Sunday, March 28, 2010

LINNAEUS ROH KLASIFIKASI DUNIA

Begitu cepatnya alam semesta ini terjadi perubahan, karena peristiwa peristiwa alam yang membuat makhluk hidup harus terus beradaptasi sehingga menciptakan variasi mahkluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka diperlukan cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan).
Klasifikasi ini mendasarkan kesamaan bentuk dan fungsi pada tubuh . Tujuan klasifikasi itu sendiri adalah untuk memudahkan mengenali jenis-jenis mahkluk hidup serta memudahkan komunikasi di dalam biologi. Klasifikasi bersifat dinamis. Hal itu disebabkan beberapa kemungkinan seperti adanya perkembangan pengetahuan tentang mahkluk hidup yang menjadi detail /terperinci , penggunaan karakter yang berbeda dalam klasifikasi didasarkan atas persamaan dan perbedaan karakter tertentu pada mahkluk hidupnya.

Secara sistematis pengelompokkan dengan berbagai sistem kingdom berapapun pada mahkluk hidup dikelompokkan , History Perkembangan pemgelompokkannya sebaiknya tidak melupakan Carollus Linnaeus dan Aristoteles.
Pada zamannya Aristoteles ( 384 - 377 SM) sudah begitu majunya ia mengelompokkan untuk mempermudah mengenal mahkluk hidup . Sistem klasifikasi ini dilakukan dengan melihat kesamaan bentuk luar dari tubuh makhluk hidup (morfologi). Makhluk hidup pada masa ini dibedakan menjadi dua kelompok seperti konsep Aristoteles yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan. Hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh yang sama dikelompokkan menjadi satu kelompok tersendiri. Selain itu hewan juga dikelompokkan berdasarkan kegunaannya masing-masing. Pengelompokan hewan didasarkan pada ciri-ciri lalu ditentukan macamnya dan diberikan nama sesuai dengan isyarat yang dimiliki. Proses-proses ini dilakukan tanpa kesadaran dan berlangsung dalam waktu yang sangat cepat. masa Aristoteles memang belum ada publikasi tetapi pikirannya yang maju itulah patut untuk diperhitungkan .
Carollus Linnaeus kini karena keahliannya ia dijuluki bapak Taxonomi dunia kerena ketekunan dan kecerdasan dan sistematis dia dalam bekerja untuk mengelompokkan dan memudahkan orang mengenal mahkluk hidup , tidak mbulet mbulet kesana kemari sistematis kerjanya ditunjukkan dalam memberikan nama ilmiah setiap mahkluk hidup dalam Binomial nomenclature dan cara mengelompokkan secara ilmiah ke dalam suatu hirarki. Sistem ini dirintis pada abad ke-18 oleh Carolus Linnaeus, seorang ilmuwan Swedia, terutama melalui dua bukunya Systema Naturae dan Species Plantarum. Menurut sistem ini, klasifikasi diawali dengan tiga kerajaan besar, yang selanjutnya dibagi lagi menjadi kelas dan ordo. Ordo kemudian dibagi lagi menjadi genus dan selanjutnya spesies.
Linnaeus ialah ahli botani yang paling dihormati pada masanya, dan ia juga terkenal dengan kemampuan bahasanya. Linnaeus adalahi ahli Zoologi, botani dan juga seorang dokter.
Makalahnya mengenai taksonomi berjudul Systema Naturae. Di dalamnya, penggunaan deskripsi resmi - physalis amno ramosissime ramis angulosis glabris foliis dentoserratis - diganti olehnya menjadi nama genus-species yang ringkas dan akrab pada zaman sekarang - Physalis angulata - dan penggolongan taksa lebih tinggi dibuat secara berurutan. Linnaeus adalah pelopor sisstem binomial nomenklature atau sistem tata nama ganda.
Linnaeus meneruskan kerja dalam sistem klasifikasi serta memperluas pula pada Kerajaan (Regnum) Hewan dan Kerajaan Mineral.
Sumbangan utama Linnaeus bagi ilmu taksonomi ialah pembuatan konvensi penamaan organisme hidup yang diterima secara universal dalam dunia ilmiah—karya Linnaeus tersebut menjadi titik awal tatanama biologi. Selain itu, Linnaeus mengembangkan, selama pengembangan besar pengetahuan sejarah alam pada abad ke-18, hal yang sekarang disebut sebagai taksonomi Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi ilmiah yang kini digunakan secara luas dalam biologi.
Sistem Linnaeus mengklasifikasikan alam dalam hirarki atau tingkatan-tingkatan, dimulai dengan dua "kerajaan" atau kingdom yaitu Animalia dan Plantae. Kerajaan dibagi ke dalam Kelas dan masing-masing Kelas terbagi dalam Ordo, yang dibagi dalam Genera (bentuk tunggal: genus), yang dibagi dalam Spesies. Di bawah tingkatan spesies, Linnaeus kadang menyebutkan takson yang tidak diberinya nama (untuk tumbuhan, hal ini sekarang dinamai "varietas").
Linnaeus menamai taksa dengan sesuatu yang mengena pada ciri khusus taksa tersebut. Sebagai contoh, manusia adalah Homo sapiens, tetapi ia juga menyatakan bahwa ada species manusia kedua, Homo troglotydes (bermakna "orang goa", yang ia maksudkan untuk simpanse dan sekarang ditempatkan dalam genus berbeda (bukan Homo) melainkan Pan troglotydes). Kelompok mamalia dinamai berdasarkan kelenjar susu (mammae) karena salah satu definisi karakteristik mamalia adalah bahwa mereka merawat bayinya. (Dari beberapa perbedaan antara mamalia dan hewan lain, Linnaeus lebih memilih hal ini karena pandangannya pada pentingnya keberadaan induk betina.)
Hanya sistem pengelompokan hewan oleh Linnaeus yang masih tetap digunakan hingga kini, dan pengelompokan itu sendiri sudah banyak berubah sejak dicetuskan oleh Linnaeus sebagaimana prinsip-prinsip yang melandasi pengelompokan itu juga banyak berubah. Namun demikian, Linnaeus tetap dianggap berjasa mengembangkan gagasan struktur hirarki klasifikasi yang didasari oleh sifat-sifat teramati. Rincian dasar tentang hal yang dapat dianggap sah secara ilmiah untuk disebut 'sifat teramati' itu sendiri telah berubah seiring bertambahnya pengetahuan (contohnya, DNA yang pada masa hidup Linnaeus tidak dikenal telah terbukti bermanfaat dalam mengklasifikasikan dan menentukan hubungan organisme hidup satu dengan lainnya), namun prinsip-prinsip dasarnya tetap masuk akal.

PORIFERA-RANGKUMAN GAMPANG

Porifera (Latin, Phorus = pori-pori, ferre = pembawa) adalah hewan invertebrata yang mempunyai tubuh berpori-pori. Bentuk tubuh hewan ini tidak hanya kotak, tapi bermacam macam. Ada yang seperti piala, terompet, dan ada yang bercabang menyerupai tumbuhan. Struktur tubuhnya radial simetris. Porifera hidup di air laut dan air tawar.
Porifera memiliki tiga lapisan

1. Epidermis (lapisan terluar) Lapisan terluar dari porifera dan tersusun oleh sel sel epitelium pipih yang disebut Pinakosit
2. Mesoglea Lapisan pembatas antara epidermis dan endodermis. Mesoglea pada Porifera mengandung dua macam sel yaitu:
  1. Sel Ameboid
  2. Sel ameboid berfungsi untuk mengangkut zat makanan dan zat-zat sisa metablisme dari sel satu ke sel lain
  3. Sel Sklerobas
  4. Sel Sklerobas berfungsi sebagai pembentuk spikula

3.  Endodermis (lapisan dalam)
Endodermis adalah lapisan dalam yang terdiri dari sel-sel leher atau koanosit yang memiliki flagel dan berfungsi sebagai pencerna makanan
Porifera mengeluarkan zat sisa metabolisme (Ekskresi dan Respirasi) secara difusi melalui permukaan tubuh.
Sel Koanosit pada porifera berfungsi sebagai alat pencernaan Sel Arkeosit pada porifera berfungsi sebagai alat reproduksi.




Phyllum Porifera meliputi : C - H - D ( Calcarea - Hexatinelida - Demospongia )
  • Calcarea
  • Hexatinelida
  • Demospongia
  • Disebut porifera karena tubuhnya banyak mempunyai lubang-lubang kecil (pori-pori)
  • Cenderung ditemukan di laut karena tuntutan pembentukan kerangka tubuhnya hanya bisa dipenuhi oleh air laut .dengan salinitas ( 3 - 5 % ) , meslipun juga kadang ditemukan di sungai

  • Heterotrof - mendapatkan bahan organik sebagai makanannya tidak bisa membuat sendiri , mengambil dari lingkungan dengan phagotrof ( memakan organisme atau bahan organik di lingkungan ) karena non fotosintesis , non khlorofil
  • Bahan organik lingkungan dimasukkan ke tubuh melalui lubang ( pori pori ) bersama air laut yang dimasukkan ( maka kita tidak segolongan dengan porifera meskipun berpori kulit kita)
  • Urutan pergerakan air bersama makanan dari luar kedalam melallui ostium –spongocoel – osculum
  • Tipe lapisan embryonalnya Diploblastik (hanya tersusun atas ektoderm dan endoderm) lapisan mesoderm masih berupa benda mati disebut lapisan mesoglea
  • Struktur tubuh lapisan
  1. Epiderm (lapisan luar) terdiri atas sel-sel epithelium berbentuk pipih (pinakosit).
  2. Endodermis terdiri atas sel berflagela yang berfungsi mencerna makanan dan bercorong yang disebut sel leher atau koanosit.
  • Di antara kedua lapisan itu terdapat bahan gelatin yang disebut mesoglea . lapisan ini untuk sirkulasi sel amoebosit karena tersusun bahan seperti gelatin
  • Mesoglea terdiri atas beberapa macam sel, yakni :
    1. Sel amebosit, yaitu sel yang bertugas mengangkut zat makanan dan zat sisa metabolism dari satu sel ke sel yang lain
    2. Sel skleroblas, yaitu sela yang fungsinya membentuk spikula yang bisa terbuat dari zat kapur, kersik, atau sponging
    3. Porosit, sel yang fungsinya membuka dan menutup pori-pori
    4. Arkeosit, sel amebosit embrional yang tumpul dan dapat membentuk sel-sel reproduktif
    5. Spikula, sel pembentuk tubuh
  • Lapisan dalam (Endoderm) mengandung sel-sel berleher yang disebut sel KOANOSIT
  • Sel koanosit dilengkapi oleh flagella yang berfungsi untuk menangkap makanan dan tentu terdapat enzim untuk mencerna makanan secara ekstraselluler , yang hasil proses pencernaannya akan diberikan ke sel amoeboid
  • Sel amubosit berperan seperti darah yaitu untuk sirkulasi makanan , mengedarkan makanan yang sudah dicerna koanosit
  • Perkembangbiakan dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
    1. Pembentukan tunas (Budding) . Tunas yang terbentuk memisahkan diri dari induknya kemudian terbentuk individu baru.
    2. Gemmulae (butir benih). Gemmulae adalah sejumlah sel mesenkim yang berkelompok dan berbentuk seperti bola yang dilapisi kitin serta diperkuat spikula. Gemmulae terbentuk jika keadaan lingkungan sedang tidak menguntungkan. Ketika keadaan lingkungan membaik, gemmulae akan terbentuk menjadi individu baru.
Proses pembentukan gemmulae adalah sebagai berikut :
  • Pertama-tama arkeost mengumpulkan nutrient dengan memfagosit sel lain untuk dikumpulkan dalam rongga tubuh.
  • Sel tertentu kemudian mengelilingi secret kumpulan tersebut dan membungkusnya.
  • Terbentuklah kumpulan/cluster dan kapsul yang mengelilingi.
  • Pada kondisi yang tepat gemmulae menetas dan sel-sel di dalamnya keluar dan berdiferensiasi membentuk spons baru
Sedangkan perkembangbiakan generatif berlangsung secara anisogami, yaitu
  • Dengan peleburan gamet jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet).
  • Dari peleburan ini dihasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia.





  • Dari larva itu terbentuklah individu baru lagi
Hewan ini memiliki daya regenerasi yang tinggi., sehingga jika ada bagian yang rusak akan disempurnakan lagi
  • Simetri tubuhnya Asimetri karena mereka merupakan gabungan dari beberapa organisme
  • Porifera memakan zat-zat organic dan organism-organisme kecil seperti plankton.
  • Makanannya dicerna secara intrasel oleh sel-sel koanosit.
  • Di dalam sel, makanan dicerna oleh vakuola makanan, kemudian diteruskan oleh sel amebosit dan diedarkan ke seluruh tubuh.
  • Sedangkan sisa makanan diteruskan ke spongosol kemudian dikeluarkan melalui oskulum.
  • System pernafasan yang dimilikipun sangat sederhana.
  • Oksigen diambil langsung dari air oleh sel-sel koanosit secara absorpsi.
  • Karbondioksida hasil pernafasan dikeluarkan langsung dari dalam sel ke lingkungan.
  • Peranan porifera dalam kehidupan :selain berperan dalam ekosistem air juga dapat dipakai sebagai bahan pembersih atau penggosok.ketika mandi ( Demospongia)
Berdasarkan sirkulasi air yang terjadi dalam tubuh porifera, terdapat 3 type yaitu :
  1. Type ascon : jika air masuk melalui pori-pori diteruskan menuju bagian spongocoel (rongga) masuknya tidak ribet langsung antara spongocoel dengan laut berhadapan dan keluar melalui oskulum- tipe saluran yang paling sederhana diantara saluran yang lain. saluran terdapat pada : Leucosolenia , - Grantia
  2. Type sycon : jika air masuk melalui pori-pori diteruskan ke saluran radial yang berdinding baru kemudian masuk daerah spongocooel , tipe saluran ini antara laut dengan spongocoel tidak langsung membelook dulu karena ada dinding saluran tubuh dan keluar melalui oskulum. terdapat pada Euplectella , Sycon
  3. Type leucon/ rhagon : jika air masuk melalui pori-pori kemudian ke saluran radial yang bercabang-cabang kemudian masuk ke spongocoel dan keluar melalui oskulum.. saluran ini paling komplek (ribet) sehingga air yang masuk hanya membawa struktur mineral yang halus , sehingga spikula penyusun kerangka tubuhnya tersusun dari bahan spongin yang halus , bisa untuk gosok mandi , jok kursi ( yang kemudian dikenal dengan sebutan busa spons ) saluran tipe ini dipunyai oleh hewan Euspongia - Spongilla

KLASIFIKASI
Atas susunan rangka / spikula porifera terbagi menjadi 3 kelas :
  1. Calcarea : mempunyai spikula dari zat kapur contoh : - Leucosolenia , - Grantia , - Spykula
  2. Hexactinellida : mempunyai spikula dari silikat (SiO2) contoh : Euplectella
  3. Demospongia ; memmpunyai spikula dari bahan spongin contoh : - Euspongia , spongilla


TRY OUT

1.    Bahan yang menyusun kerangka porifera adalah . . .
a.         Zat kersik
b.         Kitin
c.          Tulang rawan
d.         Tulang keras
e.         Alat reproduksi
Jawaban : A

2.    Lapisan luar tubuh porifera tersusun atas sel . . .
a.            Amoebosit
b.           Pinakosit
c.            Koanosit
d.           Skleroblas
e.           Amoeboid
Jawaban : B

3.    Reproduksi  aseksual pada porifera adalah . . .
a.            Membentuk sel arkeosit
b.           Membentuk kuncup
c.            Polif
d.           Medusa
e.           Membentuk sel amoeboid
Jawaban : B

4.    Lubang keluarnya air pada porifera adalah . . .
a.            Spongosoel
b.           Ostium
c.            Oskulum
d.           Pori-pori
e.           Lubang genital
Jawaban : C

5.    Menurut asal katanya, porifera berarti. . .
a.            Hewan berpori
b.           Hewan berspora
c.            Hewan berflagela
d.           Hewan bersel satu
e.           Hewan berongga
Jawaban : A

6.    Sel pada porifera yang bertugas untuk mengedarkan makanan ke seluruh tubuh adalah . . .
a.            Sel amoeboit
b.           Koanosit
c.            Skleroblas
d.           Pinakosit
e.           Spikula
Jawaban : A

7.    Ordo Homocoela dan heterocoela termasuk kedalam kelas ...
a.            Demospongiae
b.           Calcarea
c.            Hexactinellida
d.           Sclerospongiae
e.           Tetractinellida

Jawaban : B

8.    Spesies porifera yang berperan dalam hal pembersihan kaca adalah....
a.            Sycon
b.           Pheronema
c.            Clatharina
d.           Schypa
e.           Spongia
Jawaban : E

9.    Pencernaan porifera terjadi di . . .



a.        1
b.        2
c.         3
d.         4
e.          5
Jawaban : E

10. Klasifikasi porifera menajdi tiga klas, yaitu Hexactinlleda, Demospongiae, dan Calcarea adalah berdasarkan ....
a.            Tipe saluran air
b.           Jenis habitat
c.            Jenis mangsa
d.           Cara reproduksi
e.           Bahan penyusun rangka


Jawaban : E


11. sel yang dianggap sebagai sistem peredaran pada porifera adalah ...
 a. Amubosit
 b. Choanosit
 c. Porosit
 d. Prosofit
 e. Pori-pori

12. Akar bahar (Euplexaura antiphates), banyak  digunakan untuk mencegah rhematik dan
sebagai perhiasan, mempunyai rangka  yang tersusun dari...
a. Zat kapur
b. Zat besi
c. Zat tanduk
d. Tulang
e. Zat kersik

13. Sel leher yang melapisi permukaan dalam  dari Spongocoel berfungsi untuk...
 a. Sebagai alat peredaran
 b. Sebagaui alat pencernaan
 c. Sebagai alat ekskresi
 d. Sebagai alat reproduksi
 e. Sebagai alat pernafasan

14. Tipe saluran air yang paling sederhana pada  porifera adalah...
a. Ascon
b. Policon
c. Sycon
d. Rhagon
e. Leucon

15. Hewan manakah yang tubuhnya  mempunyai rangka dari zat kapur:
a. Hydra
b. Hormiphora
c. Obelia
d. Acropora
e. Aurelia

16. Hewan yang memiliki alat pernafasan berupa sifonoglifa yaitu ...
a. Porifera
b. Anthozoa
c. Hydrozoa
d. Ctenophora
e. Scyphozoa


Support web ini

BEST ARTIKEL