Seorang peneliti melakukan pengamatan terhadap tiga jenis tumbuhan: Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), dan Ubi Kayu (Manihot esculenta). Peneliti mencatat beberapa ciri sebagai berikut:
a. Kunyit dan jahe memiliki batang semu
dan bagian yang membesar di dalam tanah berupa rimpang (rizoma) yang bertunas
serta beruas-ruas.
b. Ubi kayu memiliki organ penyimpan
cadangan makanan di dalam tanah berupa umbi akar yang tidak memiliki mata tunas
dan tidak beruas.
c.
Kunyit dan jahe memiliki sistem
pertulangan daun sejajar, sedangkan ubi kayu memiliki pertulangan daun menjari.
Berdasarkan
informasi di atas, manakah pernyataan yang benar mengenai dasar pengelompokan
dan kekerabatan ketiga organisme tersebut? Jawaban benar lebih dari satu.
☐ Kunyit dan jahe dikelompokkan ke
dalam kelompok yang sama karena persamaan struktur modifikasi batang (rizoma).
☐ Kunyit dan ubi kayu dikelompokkan
ke dalam kelompok yang sama berdasarkan kesamaan fungsi organ penyimpan
cadangan makanan di dalam tanah.
☐ Kunyit dan jahe memiliki hubungan
kekerabatan yang lebih dekat dibandingkan kunyit dan ubi kayu berdasarkan tipe
pertulangan daunnya (Monokotil).
☐ Ubi kayu dipisahkan dari kelompok
jahe dan kunyit karena organ di dalam tanahnya merupakan modifikasi dari organ
akar, bukan batang.
☐ Ketiga tumbuhan tersebut
dikelompokkan dalam suku/famili yang sama karena sama-sama berkembang biak
secara vegetatif alami di dalam tanah.
2. Sebuah kawasan hutan tropis mengalami
perubahan fungsi lahan menjadi perkebunan dalam jumlah besar. Hasil pengamatan
menunjukkan bahwa populasi orangutan semakin berkurang karena wilayah
jelajahnya semakin sempit dan sumber makanan alami semakin terbatas. Selain
itu, beberapa organisme lain yang bergantung pada kawasan hutan tersebut juga
mulai mengalami penurunan jumlah.
Berdasarkan kasus tersebut, hubungan
antara aktivitas manusia dan perubahan keseimbangan ekosistem yang paling tepat
adalah ....
A.
Fragmentasi habitat menyebabkan
terganggunya interaksi antarorganisme sehingga kestabilan komunitas menurun.
B.
Perubahan penggunaan lahan meningkatkan
kemampuan spesies asli dalam beradaptasi terhadap tekanan lingkungan.
C. Pengurangan wilayah hutan
mempercepat pertumbuhan populasi organisme yang memiliki kebutuhan serupa.
D.
Hilangnya beberapa spesies dalam
ekosistem meningkatkan efisiensi aliran energi antarorganisme.
E.
Berkurangnya populasi hewan tertentu memperluas peluang
organisme lain menempati habitat baru.
3. Perhatikan gambar bakteri
berikut ini.
Ketika kedua bakteri ditempatkan
pada lingkungan baru yang memiliki sumber makanan terbatas, hanya salah satu
bakteri yang mampu berpindah menuju lokasi nutrisi lebih cepat. Analisis yang
tepat berdasarkan struktur kedua bakteri tersebut adalah ....
- Bakteri Y memiliki struktur
gerak yang meningkatkan kemampuan memperoleh makanan
- Bakteri X
memiliki struktur gerak yang membantu menemukan lingkungan sesuai
- Bakteri X
memiliki lapisan pelindung yang menjaga kestabilan kondisi internal sel
- Bakteri Y memiliki alat gerak
tambahan untuk mempercepat perpindahan sel
- Bakteri X
dan Y memiliki struktur permukaan dengan fungsi fisiologis yang sama
4. Sebuah rumah sakit melakukan evaluasi
penggunaan antibiotik. Dalam satu tahun ditemukan bahwa beberapa isolat bakteri
dari pasien menunjukkan peningkatan resistansi. Tim rumah sakit kemudian
merencanakan program yang meliputi pemeriksaan mikrobiologi, surveilans
resistansi, pengendalian infeksi, dan edukasi penggunaan antibiotik. Data
tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan surveilans resistansi antimikroba
di Indonesia. Kemenkes pada 2026 juga telah menetapkan pedoman surveilans
resistansi antimikroba di rumah sakit.
Tentukan Benar
atau Salah pada setiap pernyataan berikut terkait data di atas!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Pemeriksaan sensitivitas antibiotik
dapat membantu tenaga kesehatan menentukan terapi yang lebih sesuai dengan
karakter bakteri penyebab. |
|
|
|
Surveilans resistansi hanya berguna untuk mengetahui
jumlah pasien yang mengalami infeksi, bukan untuk menentukan kebijakan
penggunaan antibiotik. |
|
|
|
Pengendalian infeksi dan penggunaan antibiotik yang tepat
dapat dilakukan secara bersamaan dalam program pengendalian resistansi. |
|
|
5. Suatu kelompok murid melakukan pengamatan
keanekaragaman organisme pada ekosistem hutan pegunungan di Jawa Barat. Selama
pengamatan, mereka mencatat berbagai organisme yang menempati habitat tersebut
serta mengidentifikasi sumber bahan yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Hasil pengamatan menunjukkan adanya organisme dengan cara memperoleh
bahan organik yang berbeda-beda, mulai dari organisme yang mampu membentuk
bahan organik sendiri hingga organisme yang memanfaatkan organisme lain atau sisa-sisa
organisme.
|
Organisme |
Sumber bahan yang dimanfaatkan |
|
Lumut |
Menghasilkan bahan organik dengan
bantuan cahaya |
|
Pohon |
Menghasilkan
bahan organik melalui fotosintesis |
|
Ulat daun |
Memakan daun |
|
Burung pemakan buah |
Memakan buah dari pohon |
|
Elang |
Memangsa
burung dan hewan kecil |
|
Jamur |
Tumbuh pada
serasah dan kayu yang lapuk |
Berdasarkan
data hasil pengamatan, manakah pernyataan berikut yang tepat? Pilih semua
jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
☐ Lumut dan pohon mempunyai kesamaan
peran dalam aliran energi karena keduanya mampu menghasilkan bahan organik.
☐ Ulat daun dan burung pemakan buah
mempunyai kesamaan peran berdasarkan cara memperoleh bahan organiknya.
☐ Elang memperoleh energi dari konsumen
lain sehingga energi yang diterimanya berasal dari tingkat trofik sebelumnya.
☐ Jamur berperan dalam pemrosesan materi
organik mati dan berbeda fungsi dengan organisme fotosintetik.
☐ Pohon dan
burung pemakan buah dapat dikelompokkan pada peran yang sama karena keduanya
terlibat dalam hubungan makan.
6. Kawasan
mangrove di pesisir Demak, Jawa Tengah, menjadi habitat bagi berbagai
organisme, termasuk kepiting bakau, ikan kecil, moluska, burung air, serta
berbagai jenis tumbuhan mangrove. Pada suatu lokasi, sebagian vegetasi mangrove
mengalami kerusakan akibat perubahan penggunaan lahan. Hasil pengamatan menunjukkan
perubahan jumlah beberapa organisme sebagai berikut.
|
Organisme |
Sebelum
perubahan |
Setelah
perubahan |
|
Tumbuhan mangrove |
tinggi |
rendah |
|
Kepiting bakau |
banyak |
menurun |
|
Ikan kecil |
banyak |
menurun |
|
Moluska |
sedang |
meningkat |
|
Burung pemakan ikan |
banyak |
menurun |
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa
berkurangnya vegetasi tidak hanya memengaruhi satu kelompok organisme, tetapi
juga mengubah hubungan antarorganisme di dalam ekosistem. Berdasarkan data
tersebut, manakah pernyataan berikut yang tepat?
Pilih semua jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
☐ Berkurangnya vegetasi mangrove dapat
mengurangi tempat berlindung bagi ikan kecil sehingga memengaruhi hubungan
predasi di tingkat trofik berikutnya.
☐ Peningkatan jumlah moluska dapat
berkaitan dengan perubahan tekanan pemangsaan atau perubahan kondisi sumber
daya setelah vegetasi mangrove berkurang.
☐ Penurunan ikan kecil dapat
berdampak pada burung pemakan ikan karena ketersediaan sumber makanan bagi
burung mengalami perubahan.
☐ Peningkatan moluska menunjukkan
bahwa kestabilan ekosistem meningkat karena jumlah organisme pada tingkat
konsumen menjadi lebih beragam.
☐ Penurunan
kepiting bakau terutama menunjukkan bahwa kepiting tidak memiliki hubungan
ekologis dengan perubahan vegetasi mangrove.
7. Kawasan wisata bahari di beberapa perairan
Indonesia, misalnya di sekitar Labuan Bajo dan Kepulauan Seribu, menjadi tujuan
favorit wisatawan untuk menyelam dan snorkeling. Sayangnya, tingginya
kunjungan wisatawan tidak selalu diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Kapal
wisata kerap membuang jangkar langsung di atas terumbu karang, sementara
peningkatan suhu permukaan laut turut memicu pemutihan karang (coral
bleaching) di sejumlah titik. Sebagian peneliti bahkan mencatat bahwa
hampir separuh tutupan karang di suatu kawasan mengalami pemutihan akibat
gabungan tekanan fisik dan tekanan suhu tersebut.
Menanggapi
kondisi ini, pemangku kepentingan mengajukan beberapa gagasan penanganan.
Cermati pernyataan-pernyataan berikut, kemudian tentukan status Benar atau
Salah pada setiap pernyataan berdasarkan prinsip keberlanjutan (sustainability),
yaitu pengelolaan yang tetap mempertahankan fungsi ekologis ekosistem sekaligus
mengakomodasi kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat.
Sumber:
Mongabay Indonesia. (2024).
Berdasarkan
permasalahan terumbu karang tersebut, tentukan status setiap pernyataan
berikut!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Memasang pelampung tambat (mooring buoy) di
titik-titik penyelaman agar kapal wisata tidak membuang jangkar langsung di
atas terumbu karang merupakan solusi yang sejalan dengan prinsip
keberlanjutan karena mengurangi kerusakan fisik tanpa harus menghentikan
kegiatan wisata bahari. |
|
|
|
Menutup total kawasan tersebut dari segala bentuk
kunjungan wisatawan untuk selamanya merupakan satu-satunya solusi yang tepat,
sebab kerusakan terumbu karang hanya dapat dicegah dengan menghilangkan
seluruh aktivitas manusia di kawasan itu. |
|
|
|
Karena karang yang memutih akibat kenaikan suhu laut masih
berpeluang pulih apabila kondisi stres berlangsung singkat, pengelola kawasan
tidak perlu melakukan intervensi apa pun selain menunggu suhu laut kembali
normal. |
|
|
8. Perhatikan
diagram tahapan input dan output energi glikolisis berikut.
Sumber: Reece et al., Campbell
Biology.
Ketika seseorang berlari cepat
mengejar bus kota, otot rangkanya membutuhkan pasokan ATP secara cepat untuk
berkontraksi. Salah satu tahap awal yang menyediakan ATP tersebut adalah
glikolisis, yaitu tahap pemecahan satu molekul glukosa menjadi dua molekul
piruvat.
Berdasarkan
diagram tahapan glikolisis tersebut, tentukan status setiap pernyataan berikut!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Tahap glikolisis berlangsung di sitosol sel, sehingga
tahap ini tetap dapat menghasilkan ATP meskipun oksigen tidak tersedia di
dalam sel otot yang sedang berkontraksi kuat. |
|
|
|
Pada fase investasi energi, sel menggunakan 2 molekul ATP
untuk mengubah satu molekul glukosa menjadi bentuk yang lebih reaktif sebelum
dipecah lebih lanjut pada fase berikutnya. |
|
|
|
Hasil bersih glikolisis per satu molekul glukosa adalah 4
molekul ATP, karena seluruh ATP yang terbentuk pada fase pembayaran energi
dihitung sebagai keuntungan bersih tanpa dikurangi ATP yang telah digunakan
pada fase investasi energi. |
|
|
9. Perhatikan
diagram kerja sama antara reaksi terang dan siklus Calvin berikut.
Fotosintesis pada tumbuhan
berlangsung melalui dua rangkaian reaksi yang saling bergantung, yaitu reaksi
terang dan siklus Calvin. Kedua reaksi ini berlangsung pada
bagian kloroplas yang berbeda namun saling bertukar produk dan bahan baku.
Berdasarkan
diagram tersebut, pilihlah pernyataan yang benar mengenai hubungan antara
reaksi terang dan siklus Calvin dalam fotosintesis! Jawaban benar lebih dari
satu.
☐ Reaksi terang
menghasilkan ATP dan NADPH yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi dan
daya reduksi pada siklus Calvin untuk mengubah CO2 menjadi gula.
☐ Siklus Calvin mengembalikan ADP, fosfat
anorganik, dan NADP+ ke reaksi terang, sehingga kedua rangkaian reaksi ini
saling bergantung dan berlangsung secara berkesinambungan.
☐
Reaksi terang berlangsung di stroma, sedangkan siklus
Calvin berlangsung di membran tilakoid.
☐ Molekul H2O
yang dipecah pada reaksi terang berfungsi sebagai sumber elektron pengganti
bagi fotosistem, dan pemecahan ini menghasilkan O2 sebagai produk sampingan.
☐ Siklus Calvin
tetap dapat berlangsung secara normal meskipun reaksi terang dihentikan
sepenuhnya, karena kedua proses tersebut tidak memiliki keterkaitan biokimia
satu sama lain.
10. Seorang siswa
melakukan percobaan untuk mengetahui kondisi yang paling efektif dalam
meningkatkan aktivitas enzim katalase. Enzim katalase berfungsi menguraikan
hidrogen peroksida (H₂O₂) menjadi air dan oksigen. Siswa tersebut mencoba beberapa
perlakuan berikut:
|
Perlakuan |
Kondisi
yang diberikan |
|
P |
Enzim katalase pada suhu 25°C dan pH
7 |
|
Q |
Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH
7 |
|
R |
Enzim katalase pada suhu 60°C dan pH
7 |
|
S |
Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH
3 |
|
T |
Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH
10 |
Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas enzim meningkat ketika kondisi
lingkungan mendekati kondisi optimum enzim. Pada suhu yang terlalu tinggi,
struktur protein enzim dapat mengalami perubahan sehingga sisi aktif enzim
tidak lagi sesuai dengan substrat. Berdasarkan prinsip kerja enzim dan kondisi
perlakuan tersebut, perlakuan manakah yang paling efektif untuk mengoptimalkan
aktivitas enzim katalase?
- Perlakuan
P, karena suhu 25°C menjaga enzim tetap stabil sehingga aktivitasnya
berlangsung secara optimal.
- Perlakuan
Q, karena suhu 37°C dan pH 7 merupakan kondisi yang mendukung aktivitas
katalase tanpa menyebabkan denaturasi enzim.
- Perlakuan
R, karena peningkatan suhu hingga 60°C akan meningkatkan energi kinetik
molekul sehingga tumbukan enzim dan substrat semakin efektif.
- Perlakuan
S, karena suasana asam dapat meningkatkan perubahan bentuk substrat
sehingga lebih mudah berikatan dengan sisi aktif enzim.
- Perlakuan
T, karena suasana basa meningkatkan frekuensi tumbukan antara enzim dan
substrat sehingga aktivitas enzim menjadi maksimal.
11. Perhatikan bentuk eritrosit berikut.
Gambar menunjukkan dua bentuk
eritrosit:
a.
Gambar 1: Eritrosit normal berbentuk
cakram bikonkaf.
b. Gambar 2: Eritrosit abnormal
berbentuk seperti bulan sabit (sickle cell).
Eritrosit normal memiliki bentuk
bikonkaf yang memberikan luas permukaan relatif besar dibandingkan volumenya.
Bentuk tersebut juga membantu eritrosit melewati kapiler yang berdiameter
kecil. Eritrosit berbentuk bulan sabit cenderung lebih kaku dan
mudah mengalami kerusakan serta dapat menghambat aliran darah pada kapiler.
Berdasarkan
gambar dan karakteristik kedua bentuk eritrosit tersebut, analisis yang paling
tepat mengenai hubungan bentuk eritrosit dengan kemampuan mengangkut O₂ dan CO₂
adalah ....
- Eritrosit
normal lebih efektif mengangkut O₂ dan CO₂ karena bentuk bikonkaf
meningkatkan luas permukaan untuk pertukaran gas dan membantu sel melewati
kapiler, sedangkan bentuk bulan sabit dapat menghambat aliran darah.
- Eritrosit
berbentuk bulan sabit lebih efektif mengangkut O₂ karena bentuknya
meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada bagian tengah sel.
- Eritrosit
normal kurang efektif mengangkut O₂ karena bentuk bikonkaf menyebabkan
luas permukaan sel lebih kecil dibandingkan eritrosit berbentuk bulan
sabit.
- Eritrosit
berbentuk bulan sabit mampu mengangkut lebih banyak O₂ dan CO₂ karena
bentuknya meningkatkan volume eritrosit dan memperbesar jumlah hemoglobin.
- Perbedaan
bentuk eritrosit tidak berpengaruh terhadap pengangkutan O₂ dan CO₂ karena
seluruh pengangkutan gas hanya ditentukan oleh konsentrasi hemoglobin.
12. Perhatikan gambar sistem respirasi manusia
berikut.
Pada sistem
respirasi manusia, udara bergerak melalui beberapa organ sebelum mencapai
alveolus. Setiap organ memiliki karakteristik struktur yang mendukung
fungsinya. Berdasarkan struktur organ-organ yang ditunjukkan pada gambar,
pernyataan manakah yang paling tepat menjelaskan keterkaitan struktur dan
fungsi organ dalam mendukung pergerakan udara?
- Alveolus
memiliki dinding yang tebal dan tersusun atas banyak lapisan sel sehingga
mampu menahan tekanan udara saat proses inspirasi dan ekspirasi.
- Bronkiolus
memiliki cincin tulang rawan yang kuat sehingga dapat mempertahankan
bentuk saluran udara dan mengatur volume udara yang masuk ke alveolus.
- Hidung
memiliki dinding tipis tanpa pembuluh darah sehingga udara dapat langsung
masuk ke paru-paru tanpa mengalami perubahan suhu.
- Laring
memiliki banyak alveolus berdinding tipis yang berfungsi sebagai tempat
utama pertukaran gas sebelum udara masuk ke trakea.
- Trakea
memiliki cincin tulang rawan berbentuk C yang menjaga saluran tetap
terbuka, sedangkan silia dan mukus membantu menangkap serta mengeluarkan
partikel asing dari udara.
13. Perhatikan
gambar di bawah ini!

Proses filtrasi darah yang menghasilkan urine primer dan proses reabsorpsi zat seperti glukosa, asam amino serta sebagian besar air secara aktif terjadi berturut-turut pada bagian nomor ….
- 1 dan 2
- 1 dan 3
- 2 dan 3
- 2 dan 4
- 3 dan 5
14. Perhatikan
gambar di bawah ini!
Berdasarkan
grafik respons antibodi terhadap paparan antigen pertama dan kedua tersebut,
tentukan benar atau salah setiap pernyataan berikut!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Respons imun sekunder terjadi lebih cepat dibandingkan
respons primer karena sel B memori yang telah terbentuk dari paparan pertama
segera berdiferensiasi menjadi sel plasma penghasil antibodi. |
|
|
|
Titer antibodi pada respons sekunder
lebih rendah dibandingkan respons primer karena sistem imun mengalami
kelelahan setelah paparan pertama. |
|
|
|
Jenis antibodi yang dominan diproduksi pada respons
sekunder adalah IgG, berbeda dengan respons primer yang pada awalnya
didominasi IgM. |
|
|
Berdasarkan gambar, urutan struktur
yang dilalui impuls saraf sejak diterima hingga diteruskan ke sel berikutnya,
beserta alasan penghantarannya yang bersifat satu arah yaitu ….
- Badan sel
-> dendrit -> akson, karena badan sel merupakan pusat integrasi
impuls
- Terminal
akson -> akson -> dendrit, karena impuls berjalan dari sinapsis
menuju badan sel
- Akson
-> badan sel -> dendrit, karena sinapsis hanya melepaskan
neurotransmitter di dendrit
- Dendrit
-> akson -> badan sel -> terminal akson, karena akson
menghantarkan impuls lebih cepat daripada dendrit
- Dendrit -> badan sel -> akson -> terminal
akson, karena sinapsis kimiawi hanya melepaskan neurotransmitter dari
terminal akson prasinapsis
16.
Diabetes mellitus merupakan gangguan
metabolisme yang ditandai oleh kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari
normal akibat gangguan produksi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Insulin
merupakan hormon yang diproduksi oleh sel β pankreas. Setelah seseorang
mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar glukosa darah meningkat.
Kondisi tersebut secara normal merangsang pankreas melepaskan insulin sehingga
sel tubuh meningkatkan pengambilan glukosa dan hati meningkatkan penyimpanan
glukosa dalam bentuk glikogen.
Seorang peneliti
membandingkan respons glukosa dan insulin tiga kelompok peserta setelah
mengonsumsi larutan yang mengandung 75 gram glukosa. Kadar
glukosa dan insulin diukur sebelum konsumsi dan 60 menit setelah konsumsi.
Pada kelompok A, peningkatan glukosa diikuti peningkatan insulin
yang cukup besar dan kadar glukosa tetap relatif terkendali. Kelompok B
mengalami peningkatan glukosa paling tinggi, tetapi hampir tidak mengalami
peningkatan kadar insulin. Sementara itu, kelompok C memiliki kadar insulin
awal yang lebih tinggi dan masih mampu meningkatkan sekresi insulin setelah
konsumsi glukosa, tetapi kadar glukosanya tetap tinggi.
Berdasarkan data diatas,
analisis yang paling tepat untuk menjelaskan perbedaan gangguan regulasi
glukosa pada kelompok B dan C yang tepat adalah ... .
A. Kelompok B kemungkinan
mengalami kerusakan sel β pankreas sehingga produksi insulin sangat rendah,
sedangkan kelompok C kemungkinan mengalami penurunan sensitivitas sel target
terhadap insulin.
B. Kelompok B kemungkinan
mengalami peningkatan sensitivitas sel target terhadap insulin sehingga glukosa
tidak dapat masuk ke sel, sedangkan kelompok C mengalami kerusakan sel α
pankreas sehingga sekresi glukagon meningkat.
C. Kelompok B kemungkinan
mengalami peningkatan produksi glukagon sehingga insulin tidak dapat bekerja,
sedangkan kelompok C mengalami kekurangan glukosa akibat peningkatan
penyimpanan glikogen di hati.
D. Kelompok B kemungkinan
mengalami peningkatan sensitivitas terhadap insulin sehingga glukosa darah
meningkat akibat penyerapan glukosa yang berlebihan, sedangkan kelompok C
mengalami kekurangan insulin absolut.
E. Kelompok B dan C
kemungkinan mengalami gangguan yang sama berupa kegagalan pankreas menghasilkan
insulin karena kedua kelompok menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi
setelah konsumsi glukosa.Seorang peneliti mengukur konsentrasi relatif empat
hormon reproduksi pada seorang perempuan sehat selama satu siklus menstruasi 28
hari. Hasil pengukuran disederhanakan dalam tabel berikut.
17. Seorang peneliti mengukur konsentrasi relatif empat hormon reproduksi pada seorang perempuan sehat selama satu siklus menstruasi 28 hari. Hasil pengukuran disederhanakan dalam tabel berikut.
Hari
|
FSH
|
Estrogen
|
LH
|
Progesteron
|
1
|
8
|
25
|
6
|
5
|
5
|
6
|
70
|
7
|
6
|
10
|
5
|
180
|
9
|
8
|
13
|
7
|
300
|
45
|
10
|
14
|
12
|
280
|
60
|
12
|
16
|
5
|
150
|
15
|
80
|
21
|
4
|
100
|
8
|
120
|
24
|
5
|
70
|
7
|
90
|
28
|
9
|
35
|
6
|
20
|
Pada
awal siklus, kadar progesteron dan estrogen relatif rendah. FSH kemudian
merangsang perkembangan folikel ovarium. Folikel yang berkembang menghasilkan
estrogen. Ketika kadar estrogen meningkat secara signifikan dan bertahan pada
tingkat tinggi menjelang pertengahan siklus, terjadi perubahan respons sistem
hipotalamus–hipofisis sehingga sekresi LH meningkat sangat tajam. Lonjakan LH
memicu ovulasi.
Setelah
ovulasi, folikel yang telah pecah berkembang menjadi korpus luteum yang
menghasilkan progesteron dalam jumlah tinggi. Progesteron bersama estrogen
memberikan umpan balik negatif terhadap hipotalamus dan hipofisis sehingga
kadar FSH dan LH kembali rendah. Jika tidak terjadi fertilisasi, korpus luteum
mengalami degenerasi sehingga kadar progesteron dan estrogen menurun menjelang
akhir siklus.
Pertanyaan
(Pilihan Ganda Majemuk)
Berdasarkan
stimulus dan data pada tabel, pilih pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih
dari satu.
☐ Peningkatan estrogen yang
tinggi menjelang hari ke-14 berhubungan dengan perubahan umpan balik menjadi
positif terhadap sumbu hipotalamus–hipofisis sehingga memicu lonjakan LH.
☐ Peningkatan
progesteron setelah hari ke-14 menunjukkan bahwa ovulasi kemungkinan telah
terjadi dan korpus luteum mulai aktif menghasilkan hormon tersebut.
☐
Rendahnya FSH pada sekitar hari ke-21 terutama disebabkan oleh rendahnya
estrogen dan progesteron yang menyebabkan stimulasi kuat terhadap hipofisis.
☐ Jika fertilisasi tidak terjadi, penurunan
progesteron dan estrogen menjelang hari ke-28 berperan dalam terjadinya
menstruasi serta memungkinkan FSH kembali meningkat pada awal siklus
berikutnya.
18. Perhatikan
sistem reproduksi pria dan data penelitian berikut. Peneliti menganalisis
perubahan konsentrasi sperma dan komposisi cairan di sepanjang saluran
reproduksi pria. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada tubulus seminiferus di
dalam testis, sperma dihasilkan melalui proses spermatogenesis. Konsentrasi
sperma yang dapat diukur pada lokasi tersebut sangat rendah karena sel-sel
spermatogenik masih berada dalam lingkungan jaringan testis.
Setelah
memasuki epididimis, spermatozoa mengalami pematangan fungsional. Pada tahap
ini, spermatozoa memperoleh kemampuan bergerak lebih baik dan mengalami
perubahan membran yang diperlukan untuk fertilisasi.
Sperma kemudian
bergerak melalui vas deferens. Ketika mencapai saluran ejakulasi, sperma
bercampur dengan sekret dari vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar
bulbo uretra. Vesikula seminalis menghasilkan cairan kaya fruktosa sebagai
sumber energi. Prostat menghasilkan sekret yang membantu mendukung lingkungan
yang sesuai bagi spermatozoa, sedangkan kelenjar bulbouretra menghasilkan
lendir yang membantu pelumasan dan perlindungan saluran uretra. Campuran sperma dengan cairan sekret
tersebut kini dinamakan dengan semen.
|
Lokasi |
Konsentrasi sperma (juta/mL) |
Fruktosa |
Bikarbonat |
Mucus/Lendir |
|
Testis/tubulus
seminiferus |
~0* |
— |
— |
— |
|
Epididimis |
20 |
Rendah |
Rendah |
— |
|
Vas
deferens |
50 |
Rendah |
Rendah |
— |
|
Setelah
bercampur vesikula seminalis |
200 |
Tinggi |
Rendah |
— |
|
Setelah
bercampur prostat |
250 |
Tinggi |
Tinggi |
— |
|
Setelah
bercampur bulbouretra |
280 |
Tinggi |
Sangat tinggi |
Tinggi |
Berdasarkan data tersebut, tentukan
apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Sperma dibentuk di tubulus seminiferus melalui proses
spermatogenesis, kemudian mengalami pematangan fungsional dan peningkatan
kemampuan motilitas di epididimis sebelum memasuki vas deferens. |
|
|
|
Peningkatan konsentrasi sperma yang sangat besar setelah
sperma bercampur dengan sekret vesikula seminalis terutama menunjukkan bahwa
fruktosa menyebabkan terbentuknya spermatozoa baru dalam jumlah besar. |
|
|
|
Sekret kelenjar prostat dan bulbouretra berkontribusi
menciptakan lingkungan kimia yang lebih sesuai bagi sperma, sedangkan sekret
bulbouretra juga membantu pelumasan dan perlindungan saluran reproduksi. |
|
|
Seorang
perempuan mengalami ovulasi. Sel telur dilepaskan dari ovarium dan kemudian
bergerak menuju uterus. Pada kondisi normal, fertilisasi terjadi sebelum embrio
mencapai uterus.
Berdasarkan
keterkaitan struktur dan fungsinya, pernyataan manakah yang paling tepat?
- Sel telur
dilepaskan dari ovarium, kemudian fertilisasi terjadi di uterus, dan hasil
fertilisasi bergerak menuju vagina untuk mengalami implantasi.
- Sel telur
dilepaskan dari ovarium, kemudian masuk ke tuba falopi tempat fertilisasi
umumnya terjadi, lalu embrio bergerak menuju uterus untuk mengalami
implantasi.
- Sel telur
dilepaskan dari uterus, kemudian bergerak menuju ovarium untuk mengalami
fertilisasi sebelum masuk ke tuba falopi.
- Sel telur
dilepaskan dari ovarium, kemudian fertilisasi terjadi di vagina, lalu
embrio bergerak melalui tuba falopi menuju uterus.
- Sel telur
dilepaskan dari ovarium, kemudian langsung mengalami implantasi di tuba
falopi, sedangkan uterus berfungsi sebagai tempat terjadinya fertilisasi.
20. Perhatikan hasil pengamatan berikut!
|
Lokasi |
Intensitas Cahaya |
Jumlah Jenis Tumbuhan |
|
A – Lapangan terbuka |
80.000 lux |
12 jenis |
|
B – Bawah pepohonan |
35.000 lux |
9 jenis |
|
C – Area sangat teduh |
8.000 lux |
4 jenis |
Sekelompok murid melakukan pengamatan
keanekaragaman tumbuhan pada tiga lokasi di lingkungan sekolah. Mereka mengukur
intensitas cahaya dan mencatat jumlah jenis tumbuhan yang ditemukan.
Berdasarkan hasil pengamatan
tersebut, kelompok murid ingin melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui
hubungan intensitas cahaya dengan keanekaragaman tumbuhan. Rumusan pertanyaan
penelitian yang paling tepat berdasarkan data tersebut adalah ....
- Mengapa tumbuhan membutuhkan
cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis?
- Apa saja
jenis tumbuhan yang ditemukan pada lingkungan sekolah?
- Bagaimana pengaruh intensitas
cahaya terhadap jumlah jenis tumbuhan yang terdapat pada suatu lokasi?
- Apakah semua tumbuhan yang
ditemukan pada lokasi penelitian melakukan fotosintesis?
- Mengapa lokasi dengan intensitas cahaya tinggi memiliki
suhu yang lebih tinggi dibandingkan lokasi teduh?
21. Sekelompok murid melakukan percobaan untuk
mengetahui aktivitas suatu enzim pada berbagai kondisi pH. Mereka
menggunakan konsentrasi enzim dan substrat yang sama serta mengukur jumlah
produk yang terbentuk dalam waktu tertentu. Hasil pengamatan diperoleh sebagai
berikut:
Berdasarkan data tersebut, kelompok
murid ingin melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan pH
dengan laju reaksi enzim. Manakah pertanyaan penelitian berikut yang dapat
diuji berdasarkan permasalahan tersebut? Jawaban benar lebih dari satu.
☐ Bagaimana pengaruh perubahan pH terhadap laju
reaksi enzim jika konsentrasi enzim dan substrat dibuat tetap?
☐
Pada pH berapakah enzim menunjukkan laju
reaksi paling tinggi?
☐ Apakah perubahan pH menyebabkan perubahan laju
reaksi enzim?
☐ Mengapa enzim sangat penting bagi
kehidupan organisme?
☐ Apakah semua enzim dalam tubuh manusia memiliki pH optimum
yang sama?
22. Perhatikan
tabel hasil uji urine berikut!
Sumber
: Ruang Guru.com
Berdasarkan tabel hasil urine
tersebut, jika dilakukan penelitian terhadap kondisi glomerulus maka pertanyaan
penelitian yang tepat adalah… .
A. Pada Individu
berapa kondisi glomerulus dalam keadaan baik
B. Kerusakan
glomerolus terjadi jika urine ditetesi dengan fehling A+B berwana merah bata
C. Apa yang
terjadi pada glomerolus jika urine berwarna ungu ditetesi dengan biuret?
D.
Mengapa urine pada individu ketiga berwarna ungu?
E.
Kondisi kesehatan ginjal pada individu pertama sangat baik
23. Perhatikan hasil pengamatan berikut!
Berdasarkan tabel hasil pengamatan
maka seorang peneliti dapat membuat pertanyaan ilmiah yang tepat adalah ….
A. Mengapa setelah
berolahraga denyut jantung bertambah?.
B. Bagaimana
mekanisme tubuh menambah energi setelah berolahraga?
C. Faktor apa saja
mempengaruhi frekuensi denyut jantung?
D.
Apakah jenis kelamin mempengaruhi
bertambahnya denyut jantung setelah berolahraga?.
E. Terjadi
peningkatan denyut nadi setelah berolahraga
24. Sekelompok
murid melakukan penyelidikan untuk membandingkan keanekaragaman organisme pada
dua ekosistem yang berbeda di area konservasi.
Ekosistem A
(Hutan Hujan Tropis): Memiliki kanopi pohon yang rapat, intensitas cahaya
matahari yang sampai ke tanah rendah (teduh), kelembapan udara sangat tinggi,
dan tanah kaya humus.
Ekosistem B
(Padang Rumput/Sabana): Didominasi oleh tumbuhan herba dan rumput, bersifat
terbuka dengan intensitas cahaya matahari sangat tinggi, kelembapan udara
rendah, dan porositas tanah tinggi.
Pengamatan
dilakukan menggunakan metode quadrat sampling dengan meletakkan plot berukuran
(1 m x 1 m) sebanyak 5 titik pada masing-masing ekosistem. Pengambilan data
dilakukan secara bersamaan pada pukul 09.00 WIB untuk menghitung jumlah spesies
tumbuhan bawah dan serangga tanah yang ditemukan.
Berdasarkan
desain penyelidikan di atas, faktor yang sengaja diubah atau dibuat berbeda
oleh peserta didik (variabel bebas) adalah...
- Ukuran plot sampling dan waktu
pengamatan
- Jumlah spesies tumbuhan bawah
dan serangga tanah
- Karakteristik
jenis ekosistem (kondisi abiotik lokasi)
- Metode perhitungan organisme
yang digunakan
- Kelembapan udara dan jumlah
plot yang diletakkan
25. Seorang peserta didik melakukan penyelidikan
untuk mengetahui pengaruh pH terhadap aktivitas enzim katalase. Hasil
pengamatan awal menunjukkan bahwa aktivitas enzim berbeda pada kondisi asam,
netral, dan basa. Aktivitas katalase dapat diketahui berdasarkan banyaknya
gelembung oksigen yang terbentuk ketika ekstrak hati direaksikan dengan larutan
hidrogen peroksida (H₂O₂).
Rancangan
eksperimen yang paling tepat untuk menguji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim
katalase adalah ....
- Menggunakan
ekstrak hati dengan konsentrasi berbeda pada pH 4, 7, dan 10, kemudian
mengukur volume gelembung yang terbentuk setelah 5 menit.
- Menggunakan
ekstrak hati dengan konsentrasi dan volume yang sama, H₂O₂ dengan
konsentrasi dan volume yang sama, serta buffer pH 4, 7, dan 10; kemudian
mengukur jumlah atau volume O₂ yang terbentuk dalam waktu yang sama.
- Menggunakan
H₂O₂ dengan konsentrasi berbeda pada pH yang sama, kemudian membandingkan
tinggi busa yang terbentuk.
- Menggunakan
ekstrak hati dengan konsentrasi sama, tetapi memberikan waktu reaksi
berbeda pada setiap pH untuk memperoleh hasil yang lebih bervariasi.
- Menggunakan pH yang berbeda dan suhu yang berbeda secara bersamaan agar dapat diketahui kondisi optimum aktivitas katalase.
26. Sekelompok
peserta didik melakukan pengamatan terhadap frekuensi pernapasan sebelum dan
sesudah melakukan aktivitas fisik. Frekuensi pernapasan dihitung sebagai jumlah
tarikan napas selama satu menit.
Berdasarkan data tersebut, tentukan
apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Aktivitas fisik merupakan variabel
bebas, sedangkan frekuensi pernapasan merupakn variabel terikat. |
|
|
|
Frekuensi pernapasan sebaiknya diukur selama waktu yang
sama, misalnya 1 menit, pada setiap kondisi pengamatan. |
|
|
|
Untuk memperoleh data yang valid intensitasi aktivitas
fisik harus dibuat berbeda-beda pada setiap peserta tanpa dikendalikan. |
|
|
27. Sebuah
ekosistem danau memiliki beberapa spesies ikan lokal. Pada tahun 2024, ikan
invasif X mulai ditemukan dan populasinya meningkat pada tahun
berikutnya. Peneliti mencatat kelimpahan beberapa spesies ikan sebelum dan
sesudah introduksi ikan X.
Berdasarkan data tersebut, pilihlah
semua pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.
☐ Spesies B mengalami penurunan
kelimpahan paling besar secara persentase dibandingkan spesies lokal lainnya.
☐ Peningkatan
populasi ikan X berpotensi menyebabkan penurunan populasi spesies lokal melalui
kompetisi sumber daya.
☐
Spesies C
mengalami penurunan kelimpahan, tetapi penurunannya relatif lebih kecil
dibandingkan spesies A, B, dan D.
☐ Introduksi ikan X tidak memengaruhi
komunitas lokal karena masih terdapat seluruh spesies ikan lokal setelah
introduksi.
☐ Berdasarkan data, terdapat indikasi perubahan
struktur komunitas ikan setelah introduksi spesies X.
28. Perhatikan grafik berikut.
Grafik tersebut
menunjukkan aktivitas enzim pepsin pada berbagai suhu. Data pengukuran dilakukan dalam
kondisi pH tetap (pH 2) selama 30 menit. Titik merah menandai suhu dengan
aktivitas tertinggi.
Berdasarkan
grafik di atas, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Suhu optimum enzim pepsin adalah 37°C karena pada suhu
tersebut aktivitas enzim mencapai nilai tertinggi. |
|
|
|
Penurunan aktivitas enzim pepsin pada suhu di atas 37°C
terjadi karena substrat habis dikonsumsi seluruhnya, sehingga reaksi tidak
dapat berlanjut. |
|
|
|
Pada suhu 10°C, enzim pepsin masih aktif meskipun
aktivitasnya rendah, menunjukkan bahwa suhu rendah memperlambat laju reaksi
enzim namun tidak menyebabkan denaturasi. |
|
|
29. Perhatikan tabel berikut.
|
Parameter |
Kelompok
A (Tanpa
Vaksin) |
Kelompok
B (1
Dosis) |
Kelompok
C (2
Dosis) |
|
Kadar antibodi H-14 (unit/mL) |
22 |
115 |
310 |
|
Kadar antibodi H-28 (unit/mL) |
68 |
245 |
680 |
|
Puncak
antibodi (unit/mL) |
75 |
270 |
820 |
|
Waktu
capai puncak (hari) |
21–28 |
14–21 |
10–14 |
|
%
subjek capai ambang batas (>200) |
0% |
35% |
92% |
|
Efek samping ringan (%) |
— |
18% |
22% |
Keterangan:
Ambang batas protektif: >200 unit/mL
Berdasarkan data tabel, seorang
peneliti ingin merekomendasikan skema vaksinasi yang paling efektif. Evaluasi
yang paling tepat berdasarkan data adalah ….
- Kelompok A lebih aman karena
tidak menimbulkan efek samping, sehingga disarankan untuk digunakan
sebagai skema vaksinasi utama
- Kelompok B adalah pilihan
terbaik karena memiliki efek samping lebih rendah (18%) dan hanya sedikit
berbeda efektivitasnya dari Kelompok C
- Kelompok C paling efektif — 92%
subjek mencapai kadar antibodi protektif meskipun efek samping sedikit
lebih tinggi (22% vs 18%)
- perbedaan antara Kelompok B dan
C tidak signifikan secara klinis karena keduanya sama-sama menunjukkan
respons imun yang lebih baik dari Kelompok A
- data tidak cukup untuk menarik
kesimpulan karena tidak ada informasi tentang jenis antigen dan kondisi
penyimpanan vaksin yang digunakan
30. Seorang peneliti mengukur kecepatan
penghantaran impuls pada empat jenis sel saraf manusia yang memiliki ukuran
diameter akson sama, namun memiliki perbedaan pada keberadaan selubung mielin
dan jarak antar Nodul Ranvier. Data hasil pengukuran disajikan pada tabel
berikut.
|
Jenis
Akson |
Kategori
Mielin |
Jarak
Antar Nodul Ranvier (μm) |
Kecepatan
Impuls (m/s) |
|
P |
Tanpa Mielin |
- |
1,5 |
|
Q |
Bermielin Tipis |
200 |
25,0 |
|
R |
Bermielin Tebal |
500 |
65,0 |
|
S |
Bermielin Tebal |
1.200 |
120,0 |
Berdasarkan data eksperimen di atas,
manakah kesimpulan yang paling tepat mengenai mekanisme penghantaran impuls
pada sel saraf tersebut?
- Selubung
mielin memperlambat impuls karena menghambat aliran aliran ion secara
langsung di sepanjang membran akson.
- Kecepatan
impuls pada akson bermielin berbanding terbalik dengan jarak antar Nodul
Ranvier.
- Akson
tanpa mielin (P) menghantarkan impuls lebih efisien karena deprolarisasi
terjadi secara serentak tanpa perlu loncatan nodul.
- Selubung
mielin berfungsi sebagai isolator listrik yang memaksa impuls melompat
dari satu Nodul Ranvier ke nodul berikutnya (konduksi saltatori).
- Ketebalan
selubung mielin tidak berpengaruh signifikan terhadap kecepatan impuls
selama jarak antar Nodul Ranvier konstan.
KUNCI JAWABAN TO BIOLOGI PAKET 1
1.
Pernyataan 1, 3, dan 4
2.
A
3.
B
4.
B-S-B
5.
Pernyataan 1, 2, 3, dan 4
6.
Pernyataan 1, 2, dan 3
7.
B-S-S
8.
B-B-S
9.
Pernyataan 1, 2, dan 4
10. B
11. A
12. E
13. A
14. B-S-B
15. E
16. A
17. Pernyataan 1, 2, dan 4
18. B-S-B
19. B
20. C
21. Pernyataan 1, 2, dan 3
22. D
23. B
24. C
25. B
26. B-B-S
27. Pernyataan 1, 2, 3, dan 5
28. B-S-B
29. C
30. D
No comments:
Post a Comment