Showing posts with label POLUSI. Show all posts
Showing posts with label POLUSI. Show all posts

Saturday, November 7, 2009

POLUSI



Untuk renungan mempelajari PENCEMARAN LINGKUNGAN ini bisa di lihat film ini



Mapel:
  • Biologi
Standar Kompetensi:
  • Siswa mampu manganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam kesimbangan ekosistem
Kompetensi Dasar:
  • Menganalisis jenis – jenis limbah dan daur ulang limbah
Indikator Ketuntasan:
  • Membuat laporan jenis-jenis limbah
  • Mengkatagorikan limbah organik dan anorganik dan sumbernya
  • Menjelakan jenis limbah bahan beracun berbahaya
  • Menjelaskan parameter kualitas limbah
  • Mengidentifikasi jenis limbah yang dapat di daur ulang
  • Menjelaskan cara penanganan limbah pada kegiatan praktikum.
Kelas: Kelas X
Semester: Semester 2
  • Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya komponen lain ke dalam lingkungan, membuat tatanannya menjadi berubah dan perubahan mengarah ke kualitas lingkungan yang menurun sampai ke tingkat tertentu , turunnya kualitas inilah menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. OK
  • Polusi atau pencemaran lingkungan Segala kegiatan kejadian yang merusak lingkungan dan yang berada disekitarnya.Terutama pada kegiatan manusia pada jaman sekarang dengan teknologinya yang semakin canggih dapat menimbulkan gangguan terhadap struktur trofik,aliran energy dan daur biogeokimia dalam ekosistem dibanyak wilayah Indonesia. 
  • Kerusakan lingkungan ini juga dapat berupa pencemaran lingkungan yang lebih dikenal dengan istilah polusi.
  • Polusi atau pencemaran lingkungan ini akibat zat zat pencemar lingkungan yang dikenal denga Polutan 

  • Pengertian polusi : adalah masuk atau dimasukkannya bahan-bahan berupa makhluk hidup beserta bahan yang dihasilkan makhluk hidup, bahan kimia, debu, sedimen, panas, suara atau radiasi kedalam lingkungan sehingga kualitas lingkungan tersebut menurun sampai sampai tingkat tertentu.
  • Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu UU No. 4 Tahun 1982
POLUTAN
  • Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran

Syarat-syarat suatu zat Bisa kita sebut Polutan bila
  1. keberadaannya tidak sesuai dilingkungan
  2. waktu kebaradaannya tidak sesuai dengan lingkkungan
  3. dan jumlahnya di lingkungan berlebihan Contohnya : karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak, timbul efek rumah kaca dan lainnya
Sifat polutan adalah:
  • merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi
  • merusak dalam jangka waktu lama.
  • Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.
Macam-macam Pencemaran
Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada

  1. tempat terjadinya
  2. macam bahan pencemarnya
  3. tingkat pencemaran.
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi
  1. Pencemaran udara
  2. Pencemaran air
  3. Pencemaran tanah
  4. Pencemaran suara
Pencemaran udara

Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel.
  1. CO (Carbon Monoksida)
  2. CO2 (Carbon Dioksida)
  3. SO2 dan NOx (Sulfur dioksida , Nitro Oksida)
  4. CFCs (Cloro Fluoro Carbons)
  5. H2S (Asam Sulfida)
Gas CO
  • Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau
  • Bersifat racun / toksik
  • Di lingkungan rumah dapat pula terjadi pencemaran Misalnya, menghidupkan mesin mobil di dalam garasi tertutup Jika proses pembakaran di mesin tidak sempurna,maka proses pembakaran itu menghasilkan gas CO (karbon monoksida) yang keluar memenuhi ruangan. Hal ini dapat membahayakan orang yang ada di garasi tersebut.
  • Selain itu, menghidupkan AC ketika tidur di dalam mobil dalam keadaan tertutup juga berbahaya. Bocoran gas CO dari knalpot akan masuk ke dalam mobil, sehingga dapat menyebabkan kamatian
  • Mempunyai daya afinitas yang tinggi terhadap Hb ( hemoglobin) sehingga cenderung di ikat membentuk HbCO
  • Jika ini terikat sejumlah 80 % HbCO di peredaran maka akan membuat kematian sebagai gas pembunuh "Killing Gas"

Gas CO2
  • Dalam udara murni berjumlah 0,03%.
  • Bila melebihi toleransi dapat mengganggu pernapasan.
  • Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di bumi dapat menahan panas matahari sehingga suhu bumi panas.
  • Barometer pencemaran udara yang paling menonjol adalah semakin meningkatnya kadar CO2 di udara.
  • Karbon dioksida itu berasal dari pabrik, mesin-mesin yang menggunakan bahan bakar fosil (batubara, minyak bumi), juga dari mobil, kapal pesawat terbang, dan pembakaran kayu.
  • Meningkatnya kadar CO2 di udara tidaksegera diubah menjadi oksigen oleh tumbuhan karena banyak hutan di seluruh dunia yang ditebang.
  • Dampak terbesar dari Polutan CO2 adalah mengakibatkan efek rumah kaca.
  • Awan penuh Gas Carbon dioksida sehingga menghambat panas yang dibiaskan dari bumi , panas kembali kebumi sehingga pemanasan bumi menjadi bertambah dari intensitas cahaya matahari yang bisa menembus awan tersebut dan panas dari bumi yang dipantulkan karena energi tidak bisa menembus awan CO2 itu sehingga ada peningkatan suhu bumi (Green House Effect) 
  • " Efek rumah kaca "ini akan membawa ke Pemanasan global di bumi 
  • Jadi ERK bukan dari gas yang lain kecuali Carbon Dioksida OK



Gas SO2 dan NOx.
  • Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair membentuk embun atau membentuk awan yang mengikat asam baik H2SO4 maupun Nitrat sehingga jika turun hujan bisa merusak tanah
  • Sumber dari pembakaran Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan menghasilkan sulfur dioksida.
  • Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur.
  • Asam ini membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang disebut "Hujan Asam"
  • Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.
  • Gas H2S. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi, bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.


Partikulat Padat
  • Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
Radiasi bahan radioaktif nuklir
  • Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi.
  • Materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia.
  • Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
  • Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
Pencemaran air
  • Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.
  • Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, Sisa detergen mencemari air.
  • Zat kimia cair buangan industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat racun.
  • Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
Sampah Organik
  • Fosfat hasil pembusukan bersama N03 dan pupuk pertanian terakumulasi dan menyebabkan "Eutrofikasi"
  • Eutrofikasi yaitu penimbunan mineral yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming alga).
  • Akibatnya sisa blooming yang mati akan diuraikan oleh bakteri yang di air dan hasil penguraian sisa organik blomming yang mati itu oleh bakteri memerlukan oksigen

  • Akibatnya DO akan turun BOD naik , kehidupan di dalam air tidak dapat oksigen sehingga mati .
  • Lebih jelasnya Baca ini 
  • Hal sama juga terjadi pada tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal.
  • Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem
  • Bila terjadi pencemaran di air karena DDT , maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.
Pencemaran tanah

Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :
  1. Sampah-sampah anorganik : plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng
  2. Sampah organik
  3. Detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit diuraikan)
  4. Zat kimia DDT dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
Polusi suara
  • Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
  • Gendang telinga kita secara normal dapat menerima kekuatan suara 80 dB (Desible)
Macam bahan pencemar
  1. Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi), pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
  2. Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba coli, dan Salmonella thyposa.
  3. Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
Tingkat pencemaran

Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada
  1. kadar zat pencemar
  2. waktu (lamanya) kontak.
Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
  1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan padapanca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang menyebabkan mata pedih.
  2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
Parameter Pencemaran
  • Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum.
Paramater yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :
  1. Parameter kimia Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam berat.
  2. Parameter biokimia Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen dalam air. Cara pengukurannya adalah dengan menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan untuk mengukur banyaknya pencemar organik. Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.
  3. Parameter fisik Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
  4. Parameter biologi Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton
LATIHAN SOAL


1. Berikut ini adalah zat kimia yang dapat merusak ozon, kecuali...
A. halogen
B. metil bromida
C. CFC
D. metil kloroform
E. vinil klorida

2.. Di bawah ini yang bukan senyawa pencemar utama ialah...
A. karbon monoksida
B. nitrogen dioksida
C. timbal
D. asam karbonat
E. sulfur dioksida

3. Dampak buruk yang mungkin terjadi akibat hujan asam ialah....
A. kanker kulit
B. menurunya pH tanah
C. meningkatnya keasaman tumbuhan
D. menurunkan kandungan kimia tanah
E. meningkatkan suhu udara

4. Protokol konvensi untuk menghapus produksi CFC disebut....
A. Montreal protocol
B. Kyoto protocol
C. Melbourne protocol
D. Oklahoma protocol
E. Boston protocol

5. Polutan penyebab terjadinya hujan asam ialah
A. NO2 dan CN
B. NH dan CL
C. CO2 dan CN
D. CO2 dan NO2
E. CO dan CN

6. Pada ekosistem laut, daerah yang memiliki komponen biotik dengan tingkat produsen paling banyak ialah daerah....
A. abisal
B. afotik
C. batial .
D. termoklin
E. fotik

7. Salah satu usaha yang dilakukan manusia untuk memelihara kesuburan tanah ialah .
A. pembuatan saluran irigasi
B. melindungi flora dan fauna
C. melakukan rotasi jenis tanaman
D. melakukan reboisasi
E. membuat perkebunan yang luas

8. Bahan pencemar yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui rantai makanan ialah
A. logam berat dan pestisida
B. gas belerang dan karbon dioksida
C. gas belerang dan logam berat
D. pestisida dan karbon dioksida
E. karbon monoksida dan logam berat

9. Pencemaran udara dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini, kecuali ....
A. aktivitas gunung berapi
B. pembakaran hutan
C. industri berat
D. pemakaian detergen secara berlebihan
E. kendaraan bermotor

10. Berikut ini fungsi hutan hujan tropik Indo nesia bagi lingkungan global, kecuali ....
A. mencegah terjadinya efek rumah kaca
B. menjaga kelestarian iklim global
C. menghasilkan devisa bagi negara
D. mengurangi kadar CO2 di udara
E. mengurangi pencemaran udara

11.Organisme yang ikut berperan pada peredaran biogeokimia, selain produsen dan konsumen adalah.............
a. Detrivor dan dekomposer                  
b. Karnivora dan detrivor
c. Herbivora dan karnivora                      
d. Herbivora dan detrivor
e.  Herbivora dan dekomposer

12.Perpindahan materi dan energi dari organisme yang satu ke organisme lain secara satu arah melalui proses memakan dan dimakan disebut.................
a. Aliran energi                                                         
b. Produktivitas ekosistem
c.  Rantai makanan                                       
d.  Piramida makanan
e.  Jaring-jaring makanan

13. Interaksi yang tidak menjadi objek ekologi adalah................
a.   Cahaya mempengaruhi terjadinya fotosintesis
b.   Kucing memangsa tikus
c.   Bunga dapat memberi makan lebah madu
d.   Tumbuhan memerlukan air untuk berkecambah
e.   Air menguap karena adanya cahaya

14. Faktor-faktor yang merupakan lingkungan fisik suatu organisme adalah...........
a.   Air, udara, tanah, cahaya matahari, dan mikroba
b.   Air, udara, cahaya matahari, temperatur, dan tanah
c.   Tanah, air, suhu, kelembapan, dan mikroba
d.   Air, udara, cahaya matahari, temperatur, dan mikroba
e.   Air, udara, temperatur, tanah, dan mikroba

15. Berdasarkan cara memperoleh makanan, komponen biotik dalam ekosistem dapat dikelompokkan menjadi................
a.  Autotrof dan kemoautotrof                               
b.  Kemoautotrof dan heterotrof
c.  Autotrof dan fotoautotrof                  
d.  Fotoautotrof dan kemoautotrof
e.  Autotrof dan heterotrof

16. Siklus karbon termasuk dalam daur biogeokimia karena unsur karbon.........
a.   Tidak terdapat dalam bentuk bebas
b.   Mengalami perpindahan melalui jalur biologis, geologis, dan kimiawi
c.   Diperlukan dalam industri
d.   Melimpah di alam
e.   Banyak terdapat dalam fosil

17. Lingkungan bersifat dinamis artinya................
a.   Herbivora melebihi karnivora
b.   Terjadi dominasi hewan tertentu
c.   Terjadi perubahan populasi dalam batas-batas tertentu
d.   Populasi tidak berubah
e.   Tidak ada konsumen puncak

18. Kita semua mempunyai tugas ikut melestarikan lingkungan. Tujuan utama melestarikan lingkungan ialah...............
a.   Melindungi kehidupan margasatwa
b.   Melindungi kehidupan flora dan fauna
c.   Menjaga keseimbangan antara lingkungan dan makhluk hidup
d.   Menjaga keseimbangan antara lingkungan biotik dan abiotik
e.   Menjaga keseimbangan antarlingkungan abiotik

19. Lapisan ozon dapat rusak oleh................
a.   O2                                 
b.   CFC                                    
c.   HFC
d.   O3                                 
e.   HCFC

20. Perubahan amonia menjadi nitrit pada siklus nitrogen dilakukan oleh.............
a.   Nitrobacter                               
b.   Nitrosomonas                               
c.   Anabaena
d.   Rhizobium                 
e. Azobacter

21. Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali di suatu danau dapat menyebabkan
A. penyusutan air karena penguapan Iebih tinggi
B. kadar oksigen dalam perairan menurun
C. perairan menjadi kurang subur akibat pembusukan
D. air menjadi keruh karena tertahannya partikel tanah
E. ikan-ikan banyak yang mati kerenakeracunan
A. jika (1), (2), dan (3) yang betul,
B. jika (1) dan (3) yang betul,
C. jika (2) dan (4) yang betul,
D. jika hanya (4) yang betul, dan
E. jika semuanya betul.

22. Berikut adalah jenis senyawa pencemar udara yang dapat merusak ozon, yaitu ....
1. HCFC
2. ODS
3. Karbon tetraklorida
4. PCBs

23. Berikut adalahx berbagai jenis-jenis pencemaran yang dapat mengganggu manusia, yaitu ....
1. pencemaran air
2. pencemaran udara
3. pencemaran tanah
4. pencemaran suara

24. Suani bahan atau zat dikatakan sebagai bahan pencemar apabila keberadaanya sebagai berikut....
1. berada pada tempat yang tidak semestinya
2. konsentrasi melebihi ambang batas
3. menimbulkan dampak negatif
4. dapat terurai dengan cepat

25. Pengendalian pencemaran dapat di'akukan melalui tindakan-tindakan berikut ....
1. menempatkan kawasan industri di daerah pinggiran
2. menekan laju pembuangan gas industri
3. meiigubah hutan menjadi lahan atau daerah pertanian
4. mengatur dan mengawasi gas emisi kendaraan bermotor

ESSAY

1.      Jelaskan peranan mikroorganisme dalam siklus nitrogen (N)!
2.      Sebutkan fungsi hutan kemudian sebutkan kerugian karena perusakan hutan!
3.      Sebutkan faktor-faktor penyebab gangguan keseimbangan lingkungan!
4.      Jelaskan yang dimaksud limbah pertanian dan akibat yang ditimbulkan!

NOTE

  • Keseimbangan ekosistem di alam perlu dipertahankan melalui cara yaitu pelestarian sumber daya alam. 
  • Ketersediaan SDA menopang pemenuhan kebutuhan bagi makhluk hidup atau organisme di dalam lingkungan, khususnya manusia.
  • Menurut tempatnya, polusi dapat digolongkan menjadi polusi udara, tanah, dan air. 
  • Polusi udara disebabkan oleh asap pabrik, asap kendaraan bermotor, letusan gunung berapi, reaktor nuklir dan pembakaran. 
  • Polusi tanah disebabkan oleh sampah sintetik (plastik, kaleng), deterjen non-biodegradabel dan zat kimia buangan pertanian. 
  • Polusi air disebabkan oleh limbah industri, sampah organik, dan minyak bumi yang tumpah dari kapal tanker.
  • Limbah merupakan sumber daya alam yang telah kehilangan fungsinya berpotensi menjadi polutan. 
  • Oleh karenanya limbah perlu mendapat perhatian dan penanganan agar tidak merugikan bagi kehidupan masyarakat. 
  • Penanganan limbah antara lain pemanfaatan kembali, daur ulang, penimbunan atau pembakaran, hal ini sangat tergantung dari karakteristik masing-masing limbah.

  • Perubahan lingkungan mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. 
  • Perubahan yang terjadi pada lingkungan menyebabkan adanya gangguan terhadap keseimbangan karena sebagian dari komponen lingkungan menjadi berkurang fungsinya. 
  • Perubahan lingkungan dapat terjadi karena campur tangan manusia dan dapat pula karena faktor alami. 
  • Dampak dari perubahannya belum tentu sama, namun akhirnya manusia juga yang mesti memikul serta mengatasinya.
Perubahan Lingkungan karena Campur Tangan Manusia
  • Perubahan lingkungan karena campur tangan manusia contohnya penebangan hutan, pembangunan pemukiman, dan penerapan intensifikasi pertanian.
  • Penebangan hutan yang liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. 
  • Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. 
  • Se­lain itu, penggundulan hutan dapat menye­babkan terjadinya banjir clan erosi. 
  • Akibat lain adalah munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut. 

  • Pembangunan pemukiman pada daerah­daerah yang subur merupakan salah satu tuntutan kebutuhan akan papan. Semakin pa­dat populasi manusia, lahan yang semula pro­duktif menjadi tidak atau kurang produktif.
  • Pembangunan jalan kampung dan desa dengan cara betonisasi mengakibatkan air sulit meresap ke dalam tanah. Sebagai akibatnya, bila hujan lebat memudahkan terjadinya banjir. 
  • Selain itu, tumbuhan di sekitarnya men­jadi kekurangan air sehingga tumbuhan tidak efektif melakukan fotosintesis. 
  • Akibat lebih lanjut, kita merasakan panas akibat tumbuhan tidak secara optimal memanfaatkan COz, peran tumbuhan sebagai produser terhambat.
  • Penerapan intensifikasi pertanian dengan cara panca usaha tani, di satu sisi meningkat­kan produksi, sedangkan di sisi lain bersifat merugikan. 
  • Misalnya, penggunaan pupuk dan pestisida dapat menyebabkan pencemaran. 
  • Contoh lain pemilihan bibit unggul sehingga dalam satu kawasan lahan hanya ditanami satu macam tanaman, disebut pertanian tipe mono­kultur, dapat mengurangi keanekaragaman se­hingga keseimbangan ekosistem sulit untuk diperoleh. 
  • Ekosistem dalam keadaan tidak stabil. Dampak yang lain akibat penerapan tipe ini adalah terjadinya ledakan hama.
REFLEKSI

Hukum Kekekalan Energi ( Lavoiser)

  • “Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi serta tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk”
  •  Buah perbuatan yang pasti akan kembali ke empunya dengan jumlah yang sama, tidak kurang, juga tidak lebih. 
  • Persis, sesuai besaran energi yang dikeluarkan untuk melakukan perbuatan tersebut. 
  • Tak peduli apakah perbuatan tersebut bersifat positif maupun negatif, semua pasti kembali kepada empunya. 
  • Jumlah usaha = hasil usaha
TRY AGAIN


1. Polusi merupakan peristiwa masuknya zat atau bahan ke lingkungan yang dapat
menurunkan mutu lingkungan dan daya dukung lingkungan. Zat atau bahan yang
yang menurunkan mutu lingkungan dan daya dukung lingkungan tersebut
dinamakan ....
a. toksik
b. polutan
c. pencemaran
d. degradasi
e. polusi

2. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar makhluk hidup pada kondisi lingkungan
tertentu dinamakan ....
a. polusi
b. polutan
c. mutu lingkungan
d. daya dukung lingkungan
e. degradasi

3. Plastik, pecahan kaca, logam adalah bahan-bahan yang secara alami tidak
dapat diuraikan karena bersifat ....
a. toksik
b. biodegradable
c. nonbiodegradabel
d. korosif
e. renewable

4. Suatu bahan dikatakan sebagai polutan jika memenuhi syarat berikut, kecuali
....
a. kadarnya melebihi batas
b. berada pada waktu yang tidak tepat
c. berada di tempat yang tidak semestinya
d. bersifat toksik
e. tidak mendatangkan manfaat

5. Polutan yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam adalah ....
a. CO2
b. H2O
c. O2
d. SO3
e. NH3

6. Pemakaian bahan bakar minyak hakikatnya dapat menurunkan mutu
lingkungan karena ....
a. minyak makin langka
b. minyak bersifat terbarukan
c. menghasilkan emisi gas ke udara
d. harganya makin mahal
e. depositnya di perut bumi makin menipis

7. Istilah yang tepat untuk menggambarkan terjadinya kenaikan suhu secara
global di muka bumi adalah ....
a. eutrofikasi
b. presipitasi
c. kondensasi
d. efek rumah kaca
e. blooming

8. Pemakaian pestisida pada dosis yang kurang tepat menimbulkan kerugian
karena ....
a. harganya mahal
b. menimbulkan kekebalan hama
c. parasitoid ikut mati
d. musuh alami hama ikut mati
e. pemborosan

9. Pemakaian CFC pada mesin pendingin ruangan, AC, kulkas sebaiknya
dipertimbangkan lagi untuk dicarikan alternatif pengganti yang lebih ramah
lingkungan. Efek penggunaan CFC terhadap lingkungan adalah ....
a. terjadi hujan asam
b. efek rumah kaca
c. pemanasan global
d. eutrofikasi
e. penipisan lapisan ozon

10. Penanganan limbah dari kertas, sampah dedaunan, kotoran ternak yang paling
tepat adalah ....
a. reuse
b. reduce
c. repair
d. recovery
e. recycle

11. Kualitas air di antaranya ditentukan oleh keberadaan organisme seperti bakteri
Eschericia coli dalam air. Jika ditemukan bakteri tersebut dalam air
menunjukkan bahwa ....
a. limbah industri
b. limbah nuklir
c. limbah pupuk
d. limbah radioaktif
e. limbah feses

12. Jika air ditetesi dengan metilen biru lalu ditutup rapat dan didiamkan beberapa
hari warnanya tetap biru berarti ....
a. kandungan oksigennya rendah
b. kandungan oksigennya tinggi
c. kandungan CO2 rendah
d. kandungan CO2 tinggi
e. kandungan CO2 tinggi, kandungan O2 rendah

13. Dilihat dari konsep ekologi sistem pertanian tumpangsari ....
a. baik karena mengurangi kompetisi antar tanaman
b. baik karena menghemat tenaga
c. tidak baik karena penanganannya sulit
d. tidak baik karena rentan erosi
e. baik karena cara pemeliharaannya lebih mudah

14. Syarat air secara kimia agar layak konsumsi adalah ....
a. tidak berbau
b. tidak mengandung bakteri
c. tidak berwarna
d. tidak mengandung logam berat
e. tidak mengandung oksigen

15. Pemakain DDT pada pertanian dilarang karena DDT bersifat stabil dan dapat
terakumulasi pada jaringan konsumen puncak melalui rantai makanan.
Akumulasi DDT tertinggi pada konsumen puncak ini dinamakan ....
a. biological control
b. biodegradasi
c. biomagnification
d. biopestisida
e. eutrofika




NOTE

PENCEMARAN UDARA OLEH GAS CO (KARBON MONOKSIDA)

Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. 
  • Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. 
  • Pada umumnya bahan pencemar udara adalah berupa gas-gas beracun (hampir 90 %) dan partikel-partikel zat padat. 
  • Gas-gas beracun ini berasal dari pembakaran bahan bakar kendaraan, dari industri dan dari rumah tangga. 
  • Selain gas-gas beracun di atas, pembakaran bahan bakar kendaraan juga menghasilkan partikel-partikel karbon dan timah hitam yang berterbangan mencemari udara. 
  • Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. 
  • Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dan lain-lain. 

Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. 
  • Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. 
  • Salah satu bahan pencemar udara yang sangat membahayakan makhluk hidup adalah gas karbon monoksida.
Gas Karbon monoksida adalah sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dan tidak mudah larut dalam air, beracun dan berbahaya. Zat gas CO ini akan mengganggu pengikatan oksigen pada darah karena CO lebih mudah terikat oleh darah dibandingkan dengan oksigen dan gas-gas lainnya. Pada kasus darah yang tercemar karbon monoksida dalam kadar 70% hingga 80% dapat menyebabkan kematian pada orang.

Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon­pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.

Pengertian gas monoksida (CO)

Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbon dioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida (CO)merupakan senyawa yang tidak berbau, tidak berasa dan pada suhu udara normal berbentuk gas yang tidak berwarna, dan dapat berbentuk cairan pada suhu dibawah -129OC. berat jenis sedikit lebih ringan dari udara (menguap secara perlahan ke udara), CO tidak stabil dan membentuk CO2 untuk mencapai kestabilan phasa gasnya.Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman kalau waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Senyawa CO mempunyai potensi bersifat racun yang berbahaya karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin.

Karbon monoksida di lingkungan dapat terbentuk secara alamiah, tetapi sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia. Karbon monoksida yang berasal dari alam termasuk dari lautan, oksidasi metal di atmosfir, pegunungan, kebakaran hutan dan badai listrik alam. Sumber CO buatan antara lain kendaraan bermotor, terutama yang menggunakan bahan bakar bensin. Berdasarkan estimasi, jumlah CO dari sumber buatan diperkirakan mendekati 60 juta Ton per tahun. Separuh dari jumlah ini berasal dari kendaraan bermotor yang menggunakan bakan bakar bensin dan sepertiganya berasal dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran batubara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik.

Karbon monoksida, CO, dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung karbon dan oleh pembakaran pada tekanan dan suhu tinggi yang terjadi pada mesin. Karbon monoksida dapat juga dihasilkan dari reaksi oksidasi gas metana oleh radikal hidroksi dan dari perombakan/pembusukan tanaman meskipun tidak sebensar yang dihasilkan oleh bensin. Pada jam-jam sibuk di daerah perkotaan konsentrasi gas CO bisa mencapai 50 -100 ppm. Tingkat kandungan CO di atmosfir berkorelasi positip dengan padatnya lalu lintas, tetapi korelasi negatif dengan kecepatan angin. Keberadaan atau umur gas CO di atmosfir tidak lama hanya kira-kira 4 bulan. Hal ini terjadi karena karbon monoksida di atmosfir dihilangkan melalui reaksi dengan radikal hidroksil, HO*.

Bahaya gas CO bagi kesehatan

Karakteristik biologic yang paling penting dari CO adalah kemampuannya untuk berikatan dengan haemoglobin, pigmen sel darah merah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Sifat ini akan menghasilkan pembentukan karboksihaemoglobin (HbCO) yang 200 kali lebih stabil dibandingkan Oksihaemoglobin (HbO2). Penguraian HbCO yang relative lambat menyebabkan terhambatnya kerja molekul sel pigmen tersebut dalam fungsinya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi seperti ini bisa berakibat serius hingga fatal, karena dapat menyebabkan keracunan.

Karbon monoksida (CO) apabila terhisap ke dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknyaoksigen yang akan dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO bersifat racun metabolisme, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah. Seperti halnya oksigen, gas CO bereaksi dengan darah (hemoglobin) :


Hemoglobin + O2 –> O2Hb (oksihemoglobin)

Hemoglobin + CO –> COHb (karboksihemoglobin)

Konsentrasi gas CO sampai dengan 100 ppm masih dianggap aman kalau waktu kontak hanya sebentar. Gas CO sebanyak 30 ppm apabila dihisap manusia selama 8 jam akan menimbulkan rasa pusing dan mual. Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia ternyata tidak sama dengan manusia yang satu dengan yang lainnya.

Kadar CO yang tinggi dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, meningkatkan denyut jantung, ritme jantung menjadi abnormal, gagal jantung dan kerusakan pembuluh darah perifal. Dampak keracunan gas CO sangat berbahaya bagi orang yang telah menderita gangguan pada otot jantung atau sirkulasi darah peripheral yang parah.

Manusia dengan aktifitas yang tinggi disekitar lalu lintas kendaraan yang padat merupakan kelompok yang paling beresiko mengalami gangguan kesehatan akibat gas CO. Mereka ini antara lain Polisi lalulintas yang dinas dijalan, menertibkan dan menagtur agar lalulintas kendaraan lancar, petugas retribusi Tol, tukang parkir. Sedangkan yang beresiko dari hasil sampingan kegiatan manusia antara lain para pekerja bengkel kendaraan, industri logam, industri kimia dan industri bahan bakar. Dampak gangguan kesehatan terhadap manusia tergantung ketahanan fisik manusia, namun yang paling sering adalah memperparah penderita gangguan jantung dan paru-paru, kelahiran premature dan berat badan bayi dibawah normal bahkan kematian akibat keracunan gas CO bisa terjadi.



Cara Menanggulangi Dampak Negative Gas CO

Pencemaran udara dapat memberikan dampak negatif bagi makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Kebakaran hutan dan gunung api yang meletus menyebabkan banyak hewan yang kehilangan tempat berlindung, banyak hewan dan tumbuhan mati bahkan punah. Gas-gas oksida belerang (SO2 dan SO3) bereaksi dengan uap air, dan air hujan dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dapat merusak gedung-gedung, jembatan, patung-patung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati atau tidak bisa tumbuh. Gas karbon monoksida bila terhisap masuk ke dalam paru-paru bereaksi dengan haemoglobin menyebabkan terjadinya keracunan darah dan masih banyak lagi dampak negatif yang disebabkan oleh pencemaran udara.Asap tebal dari hasil kebakaran hutan ini sangat merugikan, baik dalam segi ekonomi, transportasi (udara, darat dan laut) dan kesehatan. Akibat asap tebal tersebut menyebabkan terhentinya alat-alat transportasi karena dikhawatirkan akan terjadi tabrakan. Selain itu asap itu merugikan kesehatan yaitu menyebabkan sakit mata, radang tenggorokan, radang paru-paru dan sakit kulit. Pencemaran udara lainnya berasal dari limbah berupa asap yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kedaraan bermotor dan limbah asap dari industri.

Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain: mengganti bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna, selain itu pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri, penghijauan untuk melangsungkan proses fotosintesis (taman bertindak sebagai paru-paru kota), dan tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan, serta melakukan reboisasi/penanaman kembali pohon­pohon pengganti yang penting adalah untuk membuka lahan tidak dilakukan pembakaran hutan, melainkan dengan cara mekanik.

Pemerintah telah menetapkan batas emisi yang dapat diterima bagi setiap kendaraan. Oleh karenanya para pemilik kendaraan harus merawat kendaraan secara berkala agar kadar gas buang kendaraan memenuhi batas yang diijinkan pemerintah. Atau menambah alat catalytic converter pada sistem pembakaran kendaraan sehingga akan menurunkan kadar CO dari gas buang sampai 90 % , jangan lupa manusia juga tetap harus memperhatikan dan mengatur sistem ventilasi dalam ruangan dengan baik, sehingga terhindar dari gangguan gas CO.



Parameter yang Digunakan Untuk Mengetahui Gas CO

Secara umum parameter yang digunakan untuk mendeteksi pencemaran udara adalah dengan mengetahui atau meneliti suatu daerah tersebut mengalami pencemaran udara atau tidak. Parameter yang biasa digunakan adalah dengan mendeteksi adanya gas-gas beracun dan kandungan logam kimia dalam udara, misalnya timbale (Pb), karbonmonoksida (CO), sulfur dioxide (SO2), nitrogen dioxide (NO2), dan ozon.

Dengan menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan (udara), WHO menetapkan empat tingkatan pencemaran sebagai berikut:
  • Pencemaran tingkat pertama; yaitu pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian bagi manusia.
  • Pencemaran tingkat kedua; yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan kerugian bagi manusia seperti terjadinya iritasi pada indra kita.
  • Pencemaran tingkat ketiga; yaitu pencemaran yang sudah dapat bereaksi pada faal tubuh dan menyebabkan terjadinya penyakit yang kronis.
  • Pencemaran tingkat keempat; yaitu pencemaran yang telah menimbulkan sakit akut dan kematian bagi manusia maupun hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Support web ini

BEST ARTIKEL