Wednesday, March 24, 2010

DORMANCY BIJI

Dormansi benih berhubungan dengan usaha benih untuk menunda perkecambahannya, hingga waktu dan kondisi lingkungan memungkinkan untuk melangsungkan proses tersebut.
  • Dormansi dapat terjadi pada kulit biji maupun pada embryo.
  • Biji yang telah masak dan siap untuk berkecambah membutuhkan kondisi klimatik dan tempat tumbuh yang sesuai untuk dapat mematahkan dormansi dan memulai proses perkecambahannya.
  • Pre treatment skarifikasi digunakan untuk mematahkan dormansi kulit biji, sedangkan stratifikasi digunakan untuk mengatasi dormansi embryo.

Dormansi diklasifikasikan menjadi bermacam-macam kategori berdasarkan faktor penyebab, mekanisme dan bentuknya.

a. Berdasarkan faktor penyebab dormansi

  • Imposed dormancy (quiscence): terhalangnya pertumbuhan aktif karena keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan
  • Imnate dormancy (rest): dormancy yang disebabkan oleh keadaan atau kondisi di dalam organ-organ biji itu sendiri

b. Berdasarkan mekanisme dormansi di dalam biji

Mekanisme fisik

  • Merupakan dormansi yang mekanisme penghambatannya disebabkan oleh organ biji itu sendiri;
  • Mekanisme dormancy fisik ini terbagi menjadi:
  1. mekanis : embrio tidak berkembang karena dibatasi secara fisik
  2. fisik: penyerapan air terganggu karena kulit biji yang impermeabel
  3. kimia: bagian biji/buah mengandung zat kimia penghambat

Mekanisme fisiologis

  • Merupakan dormansi yang disebabkan oleh terjadinya hambatan dalam proses fisiologis;
  • Mekanisme fisiologis ini terbagi menjadi:
  1. photodormancy: proses fisiologis dalam biji terhambat oleh keberadaan cahaya
  2. immature embryo: proses fisiologis dalam biji terhambat oleh kondisi embrio yang tidak/belum matang
  3. thermodormancy: proses fisiologis dalam biji terhambat oleh suhu

Berdasarkan bentuk dormansi

Kulit biji impermeabel terhadap air/O2

  • Bagian biji yang impermeabel: membran biji, kulit biji, nucellus, pericarp, endocarp
  • Impermeabilitas dapat disebabkan oleh deposisi bermacam-macam substansi (misalnya cutin, suberin, lignin) pada membran.
  • Kulit biji yang keras dapat disebabkan oleh pengaruh genetik maupun lingkungan. Pematahan dormansi kulit biji ini dapat dilakukan dengan skarifikasi mekanik.
  • Bagian biji yang mengatur masuknya air ke dalam biji: mikrofil, kulit biji, raphe/hilum, strophiole; adapun mekanisme higroskopiknya diatur oleh hilum.
  • Keluar masuknya O2 pada biji disebabkan oleh mekanisme dalam kulit biji. Dormansi karena hambatan keluar masuknya O2 melalui kulit biji ini dapat dipatahkan dengan perlakuan temperatur tinggi dan pemberian larutan kuat.
Embrio belum masak (immature embryo)
  • Ketika terjadi abscission (gugurnya buah dari tangkainya), embrio masih belum menyelesaikan tahap perkembangannya. Misal: Gnetum gnemon (melinjo)
  • Embrio belum terdiferensiasi
  • Embrio secara morfologis sudah berkembang, namun masih butuh waktu untuk mencapai bentuk dan ukuran yang sempurna.
  • Dormansi karena immature embryo ini dapat dipatahkan dengan perlakuan temperatur rendah dan zat kimia.
Biji membutuhkan pemasakan pasca panen (after ripening) dalam penyimpanan kering
  • Dormansi karena kebutuhan akan after ripening ini dapat dipatahkan dengan perlakuan
  1. temperatur tinggi
  2. pengupasan kulit.

Biji membutuhkan suhu rendah

  • Biasa terjadi pada spesies daerah temperate, seperti apel dan Familia Rosaceae.
  • Dormansi ini secara alami terjadi dengan cara: biji dorman selama musim gugur, melampaui satu musim dingin, dan baru berkecambah pada musim semi berikutnya.
  • Dormansi karena kebutuhan biji akan suhu rendah ini dapat dipatahkan dengan perlakuan pemberian suhu rendah, dengan pemberian aerasi dan imbibisi.
Ciri-ciri biji yang mempunyai dormansi ini adalah:
  • jika kulit dikupas, embrio tumbuh
  • embrio mengalami dormansi yang hanya dapat dipatahkan dengan suhu rendah
  • embrio tidak dorman pada suhu rendah, namun proses perkecambahan biji masih membutuhkan suhu yang lebih rendah lagi
  • perkecambahan terjadi tanpa pemberian suhu rendah, namun semai tumbuh kerdil
  • akar keluar pada musim semi, namun epicotyl baru keluar pada musim semi berikutnya (setelah melampaui satu musim dingin)

Biji bersifat light sensitive

  • Cahaya mempengaruhi perkecambahan dengan tiga cara, yaitu
  1. dengan intensitas (kuantitas) cahaya,
  2. kualitas cahaya (panjang gelombang)
  3. fotoperiodisitas (panjang hari).

Kuantitas cahaya

  • Cahaya dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan perkecambahan pada biji-biji yang positively photoblastic (perkecambahannya dipercepat oleh cahaya);
  • jika penyinaran intensitas tinggi ini diberikan dalam durasi waktu yang pendek.
  • Hal ini tidak berlaku pada biji yang bersifat negatively photoblastic (perkecambahannya dihambat oleh cahaya).
  • Biji positively photoblastic yang disimpan dalam kondisi imbibisi dalam gelap untuk jangka waktu lama akan berubah menjadi tidak responsif terhadap cahaya, dan hal ini disebut skotodormant.
  • Sebaliknya, biji yang bersifat negatively photoblastic menjadi photodormant jika dikenai cahaya.
  • Kedua dormansi ini dapat dipatahkan dengan temperatur rendah.

Kualitas cahaya

  • Yang menyebabkan terjadinya perkecambahan adalah daerah merah dari spektrum (red; 650 nm),
  • sedangkan sinar infra merah (far red; 730 nm) menghambat perkecambahan.
  • Efek dari kedua daerah di spektrum ini adalah mutually antagonistic (sama sekali bertentangan):
  • jika diberikan bergantian, maka efek yang terjadi kemudian dipengaruhi oleh spektrum yang terakhir kali diberikan.
  • Dalam hal ini, biji mempunyai 2 pigmen yang photoreversible (dapat berada dalam 2 kondisi alternatif):
  1. P650 : mengabsorbir di daerah merah
  2. P730 : mengabsorbir di daerah infra merah
  • Jika biji dikenai sinar merah (red; 650 nm), maka pigmen P650 diubah menjadi P730.
  • P730 inilah yang menghasilkan sederetan aksi-aksi yang menyebabkan terjadinya perkecambahan.
  • Sebaliknya jika P730 dikenai sinar infra merah (far-red; 730 nm), maka pigmen berubah kembali menjadi P650
  • terhambatlah proses perkecambahan.

Photoperiodisitas

Respon dari biji photoblastic dipengaruhi oleh temperatur:
  • Pemberian temperatur 10-200C : biji berkecambah dalam gelap
  • Pemberian temperatur 20-300C : biji menghendaki cahaya untuk berkecambah
  • Pemberian temperatur >350C : perkecambahan biji dihambat dalam gelap atau terang
  • Kebutuhan akan cahaya untuk perkecambahan dapat diganti oleh temperatur yang diubah-ubah.
  • Kebutuhan akan cahaya untuk pematahan dormansi juga dapat digantikan oleh zat kimia seperti KNO3, thiourea dan asam giberelin.

Dormansi karena zat penghambat

  • Perkecambahan biji adalah kulminasi dari serangkaian kompleks proses-proses metabolik, yang masing-masing harus berlangsung tanpa gangguan.
  • Tiap substansi yang menghambat salah satu proses akan berakibat pada terhambatnya seluruh rangkaian proses perkecambahan.
  • Beberapa zat penghambat dalam biji yang telah berhasil diisolir adalah soumarin dan lacton tidak jenuh;
  • namun lokasi penghambatannya sukar ditentukan karena daerah kerjanya berbeda dengan tempat di mana zat tersebut diisolir.
  • Zat penghambat dapat berada dalam embrio, endosperm, kulit biji maupun daging buah.
Teknik mengakhiri Dormansi Biji
  • Biji yang telah masak dan siap untuk berkecambah membutuhkan kondisi klimatik dan tempat tumbuh yang sesuai untuk dapat mematahkan dormansi dan memulai proses perkecambahannya.
  • Pretreatment skarifikasi digunakan untuk mematahkan dormansi kulit biji, sedangkan stratifikasi digunakan untuk mengatasi dormansi embryo.
  • Skarifikasi merupakan salah satu upaya pretreatment atau perawatan awal pada benih, yang ditujukan untuk mematahkan dormansi, serta mempercepat terjadinya perkecambahan biji yang seragam
  • Upaya ini dapat berupa pemberian perlakuan secara fisis, mekanis, maupun chemis.
  • mengklasifikasikan dormansi atas dasar penyebab dan metode yang dibutuhkan untuk mematahkannya.

-->
Tipe dor
mansi
Karak
teristik
Contoh spesies
Metode pematahan dormansi
Alami
Buatan
Immature em bryo
Benih secara fisiologis belum mampu berke cambah, karena embryo belum masak walaupun biji sudah masak
Fraxinus excelcior, Ginkgo biloba, Gnetum gnemon
Pematangan secara alami setelah biji disebarkan
Melanjutkan proses fisiologis pemasakan embryo setelah biji mencapai masa lewat-masak
(after-ripening)
Dormansi mekanis
Perkembangan embryo secara fisis terhambat karena adanya kulit biji/buah yang keras
Pterocarpus, Termi nalia spp, Melia volkensii
Dekomposisi bertahap pada struktur yang keras
Peretakan mekanis
Dormansi fisis
Imbibisi/penyerapan air terhalang oleh lapisan kulit biji/buah yang impermeabel
Beberapa Legum & Myrta ceae
Fluktuasi suhu
Skarifikasi mekanis, pemberian air panas atau bahan kimia
Dormansi chemis
Buah atau biji mengandung zat penghambat (chemical inhibitory compound) yang menghambat perkecambahan
Buah fleshy (berda
ging)
Pencucian (leaching) oleh air, dekomposisi bertahap pada jaringan buah
Menghilangkan jaringan buah dan mencuci bijinya dengan air
Foto
dormansi
Biji gagal berkecambah tanpa adanya pencahayaan yang cukup. Dipengaruhi oleh mekanisme biokimia fitokrom
Sebagian besar spesies tempe rate, tumbuhan pioneer tropika humida seperti eucalyp
tus dan Spa
thodea
Pencaha
yaan
Pencahayaan
Ther
mo
dormansi
Perkecambahan rendah tanpa adanya perlakuan dengan suhu tertentu
Sebagian besar spesies tem
perate, tumbu
han pioneer daerah tropis-subtropis kering, tumbu
han pioneer tropika humida
Penem
patan pada suhu rendah di musim dingin
Pemba
karan
Pemberian suhu yang berfluktuasi
Stratifikasi atau pemberian perlakuan suhu rendah
Pemberian suhu tinggi
Pemberian suhu berflukt


Tuesday, March 23, 2010

SOAL PROTISTA

1. Ilmu yang mempelajari tentang ilmu tentang kehidupan adalah…
a. fisika
b. biologi
c. astronomi
d. geografi
e. kimia

2. Klasifikasi Protozoa didasarkan pada...
a. macam alat geraknya
b. bentuk tubuhnya
c. cara bergeraknya
d. cara hidupnya
e. cara memperoleh makanannya...

3. FLAGELUM ,artinya….
a. bulu cambuk
b. bulu getar
c. bulu halus
d.bulu halus
e. bulu rambut

4. Mastigopora sering disebut juga class
a. ciliata
b .flagelata
c. protozoa
d. Sporozoa
e. Rhizopoda

5. Salah satu contoh cilata…
a. Paramecium
b. Amuba
c. Tripanosoma
d. Leishmania
e. Foraminifera

6. Di bawah ini adalah bagian tubuh protozoa, kecuali …
a. membran sel
b. ribosoma
c. cilia
d. vacuola
e. dinding sel

7. Diantara golongan protozoa dibawah ini yang menyebabkan penyakit diare...
a. Entamoeba coli
b. Entamoeba histolitica
c. Trypanosoma evansi
d. Giardia lambia
e. Trypanosoma gambiense

8. Perbedaan antara Euglena dengan Paramecium adalah...
a. mempunyai alat gerak
b. mempunyai inti sel
c. mempunyai vakuola
d. mempunyai kloroplas
e. dapat berkembang biak

9. Diantara protozoa dibawah ini yang termasuk Ciliata adalah...
a. Chamydomonas, Euglena, dan Volvox
b. Didinium, Vorticella, dan Chamydomonas
c. Didinium, Vorticella, dan Volvox
d. Euglena, Volvox, dan Stentor
e. Didinium, Vorticella, dan Stentor

10. Anggota protozoa berikut yang memiliki vakuola kontraktil...
a. Entamoeba histolytica
b. Amoeba proteus
c. Plasmodium malariae
d. Euglena viridis
e. Paramecium caudatum

11.Bagian tubuh Paramecium yang mengatur proses perkembangbiakan adalah...
a. makronukleus
b. sitosome
c. mikronukleus
d. vakuola
e. nukleus

12. Pada Protozoayang hidup di air tawar didalam sitoplasmanya terdapat organel yang berfungsi untuk osmoregulasi yaitu...
a. vakuola
b. membran plasma
c. inti sel
d. vakuola kontraktil
e. sitoplasma

13. Fagositosis adalah proses pemasukan makanan yang terjadi pada...
a. Euglena
b. Amoeba
c. Plasmodium
d. Stentor
e. Paramecium

14. Zigot yang terbentuk selama siklus hidup plasmodium berada di dalam...
a. kelenjar ludah
b. darah manusia
c. usus nyamuk
d. sistem limfatik manusia
e. hati manusia

15. Berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, Phytomastigina dapat dikelompokan sebagai organisme...
a. heterotrof
b. produsen
c. dekomposer
d. konsumen
e. parasit

16. Malaria tertiana disebabkan oleh...
a. Plasmodium vivax
b. Plasmodium malariae
c. Plasmodium ovale
d. Plasmodium falciparum
e. Plasmodium tropicana

17. Seorang siswa menemukan protozoa air tawar dengan bentuk seperti genta atau lonceng, menempel pada substrat dan dapat berkontraksi memanjang-memendek. Protozoa yang dimaksud...
a. Euglena viridis
b. Vorticella
c. Paramecium caudatum
d. Didinium
e. Amoeba proteus

18. Pada Amoeba proteus proses ekskresi dilakukan melalui...
a. kaki semu
b. proses osmosis
c. vakuola kontraktil
d. inti sel
e. membran sel

19. Fosil dari Rhizopoda yang dapat digunakan sebagai petunjuk dalam usaha mencari minyak bumi...
a. Radiolaria
b. Foraminifera
c. Amoeba
d. Paramecium
e. Giardia

20. Reproduksi aseksual plasmodium berlangsung di dalam tubuh manusia. Proses ini berlangsung pada...
a. plasma darah
b. eritrosit
c. leukosit
d. trombosit
e. semua benar

21. Bulu cambuk adalah alat gerak pada salah satu organisme...
a. Amoeba
b. Paramevium
c. Plasmodium
d. Trypanosoma
e. Vorticella

22. Hewan protozoa yang tergolong dalam Rhizopoda mempunyai ciri khas yaitu...
a. mampu membentuk kista
b. bergerak dengan flagela
c. mampu cilia
d. berklorofil
e. dapat membentuk pseudopodia

23. Dibawah ini yang termasuk kelompok alga kekemasan adalah...
a. Euglena
b. Volvox
c. Spirogyra
d. Navikula
e. Chollera

24. Protista yang bersifat patogen pada tanaman kentang adalah...
a. Saproleginia
b. Phytophthora
c. Chorella
d. Amoeba
e. Volvox

25. Di bawah ini merupakan cara perkembangan Chlorococum, kecuali...
a. aseksual
b. seksual
c. isogami
d. anisogami
e. zoospora


B. Soal Pilihan
Pilihlah:
A Jika pilihan 1,2, dan 3 benar
B. Jika pilihan 1 dan 3 benar
C. Jika pilihan 2 dan 4 benar
D. Jika pilihan 4 benar
E. Jika pilihan 1,2,3, dan 4 benar

1. Pengelompokkan protozoa menjadi empat kelas berdasarkan .....
1. Susunan tubuhnya
2. Cara hidupnya
3. Cara reproduksi
4. Alat geraknya

2. Jenis protozoa yang memilki alat gerak adalah.....
1. Trypanosoma gambiense
2. Amoeba proteus
3. Stentor
4. Plasmodium

3. Manakan peryataan berikut yang benar tentag dua jenis inti yang terdapat pada paramecium....
1. Makronukleus mengendalikan kegiatan fisiologis
2. Mikronukleus mengatur proses pencernaan
3. Mikronukleus mengatur reproduksi generatif
4. Makronukleus mengendalikan reproduksi generatif

4. Yang termasuk ciri-ciri dari flagellata adalah sebagai berikut.
1. Memiliki klorofil
2. Mempunyai bulu cambuk
3. Tidak memiliki rangka luar
4. Memilki rangka luar

5. Di bawah ini yang merupakan ciri-ciri flagellata adalah....
1. Uniseluler
2. Bentuk tubuhnya tetap
3. Alat gerak berupa flagela
4. Memiliki rangka luar

6. Fase-fase manakah dari perkembangan Plasmodium yang terjadi di dalam tubuh
Manusia adalah.....
1. Makrogametosit
2. Mikrogametosit
3. Merozoit
4. zigot

7. di bawah ini termasuk kelompok Chlorophyta, kecuali....
1. Spirogyra
2. Volvox
3. Chlamidomonas
4. Ochromonas

8. Anggota protozoa yang mempunyai bentuk tubuh yang tetap tergolong dalam........
1. Rhizopoda
2. Ciliata
3. Sporozoa
4. flagellata

9. Ciliata yang menyebabkan penyakit pada manusia adalah.......
1. Stentor
2. Paramecium
3. Trypanosoma
4. Balantidium

10. Di bawah ini adalah anggota dari oomycota kecuali..........
1. Saprolegnia
2. Dictyostelium discoideum
3. Phytopphthora infestan
4. Physarum


Peryataan sebab-akibat

Pilihlah
A jika peryataan benar, alasan benar, keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat
B jika peryataan benar, alasan benar, keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat
C jika peryataan benar, alasan salah
D jika peryataan salah, alasan benar
E jika keduanya , baik peryataan maupun alasan salah

1. Semua anggota protozoa dapat melakukan proses pergerakkan SEBAB alat gerak dimiliki oleh sebagian besar anggota protozoa

2. Balantidium coli berbeda dengan Entamoeba histolitika dalam hal tempat hidupnya di dalam tubuh manusia SEBAB kedua jenis protozoa ini menyebabkan gejala berbeda

3. Euglena viridis mampu merespon terhadap cahaya yang masuk keperairan SEBAB protozoa ini memiliki kloroplas di dalam tubuhnya

4. Amoeba tidak melakukan proses respirasi SEBAB di dalam tubuh Amoeba tidak terdapat organel respiratoris

5. Phytomastigina berbeda dengan zoomastigina dala hal alat geraknya SEBAB Phytomastigina tidak memiliki alat gerak.


Esai

1. Jelaskan daur hidup Plasmodium dalam tubuh manusia dan tubuh nyamuk!
2. Jelaskan fungsi konjungsi dalam perkembangbiakkan sexsual pada paramecium!
3. Sebutkan beberapa anggota protozoa yang menguntungkan bagi kehidupan manusia beserta perananya!
4. Jelaskan perkembangbiakkan sexsual pada Oomicotina!
5. Sebutkan tiga divisi ganggang beserta masing-masing contohnya!


Uraian Uji Kompetensi-1
1. Protista memilik anggota yang dapat dikategorikan sebagai kelompok hewan dan kelompok tumbuhan.Tuliskan nama divisio atau phyllum dari anggota protista tersebut!

2. Di rumah dan sekitar rumah kita dapat menemukan protista. Tuliskan tempat dimana saja disekitar kita yang dapat kita perkirakan ditemukannya protista!

3. Tuliskan 2 macam protista yang bermanfaat bagi manusia!

4. Jelaskan mengapa Euglena dianggap mirip tumbuhan dan hewan!

5. Penyakit yang disebabkan Plasmodium malariae adalah …

6. Protozoa yang tidak mempunyai alat gerak adalah …

7. Alat gerak pada Amoeba adalah …


Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1. Jelaskan alasan tubuh Alga disebut talus?

2. Apakah dasar penggolongan Alga? Sebutkan penggolongannya?

3. Apakah fungsi plastida dan pigmen?

4. Jelaskan manfaat Chlorella!

5. Sebutkan Alga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia?

6. Apakah persamaan jamur lendir dengan ciri-ciri kelompok jamur sejati? Mengapa jamur lendir digolongkan protista? Jelaskan!

Support web ini

BEST ARTIKEL