Monday, 1 August 2011

SEL TUMBUHAN



Aristoteles (384 – 322 SM).
  • Dia menyatakan bahwa semua makhluk hidup tersusun dari suatu benda hidup atau unit struktural yang mempengaruhi kehidupan suatu organisme.
  • Pada saat itu belum dikenal kata “sel” dari unit structural tersebut.
  • Kemudian baru setelah hampir 2000 tahun struktur itu dinamai sel

Robert Hooke (1665 M)
  • Dialah orang yang pertama kali yang menamakan unit structural tersebut sebagai “sel”.
  • Robert Hooke mengiris tipis batang tanaman Quercus suber (Gabus) yang terlihat dibawah mikroslop struktur yang tersusun atas kamar kamar / bui bui penjara yang kemudian dikenal dengan sel
  
  • Beberapa investigator dari tahun 1665 s/d 1831 yang mempelajari sel
  • Tak satupun yang dapat menyimpulkan bahwa benda hidup tersebut tersusun dari unit atau sel yang serupa.

Pada tahun 1938 – 1939 M, dua orang ahli biologis yaitu
  1. Mathias Schleiden (ahli Botani)
  2. Theodore Schwann (ahli Zoologi)
 
  • Mendefinisikan secara jelas tentang sel.
  • Menurut mereka sel adalah unit struktural dan unit fungsional dari organisme hidup.
  • Sejak tahun 1955, berkembanglah teori sel modern, yaitu :
  1. Sel adalah unit structural dari makhluk hidup.( Schwann dan Schleiden)
  2. Sel adalah unit fungsional dari makhluk hidup. ( Max Schultze )
  3. Sel adalah pembawa sifat dari makhluk
  4. Sel baru berasal dari sel itu sendiri (pembelahan sel) ( Rudolf Virchow )
  5. Setiap sel mempunyai aksi dan tugas secara bebas sebagai bagian integral dari organisme lengkap.
  6. Kemudian disusul oleh Robert brown yang menemukan Nucleus , Istilah protoplasma oleh Johanes Purkinje dan Felix dujardin yang mengaplikasikan protoplasma itu ada pada telur
UKURAN SEL
  • Ukuran dan Bentuk Sel : Ukuran sel biasanya bevariasi antara 10 µm – 100 µm.
  • Ukuran sel yang terkecil pada Pleuropneumonia yaitu 0,1 – 0,5 µm.
  • Ukuran sel yang terpanjang pada serat Sclerenchymatous pada Boehmenia nevia, yaitu ± 55 cm.
BENTUK SEL

JUMLAH SEL
  • Protozoa, bakteri, fungi dan alga bersel satu.
  • Mereka disebut sebagai bentuk uniseluler atau aseluler.
  •  Sebagian besar Kingdom animalia dan Kingdom Plantae dan sebagaian besar Kingdom Fungi terdiri beberapa sel, mereka dikatakan sebagai organisme multiseluler - Metazoa

TYPE SEL
Berdasarkan strukturnya, sel terbagi ke dalam dua type, yaitu :
  1. Sel Prokaryotik; yaitu sel dengan inti tanpa dilindungi membran inti ( Caryo Theca) sehingga materi genetik berupa DNA / Kromosom berada di sitoplasma , sel tipe ini mitokondria, kloroplas, dan nucleus tidak terlihat secara jelas. Type sel ini ditemukan pada bakteri dan alga biru hijau yang tergolong dalam kingdom Monera .
  2. Sel Eukaryotik; yaitu sel dimana batas nucleus dan membrane tampak secara jelas. sehingga Materi genetik berada dalam nucleoplasma ( cairan inti) Type sel ini ditemukan pada semua Kingdom Protista , Kingdom Fungi , Kingdom Plantae dan Animalia
SEL TUMBUHAN




Dari sini diketahui bahwa secara umum sel tumbuhan adalah sebagai berikut :
  • Pada sel unicellualair atau unit terkecil pada sel tumbuhan istilah sel meliputi protoplasma dan dinding sel
  • Sedangkan pada organisme multi sel yang ada membentuk struktur kompleks yaitu jaringan dan organ
  • Sel pada organisme multi sel tidak sama satu dengan lainnya tetapi masing-masing mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
  • Pada awalnya struktur dinding sel yang ada pada tumbuhan dianggap sebagai sel mati hasil ekskresi zat hidup dalam sel
  • Akan tetapi baru-baru ini makin banyak ditemui bukti bahwa ada satuan organik yang ada diantara protoplas dan dinding, khususnya pada sel muda
  • Sebenarnya antara sel hewan dan sel tumbuhan meskipun berbeda namun terdapat persamaan-persamaan dasar tertentu mengenai sifat, bentuk, dan fungsi dari bagian sel tersebut.
  • Secara umum bagian-bagian sel tersebut adalah membran sel, sitoplasma, mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus golgi, lisosom, plastida, kloroplast, sentrosom, ribosom, vakuola, inti sel, membran inti, mikrofilamen, dan dinding sel
  • Mudahnya demikian pada Sel tumbuhan ada 3 organela (Dinding sel , Chloroplast , dan Vacuola besar ) sedang pada sel hewan ada 2 organela yaitu ( Lisosom dan Sentriol)
  • lainnya baik sel hewan dan sel tumbuhan punya misal Nucleus (Hewan/Tumbuhan ) dll OK
Dari sini diketahui bahwa secara umum sel tumbuhan adalah sebagai berikut:

  • Salah satu perbedaan yang khas antara sel tumbuhan dengan sel hewan adalah pada sel tumbuhan mempunyai bentuk yang bermacam-macam.
  • Ada yang berbentuk peluru, prisma, dan memanjang seperti rambut atau seperti ular. Sel tumbuhan mempunyai dua bagian pokok yang berbeda dari hewan yaitu vakuola, plastida dan dinding sel.
  • Vakuola dan plastida merupakan bagian hidup dart sel tumbuhan dan disebut protoplas.
  • Sedangkan dinding sel yang berfungsi untuk melindungi isi sel/lumen yang ada di protoplasma disebut bagian sell yang mati.
  • Hal ini terlihat pada sel gabus tumbuhan yang tergolong sel mati karena hanya memiliki inti set dan sitoplasma, sehtngga ruang antar selnya kosong.
  • Bentuk sel gabus heksagonal,tersusun rapat antara satu dan lainnya. 
  • Pada mahkluk hidup multicellulair Sel sel itu mengumpul membentuk jaringan
Adapun Contoh jaringan-jaringan yang terdapat pada sel tumbuhan yaitu :
  1. Jaringan epidermis, tertetak panda permukaan akar, daun, dan batang. Epidermis dilapisi zat lemak yaitu kutikula dan kitin.
  2. Jaringan parenkim dan kolenkim, parenkim atau jaringan dasar fungsinya memperkuat kedudukan jaringan-jaringan lain. Jaringan ini terdapat di seluruh tumbuhan.
  3. Jaringan penyokong : Sklerenkim : Parenkim yang menebal pada seluruh permukaannya dan Kolenkim yang hanya menebal pada bagian sudut sudutnya
  4. Jaringan meristem, yaitu seketonmok sel-sel yang aktif membelah dan memperbanyak diri.
  5. Jaringan pengangkut Berfugsi untuk mengantarkan dan menyebarkan suatu zat makanan yang diperlukan sel tubuh.
Bagian-bagian Sel


Membran sel
  • Suatu lapisan multi fungsional yang memisahkan unsur di dalam sel dengan lingkungan di luar sel.
  • Ketebalannya antara 7 – 10 µm.
  • Tersusun dari lipida, protein, dan ion-ion.
  • Fungsi dinding sel menentukan dalam proses pertukaran zat dan informasi antar sel.

Protoplasma
  • Merupakan substansi hidup dimana di dalamnya terdapat semua bagian sel.
  • Terdiri dari dinding plasma, sitoplasma, dan inti sel (nucleus).

Sitoplasma
  • Mengandung organel-organel sel dan materi produk sel.
- Peran dan fungsi sitoplasma :
  • Ruangan tempat terjadinya reaksi bermacam-macam katalisa dari berbagai proses pertukaran zat.
  • Sebagai ruangan tempat terjadinya proses komunikasi di antara berbagai organel sel.

Organel Sel
Mitokondria
  • Panjang rata-rata 3 – 4 µm, diameter rata-rata 0,5 – 2,0 µm.
  • Jumlah mitokondria di dalam sel rata-rata 200 – 300 mitokondria.
- Peran dan fungsi mitokondria :
  1. Sebagai organel yang menghasilkan energi selama proses respirasi pada siklus crebs dan transport electron yang menghasilkan ATP.
  2. Mengakumulasikan ion-ion seperti Ca2++ dan Fe3++.
Plastida terbagi ke dalam 3 type, yaitu :
  1. Leukoplas atau leukoplastida,
  2. Kromoplas atau kromoplastida
  3. Kloroplas atau kloroplastida.

Leukoplas
  • Merupakan plastida yang tak berpigmen dan hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.
Leukoplas terbagi menjadi tiga type, yaitu;
  1. Amiloplas (penyimpan pati, pada umbi, kotiledon, dan endosperm)
  2. Elaioplas (penyimpan lemak dan minyak, pada biji atau benih)
  3. Proteinoplas atau aleuroplas (penyimpan lemak dan protein, pada biji tanaman castor, kacang brazil)

Kromoplas
  • Merupakan plastida yang mengandung pigmen beberapa warna.
Kromoplas terbagi menjadi tiga type, yaitu;
  1. Phaeoplas; mengandung pigmen fucoxanthin (berwarna coklat).
  2. Rhodoplas; mengandung pigmen phycoerythrin (berwarna merah).
  3. Kromotophores; terdapat pada bakteri dan alga biru hijau.
  • Pada alga biru hijau mengandung pigmen phycocyanin, phycoerythrin, kloropil, dan karotinoid.
  • Pada bakteri mengandung pigmen bakteriokloropil dan bakterioviridin (ditemukan pada bakteri fotosintetik.

Kloroplas
  • Merupakan plastida yang paling penting pada semua tumbuhan, kecuali fungi, bakteri, dan tumbuhan parasitik.
  • Di dalam tumbuhan, kloroplas tersebar di jaringan mesofil daun dan diklorenkim, juga ditemukan pada sitoplasma alga.
  • Ukuran kloroplas bervariasi dengan diameter rata-rata 4 – 6 µm dan panjang antara 80 – 100 µm.
  • Jumlah kloroplas secara normal adalah 20 – 50 di dalam sel tumbuhan, tapi pada alga hanya ada satu kloroplas.
Fungsi kloroplas
  • berperan dalam proses fotosintesis.yang meliputi 2 tahap proses yaitu : Raksi terang di Tilakoid / Grana dan Reaksi gelap di Stroma (stroma..lam)


Retikulum Endosplasma (RE)
  • Ditemukan hampir diseluruh sel eukaryotic, tapi tidak ditemukan pada sel prokaryotik.
Fungsi RE, yaitu :
  1. Mendukung dari supplement mekanik dari struktur koloid dari sitoplasma
  2. Membantu pertukaran material antara nucleus dan sitoplasma
  3. Membantu dalam sintesa dan penyimpanan lipid, kolesterol, dan glikogen
  4. Salah satu bagian yang dilewati dari rute perjalanan RNA dari nucleus ke luar sel, yaitu; dari membrane nuclear terus ke pori nuclear terus ke RE terus ke Badan golgi terus ke membrane plasma sampai akhirnya keluar sel.

Badan golgi
  • Jumlah badan golgi secara normal terdapat satu badan golgi pada setiap sel.
Fungsi badan golgi, yaitu :
  1. Berperan dalam sintesis polysakarida
  2. Berperan dalam formasi sel dengan cara mentransfer polysakarida yang dibentuk di badan golgi ke daerah sel yang baru pada saat sel masih dalam pertumbuhan
  3. Berperan dalam formasi pigmen, seperti pigmen melanin.
Ribosom
  • Merupakan organel sel yg paling kecil dengan ukuran 150 – 250 Å.
  • Di dalam setiap sel terdapat ± 20.000 – 30.000 ribosom.
  • Fungsi ribosom adalah berperan dalam sintesa protein.

Sentrosoma
  • Pada sel prokaryotic tidak terdapat sentrosoma.
  • Fungsi sentrosoma adalah membentuk benang-benang kromatin yang akan menarik pasangan kromosom kea rah kutub sel.

Nukleus (Inti Sel)
  • Terdapat pada semua jenis sel, kecuali pada bakteri dan alga biru hijau.
  • Secara umum berbentuk ellips.
  • Mempunyai diameter rata-rata 5 – 25 µm.
Fungsi nukleus, yaitu :
  1. Sebagai pengatur pada sintesa protein
  2. Mengatur pertumbuhan dan reproduksi tumbuhan.
VACUOLA
Fungsi vakuola :
  1. Menyimpan bahan makanan (air, garam, mineral, protein, gula,asam organik, asam amino)
  2. Berperan dalam turgiditas (turgor sel) dan bentuk sel
  3. Dapat memberi warna pada bunga dan buah karena mengandung pigmen antosian yang berguna untuk menarik serangga, burung, dan hewan lain yang berjasa bagi penyerbukan dan pemencaran biji.
  4. Sebagai lisosom (berisi enzim) dapat mencerna sitoplasma ketika sel mati dan tonoplas pecah menyebabkan autolisis.
  5. Tempat penimbunan sisa metabolisme : kristal Ca oksalat, alkaloid, tanin, lateks.

DINDING SEL
  • Dinding sel terdiri dari dinding primer dam lamela tengah yang terletak antara 2 dinding primer yang berdekatan.
  • Zat penyusun dinding primer adalah serat selulosa, sedang lamela tengah adalah Mg dan Ca pekat yang berupa gel.
  • Beberapa sel (xilem, skelerenkim) dinding primer mengalami penebalan dengan zat lignin membentuk dinding sekunder yang keras dan kaku.
  • Bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan membentuk celah yang di sebut noktah.
  • Melalui noktah terjadi komunikasi antar sel dengan perantaraan plasmodesmata (benang sitoplasma)
  • Sel dikatakan mati apabila sudah tidak mempunyai inti sel dan sitoplasma (kosong). Contohnya sel gabus pada penampang melintang ubi kayu.
  • Sel - sel yang hidup pada umumnya mempunyai dinding sel, inti sel / nukleus, di dalam sel terdapat organel-orgenel/ruang selnya tidak kosong, serta protoplasma.
  • Pada sel tumbuhan :
a. Memiliki membran sel yang terletak di bagian dalam dinding sel
b. Pada sel tumbuhan sitoplasma tidak mengandung sentriol dan sentroso
c. Sel tumbuhan memiliki kloroplas yang mengandung pigmen hijau daun yaitu klorofil, yang memberi warna hijau pada tumbuhan dan sangat penting dalam peristiwa fotosíntesis.





JADI SEL TUMBUHAN ITU

1.       adalah bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:
2.       Vakuola yang besar dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.
3.       Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan.
4.       Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi.
5.       Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
Agar menjadi jelas ini kami yuliskan tabel pembeda sel 
 

DINDING SEL DETAIL

Dinding sel pada sel yang masih muda adalah tipis, makin dewasa sel tersebut dinding selnya relatif bertambah tebal, sehingga terbentuknya dinding sel sangat erat hubungannya dengan perkembangan sel tersebut. Penebalan dinding masing-masing sel berbeda-beda karena disesuaikan dengan fungsinya, sehingga terdapat perbedaan bentuk sel.

Komposisi dinding sel berbagai sel pada tumbuhan 

1. Selulosa
Selulosa merupakan polisakarida dengan rumus (C6H10O5)n. tidak larut dalam air, air mendidih, asam dan alkali encer, serta KOH pekat. Dengan H2SO4 pekat dihidrolisa menjadi glukosa. Oleh enzim selulase diubah menjadi glukosa dan fruktosa.
Selulosa (C6H10O5)n adalah polimer berantai panjang polisakarida karbohidrat, dari beta-glukosa. Selulosa merupakan komponen struktural utama dari tumbuhan dan tidak dapat dicerna oleh manusia.

2. Hemiselulosa
Menyerupai selulosa. Dengan asam encer dihidrolisa menjadi mannose + galaktosa. Dapat dijumpai misal pada lendir tumbuhan.
Hemiselulosa yaitu polisakarida yang mengisi ruang antara serat-serat selulosa dalam dinding sel tumbuhan. Secara biokimiawi, hemiselulosa adalah semua polisakarida yang dapat diekstraksi dalah larutan basa (alkalis). Namanya berasal dari anggapan, yang ternyata diketahui tidak benar, bahwa hemiselulosa merupakan senyawa prekursor (pembentuk) selulosa.
Monomer penyusun hemiselulosa biasanya adalah rantai D-glukosa, ditambah dengan berbagai bentuk monosakarida yang terikat pada rantai, baik sebagai cabang atau mata rantai, seperti D-mannosa, D-galaktosa, D-fukosa, dan pentosa-pentosa seperti D-xilosa dan L-arabinosa.
Komponen utama hemiselulosa pada Dicotyledoneae didominasi oleh xiloglukan, sementara pada Monocotyledoneae komposisi hemiselulosa lebih bervariasi. Pada gandum, ia didominasi oleh arabinoksilan, sedangkan pada jelai dan haver didominasi oleh beta-glukan.

3. Lignin
Zat kayu yang terdapat pada dinding sel yang telah mengkayu.
Lignin atau zat kayu adalah salah satu zat komponen penyusun tumbuhan. Komposisi bahan penyusun ini berbeda-beda bergantung jenisnya. Lignin terutama terakumulasi pada batang tumbuhan berbentuk pohon dan semak. Pada batang, lignin berfungsi sebagai bahan pengikat komponen penyusun lainnya, sehingga suatu pohon bisa berdiri tegak (seperti semen pada sebuah batang beton).
Berbeda dengan selulosa yang terbentuk dari gugus karbohidrat, struktur kimia lignin sangat kompleks dan tidak berpola sama. Gugus aromatik ditemukan pada lignin, yang saling dihubungkan dengan rantai alifatik, yang terdiri dari 2-3 karbon. Proses pirolisis lignin menghasilkan senyawa kimia aromatis berupa fenol, terutama kresol.

4. Suberin
Suberin adalah lapisan pelindung bagian tumbuhan di bawah tanah. Suberin juga melindungi sel gabus yang terbentuk pada kulit pohon oleh kegiatan penghancuran dari pertumbuhan sekunder, dan ini terbentuk dari banyak sel sebagai jaringan luka setelah pelukaan (misalnya setelah gugur daun dan pada luka umbi kentang yang akan ditanam).

Suberin juga terdapat pada dinding sel akar yang tak terluka sebagai pita Caspari di endodermis dan eksodermis serta di seludang berkas pembuluh pada rerumputan. Tumbuhan membentuk suberin bila perubahan secara fisiologis atau perubahan perkembangan, atau faktor cekaman, menyebabkan tumbuhan perlu menghambat difusi. Tapi pada tingkat molekul, kejadian yang menyebabkan terbentuknya suberin belum diketahui.

5. Pektin
Dapat ditemukan pada dinding sel dari buah yang mengandung banyak gula. Bila buah dimasak tampak beberapa zat gelatine.
Pektin merupakan segolongan polimer heterosakarida yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat. Pertama kali diisolasi oleh Henri Braconnot tahun 1825. Wujud pektin yang diekstrak adalah bubuk putih hingga coklat terang. Pektin banyak dimanfaatkan pada industri pangan sebagai bahan perekat dan stabilizer (agar tidak terbentuk endapan).
Pektin pada sel tumbuhan merupakan penyusun lamela tengah, lapisan penyusun awal dinding sel. Sel-sel tertentu, seperti buah, cenderung mengumpulkan lebih banyak pektin. Pektinlah yang biasanya bertanggung jawab atas sifat "lekat".
Penggunaan pektin yang paling umum adalah sebagai bahan perekat/pengental (gelling agent) pada selai dan jelly. Pemanfaatannya sekarang meluas sebagai bahan pengisi, komponen permen, serta sebagai stabilizer untuk jus buah dan minuman dari susu, juga sebagai sumber serat dalam makanan.

6. Khitin
Dapat ditemukan pada dinding sel Fungi (jamur).
Kitin adalah polisakarida struktural yang digunakan untuk menyusun eksoskleton dari artropoda (serangga, laba-laba, krustase, dan hewan-hewan lain sejenis). Kitin tergolong homopolisakarida linear yang tersusun atas residu N-asetilglukosamin pada rantai beta dan memiliki monomer berupa molekul glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. Kitin murni mirip dengan kulit, namun akan mengeras ketika dilapisi dengan garam kalsium karbonat. Kitin membentuk serat mirip selulosa yang tidak dapat dicerna oleh vertebrata.
Kitin adalah polimer yang paling melimpah di laut. Sedangkan pada kelimpahan di muka bumi, kitin menempati posisi kedua setelah selulosa. Hal ini karena kitin dapat ditemukan di berbagai organisme eukariotik termasuk serangga, molusca, krustase, fungi, alga, dan protista.

7. Mannan & Galaktan

Mannan merupakan tanaman polisakarida yang merupakan polimer dari gula mannos . Hal ini umumnya ditemukan dalam ragi, bakteri dan tanaman. Hal ini menunjukkan α (1-4) linkage. Ini adalah bentuk polisakarida penyimpanan


 TIME LINE


Rudolph Virchow
1855



Rudolph Virchow was a German Phisican. Contribution: Stated that all living cells come only from other living cells. He emphasized that diseases arose, not in organs or tissues in general, but primarily in individual cells. Virchow also contributed to the development of anthropology as a modern science.
http://www.schools.utah.gov/CURR/SCIENCE/sciber00/7th/cells/sciber/cellhist.htm

Theodor Schwann
1839



Theodor Schwann was a German biologist. Contribiution: He reached the same conclusion as Schleiden about animal tissue being composed of cells, ending speculations that plants and animals were fundamentally different in structure.
http://www.smithlifescience.com/celltheory.htm

Matthias Schleiden
1838



Matthias Schleidon was a german Botanist. Contribiution: He concluded that all plant tissues are composed of cells and that an embryonic plant arose from a single cell. He declared that the cell is the basic building block of all plant matter.
http://www.merke.ch/biografien/biologen_en/schleiden.php

August weismann
Jul 1, 1834



August Weismann was a german theorist. Contribution: Germ-plasm theory Building on Darwin's idea that specific inherited characteristics are passed from one generation to the next, Weissmann asserted that the genetic code for each organism was contained in its germ cells (the cells that create sperm and eggs).

Antony Van  Leeuwenhoek
1680


Antony Leeuwenhoek was a Dutch fabric merchant and amateur scientist. Contribiution: Discovered bacteria (animalcules) He looked at blood, rainwater, scrapings from teeth through a simple microscope and observed living cells and called some 'animalcules'. Some of the small 'animalcules' are now called bacteria. In addition he also discovered free-living and parasitic microscopic protists, sperm cells, blood cells, microscopic nematodes and rotifers, and much more.
http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html

Robert Hooke
1665


Robert Hooke was a English scientist. Contribution: Discovered cells. looked at a thin slice of cork (oak cork) through a compound microscope and observed tiny, hollow, roomlike structures. He called these structures 'cells' because they reminded him of the rooms that monks lived in. He only saw the outer walls (cell walls) because cork cells are not alive.
http://www.schools.utah.gov/CURR/SCIENCE/sciber00/7th/cells/sciber/cellhist.htm

Hans and Zacharias Janssen
1590

Zacharias Janssen was a Dutch lens-maker. Contribution: Invented the first compound microscope in 1595 (a compound microscope is one which has more than one lens). His microscope consisted of two tudes that slid within one another, and had a lens at each end. The microscope was focused by sliding the tubes. Zacharias Janssen's father Hans may have helped him build the microscope.

LATIHAN

1. Gagasan awal tentang sel muncul pada abad XVII ketika seorang ahli memeriksa gabus dibawah kaca pembesar. Ahli tersebut adalah …..
a. Robert Hooke
b. Rheodor schwann
c. Mattias jakob schleiden
d. Antonie van leuwenhoek
e. Carolus Linneus

2. Yang merupaka perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan adalah ….
a. Pada hewan terdapat plastida pada tumbuhan tidak ada
b. Pada hewan tidak terdapat badab golgi, pada tumbuhan ada badan golgi
c. Pada hewan terdapat badan golgi, pada tumbuhan ada badan golgi
d. Pada tumbuhan tidak terdapat mikrotubulus pada hewan ada
e. Pada hewan ada vakuola besar, pada tumbuhan ada vakuola tetapi kecil

3. Organel yang berbentuk seperti jalinan rongga-rongga dan berhubungan dengan membrane inti adalah ….
a. Ribosom
b. Reticulum endoplasma
c. Lisosom
d. Sentriol
e. Mitokondria

4. Organel yang berperan dalam respirasi sel adalah …
a. nucleus
b. reticulum endoplasma
c. ribosom
d. lisosom
e. mitokondria

5. Mitokondria merupakan salah satu organel sel yang berfungsi sebagai tempat …
a. menghasilkan enzim
b. sintesa protein
c. oksidasi zat makanan
d. menyimpan makanan cadangan
e. membentuk senyawa-senyawa organic

6. Transpor zat melalui membran plasma dapat berlangsung dengan transpor aktif. Transpor aktif adalah ...
a. transpor yang memerlukan energi untuk keluar masuknya molekul zat melalui membran
b. transpor dari larutan yang konsentrasinya rendah ke larutan yang konsentrasinya tinggi
c. transpor dari larutan yang konsentrasinya tinggi ke larutan yang konsentrasinya rendah
d. transpor yang mengendalikan pertukaran zat tanpa memerlukan energi
e. transpor yang dipengaruhi oleh ion natrium tanpa memerlukan energi

7. Ilmuwan yang menyatakan bahwa sel berasal dari sel adalah ...
a. Robert Brown
b. Robert Kock
c. Rudolf Virchow
d. Max Scultze
e. Schleiden

8. Suatu selaput yang membungkus suatu massa protoplasma dinamakan ...
a. sitoplasma
b. nukleoplasma
c. mitokondria
d. retikulum endoplasma
e. membran plasma

9. Sel merupakan kesatuan struktural organisme hidup dikemukakan oleh ...
a. Theodore Schwan dan Schleiden
b. Max Scultze
c. Rudolf Virchow
d. Johanes Purkinye
e. Felix Durjadin

10. Fungsi ribosome adalah ...
a. ekskresi sel
b. proses respirasi sel
c. tempat sintesis protein
d. organ pencerna intra seluler
e. mensintesis lemak dan pati

11. Bakteri digolongkan dalam organisme prokariotik karena …
a. tidak memiliki membran plasma
b. tidak memiliki sistem endomembran dan membran nukleus
c. tidak memiliki mitokondria
d. tidak memiliki retikulum endoplasma dan lisosom
e. tidak memiliki membran plasma dan membran nukleus

12. Berikut adalah organel sel eukaryotik , kecuali ....
a. membran plasma
b. ribosom
c. nukleus
d. mesosom
e. mitokondria

13. Berikut yang bukan merupakan fungsi retikulum endoplasma adalah ....
a. sintesis protein
b. sintesis lemak
c. detoksifikasi
d. tempat melekatnya ribosom
e. transpor materi di dalam sel

14. Berikut ini yang termasuk organel sekretori adalah ….
a. lisosom
b. kompleks golgi
c. mesosom
d. mitokondria
e. retikulum endoplasma
15. Pencernaan intraseluler dilakukan oleh organel ....
a. lisosom
b. autosom
c. vakuola kontraktil
d. mesosom
e. fagosom

16. Organel yang berfungsi sebagai penghasil energi adalah .…
a. kloroplas
b. nukleolus
c. kompleks golgi
d. mitokondria
e. ribosom

17. Organel sel yang berperan mengarahkan kromosom ke kutub pada saaat pembelahan sel adalah ….
a. nukleus
b. sentriol
c. ribosom
d. nukleolus
e. mitokondria

18. Bagian sel yang bersifat selektif permeabel adalaah ...
a. dinding sel
b. protoplasma
c. badan golgi
d. selaput plasma
e. retikulum endoplasma

19. Pasangan yang menunjukkan ciri khas sel tumbuhan adalah …
a. dinding sel - kloroplas
b. membran plasma - nukleus
c. mitokondria – lisosom
d. vakuola – nukleus
e. retikulum endoplasma – badan golgi

20. Lipatan membran dalam kloroplas membentuk struktur yang disebut ....
a. stroma
b. granum
c. kuantosom
d. tilakoid
e. tonoplas


21. Fungsi nukleus pada sel eukariot adalah . . . .
a. aktifitas respirasi
b. sintesis protein
c. pengendali genetic
d. proses fotosintesis
e. proses glikolisis

22. Teori sel menunjukkan bahwa sel merupakan unit struktural makhluk hidup. Teori tersebut pertama kali diusulkan oleh . . . .
a. Schleiden dan Schwann
b. Robert Brown
c. Rudolf Virchow
d. Max Schultze
e. Felix Durjadin

23. Fungsi utama ribosom dalam sel adalah . . . .
a. tempat penggabungan beberapa jenis asam amino
b. membentuk butiran yang melekat pada  retikulum endoplasma
c. mempercepat terjadinya oksidasi
d. menghasilkan kode genetika
e. membentuk RNA duta

24. Ilmuwan pertama yang melihat adanya sel dengan menggunakan mikroskop adalah:
a. Robert Hooke
b. Robert Koch
c. Louis Pasteur
d. Robert Brown
e. Gregor Mendel

25. Organel sel yang bertanggung jawab terhadap penetralisir racun yang dihasilkan dari peristiwa katabolisme asam lemak adalah . . . .
a. lisosom
b. katalase
c. badan Golgi
d. nukleus
e. peroksisom

26. Protein yang khas terdapat pada inti sel
a. sitropin
b. bioprotein
c. fitoprotein
d. nukleoprotein
e. nuseloprotein

27. Lisosom mempunyai enzim hidrolitik yang berhubungan dengan fagositosis. Lisosom banyak dijumpai pada . . . .
a. sel hati
b. trombosit
c. eritrosit
d. limfosit
e. leukosit

28. Organel berupa saluran halus dalam sitoplasma berbatas dengan sintesis membrane dan erat kaitannya dengan system angkutan pada sintesis protein adalah. . . .
c. Badan Golgi
e. Plasmodesmata

29. Yang tidak termasuk ke dalam fungsi mikrotubulus adalah. . . .
a. pembentukkan sentriol
b. kerangka sel
c. Pembentukkan flagella
d. bahan penyusun serabut aktin dan meosin
e. Pembentukkan sentrosom

30. Pernyataan yang benar berikut ini yang membedakan vakuola sel hewan dengan vakuola sel tumbuhan adalah. . . .
a. Hewan Permanen, Tumbuhan Tidak Permanen
b. Hewan Tidak Permanen, Tumbuhan Tidak Permanen
c. Terdiri atas vakuola kontraktil dan fagosit, Terdiri dari vakuola makanan saja
d.         Tempat penyimpanan zat makanan terlarut, Bukan tempat penyimpanan zat makanan terlarut
e. Menganut tekanan osmosis sel, Mengatur tekanan turgor sel

ESSAY
1.      Jelaskan teori-teori sel yang ada dan siapa ilmuwan yang mengemukakannya ! (5 poin)

2.      Tuliskan organel-organel sel yang ada pada tumbuhan dan hewan serta Jelaskan fungsinya ! (5 poin)

1 comment:

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Support web ini

BEST ARTIKEL