Wednesday, July 11, 2012

BIOLOGI D - E - F


Daerah absisi (abscission zone) : daerah antara dua organ yang terisi dengan jaringan khusus yang berfungsi unutk memisahkan kedua organ tersebut; daerah semacam ini antara lainterdapat pada pangkal tangkai daun dan pangkal gagang bunga sehingga bila tiba waktunya daun dan bunga mudah rontok

Daerah antarberkas (interfascicular region) : bagian jaringan yang terletak di antara jaringan pembuluh; disebut juga jari-jari empulur

Daerah pindah-silang (crossing-over region) : bagian atau segmen kromosom yang terletak di antara dua lokus tertentu

Dahan (branch) : cabang-cabang utama yang tumbuh dari batang pokok tumbuhan, terutama yang berbentuk pohon

Dakriokista (dacryocyst) : kantung air mata

Darah (blood) : cairan yang mengalir dalam sistem oembuluh pada hewan dan manusia, berfungsi mengangkut zat makanan, zat asam (oksigen), dan zat asam arang (karbondioksida)

Berdarah dingin (cold-blooded) : mempunyai suhu badan yang sama dengan lingkungan di sekelilingnya

Berdarah panas (warm-blooded) : istilah yang dipakai untuk binatang yang dapat mengatur suhu badannya supaya tetap

Darwinisme (darwinism) : teori evolusi pada makhluk yang menerangkan terjadinya bermacam-macam makhluk oleh adanya seleksi alam; teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Charles Robert Darwin

Dasar bunga (receptacle) : poros bunga tempat mahkota bunga, putik dan benang sari berdiri; bentuknya bermacam-macam dari runjung sampai cekung

Daun (leaf) : bagian tumbuhan yang melebar, pipih, dan tipis, tumbuh dari batang ataupada ujung-ujung batang, berfungsi untuk fotosintesis dan respirasi

Daun berseling (alternate leaf) : daun yang kedudukannya berseling-seling, silih berganti pada sisi-sisi yang berlawanan (daun pertama pada sisi kiri, yang kedua pada sisi kanan, yang ketiga pada sisi kiri, yang keempat pada sisi kanan, dan seterusnya)

Daun buah  (carpel) : struktur yang menyusun lingkaran bagian-bagian bunga paling dalam; struktur ini berfungsi sebagai megasporofil yang menyusun ginesium

Daun gagang (bract) : daun yang amat tereduksi sehingga sering hanya berupa sisik pada gagang perbungaan dan berfungsi sebagai pelindung bunga, terutama waktu masih kuncup

Daun gantilan (bracteole) : daun pelindung kecil yang tumbuh pada gagang bunga

Daun kelopak (sepal) : salah satu daun yang berubah bentuk dan yang menyusun kelopak bunga

Daun mahkota (petal) : bagian mahkota polipetal yang terbagi-bagi

Daun majemuk (compound leaf) : daun yang terbagi atas dua sampai banyak anak daun, misalnya daun turi, asam, kacang, kelapa, dan palem

Daun pembalut (involucre) : sekelompok daun pelindung yang bersama-sama menyangga perbungaan, misalnya pada gerbera, bunga matahari, dan kenikir

Daun pemikat (decoy leaf) : metamorfosis daun pelindung Bougainvillea spectabilis atau kelopak Mussaenda philippica menjadi bagian bunga yang mencolok warnanya

Daun tenda (tepal) : salah satu daun yang membentuk hiasan bunga bila daun mahkota dan daun kelopak tidak dapat dibedakan

Daur (cycle) : rangkaian peristiwa yang berlangsung secara teratur demikian rupa sehingga peristiwa yang terakhir selalu diikuti kembali oleh peristiwa pertama

Daur hidup (life cycle) : urutan perubahan makhluk hidup dalam masa antara terjadinya pembuahan sel telur sampai individu yang dihasilkan dari pembuahan tersebut menghasilkan pembuahan berikutnya untuk memulai kembali peristiwa kehidupan seperti induknya

Daur Krebs (Krebs cycle) : disebut juga siklus asam sitrat; daur reaksi-reaksi yang kompleks yang dikontrol oleh enzim-enzim; dengan adanya dua asam piruvat diubah menjadi CO2 dan ATP (suatu sumber energi); daur ini melengkapi tingkat terakhir oksidasi karbohidrat; glikogen atau glukosa diubah selama glikolisis menjadi asam piruvat; daur ini juga berhubungan dengan fase-fase terakhir oksidasi lemak dan juga sintesis beberapa asam amino; di samping itu, daur ini juga ada hubungannya dengan mitokondria yang mengandung sistem enzim tersebut

Daya dukung (carrying capacity) : kemampuan menampung oleh suatu habitat yang diukur berdasarkan jumlah maksimum individu yang dapat hidup normal dalam habitat tersebut

Dedaunan (foliage) : keadaan atau sifat daun suatu tumbuhan secara keseluruhan

Degenerasi (degeneration) : keadaan bila individu atau jenis kehilangan seluruh atau sebagian dari salah satu atau dari beberapa organnya selama proses daur hidup atau perjalanan evolusinya

Dekonjugasi (deconjugation) : terpisahnya kromosom-kromosom homolog yang terlalu cepat (abnormal), yaitu terjadi sebelum akhir profase; dekonjugasi terjadi pada pembelahan meiosis

Dendrogram (dendrogram) : diagram berbentuk pohon yang menunjukkan derajat persamaan di antara anggota-anggota suatu kelompok makhluk hidup

Denitrifikasi (denitrification) : rangkaian proses mikrobiologi dalam tanah yang mencakup proses reduksi senyawa nitrat menjadi nitrit dan tereduksinya nitrit lebih lanjut menjadi nitrogen bebas (N2)

Dens (dens) : gigi, bintil, atau tonjolan yang berbentuk seperti gigi

Dentin (dentine) : unsur penyusun utama gigi yang berupa bahan berkapur mirip tulang, tetapi lebih keras dan lebih padat

Denyut (pulse) : gerak berulang secara teratur; contoh: denyut jantung dan denyut nadi

Dermatofit (dermatophyte) : jamur yang hidup sebagai parasit pada jaringan berkeratin, seperti rambut, kulit dan kuku; contoh: jamur kurap dan panu

Dermatologi (dermatology) : ilmu yang mempelajari seluk-beluk kulit dan penyakit-penyakit kulit

Dermatomikosis (dermatomycosis) : penyakit kulit pada manusia atau binatang yang disebabkan oleh jamur

Dermis (dermis) : lapisan luar talus (thallus) pada lumut kerak atau pada tubuh buah Basidiomycetes

Determinasi (determination) : penentuan identitas suatu takson dengan menggunakan takson lain yang identitasnya sudah diketahui sebagai pembanding; apabila ciri-ciri kedua takson itu sama, identitasnya dianggap sama; hasil determinasi biasanya berupa nama ilmiah

Devon (Devonian) : periode keempat era Paleozoikum, berlangsung antara 350-300juta tahun yang lalu, ditandai oleh merajalelanya bangsa ikan dan munculnya binatang amfibi, serta mulai banyaknya tumbuhan darat berupa paku pohon

De Vriesianisme (de Vriesianism) : teori yang mengatakan bahwa evolusi makhluk pada umumnya dan pembentukan jenis pada khususnya merupakan hasil mutasi radikal

Diabetes insipidus (diabetes insipidus) : penyakit pada manusia yang disebabkan oleh kekurangan hormon vasopresin atau hormon antidiuretik (ADH) akibat gangguan pada kelenjar pituitari (hipotalamus), ditandai dengan pembentukan air kencing yang berlebihan

Diabetes melitus (diabetes mellitus) : penyakit kronis pada manusia yang disebabkan oleh gangguan metabolisme karbohidrat sebagai akibat kurangnya hormon insulin yang dibentuk oleh kelenjar insulin, ditandai dengan kadar glukosa yang tinggi di dalam darah serta adanya glukosa di dalam air kencing

Diafragma (diaphragm) : dinding atau selaput pemisah; (1) jaringan yang memisahkan rongga dada dari rongga perut pada binatang menyusui (mamalia); (2) membran (selaput tipis) yang memisahkan jantung dari bagian-bagian lain tubuh serangga

Diagnosis (diagnosis) : upaya untuk menentukan macam penyakit dan penyebabnya berdasarkan tanda-tanda atau gejala-gejala yang ditimbulkannya

Diapause (diapause) : masa penangguhan pertumbuhan (dormansi) secara spontan pada serangga yang sama sekali tidak dipengaruhi /disebabkan oleh perubahan keadaan iklim; diapause dapat menyangkut perkembangan embrio, larva, atau pupa, atau terhentinya kegiatan seksual serangga dewasa

Diaspora (diaspore) : setiap satuan (spora, benih) yang dipakai untuk penyebarluasan suatu jenis dan karena itu harus mampu berkembang menjadi makhluk baru

Diastol (diastole) : gerakan pengembangan ruangan-ruangan jantung secara teratur untuk menyerap/menyedot darah ke dalam jantung; irama denyut jantung merupakan rangkaian gerakan mengembang (diastol) dan mengempisnya jantung (sistol) secara silih berganti

Diatom (diatom) : kelas ganggang yang selnya dikelilingi oleh suatu cangkang yang menyerupai kotak, yang mengandung silika

Diferensiasi (differentiation) : proses pertumbuhan secara fisiologi dan morfologi yang terjadi dalam suatu sel, jaringan, atau organ-organ yang dimulai dari bagian-bagian yang bersifat meristem menjadi bagian-bagian dewasa dan yang dilanjutkan dengan spesialisasi bagian-bagian tersebut sehingga khas bentuk dan fungsinya

Difiletik (diphyletic) : sifat takson makhluk yang mempunyai dua garis asal usul

Difiodon (diphyodont) : makhluk yang memiliki dua macam perangkat gigi, yaitu gigi susu dan gigi tetap seperti pada manusia dan kebanyakan mamalia lainnya

Difusi (diffusion) : proses perpindahan partikel-partikel (molekul atau ion) suatu zat dari larutan yang konsentrasinya lebih tinggi ke dalam larutan yang konsentrasinya lebih rendah, untuk mencapai keseimbangan (homogen)

Digen (digenic) : sifat yang dikendalikan oleh dua gen yang saling melengkapi pengaruhnya

Digenesis (digenesis) : 1. pergantian generasi, yang cara berkembangbiaknya bergantian antara bentuk seksual dan aseksual, misalnya pada lumut dan paku-pakuan; 2. dalam sitologi berarti pergiliran antara bentuk haploid dan diploid

Dikarion (dicaryon) : keadaan hifa yang sel-selnya masing-masing mengandung dua inti, sebagai hasil proses plasmogami; dalam proses selanjutnya kedua inti itu akan bergabung menjadi satu (kariogami)

Dikariotik (dicaryotic) : keadaan hifa yang sel-selnya mengandung dua inti sebagai akibat terjadinya plasmogami, tetapi sebelum berlangsungnya kariogami

Dikogami (dichogamy) : sifat bunga yang kepala putik dan serbuk sarinya tidak bersamaan waktu masaknya sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan silang; contoh: jeruk besar, jeruk purut, jeruk siem

Dikotil (dicotyledon) : tumbuhan yang bijinya berkeping dua; contoh: kacang-kacangan, nangka, durian, mangga dan rambutan; keping biji akan terlihat jelas ketika sedang berkecambah; dua keping biji ini berpasangan di bawah pasangan daun pertama

Dikotomi (dichotomy) : sistem percabangan yang pada setiap titik percabangannya selalu membentuk dua cabang

Diktiosom (dictyosome) : unsur dari aparat Golgi

Dimonesis (dimonoecious) : sifat tumbuhan yang mempunyai tiga macam bunga, yaitu bunga banci, betina, dan bunga jantan; contoh: bunga bangkai (Amorphophallus titanium) dan kerabatnya

Dimorfisme (dimorphism) : terdapatnya dua macam bentuk daun atau bunga pada satu tumbuhan

Dinding sel (cell wall) : dinding yang mengelilingi protoplasma sel pada tumbuhan; sreingkali seluruh dinding tampak tebal

Dinding spora (spore wall) : dinding yang membungkus spora; tebal dan hiasan permukaannya bermacam-macam tergantung pada jenisnya

Diesis (dioecious) : sifat tumbuhan yang bunga jantan dan bunga betinanya terdapat pada dua individu (terpisah); contoh: pala

Diplobasilus (diplobacillus) : bakteri yang berbentuk batang, aerob, dan gram negatif; hidup secara parasit pada selaput lendir

Diplobion (diplobiont) : tumbuhan yang mempunyai musim bunga dua kali dalam satu tahun

Diploid (diploid) : sifat atau keadaan yang ditandai dengan dua perangkat kromosom; dalam penulisan sifat ini biasanya dituliskan dengan tanda 2n = 2x; contoh: temu mangga (Curcuma mangga Val.) 2n = 2x = 42, artinya kromosomnya 2 perangkat @21, jadi 2 x 21 = 42

Diplokokus (diplococcus) : sepasang kokus yang berdempetan

Diplon (diplont) : makhluk yang mempunyai jmlah kromosom dua pasang pada tiap intisel somantiknya

Diplonema (diplonema) : benang kromosom berganda yang terlihat pada fase diploten pada pembelahan meiosis

Diptera (Diptera) : salah satu bangsa serangga yang hanya mempunyai sepasang sayap. meliputi nyamuk, agas, dan lalat; pasangan sayap yang belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter. adapula Diptera yang tidak mempunyai pasangan sayap.

Disakarida (disaccharide) : senyawa sakaradia/ gula yang bila mengalami hidrolisis menghasilkan dua molekul monosakarida; contoh : laktosa dan maltosa

Disimilasi (dissimilation) : proses perombakan substansi dalam tubuh makhluk menjadi komponen-komponen lain yang lebih sederhana; pada proses ini juga dilepaskan/dihasilkan energi; proses ini disebut katabolisme

Disinfektan (disinfectant) bahan kimia yang mampu membunuh atau memusnahkan jasad renik yang merugikan; disinfektan bakteri; istilah ini digunakan khusus untuk bahan kimia yang diaplikasikan pada benda-benda (objek) mati (lantai kamar kecil, kamar mandi, dan lain-lain); bandingkan dengan antiseptik

Disom (disomic) : sifat mempunyai dua kromosom atau gen yang homolog

Distal (distal) : jauh dari titik asal atau titik melekatnya ; lawannya proksimal

Diurnal (diurnal) : sifat atau kebiasaan makhluk untuk aktif terutama pada waktu siang hari

Divisi (division) salah satu takson (satuan taksonomi) yang tertinggi tingkatnya, yang membawahi kelas-kelas yang berkerabat

Dominan (dominant) : 1. keunggulan dalam suatu faktor keturunan pada individu terhadap individu yang lain sehingga pada keturunan hasil perkawinan kedua individu muncul sifat dari faktor yang unggul; contoh : rambut hitam dominan terhadap rambut putih atau pirang; 2. jumlah individu yang besar dari suatu jenis dalam suatu populasi; contoh : pohon kelapa di daerah pantai

Dorman (dormant) : keadaan atau sifat terhambatnya pertumbuhan atau perkembangan untuk sementara waktu (dapat sampai berbulan-bulan) meskipun keadaan lingkungan sebenarnya bersifat menunjang (air cukup, cahaya, suhu baik, dll); biji yang dalam keadaan dorman tidak akan berkecambah meskipun semua persyaratan untuk berkecambah biji tersebut dipenuhi; bila masa dorman telah dilampaui, barulah terjadi perkecambahan

Dorsal (dorsal) : bagian atas / belakang atau permukaan atas

Dosis (dose;dosage) takaran obat, pupuk, pestisida, dsb; menyatakan banyaknya bahan (dalam gram) persatuan bobot badan atau satuan luas lahan, yang  akan menghasilkan efek yang optimal

Duodenum (duodenum) : bagian usus yang terletak antara lambung (perut besar) dan usus halus; pada orang dewasa panjangnya + 25 cm; saluran empedu dan pankreas bermuara pada bagian usus ini

Duplikasi Kromosom (chromosome duplication) : penggandaan jumlah kromosom menjadi dua kali jumlah semula yang dihasilkan pada setiap pembelahan  sel mitosis, yang berakhir  dengan dua buah sel yang memiliki jumlah kromosom yang sama

Duri (spine) : organ kuat berkayu, langsing, kaku, dan berujung tajam serta umumnya berasal dari jaringan kayu.
Ectoprocta (Ectoprocta) : kelompok koloni hewan akuatik kecil yang dianggap sebagai kelas Plyzoa

Edafit (edaphytes) : jenis-jenis tumbuhan yang daerah penyebarannya ditentukan oleh faktor-faktor tanah

-Edar
peredaran darah (blood circulation) : perputaran darah dalam tubuh binatang melalui jaringan pembuluh, yang dilengkapi dengan alat pemompa (jantung) dan alat untuk mengisikan oksigen (paru-paru atau insang)

peredaran paru-paru (pulmonary circuation) : rangkaian sistem aliran darah antara jantung dan paru-paru, yaitu dari bilik kanan melalui arteri ke paru-paru, dan dari paru-paru ke jantung (serambi kiri) melalui pembuluh balik; terdapat pada manusia dan vertebarata lainnya

Edema (oedema) : pembengkakan jaringan karena rongga antarsel terisi oleh cairan tubuh secara tidak normal; contoh: pembengkakan pada kaki karena penyakit beri-beri

Efira (ephyra) : bentuk peralihan pada ubur-ubur, antara bentuk polip (tidak bergerak) sifistoma dan bentuk medusa (bergerak) sifozoa

Ekologi (ecology) : cabang ilmu pengetahuan tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya; termasuk di dalamnya perkembangan komunitas, interaksi antarjenis dan antarmakhluk, penyebaran geografis, dan perubahan susunan peralihan populasi

Ekoprototandri (ecoprototandry) : peristiwa masaknya bunga jantan lebih dulu daripada masaknya bunga betina

Ekoprotogeni (ecoprotogeny) : peristiwa masaknya bunga betina lebih dulu daripada masaknya bunga jantan

Ekor (cauda) : bagian tubuh yang terletak setelah (di belakang) abdomen atau penjuluran yang menyerupai ekor (dalam pengertian umum); pada vertebrata ekor dapat dengan tegas dibedakan dari bagian tubuh lainnya karena bagian ini merupakan bangunan khusus; contoh: ekor kadal, ekor burung, ekor sapi, dan ekor monyet

Ekosistem (ecosystem) : satuan komunitas ekologi yang merupakan suatu sistem, terdiri atas komponen hayati (makhluk hidup) dan nonhayati (tanah, air, bangunan dll); dalam suatu ekosistem tercermin adanya hubungan timbal balik antara unsur-unsur penyusunnya yang telah menunjukkan kemantapan dan keswasembadaan

Ekotipe (ecotype) : bagian populasi jenis yang menunjukkan ciri-ciri morfologi kimia atau fisiologi yang mantap dan diatur oleh faktor-faktor genetika yang berkaitan dengan keadaan-keadaan ekologi tertentu, tetapi yang dianggap kurang berarti dari sudut taksonomi


Eksikati (exsiccati) : sekumpulan spesimen jamur yang dikeringkan dan berlabel tercetak serta disebarluaskan kepada semua herbarium utama dan umumnya diacu dalam penelitian-penelitian taksonomi

Eksin (exine) : dinding paling luar serbuk sari, biasanya mempunyai pola permukaan yang khas untuk tiap jenis tumbuhan dan tahan terhadap pelapukan; karena adanya lapisan keras yang berpola khas ini, serbuk sari yang berumur ribuan tahun masih bisa diidentifikasi

Ekskresi (excretion) : pembuangan cairan (berisi bahan-bahan sisa metabolisme) dari dalam tubuh hewan atau tumbuhan melalui saluran atau jaringan khusus; contoh: keringat

Ekskreta (excreta) : zat-zat (umumnya padat) yang dikeluarkan dari tubuh binatang

Eksodermis (exodermis) : 1. lapisan sel yang bergabus, terletak di bawah lapisan epidermis pada akar berbagai jenis anggrek; 2. lapisan di luar sel korteks (cortical cell) yang setelah mengalami proses penebalan dengan suberin atau kutin, akan menggantikan epidermis pada akar

Eksogami (exogamy) : perkawinan individu gamet-gamet yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan

Eksogen (exogenous) : berasal dari luar atau disebabkan oleh faktor luar

Eksokarp (exocarp) : lapisan terluar dari kulit buah; disebut juga epikarp

Eksokrin (exocrine) : kelenjar yang sekresinya dialirkan melalui saluran khusus; lawannya adalah endokrin

Eksospora (exospore) : spora aseksual yang terbentuk karena pemisahan bagian ujung sel induk; proses pemisahan tersebut disebut abstriksi; spora semacam ini dijumpai pada Phycomycetes

Eksterior (exterior) : terdapat di luar bagian tubuh tertentu, misalnya tali pusar terhadap bagian perut fetus; lawannya interior (di bagian dalam)

Ekstrinsik (extrinsic) : sifat yang menerangkan bahwa asalnya dari luar dan bukan dari dalam badan

Eksudat (exudate) : zat-zat yang diekskresikan melalui lubang pori-pori, misalnya keringat

Eksuvia (exsuviae) : 1. fosil sisa-sisa hewan; 2. bagian kutikula yang ditinggalkan pada proses pergantian kulit; contoh: pada ular

Ektoamoeba (ectoamoeba) : amoeba yang hidup di luar makhluk lain

Ektoderma (ectoderm) : lapisan nutfah yang paling luar pada embrio binatang, yang pada perkembangan selanjutnya akan membentuk lapisan epidermis dan jaringan saraf

Ektofagus (ectophagous) : sifat makhluk hidup (parasit) yang hidup, berkembang, dan memperoleh makanan pada permukaan tubuh inangnya

Ektogenesis (ectogenesis) : pertumbuhan embrio secara buatan (di luar tubuh individunya); cara pertumbuhan semacam ini dinamakan pembiakan in vitro

Ektoparasit (ectoparasite) : parasit yang hidup di bagian luar (pada permukaan) tubuh inangnya

Ektoplas (ectoplast) : lapisan tipis protoplasma yang terdapat di sepanjang sisi (bagian) dalam dinding sel

Ektoplasma (ectoplasm) : lapisan paling luar, protoplasma sel, yaitu bagian yang langsung berbatasan dengan dinding sel

Ektosom (ectosome) : butir-butir sitoplasma khusus yang merupakan kekhasan sel-sel induk nutfah dan sel-sel tangkai pada bangsa Copepoda

Ektospora (ectospore) : lapisan tipis dinding spora yang terletak di sebelah luar perispora, umumnya hanya terlihat dengan pembesaran yang kuat

Ektotrof (ectotrophic) : pertumbuhan mikoriza yang menutupi permukaan atas tumbuhan inangnya

Ekuinoktial (equinoctial) : saat matahari (secara khayal) melewati garis khatulistiwa; pada saat itu panjang hari siang adalah panjang hari malam di daerah khatulistiwa; hal ini terjadi pada tanggal 21 Maret dan 23 September

Elaioplankton (elaioplankton) : plankton yang menghasilkan dan menyimpan butiran-butiran minyak sehingga tubuhnya terapung di air

Elastin (elastin) : protein pembentuk serat pada jaringan pengikat antara dua tulang pada vertebrata, bersifat lentur (elastis) sehingga dapat menggerakkan tulang

Elektosom (electosome) : kondriosom yang dianggap sebagai pusat kegiatan reaksi-reaksi kimia dalam protoplasma

Elevator (elevator) : otot yang berfungsi untuk mengangkat bagian tubuh tertentu

Elitra (elytra) : sayap muka kumbang Coleoptera yang sudah termodifikasi; sayap ini tebal dan kuat, yang juga berfungsi untuk melindungi sayap tipis yang berada di bawahnya/di belakangnya

Email (enamel) : bahan keras yang mengandung lebih dari 90 persen kalsium dan magnesium yang membentuk suatu lapisan yang menyelubungi dentin pada gigi; email juga membentuk mantel pada sisik

Emaskulasi (emasculation) : perlakuan terhadap bunga berkelamin ganda dengan cara membuang benang sari sebelum serbuk sarinya terlepas dari kotaknya agar tidak terjadi penyerbukan sendiri, kemudian dilakukan penyerbukan dengan serbuk sari dari bunga lain

Embrio (embryo) : 1. binatang muda sebelum meninggalkan badan induknya (sebelum dilahirkan) atau sebelum menetas (masih dalam telur); pada manusia pengertian embrio mencakup sejak menempelnya zigot pada dinding rahim, sampai masa delapan minggu setelah terjadinya konsepsi; 2. sporofit muda tumbuhan berbiji setelah berlangsungnya proses pembuahan; dalam perkembangan terakhir umumnya embrio terdiri atas plumula, radikula, dan keping biji; pada anggrek embrio terdiri atas kumpulan sejumlah sel saja

Embryophyta (Embryophyta; Embryophyte) : semua tumbuhan yang mempunyai alat kelamin bersel banyak dan membentuk embrio, mencakup semua tumbuhan berbiji (Spermatophyta) dan tumbuhan lumut (mempunyai arkegonium); bandingkan dengan Mycophyta dan Thallophyta

Embriogeni (embryogeny) : proses pertumbuhan dan perkembangan embrio

Embun berbulu (downy mildew) : nama umum penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jenis-jenis jamur suku Peronosporaceae; gejala serangan terlihat pada permukaan daun yang dipenuhi embun berbulu-bulu; bulu-bulu tersebut sebenarnya adalah konidiofor yang bermunculan dari celah-celah mulut daun

Empedu (bile) : organ berupa kantung yang menempel pada hati; di dalamnya terdapat cairan basa berwarna kehijauan yang disalurkan melalui suatu pembuluh yang bermuara pada usus; cairan tersebut berfungsi untuk membantu pencernaan lemak dan penyerapannya setelah dicerna; cairan empedu memberikan warna kuning pada feces

Empulur (pith) : jaringan dasar di tengah-tengah (daerah pusat) batang atau akar

Emulsi (emulsion) : campuran dua macam cairan yang tidak bercampur sempurna; cairan yang satu membentuk butir-butir kecil di dalam cairan yang lain, misalnya minyak di dalam air

Endemik (endemic) : 1. makhluk hidup yang penyebarannya terbatas pada daerah tertentu saja; 2 penyakit yang penyebarannya terbatas (satu tempat)

Endoderma (endoderm) : epitel organ pencernaan dan pernapasan serta kelenjar yang terdapat dalam saluran pencernaan

Endodermis (endodermis) : lapisan korteks paling dalam yang menyelubungi stele, khas terdapat pada akar dan batang paku-pakuan (Pteridophyta) dan beberapa Dikotiledon

Endofagus (endophagous) : sifat makhluk hidup (parasit) yang hidup, berkembang, dan memperoleh makanan di dalam tubuh inangnya

Endofit (endophyte) : tumbuhan yang hidup di dalam tumbuhan lainnya atau di dalam tubuh hewan, biasanya sebagai parasit

Endogami (endogamy) : proses reproduksi secara kawin antara individu yang sangat dekat kekerabatannya

Endogen (endogenous) : sifat atau keadaan sesuatu yang terbenam, hidup, tumbuh, atau mengalami perkembangan dalam organ atau substrat

Endokarp (endocarp) : lapisan dinding buah (perikarp) yang paling dalam

Endokrin (endocrine) : kelenjar yang tidak mempunyai saluran untuk mengalirkan hasil sekresinya; sekresinya dirembeskan ke dalam sistem sirkulasi yang ada di dalam tubuh; contoh: kelenjar endokrin, kelenjar hormon

Endokrinologi (endocrynology) : ilmu tentang kelenjar endokrin pada manusia dan vertebrata lainnya, khususnya mengenai hormon yang dihasilkan dan pengaruhnya terhadap proses dalam tubuh

Endomiksis (endomixis) : peristiwa penyusunan kembali inti sel tanpa adanya konjugasi terlebih dahulu, seperti terjadi pada Protozoa

Endomitosis (endomitosis) : proses pembelahan sel yang proses penggandaan kromosomnya tidak diikuti pembelahan inti sel; akibatnya, setelah berlangsungnya proses ini inti sel atau sel mengandung jumlah kromosom dua kali lipat jumlah kromosom semula

Endoparasit (endoparasite) : parasit yang hidup di dalam tubuh inangnya

Endoplasma (endoplasm) : bagian dalam protoplasma sel

Endosperma (endosperm) : jaringan yang mengandung persediaan makanan yang terbentuk dalam kantung embrio tumbuhan berbiji; pada waktu biji berkecambah, persediaan makanan ini dimanfaatkan untuk pertumbuhan kecambah

Endospora (endospore) : lapisan tipis dinding spora yang terletak paling dalam dan umumnya terbentuk paling akhir dalam sporogenesis

Endostrakum (endostracum) : lapisan bagian dalam cangkang kerang yang umumnya berwarna putih bersih

Endotelium (endothelium) : lapisan tunggal yang terdiri atas sel-sel pipih yang melapisi jantung, pembuluh darah dan pembuluh limfa pada vertebrata

Endotesta (endotesta) : lapisan testa yang terdalam, biasanya tipis dan lunak seperti selaput

Endozoik (endozoic) : penyebaran biji tumbuhan oleh hewan dengan cara menelannya dan mengeluarkannya bersama-sama kotoran; contoh: penyebaran oleh burung, musang

Energi (energy) : tenaga atau daya yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan; energi dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pada bahan; contoh: sinar matahari

Energid (energid) : unit protoplasma; sel dengan atau tanpa dinding sel

Ensefalon (encephalon) : otak atau bagian kepala yang berisi otak

Ental (frond) : 1. organ serupa daun, pada palem atau tumbuhan paku; 2. organ serupa daun dengan sifat morfologi yang tidak jelas

-Enten
mengenten (grafting) : menyambung sepotong ranting (skion, batang atas) ke batang tanaman lain yang disebut batang bawah

Enteron (enteron) : saluran pencernaan secara keseluruhan (mulai dari mulut sampai anus)

Entoderma (entoderm) : lapisan paling dalam dari tiga lapisan sel embrio pada hewan, yang kemudian berkembang menjadi lapisan selaput dalam saluran pencernaan, saluran tenggorokan, paru-paru, hati, dan pankreas

Entomofil (entomophily) : penyerbukan bunga dengan bantuan/perantaraan serangga

Entomologi (entomology) : ilmu yang mempelajari seluk-beluk kehidupan serangga

Entoparasit (entoparasite) : parasit yang hidup dan makan di dalam tubuh inangnya; contoh: cacing dalam tubuh manusia atau hewan lainnya

Enzim (enzyme) : substansi organik yang dihasilkan oleh sel-sel makhluk hidup, berupa protein yang sangat kompleks, yang penting peranannya sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia di dalam tubuh makhluk hidup; biasanya untuk dapat melaksanakan fungsinya, enzim memerlukan kehadiran koenzim atau aktivator; tiap jenis enzim mempunyai tugas khusus; contoh: enzim amilase, lipase, pepsin, dan tripsin

Eofil (eophyl) : daun-daun pertama yang dihasilkan pada semai dengan helaian yang berwarna hijau; daun-daun ini kelak akan digantikan fungsinya oleh daun-daun yang berbentuk normal (daun tumbuhan dewasa) yang disebut metafil

Eosen (eocene) : kurun waktu dalam geologi, merupakan subdivisi zaman tersier, berlangsung sejak dari 54 sampai 38 juta tahun yang lalu

Epidemi (epidemic) :  1. penyakit yang menyerang sejumlah besar orang pada daerah tertentu pada waktu yang sama, dan menular dari satu orang ke orang lain, misalnya suatu penyakit yang tidak terdapat secara tetap pada dareah itu; 2. pengaruh yang hebat dari suatu penyakit yang bersifat sementara

Epidemiologi (epidemiology) : bagian ilmu penyakit yang khusus mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan penjangkitan suatu penyakit menular; lihat epidemi

Epidermis (epidermis) : lapisan sel-sel paling luar pada tubuh hewan atau tumbuhan; pada tumbuhan tebalnya hanya satu lapis dan pada bagian tumbuhan di atas tanah biasanya tertutup oleh lapisan gabus; pada binatang tebalnya beberapa lapis, kecuali pada invertebrata

Epifit (epiphyte) : tumbuhan yang tumbuh menumpang pada tumbuhan lain, tetapi tidak mengambil unsur hara secara langsung dari tumbuhan yang ditumpanginya; jadi, epifit tidak merugikan tumbuhan yang ditumpanginya; jenis-jenis tumbuhan ini kadang-kadang juga dijumpai tumbuh secara alami pada atap-atap bangunan; contoh: anggrek dan pakis

Epifitotik (epiphytotic) : penyakit menular pada suatu jenis tanaman tertentu yang tiba-tiba berjangkit secara luas pada suatu daerah

Epigean (epigean) : 1. keadaan tumbuhan di atas tanah, terutama tumbuhan yang bijinya terangkat di atas tanah pada waktu berkecambah; keadaan serangga yang hidup di dekat atau pada permukaan tanah

Epikarp (epicarp) : lihat Eksokarp

Epikotil (epicotyl) : bagian batang embrio atau kecambah yang berada di atas kotiledon (keping biji)

Epinasti (epinasty) : keadaan pertumbuhan permukaan atas daun yang lebih cepat daripada permukaan bawah hingga daun tersebut melekuk ke bawah

Epipetal (epipetalous) : keadaan bunga yang bagian pangkal benang sarinya melekat menjadi satu dengan daun mahkota bunga

Epistasis (epistasis) : pengaruh yang disebabkan oleh suatu gen terhadap gen lainnya (bukan alel) sehingga sifat yang berasal dari gen tersebut tidak muncul (tersembunyi)

Epiteka (epitheca) : cangkang diatom yang terletak di bagian atas/luar, yang menutup cangkang bawah (dalam)

Epitelium (epithelium) : 1. jaringan sekuler binatang yang melapisi permukaan rongga atau pembuluh, terdiri atas satu lapis sel atau lebih membentuk selaput pembungkus; 2. jaringan penutup rongga-rongga paling luar pada tumbuhan, yang terdiri atas satu lapis sel parenkima atau lebih yang cukup tebal

Epizoik (epizoic) : bersifat menempel pada bagian luar tubuh binatang

Epizootik (epizootic) : wabah penyakit yang menyerang banyak hewan dari jenis yang sama pada waktu yang sama

Eradikasi (eradication) : pemusnahan total tanaman yang terserang penyakit ataupun seluruh tumbuhan inang untuk membasmi suatu penyakit

Erepsin (erepsin) : enzim pemecah protein (proteolitik) yang diperoleh dari cairan usus yang sebenarnya merupakan campuran beberapa macam peptidase

Eritrosit (erythrocyte) : sel darah merah

Esofagus (oesophagus) : bagian saluran pencernaan antara tenggorokan dan lambung

Esterase (esterase) : enzim yang berperan sebagai pemacu reaksi hidrolisis atau sintesis senyawa-senyawa ester

Estrogen (estrogen; oestrogen) : hormon kelamin yang dihasilkan terutama oleh ovari dan berfungsi antara lain untuk merangsang munculnya tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita atau binatang betina

Estrus (estrous; oestrous) : masa birahi pada hewan mamalia betina

Etiolasi (etiolation) : gejala pertumbuhan yang tidak normal (antara lain ditandai oleh batang memanjang dan daun yang berwarna pucat) karena keadaan kurang cahaya

Etiolin (etiolin) : pigmen kuning yang terdapat dalam klorofil tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap

Etnobotani (etnobotany) : cabang ilmu botani yang mempelajari pemanfaatan tumbuhan dalam keperluan kehidupan sehari-hari dan adat suatu suku bangsa; contoh: tikar pandan, tempat nasi dari bambu, daun sirih dalam upacara adat perkawinan

Etologi (ethology) : ilmu atau cabang ilmu yang mempelajari perilaku binatang dalam keadaan lingkungan yang alami

Eugenika (eugenics) : ilmu yang mempelajari peningkatan bangsa manusia dengan cara menerapkan hukum-hukum kebakaan

Euhermafrodit (euhermaphrodite) : sifat hermafrodit normal pada tumbuhan berbunga, ditandai dengan adanya putik dan benang sari yang lengkap pada satu kuntum bunga

Euploid (euploid) : memiliki jumlah kromosom yang besarnya merupakan kelipatan jumlah pada monoploid atau haploid

Evolusi (evolution) : proses perubahan pada makhluk secara bertahap oleh pengaruh alami sehingga terbentuk organ/bentuk baru yang berbeda dari bentuk semula atau menghasilkan makhluk hidup jenis baru

Ex situ (ex situ) : keadaan suatu makhluk di luar tempat alamiahnya yang asli atau posisi normalnya; dipergunakan untuk usaha pelestarian jenis di luar habitatnya

F1, F2, F3, dst (F1, F2, F3, etc) : simbol yang umum digunakan untuk menunjukkan keturunan hasil persilangan, baik pada tanaman maupun pada hewan; F1 merupakan hasil persilangan antar-induk; F2 merupakan hasil persilangan antara sesama anggota F1; F3 merupakan hasil persilangan antara sesama anggota F2, dst

Fag (phage) : virus yang menyerang jasad renik tertentu dan menyebabkan hancurnya (lisis) dinding sel jasad renik tersebut

Fagosit (phagocyte) : sel yang berfungsi sebagai pemakan benda-benda asing di dalam tubuh; contoh: sel-sel darah putih

Faktor biotik (biotics factors) : pengaruh lingkungan yang timbul dari kegiatan makhluk hidup

Faktor edafik (edaphic factors) : keadaan tanah yang berpengaruh terhadap tumbuhan, ditentukan oleh faktor-faktor fisik, kimiawi, tumbuhan, dan hewan tanah

Faktor iklim (climatic factors) : pengaruh cuaca terhadap makhluk hidup di suatu daerah, terutama yang disebabkan oleh suhu, curah hujan dan angin

Faktor lingkungan (external factors) : keadaan sekeliling yang berpengaruh terhadap kehidupan suatu jenis makhluk hidup, terutama pengaruh tanah, iklim, dan makhluk hidup lainnya

Falang (phalange) : tulang ruas-ruas jari kaki vertebrata

Falenofili (phalaeonophily) : penyerbukan bunga dengan perantaraan kupu-kupu malam

Fanerokotil (phanerocotylar; epigeous) : keadaan bila kotiledon semai terletak di atas permukaan tanah

Faring (pharynx) : bagian belakang mulut yang sekaligus merupakan bagian atas tenggorokan

Faset (facet) : permukaan luar kornea pada mata majemuk serangga

Fekunditas (fecundity) : kemampuan makhluk hidup menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak

Femur (femur) : 1. tulang paha atau tulang proksimal anggota badan bagian belakang pada vertebrata; 2. ruas ketiga pada kaki serangga dan laba-laba dihitung dari ujung proksimal

Fenologi (phenology) : ilmu yang mempelajari fenomena atau gejala biologi yang berkala dalam hubungannya dengan iklim (misalnya migrasi burung, musim perkawinan burung, waktu berbunga atau berbuah tumbuhan tertentu)

Fertil (fertile) : mampu menghasilkan keturunan

Fertilisasi (fertilization) : bersatunya gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan zigot

Fetus (foetus) : embrio vertebrata yang masih berada dalam telur atau dalam kandungan induknya

Fibrin (fibrin) : protein berbentuk serat yang terbentuk pada proses penggumpalan/pembekuan darah; fibrin berasal dari fibrinogen yang berubah karena aktivitas trombin; fibrin tidak larut dalam pelarut protein umumnya, tetapi dapat dilarutkan dengan enzim tertentu seperti plasmin dan pepsin

Fibrinogen (fibrinogen) : globulin (sejenis protein) dalam darah yang dapat berubah menjadi fibrin karena pengaruh aktivitas trombin pada proses pembekuan darah; fibrinogen dihasilkan oleh hati

Fibrosit (fibrocyte) : sel jaringan pengikat, mengandung zat kolagen

Fikosianin (phycocyanin) : kelompok zat warna, yang terdiri atas warna merah dan biru yang bersama-sama klorofil terdapat pada ganggang merah dan ganggang hijau biru; fungsinya serupa dengan karoten dalam fotosintesis dengan menyerap energi cahaya untuk membentuk klorofil

Filariasis (filariasis) : penyakit pada manusia disebabkan oleh cacing Filaria bancrofti, menyebabkan kaki mengembang (seperti kaki gajah) akibat gangguan pada getah bening; juga disebut elefantiasis

Filodium (phyllodium) : tangkai daun yang pipih menyerupai daun dan berfungsi seperti daun, misalnya pada Acacia

Filogeni (phylogeny) : hubungan asal-usul suatu makhluk, terutama mengenai tumbuhan, yang menyatakan perkembangan evolusinya dari suatu makhluk/ tumbuhan yang terbentuk lebih dahulu

Filokladia (phylloclade) : batang atau cabang yang mempunyai bentuk dan warna menyerupai daun

Filotaksis (phyllotaxis) : kedudukan daun terhadap batang dan urutannya satu sama lain, dapat berhadapan, bergantian, spiral, atau roset

Filum (phylum) : salah satu kategori utama dalam taksonomi hewan yang terdiri atas satu atau beberapa kelas yang mempunyai persamaan sifat-sifat dasar tertentu; contoh: filum Chordata

Fisiologi (physiology) : ilmu tentang perilaku, proses-proses di dalam tubuh makhluk hidup

Fitoaleksin (phytoalexin) : senyawa yang dihasilkan tumbuhan tingkat tinggi untuk melawan serangan jasad renik

Fitogeografi (plant geography; phytogeography) : ilmu yang mempelajari penyebaran tumbuhan-tumbuhan di muka bumi, susunannya, produktivitasnya, dan sebab-sebab yang menentukannya

Fitokimia (phytochemistry) : ilmu yang mempelajari seluk-beluk senyawa kimia dalam tubuh tumbuh-tumbuhan

Fitopatologi (phytophatology, plant pathology) : ilmu tentang seluk-beluk penyakit tanaman karena serangan jamur, bakteri, mikoplasma, virus nematoda, dll; juga disebut ilmu penyakit tanaman

Fitoplankton (phytoplankton) : tumbuhan kecil yang mengapung atau hanyut pada permukaan air atau dekat permukaan air

Fitotoksin (phytotoxin) : zat berasal dari tumbuhan yang bersifat racun terhadap hewan

Fitotron (phytotron) : ruangan tertutup yang kondisinya (suhu, cahaya, kelembaban, dll) dapat diatur secara ketat dan digunakan sebagai tempat menumbuhkan tanaman

Flagela (flagella) : alat perenang berbentuk pecut yang terdapat pada jasad renik dan spora kembara

berflagela ganda (biflagellate) : keadaan yang dicirikan dengan dimilikinya dua flagela; bentuk dan ukuran flagela dapat sama dan dapat berbeda

Floem (phloem) : jaringan pembuluh tapis yang berfungsi mengangkut zat makanan dari daun ke bagian tumbuhan lainnya

Flora (flora) : 1. semua populasi tumbuhan yang ada di suatu daerah tertentu; 2. tulisan yang mempertelakan semua tumbuhan yang ada di suatu daerah tertentu

Floret (floret) : bunga berukuran kecil, merupakan bagian yang membentuk kepala bunga majemuk atau bagian tengah bunga Compositae, seperti kenikir, bunga matahari, dan anyelir

Folikel (follicle) : rongga kecil atau tabung yang sempit dan dalam seperti pada rongga rambut; kelenjar yang kecil dan sedikit bercabang

Foresis (phoresis) : bentuk simbiosis yang simbionnya menempel dan dibawa kemana-mana oleh hewan inangnya seperti halnya ikan paus membawa ikan-ikan kecil

Formasi (formation) : satuan terbesar masyarakat tumbuhan yang telah mencapai klimaks dalam suatu daerah yang luas dan mempunyai iklim yang seragam; contoh: tundra dan hutan basah tropik

Fosfatase (phosphatase) : enzim yang melepas fosfat dari ikatan senyawa-senyawa organik

Fotoautrotof (photoautotrophic) : sifat makhluk yang menggunakan cahaya sebagai sumber energi dan CO2 sebagai sumber untuk membentuk cadangan pangan

Fotofobia (photophobia) : tidak dapat menyesuaikan diri pada cahaya; menunjukkan pertumbuhan yang paling baik di bawah cahaya yang sangat kurang

Fotolisis (photolysis) : perombakan senyawa-senyawa kimia di bawah pengaruh cahaya matahari

Fotonasti (photonasty) : tanggapan tumbuhan terhadap pengaruh sinar yang membaur

Fotoperiodisme (photoperiodism) : kesanggupan tumbuhan/hewan untuk menanggapi panjang relatif pergantian siang dan malam sehingga mampu tumbuh atau berkembangbiak pada waktu-waktu yang tepat

Fotosintesis (photosynthesis) : peristiwa penggabungan karbondioksida dan air secara kimiawi dalam klorofil untuk membentuk karbohidrat dengan bantuan cahaya matahari sebagai sumber energi

Fototropisme (phototropism) : gerakan makhluk hidup karena rangsangan cahaya, misalnya tangkai daun membengkok ke arah cahaya matahari

Fragmoplas (phragmoplast) : gelendong plasma yang terlihat pada pembelahan mitosis yang menyatu ke arah kutub-kutub sel

Freatofit (phreatophyte) : tumbuh-tumbuhan yang tedapat (tumbuh) pada waduk air, misalnya eceng gondok

Fungi imperfecti (fungi imperfecti) : kelompok jamur yang mempunyai bentuk berbeda-beda dan yang hidupnya belum diketahui tahap seksualnya; umumnya dari jenis-jenis Ascomycetes dan kadang-kadang Basidiomycetes

Funikulus (funiculus; umbilical cord) : 1. "tali" yang menghubungkan embrio dengan plasenta; 2. tangkai yang mendukung dan menghubungkan bakal biji pada papan biji atau dinding bakal buah

No comments:

Support web ini

BEST ARTIKEL