Senin, 13 Desember 2010

ORTHOPTERA INSECTA

Ciri umum Orthoptera adalah salah satu ordo dari kelas Insecta

  • Tubuh bersegmen /beruas/berbuku buku
  • Tersusun atas segmen kepala ( Chepalo) , segmen dada ( Thorax) dan segmen perut ( Abdomen) shingga ke tiga segmen itu terpisah
  • Jumlah kaki 3 pasang , berada di bagian dada ( Thorax) maka disebut Hexapoda
  • Di bagian Thorax juga di lengkapi sayap
  • Tripoblastik Selomata
  • Simetri bilateral
  • Eksoskeleton
  • Bersegmen
  • Sistem pencernaan : mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus
  • Sistem respirasi : insang / paru-paru / trakea
  • Sistem ekskresi : saluran / tubula Malpighi
  • Sistem saraf : tangga tali
  • Sistem gerak : otot dan rangka eksokeleton
  • Sistem reproduksi : Aseksual : parthenogenesis, Seksual : gamet (dioseus)
  • Sistem sirkulasi : sistem peredaran terbuka (jantung, pembuluh pendek, sinus / hemosol, hemolimfe) artinya darah beredar di luar pembuluh sehingga darah bergerak bebas dari hempasan jantung keluar jantung ke sel seluruh tubuh dan kembali ke jantung dengan tekanan otot tubuh
  • Darah hanya membawa Sari makanan tanpa Oksigen karena O2 bisa langsung akses ke sel tubuh karena dialirkan ke Tracheo hingga ke sel
  • Darah tidak berwarna merah karena tidak mempunyai Hb karena memang tidak diperlukan OK
Ciri khas Ordo Orthoptera

  • Termasuk Exopterygota
  • Sebagian anggotanya dikenal sebagai pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain dan ada yang sebagai hama-hama pada tanaman budidaya
  • Beberapa adalah pemangsa dan sedikit sebagai pemakan bahan organik yang membusuk, dan beberapa lagi sebagai omnivora.
  • Orthoptera ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap, yang bersayap biasanya mempunyai empat buah sayap.
  • Sayap depan Orthoptera ini khas biasanya memanjang lebih sempit , memilki banyak rangka dan agak menebal, yang biasa disebut tegmina.
  • Sayap belakang berselaput tipis (membranus) dan melebar dengan vena-vena yang teratur dan banyak rangka-rangka sayap.
  • Ketika istirahat biasanya sayap belakang dilipat seperti kipas dibawah sayap depan.
  • Tubuhnya memanjang, sersi bagus, antena relatif panjang dan memiliki banyak ruas.
  • Tungkai belakang saltatorial, yang digunakan untuk meloncat.
  • Beberapa dari serangga ini dikenal dengan serangga penyanyi (belalang dan jengkerik) Suara ini biasanya digunakan untuk memanggil betina dan sebagai perilaku agresif yang menunjukan daerah kekuasaan
  • Suara dihasilkan dari gesekan satu bagian tubuh kebagian lainnya. Nyanyian-nyanyian belalang dan jengkerik mempengaruhi tingkah laku mereka.
  • Betina dari Orthoptera mempunyai suara yang empuk, tetapi kebanyakan nyanyian dilakukan oleh yang jantan.
  • Orthoptera kebanyakan hanya bernyanyi pada malam hari.
  • Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah
  • pada mulutnya memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
  • Metamorfosisnya tidak sempurna
Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain :
  1. dua buah (sepasang) mata facet,
  2. sepasang antene,
  3. tiga buah mata sederhana (occeli).
Thorax terdapat
  1. Dua pasang sayap
  2. tiga pasang kaki (Hexapoda)
Abdomen
  1. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum.
  2. Spirakulum (Spirakel ) atau stigma yang merupakan alat pernafasan luar , berupa lobang masuknya oksigen yang terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax.
  3. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).
Contoh:
  1. Blatta orientalis (kecoak)
  2. Manthis religiosa (belalang sembah)
  3. Valanga nigricornis Drum. ( belalang kayu)
  4. Gyrlius domestica (jangkrik)
  5. Gyrllotalpa hirsute (anjing tanah)
  6. Branchytrupes (gangsir)
  • Kelompok ini memiliki kemampuan perubahan metamorfosis pada perkembangan menuju dewasa secara tidak sempurna ( hemimetabola)
  • Metamorfosis tidak smpurna ini sering disebut Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur - nimfa - dewasa (imago).
  • Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.
KLASIFIKASI ORTHOPTERA


1. Jangkrik
  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Arthropoda
  • Classis : Insecta
  • Ordo : Orthoptera
  • Familia : Grillidae
  • Genus : Gryllus
  • Species : Gryllus sp
  • Bahasa daerah : Jangkrik
2. Belalang Coklat


  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Arthropoda
  • Classis : Insecta
  • Ordo : Orthoptera
  • Familia : Mantidae
  • Genus : Polyspilota
  • Spesies : Polyspilota aeruginosa
  • Bahasa Daerah Walang kadung

3 Belalang Sembah
  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Arthropoda
  • Classis : Insecta
  • Ordo : Orthoptera
  • Familia : Mantidae
  • Genus : Tenodera
  • Spesies : Tenodera sinensis
  • Bahasa daerah : Walang Ijo

Metamorfosis Jangkrik dan Belalang

Perkembangan serangga ini berubah secara bertahap dalam bentuk luarnya dari telur sampai bentuk dewasa.
  1. Bentuk pradewasa disebut nimfa, mempunyai kebiasaan serupa dengan yang dewasa.
  2. Kelompok serangga ini disebut juga Paurometabola.
  3. contoh belalang (Orthoptera)
Perhatikan Hemimetabola pada salah satu anggota Orthoptera ini

Blatta orientalis (kecoak)



RESPIRASI BELALANG DENGAN TRACHEA

NOTE TAMBAHAN

Kelompok lain yang sama dengan cara metamorfose Hemimetabola seperti Orthoptera ini adalah

  1. kutu (Phthiraptera)
  2. kepik (Hemiptera)
  3. rayap (Isoptera)
  4. lipas (Dictyoptera)
  5. Selain itu ada pula serangga yang termasuk di dalam kelompok metamorfosis sederhana tetapi stadium pradewasanya hidup di air, contohnya ialah capung (Odonata).
  6. Bentuk pradewasa disebut tempayak. Kelompok serangga ini disebut juga Hemimetabola.

Tidak ada komentar: