Showing posts with label PORIFERA. Show all posts
Showing posts with label PORIFERA. Show all posts

Tuesday, December 15, 2009

PORIFERA


PORIFERA
  • Porifera adalah hewan berpori, memiliki lubang-lubang kecil seperti spons. lubang kecil ostium untuk masuk , dan lubang besar Oskulum untuk keluar , bagian dalam berupa rongga disebut spongocoel yang terdapat koanosit
  • ia itu hewan meskipun hanya menempel didasar
  • makanan masuk ketubuhnya melalui pori pori , makanan kemudian dicerna secara intrasel oleh sel koanosit seperti usus kita hingga menjadi sederhana baru setelah itu produk pencernaan itu diedarkan keseluruh sel sel tubuhnya oleh sel amoeboid .
  • Sel amoeboid ini bergerak di lapisan tengah yang berisi getah gelatin (ruang mesoglea) membawa hasil pencernaan koanosit ke seluruh sel tubuh
  1. Jalannya air berturutan dari luar ( laut ) : laut - ostium - spongocoel- osculum
Skema bagian itu terlihat pada gambar ini

SEKILAS

  • Sebagian besar hewan berpori hidup di laut, hanya sebagian yang hidup di air tawar.
  • Ciri utama hewan berpori ini tubuhnya yang berpori-pori berbentuk seperti vas bunga, pipih, atau bercabang, dan selalu melekat di dasar air.
  • Pori-pori ini berfungsi sebagai tempat untuk masuknya air yang mengandung bahan makanan ke dalam tubuh.
  • Rangka luar terdiri atas spikula (duri duri) yang tersusun dari zat kapur dan zat kersik /silikat. atau spongin
  • Hewan ini merupakan salah satu hewan yang menyusun terumbu karang.
  • Hewan yang banyak terdapat di air laut ini ada yang hidup sendiri (soliter) dan ada yang berkoloni.
  • Porifera yang hidup di air dangkal, seperti di kolam atau aliran sungai, adalah Spongillidae. Contoh hewan porifera adalah Leucosolenia, Euplectella, dan Spongilla.
  • Struktur Tubuh Hewan berpori ini termasuk hewan multiseluler, tetapi belum mempunyai jaringan, organ, dan sistem organ.
  • Porifera mempunyai ruang gastral sebagai kloaka. ruangan ini dikelilingi oleh dinding yang ditembus oleh sejumlah saluran yang tersusun majemuk.
  • Ruang gastral ujungnya terbuka yang disebut dengan oskulum ( berupa lubang besar tempat keluarnya air dan zat ekskresi ).
  • Air masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang atau pori-pori di permukaan tubuhnya yang disebut Ostium .
  • Ostium dibentuk oleh lapisan epidermis yang tipis dengan bentuk sel yang pipih yang bagiam epidermis yang membentuk ostium itu berupa sel porosit
  • Jadi dapat dikatakan bahwa tubuh porifera itu berpori-pori , dan pori pori tersebut berfungsi untuk memasukan makanan dan mengeluarkannya .
  • Setelah makanan dari Ostium masuk ker uang spongocoel , makanan segera dicerna oleh sel koanosit dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel amuboid di ruang mesoglea
  • Struktur tubuh Porifera bersifat diploblastis karena terdiri atas dua lapisan sel tunas. Lapisan luar Ektoderm yang tersusun dari pinakosit dan mesoglea lapisan tengah yang mati berupa gelatin yang mengandung sel amuboid dan lapisan dalam (endoderm) yang tersusun dari koanosit.
  • Cara Berkembang Biak Porifera dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif.
  • Secara vegetatif, perkembangbiakan dilakukan dengan membentuk kuncup dalam koloni , kuncup muncul dari pangkal kaki porifera.
  • Kuncup makin membesar sehingga jika terbentuk beberapa kuncup, akan membentuk sebuah koloni. Selain itu, potongan tubuhnya yang terlepas akan mudah tumbuh menjadi porifera baru.
  • Kuncup yang dibentuk jika berada didalam tubuh porifera karena kondisi luar kurang baik sehingga banyak bagian tubuh porifera yang rusak maka membentuk kuncup dalam kuncup itu disebut Gemulae
  • sedan jika kuncup dibentuk di luar karena situasi perairan kondusif sehingga kuncup menempel pada bagian tubuh utama disebut Tunas luar ( budding)
  • Porifera air tawar dapat berkembang dengan gemmulae atau terbungkusnya sel-sel koanosit dengan kuat dan tebal.
  • Keadaan ini merupakan bentuk pertahanan porifera terhadap kekeringan. Jika air telah cukup, akan tumbuh lagi menjadi porifera baru.
  • Pembiakan secara generatif dilakukan dengan pembuahan antara ovum dan spermatozoid.
  • Porifera termasuk hewan yang hermafrodit (berkelamin ganda).
  • Hasil pembuahan berupa zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia. Karena bersilia, larva dapat bergerak bebas dan akhirnya akan menempel pada tempat tertentu dan kemudian tumbuh menjadi porifera baru.

KARAKTER CIRI

  • Hewan Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau benda lainya di dasar laut.Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.
  • mempunyai sel porosit yang berbentuk kubus
  • tubuh terdiri dari 2 lapisan (diploblastik) , yaitu epidermis dan endodermis
  • endodermis terdiri dari sel-sel leher (choanosit) untuk pencernaan yang dilengkapi dua flagel
  • spongocoel (rongga tubuh) dikelilingi oleh dinding tubuh yang terdapat choanosit , epidermis, dan mesenkim (lapisan gelatin)
  • Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea tempat dari sel amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada di mesoglea juga terdapat sel archeosit
  • Porifera tidak mempunyai sel saraf.
  • Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan lingkungan.
  • Kemampuan myocyt terhadap stimulus adalah gerakan mengkerut/ mengendurnya sel tubuh sehingga porocyt ataupun osculum bisa menutup dan membuka
  • Lapisan ektoderm yang terdiri atas selapis sel yang pipih dan tebal yang berfungsi sebagai kulit yang disebut pinakosit.sel pinakosit berfungsi sebagai pelindung
  • oksigen selalin digunakan oleh koanosit, sebagian juga ditransfer secara difusi ke sel-sel yang selalu bergerak seperti amoeba, yaitu amoebosit (sel amoeboid)
  • mempunyai sel porosit yang berbentuk kubus
  • Sel amubosit atau amuboid yang berfungsi untuk mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit.

  • Sel skleroblas berfungsi membentuk duri (spikula) sebagai kerangka
  • Spikula terbuat dari kalsium karbonat ,silikat atau spongin

  • Sedangkan spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak, berongga seperti spon. lihat pada demospongia
  • Sedangkan sel arkheosit berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian-bagian yang rusak dan regenerasi.
  • Reproduksi Porifera bisa secara aseksual maupun seksual.Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule.Gemmule disebut juga tunas internal.Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar.Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum).Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit.Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hemafrodit.
  • Jadi Perkembangbiakan Porifera dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
    1. Pembentukan tunas. Tunas yang terbentuk memisahkan diri dari induknya kemudian terbentuk individu baru.
    2. Gemmulae (butir benih). Gemmulae adalah sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula. Gemmulae terbentuk jika keadaan lingkungan sedang tidak menguntungkan. Ketika keadaan lingkungan membaik, gemmulae akan terbentuk menjadi individu baru. Gemmulae hanya dimiliki oleh porifera air tawar.
Proses pembentukan gemmulae adalah sebagai berikut


  • Pertama-tama arkeost mengumpulkan nutrient dengan memfagosit sel lain untuk dikumpulkan dalam rongga tubuh.
  • Sel tertentu kemudian mengelilingi secret kumpulan tersebut dan membungkusnya.
  • Terbentuklah kumpulan/cluster dan kapsul yang mengelilingi.
  • Pada kondisi yang tepat gemmulae menetas dan sel-sel di dalamnya keluar dan berdiferensiasi membentuk spons baru
  • Sedangkan perkembangbiakan generatif berlangsung secara anisogami, yaitu dengan peleburan gamet jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet).
  • Dari peleburan ini dihasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia.
PERKEMBANGBIAKAN

  1. VEGETATIF (ASEKSUAL) Dilakukan dengan membentuk kuncup pada pada kaki pada fase polip. Makin lama makin membesar, lalu membentuk tentakel.Kuncup tumbuh di sekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak lalu membentuk koloni
  2. GENERATIF (SECARA KAWIN)
    Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovum di dekat kaki. Sperma masuk lalu berenang hingga menuju ovum. Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. Mula - mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva. Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan membentuk polip di dasar perairan.
Berdasarkan tipe saluran air, tubuh porifera dibagi menjadi 3 dari yang sederhana hingga komplex yaitu :


A. Ascon : antara lingkungan laut dengan spongoscoel langsung berhubungan
B. Sycon : antara lingkungan laut dengan spongocoel ada pembatas , tidak langsung berhubungan
C. Rhagon/leukon :komplex

A. ascon B. sycon C. rhagon/leukon

Klasifikasi porifera dibagi 3 kelas

  1. Kelas Calcarea
  2. Kelas Hexatinellida
  3. Kelas Demospongia
CALCAREA
  • Hidup di laut
  • Biasanya di laut dangkal
  • Spikula mengadung Zat kapur(CaCO3)
  • koanositnya besar
  • Tipe saluran Air Asconoid
  • Struktur tubuh Calcarea hidup di laut dangkal,
CONTOH
  • Sycon
  • Clathrina
  • Leucettusa lancifer
  • Leucosolenia
  • Scypha
  • Grantia
HEXATINNELIDA / HYALOSPONGIAE
  • spikula dari kuarsa/silikat(SiO2)
  • spikula mirip kaca karena sama bahannya dengan kaca /HYALOSPONGIAE
  • saluran tipe sikonoid /sycon
  • Hewan ini hidup soliter di laut pada kedalaman 200 – 1.000 m
CONTOH
  • Regadella
  • Euplectella
  • Aspergillum
  • Hyalonema
DEMOSPONGIA
  • Demospongia,spikula dari bahan spongin
  • Kelas ini bisa dimanfaatkan sebagai spons
  • typenya leucon / rhagon sehingga butiran kerangkanya halus membentuk spongin sehingga bisa dibuat busa untukmandi/jok kursi, Lap dan lain lain
  • Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar.
  • Demospongiae adalah satu-satunya kelompok porifera yang anggotanya ada yang hidup di air tawar.Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis porifera.
CONTOH
  • Euspongia
  • Sponggila
  • Hippospongia
  • Niphates digitalis
  • Cliona
  • Haliarsa
  • Microciona
  • Suberit

Species Porifera yang masih ada dialam yang sering membentuk Koral kini dikelompokkan dalam Schlerospongia seperti Coreauiela dan Merlia dengan spikula berbahan kristal kalsium karbonat

  • BERIKUT GAMBAR CONTOH SPECIES



Support web ini

BEST ARTIKEL