jangan diberi A , dan jika  di plasmanya ada β ya jangan diberi B , jika punya  α dan β ya jangan diberi A, B atau AB , karena akan percuma ketika si resipien itu diberi A padahal resipien itu punya α percuma darah tadi dimasukkan akan membawa hal yan sia sia OK
Dari dasar itulah kemudian kebanyakan siswa baru sadar bahwa sebagai O yang bisa di berikan ke semua golongan baik A, B maupun AB serta O sendiri setelah saya berikan pertanyaan bagaimana ia bisa menerima dari O padahal O punya  α dan β . bagaimana dengan  α dan β nya apakah tidak menghancurkan darahnya

Bengong , bingung dan serba salah ketika ia sudah mempercayai doktrin itu sudah didapatkan dari  SD , SMP , SMA .... kenapa ya bagaimana dengan α dan β darah O sebagai donor universal bisa compatibel dengan A dan B resipien, setelah diberikan penjelasan 2 point diatas baru jelas bahwa seorang donor yang dipentingkan itu sel darahnya maka plasma yang tidak diperlukan oleh Resipien itu di buang tak diperlukan , dijual dijadikan serum yang didepan ini untuk Uji golongan darah OK



Dalam praktikum golongan darah diperlukan alat dan bahan sebagai berikut:

Alat

  1. Kartu tes golongan darah (jika tidak ada bisa diganti object glass)
  2. Kapas
  3. Alkohol 70 %
  4. Lancet / Jarum France
  5. Tusuk gigi
Bahan
  1. Serum alfa / anti a
  2. Serum beta / anti b
  3. Serum alfa beta / anti a dan b (tidak harus ada)
  4. Serum anti Rhesus

Cara Kerja

  1. Siapkan kartu uji atau object glass yang telah di beri nomor 1 - 4
  2. Sterilkan salah satu ujung jari dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%
  3. Tusukkan lancet dengan hati-hati dan mantap ke ujung jari yang telah steril, lalu tekanlah ujung jari hingga darah keluar
  4. Teteskan darah pada kartu uji atau object glass sebanyak 4 kali pada tempat yang berbeda sesuai nomor
  5. Teteskan serum alfa sebanyak 1 tetes pada sampel darah pertama, lalu aduklah dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi. Amatilah apa yang terjadi.
  6. Lakukan langkah nomor 5 untuk serum beta, serum alfa-beta, dan serum anti Rhesus
  7. Photolah hasil percobaaan itu kemudian buat laporan yang lengkap dengan hasil data yang anda photo tadi , kalau bisa hasil itu diupload ke internet. untuk catatan suatu saat OK

Perhatian!


  • Buanglah lancet setiap kali habis digunakan! Jangan gunakan lancet untuk lebih dari 1 orang!
  • Jangan sampai keliru memasukkan tutup (pipet) serum alfa ke botol serum beta dan sebaliknya!
Hasil Pengamatan
Contoh hasil pengamatan kamu kira-kira seperti screenshot di bawah ini:
tes golongan darah
Bagaimana menentukan golongan darahnya?
Saya ambil satu contoh baris ke-dua. Perhatikan urutan sampelnya dari kiri ke kanan:
  1. diberi anti Rhesus : menggumpal
  2. diberi serum alfa : tidak menggumpal
  3. diberi serum beta : menggumpal
  4. diberi serum alfa-beta : menggumpal
Kesimpulannya, sang pemilik darah bergolongan darah B Rh+ (golongan B dan golongan Rhesus positif).
Untuk menentukan golongan darah pedomannya sebagai berikut:
Golongan
aglutinogen (antigen) pada eritrosit
aglutinin (antibodi) pada plasma darah
A
B
AB
O
A
B
A dan B
-
b
a
-
a dan b
  • Jika aglutinin a (serum alfa) + aglutinogen A = terjadi aglutinasi (penggumpalan)
  • Jika aglutinin b (serum beta) + aglutinogen B = terjadi aglutinasi (penggumpalan)
  • Jika anti Rhesus (antibodi Rhesus) + antigen Rhesus = terjadi aglutinasi (penggumpalan)
  1. darah + anti Rhesus = aglutinasi -----> terdapat antigen Rhesus -----> gol Rh+
  2. darah + serum alfa = aglutinasi -----> terdapat aglutinogen A -----> gol A
  3. darah + serum beta = aglutinasi -----> terdapat aglutinogen B -----> gol B
Penggunaan serum alfa-beta hanya untuk verifikasi (kepastian) saja. Tidak digunakan juga tidak masalah.

Pembahasan
  • Jika sudah mengetahui Golongan darahnya , Bagaimana jika golongan darahmu itu di donor oleh golongan darah yang ada (4 macam ) berikan alasan mengapa menggumpal atau tidak menggumpal
  • Jika sudah mengetahui golongan darahnya . lakukan juga untuk menghitung keturunan yang muncul jika anda kawin dengan semua gol darah yang ada , berikan alasanya
  • Apa yang kamu ketahui tentang : kata kata dalam sistem transportasi ini :
  1. Aglutinasi
  2. Antigen
  3. Aglutinin
  4. Plasma darah
  5. Serum alpha
  6. Rhesus negatif
  7. Erythroblastosis fetalis
  8. Resipien Universal
  9. Jika golongan darah A kawin dengan B mungkinkah anaknya O jelaskan
  10. Jika golongan darah A di donorkan ke B menggumpal mengapa berikan alasannya
Jadi hasil test golongan darah itu sbb



Amati darah yang telah di tetesi oleh serum aglutinin dengan memperhatikan 4 kemungkinan terjadinya penggumpalan .
  • Kemungkinan pertama, Apabila pada darah yang ditetesi oleh aglutinin α dan aglutinin β terjadi penggumpalan ditetesan aglutinin α , maka darah itu bergolongan darah A. Lihat gambar
 
  • Kemungkinan kedua, Apabila pada darah yang ditetesi oleh aglutinin α dan aglutinin βterjadi penggumpalan ditetesan aglutinin β, maka darah itu bergolongan darah B. Lihat gambar :
 
  • Kemungkinan ketiga, Apabila pada darah yang ditetesi oleh aglutinin α dan aglutinin βterjadi penggumpalan ditetesan aglutinin α maupun aglutinin β, maka darah itu bergolongan darah AB. Lihat gambar :

  •  Dan kemungkinan yang terakhir yaitu apabila pada darah yang ditetesi oleh aglutinin α dan aglutinin β tidak terjadi penggumpalan ditetesan aglutinin α maupun aglutinin β, maka darah itu bergolongan darah O. Lihat gambar :

Tidak ada komentar: