Wednesday, September 16, 2026

TRY OUT TKA BIOLOGI SMA

Seorang peneliti melakukan pengamatan terhadap tiga jenis tumbuhan: Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), dan Ubi Kayu (Manihot esculenta). Peneliti mencatat beberapa ciri sebagai berikut:

a.       Kunyit dan jahe memiliki batang semu dan bagian yang membesar di dalam tanah berupa rimpang (rizoma) yang bertunas serta beruas-ruas.

b.       Ubi kayu memiliki organ penyimpan cadangan makanan di dalam tanah berupa umbi akar yang tidak memiliki mata tunas dan tidak beruas.

c.       Kunyit dan jahe memiliki sistem pertulangan daun sejajar, sedangkan ubi kayu memiliki pertulangan daun menjari.

Berdasarkan informasi di atas, manakah pernyataan yang benar mengenai dasar pengelompokan dan kekerabatan ketiga organisme tersebut? Jawaban benar lebih dari satu.

Kunyit dan jahe dikelompokkan ke dalam kelompok yang sama karena persamaan struktur modifikasi batang (rizoma).

Kunyit dan ubi kayu dikelompokkan ke dalam kelompok yang sama berdasarkan kesamaan fungsi organ penyimpan cadangan makanan di dalam tanah.

Kunyit dan jahe memiliki hubungan kekerabatan yang lebih dekat dibandingkan kunyit dan ubi kayu berdasarkan tipe pertulangan daunnya (Monokotil).

Ubi kayu dipisahkan dari kelompok jahe dan kunyit karena organ di dalam tanahnya merupakan modifikasi dari organ akar, bukan batang.

Ketiga tumbuhan tersebut dikelompokkan dalam suku/famili yang sama karena sama-sama berkembang biak secara vegetatif alami di dalam tanah.

 

2.      Sebuah kawasan hutan tropis mengalami perubahan fungsi lahan menjadi perkebunan dalam jumlah besar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa populasi orangutan semakin berkurang karena wilayah jelajahnya semakin sempit dan sumber makanan alami semakin terbatas. Selain itu, beberapa organisme lain yang bergantung pada kawasan hutan tersebut juga mulai mengalami penurunan jumlah.

Berdasarkan kasus tersebut, hubungan antara aktivitas manusia dan perubahan keseimbangan ekosistem yang paling tepat adalah ....

A.    Fragmentasi habitat menyebabkan terganggunya interaksi antarorganisme sehingga kestabilan komunitas menurun.

B.    Perubahan penggunaan lahan meningkatkan kemampuan spesies asli dalam beradaptasi terhadap tekanan lingkungan.

C.    Pengurangan wilayah hutan mempercepat pertumbuhan populasi organisme yang memiliki kebutuhan serupa.

D.    Hilangnya beberapa spesies dalam ekosistem meningkatkan efisiensi aliran energi antarorganisme.

E.     Berkurangnya populasi hewan tertentu memperluas peluang organisme lain menempati habitat baru.

3.      Perhatikan gambar bakteri berikut ini.

 

Ketika kedua bakteri ditempatkan pada lingkungan baru yang memiliki sumber makanan terbatas, hanya salah satu bakteri yang mampu berpindah menuju lokasi nutrisi lebih cepat. Analisis yang tepat berdasarkan struktur kedua bakteri tersebut adalah ....

  1. Bakteri Y memiliki struktur gerak yang meningkatkan kemampuan memperoleh makanan
  2. Bakteri X memiliki struktur gerak yang membantu menemukan lingkungan sesuai
  3. Bakteri X memiliki lapisan pelindung yang menjaga kestabilan kondisi internal sel
  4. Bakteri Y memiliki alat gerak tambahan untuk mempercepat perpindahan sel
  5. Bakteri X dan Y memiliki struktur permukaan dengan fungsi fisiologis yang sama

 

4.      Sebuah rumah sakit melakukan evaluasi penggunaan antibiotik. Dalam satu tahun ditemukan bahwa beberapa isolat bakteri dari pasien menunjukkan peningkatan resistansi. Tim rumah sakit kemudian merencanakan program yang meliputi pemeriksaan mikrobiologi, surveilans resistansi, pengendalian infeksi, dan edukasi penggunaan antibiotik. Data tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan surveilans resistansi antimikroba di Indonesia. Kemenkes pada 2026 juga telah menetapkan pedoman surveilans resistansi antimikroba di rumah sakit.

Tentukan Benar atau Salah pada setiap pernyataan berikut terkait data di atas!

Pernyataan

Benar

Salah

Pemeriksaan sensitivitas antibiotik dapat membantu tenaga kesehatan menentukan terapi yang lebih sesuai dengan karakter bakteri penyebab.

 

Surveilans resistansi hanya berguna untuk mengetahui jumlah pasien yang mengalami infeksi, bukan untuk menentukan kebijakan penggunaan antibiotik.

 

Pengendalian infeksi dan penggunaan antibiotik yang tepat dapat dilakukan secara bersamaan dalam program pengendalian resistansi.

 

 

5.      Suatu kelompok murid melakukan pengamatan keanekaragaman organisme pada ekosistem hutan pegunungan di Jawa Barat. Selama pengamatan, mereka mencatat berbagai organisme yang menempati habitat tersebut serta mengidentifikasi sumber bahan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hasil pengamatan menunjukkan adanya organisme dengan cara memperoleh bahan organik yang berbeda-beda, mulai dari organisme yang mampu membentuk bahan organik sendiri hingga organisme yang memanfaatkan organisme lain atau sisa-sisa organisme.

 Dari hasil pengamatan tersebut, diperoleh data organisme sebagai berikut.

Organisme

Sumber bahan yang dimanfaatkan

Lumut

Menghasilkan bahan organik dengan bantuan cahaya

Pohon

Menghasilkan bahan organik melalui fotosintesis

Ulat daun

Memakan daun

Burung pemakan buah

Memakan buah dari pohon

Elang

Memangsa burung dan hewan kecil

Jamur

Tumbuh pada serasah dan kayu yang lapuk

Berdasarkan data hasil pengamatan, manakah pernyataan berikut yang tepat? Pilih semua jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Lumut dan pohon mempunyai kesamaan peran dalam aliran energi karena keduanya mampu menghasilkan bahan organik.

Ulat daun dan burung pemakan buah mempunyai kesamaan peran berdasarkan cara memperoleh bahan organiknya.

Elang memperoleh energi dari konsumen lain sehingga energi yang diterimanya berasal dari tingkat trofik sebelumnya.

Jamur berperan dalam pemrosesan materi organik mati dan berbeda fungsi dengan organisme fotosintetik.

Pohon dan burung pemakan buah dapat dikelompokkan pada peran yang sama karena keduanya terlibat dalam hubungan makan.

6.      Kawasan mangrove di pesisir Demak, Jawa Tengah, menjadi habitat bagi berbagai organisme, termasuk kepiting bakau, ikan kecil, moluska, burung air, serta berbagai jenis tumbuhan mangrove. Pada suatu lokasi, sebagian vegetasi mangrove mengalami kerusakan akibat perubahan penggunaan lahan. Hasil pengamatan menunjukkan perubahan jumlah beberapa organisme sebagai berikut.

 

Organisme

Sebelum perubahan

Setelah perubahan

Tumbuhan mangrove

tinggi

rendah

Kepiting bakau

banyak

menurun

Ikan kecil

banyak

menurun

Moluska

sedang

meningkat

Burung pemakan ikan

banyak

menurun

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa berkurangnya vegetasi tidak hanya memengaruhi satu kelompok organisme, tetapi juga mengubah hubungan antarorganisme di dalam ekosistem. Berdasarkan data tersebut, manakah pernyataan berikut yang tepat?
Pilih semua jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Berkurangnya vegetasi mangrove dapat mengurangi tempat berlindung bagi ikan kecil sehingga memengaruhi hubungan predasi di tingkat trofik berikutnya.

Peningkatan jumlah moluska dapat berkaitan dengan perubahan tekanan pemangsaan atau perubahan kondisi sumber daya setelah vegetasi mangrove berkurang.

Penurunan ikan kecil dapat berdampak pada burung pemakan ikan karena ketersediaan sumber makanan bagi burung mengalami perubahan.

Peningkatan moluska menunjukkan bahwa kestabilan ekosistem meningkat karena jumlah organisme pada tingkat konsumen menjadi lebih beragam.

Penurunan kepiting bakau terutama menunjukkan bahwa kepiting tidak memiliki hubungan ekologis dengan perubahan vegetasi mangrove.

7.      Kawasan wisata bahari di beberapa perairan Indonesia, misalnya di sekitar Labuan Bajo dan Kepulauan Seribu, menjadi tujuan favorit wisatawan untuk menyelam dan snorkeling. Sayangnya, tingginya kunjungan wisatawan tidak selalu diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Kapal wisata kerap membuang jangkar langsung di atas terumbu karang, sementara peningkatan suhu permukaan laut turut memicu pemutihan karang (coral bleaching) di sejumlah titik. Sebagian peneliti bahkan mencatat bahwa hampir separuh tutupan karang di suatu kawasan mengalami pemutihan akibat gabungan tekanan fisik dan tekanan suhu tersebut.

Menanggapi kondisi ini, pemangku kepentingan mengajukan beberapa gagasan penanganan. Cermati pernyataan-pernyataan berikut, kemudian tentukan status Benar atau Salah pada setiap pernyataan berdasarkan prinsip keberlanjutan (sustainability), yaitu pengelolaan yang tetap mempertahankan fungsi ekologis ekosistem sekaligus mengakomodasi kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat.

Sumber: Mongabay Indonesia. (2024).

Berdasarkan permasalahan terumbu karang tersebut, tentukan status setiap pernyataan berikut!

Pernyataan

Benar

Salah

Memasang pelampung tambat (mooring buoy) di titik-titik penyelaman agar kapal wisata tidak membuang jangkar langsung di atas terumbu karang merupakan solusi yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan karena mengurangi kerusakan fisik tanpa harus menghentikan kegiatan wisata bahari.

 

Menutup total kawasan tersebut dari segala bentuk kunjungan wisatawan untuk selamanya merupakan satu-satunya solusi yang tepat, sebab kerusakan terumbu karang hanya dapat dicegah dengan menghilangkan seluruh aktivitas manusia di kawasan itu.

 

Karena karang yang memutih akibat kenaikan suhu laut masih berpeluang pulih apabila kondisi stres berlangsung singkat, pengelola kawasan tidak perlu melakukan intervensi apa pun selain menunggu suhu laut kembali normal.

8.      Perhatikan diagram tahapan input dan output energi glikolisis berikut.

Sumber: Reece et al., Campbell Biology.

Ketika seseorang berlari cepat mengejar bus kota, otot rangkanya membutuhkan pasokan ATP secara cepat untuk berkontraksi. Salah satu tahap awal yang menyediakan ATP tersebut adalah glikolisis, yaitu tahap pemecahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul piruvat.

Berdasarkan diagram tahapan glikolisis tersebut, tentukan status setiap pernyataan berikut!

Pernyataan

Benar

Salah

Tahap glikolisis berlangsung di sitosol sel, sehingga tahap ini tetap dapat menghasilkan ATP meskipun oksigen tidak tersedia di dalam sel otot yang sedang berkontraksi kuat.

Pada fase investasi energi, sel menggunakan 2 molekul ATP untuk mengubah satu molekul glukosa menjadi bentuk yang lebih reaktif sebelum dipecah lebih lanjut pada fase berikutnya.

Hasil bersih glikolisis per satu molekul glukosa adalah 4 molekul ATP, karena seluruh ATP yang terbentuk pada fase pembayaran energi dihitung sebagai keuntungan bersih tanpa dikurangi ATP yang telah digunakan pada fase investasi energi.

        

9.      Perhatikan diagram kerja sama antara reaksi terang dan siklus Calvin berikut.



Fotosintesis pada tumbuhan berlangsung melalui dua rangkaian reaksi yang saling bergantung, yaitu reaksi terang dan siklus Calvin. Kedua reaksi ini berlangsung pada bagian kloroplas yang berbeda namun saling bertukar produk dan bahan baku.

Berdasarkan diagram tersebut, pilihlah pernyataan yang benar mengenai hubungan antara reaksi terang dan siklus Calvin dalam fotosintesis! Jawaban benar lebih dari satu.

Reaksi terang menghasilkan ATP dan NADPH yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi dan daya reduksi pada siklus Calvin untuk mengubah CO2 menjadi gula.

Siklus Calvin mengembalikan ADP, fosfat anorganik, dan NADP+ ke reaksi terang, sehingga kedua rangkaian reaksi ini saling bergantung dan berlangsung secara berkesinambungan.

  Reaksi terang berlangsung di stroma, sedangkan siklus Calvin berlangsung di membran tilakoid.

Molekul H2O yang dipecah pada reaksi terang berfungsi sebagai sumber elektron pengganti bagi fotosistem, dan pemecahan ini menghasilkan O2 sebagai produk sampingan.

 Siklus Calvin tetap dapat berlangsung secara normal meskipun reaksi terang dihentikan sepenuhnya, karena kedua proses tersebut tidak memiliki keterkaitan biokimia satu sama lain.

 

10.    Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengetahui kondisi yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas enzim katalase. Enzim katalase berfungsi menguraikan hidrogen peroksida (H₂O₂) menjadi air dan oksigen. Siswa tersebut mencoba beberapa perlakuan berikut:

 

Perlakuan

Kondisi yang diberikan

P

Enzim katalase pada suhu 25°C dan pH 7

Q

Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH 7

R

Enzim katalase pada suhu 60°C dan pH 7

S

Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH 3

T

Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH 10

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas enzim meningkat ketika kondisi lingkungan mendekati kondisi optimum enzim. Pada suhu yang terlalu tinggi, struktur protein enzim dapat mengalami perubahan sehingga sisi aktif enzim tidak lagi sesuai dengan substrat. Berdasarkan prinsip kerja enzim dan kondisi perlakuan tersebut, perlakuan manakah yang paling efektif untuk mengoptimalkan aktivitas enzim katalase?

  1. Perlakuan P, karena suhu 25°C menjaga enzim tetap stabil sehingga aktivitasnya berlangsung secara optimal.
  2. Perlakuan Q, karena suhu 37°C dan pH 7 merupakan kondisi yang mendukung aktivitas katalase tanpa menyebabkan denaturasi enzim.
  3. Perlakuan R, karena peningkatan suhu hingga 60°C akan meningkatkan energi kinetik molekul sehingga tumbukan enzim dan substrat semakin efektif.
  4. Perlakuan S, karena suasana asam dapat meningkatkan perubahan bentuk substrat sehingga lebih mudah berikatan dengan sisi aktif enzim.
  5. Perlakuan T, karena suasana basa meningkatkan frekuensi tumbukan antara enzim dan substrat sehingga aktivitas enzim menjadi maksimal.

11.    Perhatikan bentuk eritrosit berikut.

Gambar menunjukkan dua bentuk eritrosit:

a.   Gambar 1: Eritrosit normal berbentuk cakram bikonkaf.

b.   Gambar 2: Eritrosit abnormal berbentuk seperti bulan sabit (sickle cell).

Eritrosit normal memiliki bentuk bikonkaf yang memberikan luas permukaan relatif besar dibandingkan volumenya. Bentuk tersebut juga membantu eritrosit melewati kapiler yang berdiameter kecil. Eritrosit berbentuk bulan sabit cenderung lebih kaku dan mudah mengalami kerusakan serta dapat menghambat aliran darah pada kapiler.

Berdasarkan gambar dan karakteristik kedua bentuk eritrosit tersebut, analisis yang paling tepat mengenai hubungan bentuk eritrosit dengan kemampuan mengangkut O₂ dan CO₂ adalah ....

  1. Eritrosit normal lebih efektif mengangkut O₂ dan CO₂ karena bentuk bikonkaf meningkatkan luas permukaan untuk pertukaran gas dan membantu sel melewati kapiler, sedangkan bentuk bulan sabit dapat menghambat aliran darah.
  2. Eritrosit berbentuk bulan sabit lebih efektif mengangkut O₂ karena bentuknya meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada bagian tengah sel.
  3. Eritrosit normal kurang efektif mengangkut O₂ karena bentuk bikonkaf menyebabkan luas permukaan sel lebih kecil dibandingkan eritrosit berbentuk bulan sabit.
  4. Eritrosit berbentuk bulan sabit mampu mengangkut lebih banyak O₂ dan CO₂ karena bentuknya meningkatkan volume eritrosit dan memperbesar jumlah hemoglobin.
  5. Perbedaan bentuk eritrosit tidak berpengaruh terhadap pengangkutan O₂ dan CO₂ karena seluruh pengangkutan gas hanya ditentukan oleh konsentrasi hemoglobin.

 

12.    Perhatikan gambar sistem respirasi manusia berikut.

 

Pada sistem respirasi manusia, udara bergerak melalui beberapa organ sebelum mencapai alveolus. Setiap organ memiliki karakteristik struktur yang mendukung fungsinya. Berdasarkan struktur organ-organ yang ditunjukkan pada gambar, pernyataan manakah yang paling tepat menjelaskan keterkaitan struktur dan fungsi organ dalam mendukung pergerakan udara?

  1. Alveolus memiliki dinding yang tebal dan tersusun atas banyak lapisan sel sehingga mampu menahan tekanan udara saat proses inspirasi dan ekspirasi.
  2. Bronkiolus memiliki cincin tulang rawan yang kuat sehingga dapat mempertahankan bentuk saluran udara dan mengatur volume udara yang masuk ke alveolus.
  3. Hidung memiliki dinding tipis tanpa pembuluh darah sehingga udara dapat langsung masuk ke paru-paru tanpa mengalami perubahan suhu.
  4. Laring memiliki banyak alveolus berdinding tipis yang berfungsi sebagai tempat utama pertukaran gas sebelum udara masuk ke trakea.
  5. Trakea memiliki cincin tulang rawan berbentuk C yang menjaga saluran tetap terbuka, sedangkan silia dan mukus membantu menangkap serta mengeluarkan partikel asing dari udara.

 


13.    Perhatikan gambar di bawah ini!

   

 

Proses filtrasi darah yang menghasilkan urine primer dan proses reabsorpsi zat seperti glukosa, asam amino serta sebagian besar air secara aktif terjadi berturut-turut pada bagian nomor ….

  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 2 dan 3
  4. 2 dan 4
  5. 3 dan 5

 

14.    Perhatikan gambar di bawah ini!

Berdasarkan grafik respons antibodi terhadap paparan antigen pertama dan kedua tersebut, tentukan benar atau salah setiap pernyataan berikut!

Pernyataan

Benar

Salah

Respons imun sekunder terjadi lebih cepat dibandingkan respons primer karena sel B memori yang telah terbentuk dari paparan pertama segera berdiferensiasi menjadi sel plasma penghasil antibodi.

Titer antibodi pada respons sekunder lebih rendah dibandingkan respons primer karena sistem imun mengalami kelelahan setelah paparan pertama.

Jenis antibodi yang dominan diproduksi pada respons sekunder adalah IgG, berbeda dengan respons primer yang pada awalnya didominasi IgM.

 

 15.    Perhatikan gambar struktur neuron berikut!

Berdasarkan gambar, urutan struktur yang dilalui impuls saraf sejak diterima hingga diteruskan ke sel berikutnya, beserta alasan penghantarannya yang bersifat satu arah yaitu ….

  1. Badan sel -> dendrit -> akson, karena badan sel merupakan pusat integrasi impuls
  2. Terminal akson -> akson -> dendrit, karena impuls berjalan dari sinapsis menuju badan sel
  3. Akson -> badan sel -> dendrit, karena sinapsis hanya melepaskan neurotransmitter di dendrit
  4. Dendrit -> akson -> badan sel -> terminal akson, karena akson menghantarkan impuls lebih cepat daripada dendrit
  5. Dendrit -> badan sel -> akson -> terminal akson, karena sinapsis kimiawi hanya melepaskan neurotransmitter dari terminal akson prasinapsis

16.    Diabetes mellitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Insulin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel β pankreas. Setelah seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar glukosa darah meningkat. Kondisi tersebut secara normal merangsang pankreas melepaskan insulin sehingga sel tubuh meningkatkan pengambilan glukosa dan hati meningkatkan penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen.

Seorang peneliti membandingkan respons glukosa dan insulin tiga kelompok peserta setelah mengonsumsi larutan yang mengandung 75 gram glukosa. Kadar glukosa dan insulin diukur sebelum konsumsi dan 60 menit setelah konsumsi.

 

Kelompok

Kondisi peserta

Glukosa awal (mg/dL)

Glukosa 60 menit (mg/dL)

Insulin awal (µIU/mL)

Insulin 60 menit (µIU/mL)

A

Sehat

90

125

8

42

B

Diabetes tipe 1

95

245

7

9

C

Diabetes tipe 2

115

210

18

55

Pada kelompok A, peningkatan glukosa diikuti peningkatan insulin yang cukup besar dan kadar glukosa tetap relatif terkendali. Kelompok B mengalami peningkatan glukosa paling tinggi, tetapi hampir tidak mengalami peningkatan kadar insulin. Sementara itu, kelompok C memiliki kadar insulin awal yang lebih tinggi dan masih mampu meningkatkan sekresi insulin setelah konsumsi glukosa, tetapi kadar glukosanya tetap tinggi.

Berdasarkan data diatas, analisis yang paling tepat untuk menjelaskan perbedaan gangguan regulasi glukosa pada kelompok B dan C yang tepat adalah ... .

A.    Kelompok B kemungkinan mengalami kerusakan sel β pankreas sehingga produksi insulin sangat rendah, sedangkan kelompok C kemungkinan mengalami penurunan sensitivitas sel target terhadap insulin.

B.    Kelompok B kemungkinan mengalami peningkatan sensitivitas sel target terhadap insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke sel, sedangkan kelompok C mengalami kerusakan sel α pankreas sehingga sekresi glukagon meningkat.

C.    Kelompok B kemungkinan mengalami peningkatan produksi glukagon sehingga insulin tidak dapat bekerja, sedangkan kelompok C mengalami kekurangan glukosa akibat peningkatan penyimpanan glikogen di hati.

D.    Kelompok B kemungkinan mengalami peningkatan sensitivitas terhadap insulin sehingga glukosa darah meningkat akibat penyerapan glukosa yang berlebihan, sedangkan kelompok C mengalami kekurangan insulin absolut.

E.     Kelompok B dan C kemungkinan mengalami gangguan yang sama berupa kegagalan pankreas menghasilkan insulin karena kedua kelompok menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi setelah konsumsi glukosa.Seorang peneliti mengukur konsentrasi relatif empat hormon reproduksi pada seorang perempuan sehat selama satu siklus menstruasi 28 hari. Hasil pengukuran disederhanakan dalam tabel berikut.

17.    Seorang peneliti mengukur konsentrasi relatif empat hormon reproduksi pada seorang perempuan sehat selama satu siklus menstruasi 28 hari. Hasil pengukuran disederhanakan dalam tabel berikut.

Hari

FSH

Estrogen

LH

Progesteron

1

8

25

6

5

5

6

70

7

6

10

5

180

9

8

13

7

300

45

10

14

12

280

60

12

16

5

150

15

80

21

4

100

8

120

24

5

70

7

90

28

9

35

6

20

 

Pada awal siklus, kadar progesteron dan estrogen relatif rendah. FSH kemudian merangsang perkembangan folikel ovarium. Folikel yang berkembang menghasilkan estrogen. Ketika kadar estrogen meningkat secara signifikan dan bertahan pada tingkat tinggi menjelang pertengahan siklus, terjadi perubahan respons sistem hipotalamus–hipofisis sehingga sekresi LH meningkat sangat tajam. Lonjakan LH memicu ovulasi.

Setelah ovulasi, folikel yang telah pecah berkembang menjadi korpus luteum yang menghasilkan progesteron dalam jumlah tinggi. Progesteron bersama estrogen memberikan umpan balik negatif terhadap hipotalamus dan hipofisis sehingga kadar FSH dan LH kembali rendah. Jika tidak terjadi fertilisasi, korpus luteum mengalami degenerasi sehingga kadar progesteron dan estrogen menurun menjelang akhir siklus.

Pertanyaan (Pilihan Ganda Majemuk)

Berdasarkan stimulus dan data pada tabel, pilih pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Peningkatan estrogen yang tinggi menjelang hari ke-14 berhubungan dengan perubahan umpan balik menjadi positif terhadap sumbu hipotalamus–hipofisis sehingga memicu lonjakan LH.

Peningkatan progesteron setelah hari ke-14 menunjukkan bahwa ovulasi kemungkinan telah terjadi dan korpus luteum mulai aktif menghasilkan hormon tersebut.

Rendahnya FSH pada sekitar hari ke-21 terutama disebabkan oleh rendahnya estrogen dan progesteron yang menyebabkan stimulasi kuat terhadap hipofisis.

 Jika fertilisasi tidak terjadi, penurunan progesteron dan estrogen menjelang hari ke-28 berperan dalam terjadinya menstruasi serta memungkinkan FSH kembali meningkat pada awal siklus berikutnya.

 

18.    Perhatikan sistem reproduksi pria dan data penelitian berikut. Peneliti menganalisis perubahan konsentrasi sperma dan komposisi cairan di sepanjang saluran reproduksi pria. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada tubulus seminiferus di dalam testis, sperma dihasilkan melalui proses spermatogenesis. Konsentrasi sperma yang dapat diukur pada lokasi tersebut sangat rendah karena sel-sel spermatogenik masih berada dalam lingkungan jaringan testis.

Setelah memasuki epididimis, spermatozoa mengalami pematangan fungsional. Pada tahap ini, spermatozoa memperoleh kemampuan bergerak lebih baik dan mengalami perubahan membran yang diperlukan untuk fertilisasi.

Sperma kemudian bergerak melalui vas deferens. Ketika mencapai saluran ejakulasi, sperma bercampur dengan sekret dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar bulbo uretra. Vesikula seminalis menghasilkan cairan kaya fruktosa sebagai sumber energi. Prostat menghasilkan sekret yang membantu mendukung lingkungan yang sesuai bagi spermatozoa, sedangkan kelenjar bulbouretra menghasilkan lendir yang membantu pelumasan dan perlindungan saluran uretra. Campuran sperma dengan cairan sekret tersebut kini dinamakan dengan semen. 

Lokasi

Konsentrasi sperma (juta/mL)

Fruktosa

Bikarbonat

Mucus/Lendir

Testis/tubulus seminiferus

~0*

Epididimis

20

Rendah

Rendah

Vas deferens

50

Rendah

Rendah

Setelah bercampur vesikula seminalis

200

Tinggi

Rendah

Setelah bercampur prostat

250

Tinggi

Tinggi

Setelah bercampur bulbouretra

280

Tinggi

Sangat tinggi

Tinggi

 

Berdasarkan data tersebut, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH.

Pernyataan

Benar

Salah

Sperma dibentuk di tubulus seminiferus melalui proses spermatogenesis, kemudian mengalami pematangan fungsional dan peningkatan kemampuan motilitas di epididimis sebelum memasuki vas deferens.

Peningkatan konsentrasi sperma yang sangat besar setelah sperma bercampur dengan sekret vesikula seminalis terutama menunjukkan bahwa fruktosa menyebabkan terbentuknya spermatozoa baru dalam jumlah besar.

Sekret kelenjar prostat dan bulbouretra berkontribusi menciptakan lingkungan kimia yang lebih sesuai bagi sperma, sedangkan sekret bulbouretra juga membantu pelumasan dan perlindungan saluran reproduksi.

 

 19.    Perhatikan gambar sistem reproduksi wanita berikut!

Seorang perempuan mengalami ovulasi. Sel telur dilepaskan dari ovarium dan kemudian bergerak menuju uterus. Pada kondisi normal, fertilisasi terjadi sebelum embrio mencapai uterus.

Berdasarkan keterkaitan struktur dan fungsinya, pernyataan manakah yang paling tepat?

  1. Sel telur dilepaskan dari ovarium, kemudian fertilisasi terjadi di uterus, dan hasil fertilisasi bergerak menuju vagina untuk mengalami implantasi.
  2. Sel telur dilepaskan dari ovarium, kemudian masuk ke tuba falopi tempat fertilisasi umumnya terjadi, lalu embrio bergerak menuju uterus untuk mengalami implantasi.
  3. Sel telur dilepaskan dari uterus, kemudian bergerak menuju ovarium untuk mengalami fertilisasi sebelum masuk ke tuba falopi.
  4. Sel telur dilepaskan dari ovarium, kemudian fertilisasi terjadi di vagina, lalu embrio bergerak melalui tuba falopi menuju uterus.
  5. Sel telur dilepaskan dari ovarium, kemudian langsung mengalami implantasi di tuba falopi, sedangkan uterus berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.

 

 

 

 

 

 

20.    Perhatikan hasil pengamatan berikut!

Lokasi

Intensitas Cahaya

Jumlah Jenis Tumbuhan

A – Lapangan terbuka

80.000 lux

12 jenis

B – Bawah pepohonan

35.000 lux

9 jenis

C – Area sangat teduh

8.000 lux

4 jenis

         Sekelompok murid melakukan pengamatan keanekaragaman tumbuhan pada tiga lokasi di lingkungan sekolah. Mereka mengukur intensitas cahaya dan mencatat jumlah jenis tumbuhan yang ditemukan.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kelompok murid ingin melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui hubungan intensitas cahaya dengan keanekaragaman tumbuhan. Rumusan pertanyaan penelitian yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....

  1. Mengapa tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis?
  2. Apa saja jenis tumbuhan yang ditemukan pada lingkungan sekolah?
  3. Bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap jumlah jenis tumbuhan yang terdapat pada suatu lokasi?
  4. Apakah semua tumbuhan yang ditemukan pada lokasi penelitian melakukan fotosintesis?
  5. Mengapa lokasi dengan intensitas cahaya tinggi memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan lokasi teduh?

21.    Sekelompok murid melakukan percobaan untuk mengetahui aktivitas suatu enzim pada berbagai kondisi pH. Mereka menggunakan konsentrasi enzim dan substrat yang sama serta mengukur jumlah produk yang terbentuk dalam waktu tertentu. Hasil pengamatan diperoleh sebagai berikut:

Berdasarkan data tersebut, kelompok murid ingin melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan pH dengan laju reaksi enzim. Manakah pertanyaan penelitian berikut yang dapat diuji berdasarkan permasalahan tersebut? Jawaban benar lebih dari satu.

 Bagaimana pengaruh perubahan pH terhadap laju reaksi enzim jika konsentrasi enzim dan substrat dibuat tetap?

 Pada pH berapakah enzim menunjukkan laju reaksi paling tinggi?

 Apakah perubahan pH menyebabkan perubahan laju reaksi enzim?

Mengapa enzim sangat penting bagi kehidupan organisme?

Apakah semua enzim dalam tubuh manusia memiliki pH optimum yang sama?

 

22.    Perhatikan tabel hasil uji urine berikut!

Sumber : Ruang Guru.com

Berdasarkan tabel hasil urine tersebut, jika dilakukan penelitian terhadap kondisi glomerulus maka pertanyaan penelitian yang tepat adalah… .

A.    Pada Individu berapa kondisi glomerulus dalam keadaan baik

B.     Kerusakan glomerolus terjadi jika urine ditetesi dengan fehling A+B berwana merah bata

C.     Apa yang terjadi pada glomerolus jika urine berwarna ungu ditetesi dengan biuret?

D.    Mengapa urine pada individu ketiga berwarna ungu?

E.     Kondisi kesehatan ginjal pada individu pertama sangat baik

 

 

23.    Perhatikan hasil pengamatan berikut!

Berdasarkan tabel hasil pengamatan maka seorang peneliti dapat membuat pertanyaan ilmiah yang tepat adalah ….

A.    Mengapa setelah berolahraga denyut jantung bertambah?.

B.     Bagaimana mekanisme tubuh menambah energi setelah berolahraga?

C.     Faktor apa saja mempengaruhi frekuensi denyut jantung?

D.    Apakah jenis kelamin mempengaruhi bertambahnya denyut jantung setelah berolahraga?.

E.     Terjadi peningkatan denyut nadi setelah berolahraga

 

24.    Sekelompok murid melakukan penyelidikan untuk membandingkan keanekaragaman organisme pada dua ekosistem yang berbeda di area konservasi.

Ekosistem A (Hutan Hujan Tropis): Memiliki kanopi pohon yang rapat, intensitas cahaya matahari yang sampai ke tanah rendah (teduh), kelembapan udara sangat tinggi, dan tanah kaya humus.

Ekosistem B (Padang Rumput/Sabana): Didominasi oleh tumbuhan herba dan rumput, bersifat terbuka dengan intensitas cahaya matahari sangat tinggi, kelembapan udara rendah, dan porositas tanah tinggi.

Pengamatan dilakukan menggunakan metode quadrat sampling dengan meletakkan plot berukuran (1 m x 1 m) sebanyak 5 titik pada masing-masing ekosistem. Pengambilan data dilakukan secara bersamaan pada pukul 09.00 WIB untuk menghitung jumlah spesies tumbuhan bawah dan serangga tanah yang ditemukan.

Berdasarkan desain penyelidikan di atas, faktor yang sengaja diubah atau dibuat berbeda oleh peserta didik (variabel bebas) adalah...

  1. Ukuran plot sampling dan waktu pengamatan
  2. Jumlah spesies tumbuhan bawah dan serangga tanah
  3. Karakteristik jenis ekosistem (kondisi abiotik lokasi)
  4. Metode perhitungan organisme yang digunakan
  5. Kelembapan udara dan jumlah plot yang diletakkan

 

25.    Seorang peserta didik melakukan penyelidikan untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas enzim katalase. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa aktivitas enzim berbeda pada kondisi asam, netral, dan basa. Aktivitas katalase dapat diketahui berdasarkan banyaknya gelembung oksigen yang terbentuk ketika ekstrak hati direaksikan dengan larutan hidrogen peroksida (H₂O₂).

Rancangan eksperimen yang paling tepat untuk menguji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim katalase adalah ....

  1. Menggunakan ekstrak hati dengan konsentrasi berbeda pada pH 4, 7, dan 10, kemudian mengukur volume gelembung yang terbentuk setelah 5 menit.
  2. Menggunakan ekstrak hati dengan konsentrasi dan volume yang sama, H₂O₂ dengan konsentrasi dan volume yang sama, serta buffer pH 4, 7, dan 10; kemudian mengukur jumlah atau volume O₂ yang terbentuk dalam waktu yang sama.
  3. Menggunakan H₂O₂ dengan konsentrasi berbeda pada pH yang sama, kemudian membandingkan tinggi busa yang terbentuk.
  4. Menggunakan ekstrak hati dengan konsentrasi sama, tetapi memberikan waktu reaksi berbeda pada setiap pH untuk memperoleh hasil yang lebih bervariasi.
  5. Menggunakan pH yang berbeda dan suhu yang berbeda secara bersamaan agar dapat diketahui kondisi optimum aktivitas katalase. 

26.    Sekelompok peserta didik melakukan pengamatan terhadap frekuensi pernapasan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik. Frekuensi pernapasan dihitung sebagai jumlah tarikan napas selama satu menit.

Berdasarkan data tersebut, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH.

Pernyataan

Benar

Salah

Aktivitas fisik merupakan variabel bebas, sedangkan frekuensi pernapasan merupakn variabel terikat.

Frekuensi pernapasan sebaiknya diukur selama waktu yang sama, misalnya 1 menit, pada setiap kondisi pengamatan.

Untuk memperoleh data yang valid intensitasi aktivitas fisik harus dibuat berbeda-beda pada setiap peserta tanpa dikendalikan.

 

27.    Sebuah ekosistem danau memiliki beberapa spesies ikan lokal. Pada tahun 2024, ikan invasif X mulai ditemukan dan populasinya meningkat pada tahun berikutnya. Peneliti mencatat kelimpahan beberapa spesies ikan sebelum dan sesudah introduksi ikan X.

 

Berdasarkan data tersebut, pilihlah semua pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

Spesies B mengalami penurunan kelimpahan paling besar secara persentase dibandingkan spesies lokal lainnya.

 Peningkatan populasi ikan X berpotensi menyebabkan penurunan populasi spesies lokal melalui kompetisi sumber daya.

Spesies C mengalami penurunan kelimpahan, tetapi penurunannya relatif lebih kecil dibandingkan spesies A, B, dan D.

Introduksi ikan X tidak memengaruhi komunitas lokal karena masih terdapat seluruh spesies ikan lokal setelah introduksi.

 Berdasarkan data, terdapat indikasi perubahan struktur komunitas ikan setelah introduksi spesies X.

 

28.    Perhatikan grafik berikut.

Grafik tersebut menunjukkan aktivitas enzim pepsin pada berbagai suhu. Data pengukuran dilakukan dalam kondisi pH tetap (pH 2) selama 30 menit. Titik merah menandai suhu dengan aktivitas tertinggi.

Berdasarkan grafik di atas, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH!

Pernyataan

Benar

Salah

Suhu optimum enzim pepsin adalah 37°C karena pada suhu tersebut aktivitas enzim mencapai nilai tertinggi.

Penurunan aktivitas enzim pepsin pada suhu di atas 37°C terjadi karena substrat habis dikonsumsi seluruhnya, sehingga reaksi tidak dapat berlanjut.

Pada suhu 10°C, enzim pepsin masih aktif meskipun aktivitasnya rendah, menunjukkan bahwa suhu rendah memperlambat laju reaksi enzim namun tidak menyebabkan denaturasi.

 

29.    Perhatikan tabel berikut.

Parameter

Kelompok A

(Tanpa Vaksin)

Kelompok B

(1 Dosis)

Kelompok C

(2 Dosis)

Kadar antibodi H-14 (unit/mL)

22

115

310

Kadar antibodi H-28 (unit/mL)

68

245

680

Puncak antibodi (unit/mL)

75

270

820

Waktu capai puncak (hari)

21–28

14–21

10–14

% subjek capai ambang batas (>200)

0%

35%

92%

Efek samping ringan (%)

18%

22%

Keterangan: Ambang batas protektif: >200 unit/mL

Berdasarkan data tabel, seorang peneliti ingin merekomendasikan skema vaksinasi yang paling efektif. Evaluasi yang paling tepat berdasarkan data adalah ….

  1. Kelompok A lebih aman karena tidak menimbulkan efek samping, sehingga disarankan untuk digunakan sebagai skema vaksinasi utama
  2. Kelompok B adalah pilihan terbaik karena memiliki efek samping lebih rendah (18%) dan hanya sedikit berbeda efektivitasnya dari Kelompok C
  3. Kelompok C paling efektif — 92% subjek mencapai kadar antibodi protektif meskipun efek samping sedikit lebih tinggi (22% vs 18%)

 

 

  1. perbedaan antara Kelompok B dan C tidak signifikan secara klinis karena keduanya sama-sama menunjukkan respons imun yang lebih baik dari Kelompok A
  2. data tidak cukup untuk menarik kesimpulan karena tidak ada informasi tentang jenis antigen dan kondisi penyimpanan vaksin yang digunakan

 

30.    Seorang peneliti mengukur kecepatan penghantaran impuls pada empat jenis sel saraf manusia yang memiliki ukuran diameter akson sama, namun memiliki perbedaan pada keberadaan selubung mielin dan jarak antar Nodul Ranvier. Data hasil pengukuran disajikan pada tabel berikut.

Jenis Akson

Kategori Mielin

Jarak Antar Nodul Ranvier (μm)

Kecepatan Impuls (m/s)

P

Tanpa Mielin

-

1,5

Q

Bermielin Tipis

200

25,0

R

Bermielin Tebal

500

65,0

S

Bermielin Tebal

1.200

120,0

 

Berdasarkan data eksperimen di atas, manakah kesimpulan yang paling tepat mengenai mekanisme penghantaran impuls pada sel saraf tersebut?

  1. Selubung mielin memperlambat impuls karena menghambat aliran aliran ion secara langsung di sepanjang membran akson.
  2. Kecepatan impuls pada akson bermielin berbanding terbalik dengan jarak antar Nodul Ranvier.
  3. Akson tanpa mielin (P) menghantarkan impuls lebih efisien karena deprolarisasi terjadi secara serentak tanpa perlu loncatan nodul.
  4. Selubung mielin berfungsi sebagai isolator listrik yang memaksa impuls melompat dari satu Nodul Ranvier ke nodul berikutnya (konduksi saltatori).
  5. Ketebalan selubung mielin tidak berpengaruh signifikan terhadap kecepatan impuls selama jarak antar Nodul Ranvier konstan.


KUNCI JAWABAN  TO BIOLOGI PAKET 1

 

1.     Pernyataan 1, 3, dan 4

2.     A

3.     B

4.     B-S-B

5.     Pernyataan 1, 2, 3, dan 4

6.     Pernyataan 1, 2, dan 3

7.     B-S-S

8.     B-B-S

9.     Pernyataan 1, 2, dan 4

10.  B

11.  A

12.  E

13.  A

14.  B-S-B

15.  E

16.  A

17.  Pernyataan 1, 2, dan 4

18.  B-S-B

19.  B

20.  C

21.  Pernyataan 1, 2, dan 3

22.  D

23.  B

24.  C

25.  B

26.  B-B-S

27.  Pernyataan 1, 2, 3, dan 5

28.  B-S-B

29.  C

30.  D

No comments:

Support web ini

BEST ARTIKEL