TRY
OUT TKA BIOLOGI 2026
1. Hasil pengamatan terhadap dua jenis mikroorganisme menunjukkan :
1) Organisme M memiliki membran sel, tidak memiliki membran inti, dan memiliki dinding sel peptidoglikan
2) Organisme N memiliki membran inti, organel kompleks, dan dapat hidup sebagai organisme uniseluler.
Analisis yang tepat berdasarkan ciri tersebut adalah ….
A. M bukan termasuk kelompok bakteri karena tidak memiliki membran inti
B. N dapat dimasukkan ke kelompok Protista tertentu
C. M dan N memiliki tingkat organisasi sel yang sama
D. Perbedaan utama keduanya adalah keberadaan inti sejati
E. M termasuk organisme prokariotik sedangkan N eukariotik
2. Dalam lima tahun terakhir, kawasan pesisir di suatu wilayah mengalami perubahan besar akibat pembangunan tambak dan pemukiman baru. Data pengamatan menunjukkan populasi burung pemakan ikan mengalami penurunan hingga 60%, sedangkan jumlah serangga tertentu meningkat secara signifikan. Masyarakat sekitar juga mulai melaporkan berkurangnya hasil tangkapan ikan di daerah tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, faktor utama yang menyebabkan perubahan populasi burung tersebut dan dampak ekologis yang paling mungkin terjadi adalah ....
A. Meningkatnya kompetisi antarspesies yang menyebabkan perubahan variasi genetik dalam populasi
B. Berkurangnya habitat alami yang menyebabkan gangguan rantai makanan pada ekosistem pesisir
C. Bertambahnya jumlah organisme produsen yang menyebabkan perubahan tingkat trofik perairan
D. Terjadinya adaptasi fisiologis burung yang menyebabkan perubahan pola reproduksi alam
E. Meningkatnya jumlah predator alami yang menyebabkan keseimbangan populasi organisme pesisir
3. Sebuah tim peneliti mengamati bakteri yang hidup pada lingkungan dengan kandungan nutrisi rendah. Diagram struktur sel menunjukkan bahwa bakteri tersebut memiliki banyak struktur kecil berbentuk bulat yang tersebar di dalam sitoplasma. Ketika kemampuan bakteri dalam membentuk protein terganggu, pertumbuhan bakteri tersebut mengalami penurunan. Berdasarkan fenomena tersebut, struktur yang mengalami gangguan dan fungsi yang sesuai adalah ....
A. Nukleoid sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan untuk kebutuhan energi sel
B. Flagel sebagai struktur pembentuk protein yang mengatur aktivitas metabolisme
C. Ribosom sebagai tempat sintesis protein untuk mendukung aktivitas kehidupan sel
D. Kapsul sebagai bagian utama penyusun protein untuk pertumbuhan bakteri
E. Plasmid sebagai organel penghasil energi bagi proses kehidupan bakteri
4. Seorang murid mengalami luka pada kaki setelah bermain sepak bola di lapangan yang becek. Beberapa hari kemudian luka membengkak, terasa nyeri, dan mengeluarkan nanah. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bakteri penyebab memberikan warna ungu setelah pewarnaan Gram. Dokter memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan sensitivitas.
Berdasarkan informasi tersebut, tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.
|
No. |
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
1 |
Bakteri penyebab memiliki lapisan
peptidoglikan yang relatif tebal pada dinding selnya. |
V |
|
|
2 |
Hasil pewarnaan menunjukkan bahwa bakteri
memiliki membran luar yang kaya lipopolisakarida. |
|
V |
|
3 |
Struktur dinding sel bakteri tersebut dapat
menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih antibiotik. |
V |
|
|
4 |
Nanah pada luka menunjukkan adanya respons
tubuh terhadap infeksi dan tidak semata-mata menunjukkan bahwa bakteri
tersebut merupakan bagian normal mikrobiota kulit. |
V |
|
|
5 |
Pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan
membersihkan luka dan menjaga luka tetap terlindungi dari kontaminasi. |
V |
|
5. Sekelompok pemuda melakukan pengamatan terhadap ekosistem hutan hujan tropis di Kalimantan untuk mengidentifikasi berbagai organisme yang hidup di dalamnya. Selama pengamatan, mereka menemukan organisme yang memiliki cara memperoleh bahan organik yang berbeda, mulai dari tumbuhan yang mampu menghasilkan bahan organik sendiri hingga hewan yang memperoleh makanan dari organisme lain serta organisme yang memanfaatkan sisa makhluk hidup.
Hasil pengamatan terhadap beberapa organisme tersebut disajikan dalam tabel berikut.
|
Organisme |
Hasil Pengamatan |
|
Pohon meranti |
Daun lebat, berklorofil |
|
Paku epifit |
Memiliki klorofil dan tumbuh
menempel pada batang pohon |
|
Orangutan |
Memakan buah dan daun |
|
Burung pemakan serangga |
Memakan serangga pada tajuk pohon |
|
Harimau |
Memangsa mamalia lain |
|
Rayap |
Banyak ditemukan pada kayu mati |
|
Jamur |
Ditemukan pada serasah dan batang
lapuk |
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, analisislah peran organisme dalam ekosistem hutan hujan dengan memilih semua pernyataan yang tepat!
A. Pohon meranti dan paku epifit dapat dikelompokkan sebagai produsen karena keduanya memiliki kemampuan menghasilkan bahan organik melalui fotosintesis.
B. Orangutan memperoleh bahan organik dari organisme yang berperan sebagai produsen sehingga termasuk kelompok konsumen.
C. Burung pemakan serangga dan harimau memperoleh energi melalui pemanfaatan organisme lain sehingga termasuk kelompok konsumen.
D. Rayap dan jamur sama-sama memanfaatkan bahan organik yang telah tersedia, meskipun proses memperoleh makanannya tidak sepenuhnya sama.
E. Paku epifit dan rayap dapat ditempatkan dalam kelompok peran yang sama karena keduanya memanfaatkan pohon meranti sebagai tempat hidup atau sumber bahan organik.
6. Sebuah danau vulkanik di Indonesia mengalami peningkatan masukan nutrien dari aktivitas manusia di sekitar daerah tangkapan air. Dalam beberapa bulan, pertumbuhan fitoplankton meningkat dan kondisi perairan berubah. Pengamatan menunjukkan adanya perubahan pada organisme yang menempati beberapa tingkat trofik.
|
Komponen |
Kondisi awal |
Setelah peningkatan nutrien |
|
Fitoplankton |
sedang |
Meningkat |
|
Zooplankton |
sedang |
Meningkat |
|
Ikan pemakan zooplankton |
banyak |
Meningkat |
|
Oksigen terlarut malam hari |
relatif tinggi |
Menurun |
|
Ikan sensitif |
banyak |
Menurun |
Berdasarkan
pernyataan tersebut, manakah pernyataan yang sesuai dengan data tersebut?
A. Peningkatan
fitoplankton dapat menyediakan sumber makanan yang lebih besar bagi zooplankton
sehingga memengaruhi hubungan produsen–konsumen.
B. Peningkatan
zooplankton dapat diikuti peningkatan sumber makanan bagi ikan yang memangsanya
sehingga terjadi perubahan pada hubungan predator–mangsa.
C. Penurunan
oksigen pada malam hari dapat menjadi tekanan lingkungan bagi organisme yang
memiliki kebutuhan oksigen tinggi.
D. Peningkatan
ikan pemakan zooplankton memastikan populasi zooplankton akan terus meningkat
tanpa dipengaruhi faktor lain.
E. Penurunan
ikan sensitif menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas fitoplankton selalu
memperbaiki kestabilan seluruh komunitas danau.
7. Lahan gambut di Sumatra dan Kalimantan kerap dibuka dengan cara dibakar karena dianggap lebih murah dan cepat dibandingkan metode mekanis, terutama untuk perluasan lahan perkebunan. Kebakaran lahan gambut sulit dipadamkan karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan tanah yang kaya bahan organik, sekaligus melepaskan kabut asap yang dapat menyebar hingga ke wilayah yang jauh dari titik api. Badan pemerintah yang menangani pemulihan lahan gambut menerapkan strategi yang dikenal dengan istilah 3R, yaitu rewetting (pembasahan kembali lahan melalui sekat kanal dan sumur bor), revegetasi (penanaman kembali), dan revitalisasi ekonomi masyarakat sekitar.
Sumber: Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Republik Indonesia. (2024).
Berdasarkan permasalahan kebakaran lahan gambut tersebut, tentukan status setiap pernyataan berikut!
|
# |
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
A |
Menerapkan
sistem tata kelola air melalui pembangunan sekat kanal dan sumur bor untuk
membasahi kembali (rewetting) lahan gambut yang telah terdegradasi
merupakan langkah penting untuk mencegah kebakaran berulang, karena gambut
yang lembap lebih sulit terbakar. |
○ |
○ |
|
B |
Karena
pembukaan lahan dengan cara membakar lebih murah dan cepat dibandingkan
metode mekanis, praktik ini dapat terus dipertahankan selama dilakukan oleh
petani dengan luas lahan yang relatif kecil. |
○ |
○ |
|
C |
Restorasi
gambut yang menggabungkan pembasahan kembali, penanaman vegetasi asli, dan
pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui budi daya komoditas ramah
gambut mencerminkan prinsip keberlanjutan yang mempertimbangkan aspek
ekologis dan sosial secara bersamaan. |
○ |
○ |
|
D |
Kebakaran
lahan gambut hanya berdampak pada wilayah di sekitar titik api, sehingga
kabut asap yang dihasilkan tidak memengaruhi kualitas udara di wilayah lain
yang berjarak jauh. |
○ |
○ |
8. Perhatikan diagram tahap oksidasi piruvat menjadi asetil KoA berikut.

Sumber: Reece et al., Campbell Biology.
Setelah
dihasilkan pada glikolisis, piruvat tidak dapat begitu saja berdifusi memasuki
mitokondria karena sifat kimianya. Piruvat harus melalui tahap oksidasi
terlebih dahulu sebelum gugus karbonnya dapat digunakan pada siklus asam
sitrat.
Berdasarkan
diagram tahap oksidasi piruvat tersebut, tentukan status setiap pernyataan
berikut!
|
# |
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
A |
Piruvat
yang dihasilkan dari glikolisis di sitosol memerlukan bantuan protein
transpor untuk dapat memasuki matriks mitokondria, karena piruvat merupakan
molekul bermuatan. |
○ |
○ |
|
B |
Pada
tahap oksidasi piruvat, satu molekul CO2 dilepaskan untuk setiap satu molekul
piruvat yang teroksidasi, sehingga dari satu molekul glukosa dihasilkan total
dua molekul CO2 pada tahap ini. |
○ |
○ |
|
C |
Koenzim
A yang berikatan dengan gugus asetil membentuk asetil KoA berfungsi sebagai
penerima elektron akhir yang direduksi menjadi NADH pada tahap ini. |
○ |
○ |
|
D |
Reaksi
oksidasi piruvat menjadi asetil KoA berlangsung di matriks mitokondria dan
menghasilkan satu molekul NADH untuk setiap molekul piruvat yang dioksidasi. |
○ |
○ |

Sumber:
Reece et al., Campbell Biology.
Sejumlah
tanaman budi daya di wilayah beriklim panas dan kering di Indonesia, seperti
jagung, tebu, dan sorgum, tergolong tumbuhan C4. Tumbuhan ini memiliki jalur
fiksasi karbon tambahan sebelum siklus Calvin berlangsung, yang membantunya
tetap produktif meskipun stomata harus sering menutup untuk mengurangi
kehilangan air.
Berdasarkan
diagram tersebut, pilihlah pernyataan yang benar mengenai jalur C4 pada
tumbuhan!
A. Pada
tanaman C4, fiksasi awal CO2 oleh enzim PEP karboksilase berlangsung di sel
mesofil dan menghasilkan senyawa berkarbon empat seperti oksaloasetat.
B. Senyawa
berkarbon empat yang terbentuk di sel mesofil berpindah ke sel seludang berkas
pembuluh melalui plasmodesmata, kemudian melepaskan CO2 untuk memasuki siklus
Calvin.
C. Jalur
C4 menggantikan seluruh fungsi siklus Calvin, sehingga tanaman C4 tidak lagi
memerlukan siklus Calvin untuk menghasilkan gula.
D. Pemekatan
CO2 di sel seludang berkas pembuluh membantu mengurangi laju fotorespirasi,
yang merupakan keunggulan adaptif jalur C4 pada kondisi panas dan kering.
E. Karena
enzim PEP karboksilase memiliki afinitas terhadap CO2 yang tinggi, tanaman C4
dapat tetap memfiksasi karbon secara efisien meskipun stomata sebagian tertutup
untuk mengurangi kehilangan air
10. Seorang siswa melakukan percobaan untuk mengetahui kondisi yang paling efektif dalam meningkatkan aktivitas enzim katalase. Enzim katalase berfungsi menguraikan hidrogen peroksida (H₂O₂) menjadi air dan oksigen. Siswa tersebut mencoba beberapa perlakuan berikut:
|
Perlakuan |
Kondisi yang diberikan |
|
P |
Enzim katalase pada suhu 25°C dan pH 7 |
|
Q |
Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH 7 |
|
R |
Enzim katalase pada suhu 60°C dan pH 7 |
|
S |
Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH 3 |
|
T |
Enzim katalase pada suhu 37°C dan pH 10 |
Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa aktivitas enzim meningkat ketika kondisi
lingkungan mendekati kondisi optimum enzim. Pada suhu yang terlalu tinggi,
struktur protein enzim dapat mengalami perubahan sehingga sisi aktif enzim
tidak lagi sesuai dengan substrat. Berdasarkan prinsip kerja enzim dan kondisi
perlakuan tersebut, perlakuan manakah yang paling efektif untuk mengoptimalkan
aktivitas enzim katalase?
A. Perlakuan
P, karena suhu 25°C menjaga enzim tetap stabil sehingga aktivitasnya
berlangsung secara optimal.
B. Perlakuan
Q, karena suhu 37°C dan pH 7 merupakan kondisi yang mendukung aktivitas
katalase tanpa menyebabkan denaturasi enzim.
C. Perlakuan
R, karena peningkatan suhu hingga 60°C akan meningkatkan energi kinetik molekul
sehingga tumbukan enzim dan substrat semakin efektif.
D. Perlakuan
S, karena suasana asam dapat meningkatkan perubahan bentuk substrat sehingga
lebih mudah berikatan dengan sisi aktif enzim.
E. Perlakuan
T, karena suasana basa meningkatkan frekuensi tumbukan antara enzim dan
substrat sehingga aktivitas enzim menjadi maksimal.
11. Eritrosit normal memiliki bentuk bikonkaf yang memberikan luas permukaan relatif besar dibandingkan volumenya. Bentuk tersebut juga membantu eritrosit melewati kapiler yang berdiameter kecil. Eritrosit berbentuk bulan sabit cenderung lebih kaku dan mudah mengalami kerusakan serta dapat menghambat aliran darah pada kapiler. Berdasarkan gambar dan karakteristik kedua bentuk eritrosit tersebut, analisis yang paling tepat mengenai hubungan bentuk eritrosit dengan kemampuan mengangkut O₂ dan CO₂ adalah ....
A. Eritrosit normal lebih efektif mengangkut O₂ dan CO₂ karena bentuk bikonkaf meningkatkan luas permukaan untuk pertukaran gas dan membantu sel melewati kapiler, sedangkan bentuk bulan sabit dapat menghambat aliran darah.
B. Eritrosit berbentuk bulan sabit lebih efektif mengangkut O₂ karena bentuknya meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada bagian tengah sel.
C. Eritrosit normal kurang efektif mengangkut O₂ karena bentuk bikonkaf menyebabkan luas permukaan sel lebih kecil dibandingkan eritrosit berbentuk bulan sabit.
D. Eritrosit berbentuk bulan sabit mampu mengangkut lebih banyak O₂ dan CO₂ karena bentuknya meningkatkan volume eritrosit dan memperbesar jumlah hemoglobin.
E. Perbedaan bentuk eritrosit tidak berpengaruh terhadap pengangkutan O₂ dan CO₂ karena seluruh pengangkutan gas hanya ditentukan oleh konsentrasi hemoglobin.
12. Pada sistem respirasi manusia, udara bergerak melalui beberapa organ sebelum mencapai alveolus. Setiap organ memiliki karakteristik struktur yang mendukung fungsinya. Pernyataan manakah yang paling tepat menjelaskan keterkaitan struktur dan fungsi organ dalam mendukung pergerakan udara?
A. Alveolus memiliki dinding yang tebal dan tersusun atas banyak lapisan sel sehingga mampu menahan tekanan udara saat proses inspirasi dan ekspirasi.
B. Bronkiolus memiliki cincin tulang rawan yang kuat sehingga dapat mempertahankan bentuk saluran udara dan mengatur volume udara yang masuk ke alveolus.
C. Hidung memiliki dinding tipis tanpa pembuluh darah sehingga udara dapat langsung masuk ke paru-paru tanpa mengalami perubahan suhu.
D. Laring memiliki banyak alveolus berdinding tipis yang berfungsi sebagai tempat utama pertukaran gas sebelum udara masuk ke trakea.
E. Trakea memiliki cincin tulang rawan berbentuk C yang menjaga saluran tetap terbuka, sedangkan silia dan mukus membantu menangkap serta mengeluarkan partikel asing dari udara.
13. Perhatikan gambar di bawah ini!

A. Bagian 2 (tubulus proksimal); glukosa akan muncul dalam urine
B. Bagian 3 (lengkung henle); urine menjadi sangat encer karena gagal reabsorpsi air
C. Bagian 4 (tubulus distal); gangguan keseimbangan asam-basa darah karena sekresi H+ / K+
D. Bagian 1 (glomerulus); tekanan filtrasi menurun sehingga volume urine berkurang drastis
E. Bagian 5 (duktus kolektivus); urine yang dihasilkan menjadi sangat pekat
14 . Perhatikan gambar di bawah ini!

Berdasarkan
grafik respons terhadap vaksinasi dosis pertama dan booster tersebut, tentukan
benar atau salah setiap pernyataan berikut!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Pemberian vaksin booster bertujuan memicu respons imun sekunder dengan
memanfaatkan sel memori yang telah terbentuk dari vaksinasi sebelumnya. |
|
|
|
Prinsip kerja vaksin booster tidak berkaitan dengan keberadaan sel B
memori maupun sel T memori dalam tubuh. |
|
|
|
Interval waktu antara vaksin dosis pertama dan booster tidak
memengaruhi kecepatan maupun besarnya respons imun sekunder yang terbentuk. |
|
|
|
Semakin banyak paparan terhadap antigen yang sama, populasi sel memori
terhadap antigen tersebut cenderung semakin besar sehingga respons berikutnya
semakin cepat dan kuat. |
|
|
|
Respons imun terhadap booster vaksin bergantung sepenuhnya pada
imunitas nonspesifik seperti fagosit dan sel NK, bukan pada limfosit B dan T
memori. |
|
|
15 Perhatikan gambar di bawah ini!

A. Mielin mempercepat sintesis neurotransmitter di badan sel sehingga impuls lebih cepat diteruskan
B. Mielin memperbesar diameter akson sehingga resistensi terhadap aliran ion semakin besar
C. Mielin meningkatkan jumlah kanal ion Na+ dan K+ di sepanjang akson sehingga depolarisasi terjadi lebih cepat
D. Mielin bersifat isolator sehingga impuls hanya dapat berpindah dari satu nodus Ranvier ke nodus Ranvier lainnya
E. Mielin berfungsi sebagai konduktor listrik yang mempercepat pembentukan potensial aksi di sepanjang membrane akson secara kontinu
16.Diabetes mellitus merupakan gangguan homeostasis glukosa darah yang dapat terjadi karena tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang memadai atau sel target tidak merespons insulin secara efektif. Insulin disekresikan oleh sel β pulau Langerhans pankreas ketika konsentrasi glukosa darah meningkat. Hormon ini meningkatkan pengambilan glukosa oleh sel, terutama jaringan otot dan jaringan adiposa, serta merangsang hati menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen.
Seorang peneliti melakukan uji toleransi glukosa oral terhadap tiga kelompok. Setiap peserta mengonsumsi larutan yang mengandung 75 g glukosa. Konsentrasi glukosa dan insulin darah diukur sebelum pemberian glukosa dan 60 menit setelahnya.
Kelompok
|
Kondisi
|
Glukosa awal (mg/dL)
|
Glukosa 60 menit (mg/dL)
|
Insulin awal (µIU/mL)
|
Insulin 60 menit (µIU/mL)
|
A
|
Sehat
|
88
|
124
|
7
|
39
|
B
|
Pasien X
|
92
|
246
|
6
|
8
|
C
|
Pasien Y
|
118
|
218
|
21
|
68
|
Pada kelompok A, peningkatan glukosa diikuti peningkatan insulin yang cukup besar sehingga glukosa darah tetap relatif terkendali. Pada kelompok B, kadar glukosa meningkat sangat tinggi, tetapi kadar insulin hanya mengalami sedikit perubahan. Sebaliknya, kelompok C memiliki kadar insulin awal yang sudah tinggi dan mengalami peningkatan lebih lanjut setelah konsumsi glukosa, tetapi kadar glukosa tetap jauh lebih tinggi daripada kelompok sehat.
Peneliti
juga mengukur C-peptide, yaitu molekul yang dilepaskan bersama insulin endogen
ketika sel β pankreas memproses proinsulin.
Kelompok
|
C-peptide awal (ng/mL)
|
C-peptide 60 menit (ng/mL)
|
A
|
1,5
|
4,8
|
B
|
1,4
|
1,7
|
C
|
4,1
|
9,2
|
Berdasarkan data tersebut, kesimpulan yang paling tepat mengenai mekanisme gangguan regulasi glukosa pada pasien X dan pasien Y adalah ….
B. Pasien X kemungkinan mengalami gangguan fungsi sel β pankreas sehingga sekresi insulin endogen sangat rendah, sedangkan pasien Y kemungkinan mengalami resistensi insulin sehingga produksi insulin meningkat tetapi efeknya terhadap penurunan glukosa kurang efektif.
C. Pasien X kemungkinan mengalami peningkatan sensitivitas terhadap insulin sehingga glukosa tidak dapat digunakan oleh sel, sedangkan pasien Y mengalami gangguan sel α pankreas yang menyebabkan produksi glukagon berlebihan.
D. Pasien X dan pasien Y kemungkinan mengalami kerusakan sel β pankreas yang sama karena keduanya memiliki kadar glukosa tinggi setelah konsumsi glukosa, tetapi pasien Y memiliki respons kompensasi yang lebih kuat.
E. Pasien X kemungkinan mengalami kelebihan insulin yang tidak dapat digunakan oleh sel, sedangkan pasien Y kemungkinan mengalami kekurangan insulin akibat penurunan aktivitas sel β pankreas.
17. Seorang peneliti memantau siklus menstruasi seorang perempuan sehat selama 28 hari. Konsentrasi relatif FSH, LH, estrogen, dan progesteron diukur secara berkala. Pada saat yang sama, ketebalan endometrium diamati untuk mengetahui hubungan antara perubahan hormon ovarium dan perubahan struktur uterus.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada awal siklus, kadar estrogen dan progesteron rendah. FSH kemudian meningkat dan merangsang perkembangan beberapa folikel ovarium. Folikel yang berkembang menghasilkan estrogen sehingga kadar estrogen meningkat secara progresif. Menjelang pertengahan siklus, kadar estrogen mencapai tingkat tinggi dan dipertahankan selama beberapa waktu. Kondisi ini mengubah efek estrogen terhadap hipotalamus dan hipofisis dari umpan balik negatif menjadi umpan balik positif, sehingga terjadi lonjakan LH yang memicu ovulasi.
Setelah ovulasi, folikel yang pecah berkembang menjadi korpus luteum yang menghasilkan progesteron. Progesteron membantu mempertahankan endometrium dalam kondisi yang sesuai untuk implantasi. Jika fertilisasi tidak terjadi, korpus luteum mengalami degenerasi sehingga kadar progesteron dan estrogen menurun. Penurunan kedua hormon tersebut menyebabkan endometrium mengalami peluruhan dan FSH kembali meningkat untuk memulai siklus berikutnya.
Data
Pengamatan :
Berdasarkan data tersebut, analisislah hubungan antara perubahan hormon, aktivitas ovarium, dan perubahan endometrium. Pernyataan yang tepat adalah (pernyataan yang benar dapat lebih dari 1 pernyataan) ... .
A. Peningkatan estrogen dari hari ke-5 hingga mendekati hari ke-13 pada awalnya berperan memberikan umpan balik negatif terhadap FSH, sehingga FSH menurun ketika folikel berkembang dan menghasilkan lebih banyak estrogen.B. Lonjakan LH pada hari ke-13–14 merupakan respons terhadap kadar estrogen yang tinggi dan berperan sebagai pemicu utama ovulasi; setelah ovulasi, kadar progesteron meningkat karena terbentuknya korpus luteum.
C. Peningkatan progesteron setelah hari ke-14 menyebabkan FSH dan LH meningkat melalui mekanisme umpan balik positif, sehingga aktivitas ovarium meningkat dan endometrium terus menebal.
D. Jika korpus luteum mengalami degenerasi lebih awal, penurunan progesteron dapat menyebabkan endometrium kehilangan dukungan hormonal sebelum waktunya sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya perdarahan atau kegagalan mempertahankan kondisi endometrium untuk implantasi
18. Seorang peneliti melakukan pemeriksaan terhadap empat kelompok pria untuk mengetahui hubungan antara fungsi testis, saluran reproduksi, dan kualitas sperma. Pemeriksaan meliputi konsentrasi sperma, motilitas sperma, kadar testosteron, serta volume semen. Pada kelompok C, ditemukan adanya penyumbatan pada vas deferens, sedangkan kelompok D mengalami gangguan fungsi sel Leydig pada testis.
Hasil
pemeriksaan ditunjukkan pada tabel berikut.
|
Parameter |
Kelompok A: Normal |
Kelompok B: Gangguan epididimis |
Kelompok C: Sumbatan vas
deferens |
Kelompok D: Gangguan sel
Leydig |
|
Konsentrasi sperma (juta/mL) |
65 |
60 |
2 |
62 |
|
Motilitas progresif (%) |
58 |
22 |
56 |
55 |
|
Testosteron (ng/dL) |
620 |
610 |
615 |
180 |
|
Volume semen (mL) |
3,1 |
3,0 |
0,8 |
3,0 |
|
FSH (mIU/mL) |
5,2 |
5,5 |
5,3 |
8,9 |
|
LH (mIU/mL) |
5,0 |
5,2 |
5,1 |
12,5 |
Peneliti menjelaskan bahwa testis memiliki dua fungsi utama, yaitu menghasilkan spermatozoa melalui spermatogenesis di tubulus seminiferus dan menghasilkan testosteron melalui sel Leydig. Spermatozoa yang terbentuk kemudian bergerak menuju epididimis untuk mengalami pematangan fungsional sebelum ditransportasikan melalui vas deferens.
Testosteron
bersama hormon hipofisis berperan dalam mempertahankan fungsi sistem reproduksi
pria. Gangguan pada lokasi yang berbeda dapat menghasilkan pola perubahan yang
berbeda pula pada konsentrasi sperma, motilitas, kadar hormon, dan volume
semen.
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Rendahnya motilitas sperma pada
kelompok B meskipun konsentrasi sperma dan kadar testosteronnya relatif
normal menunjukkan bahwa epididimis memiliki peran penting dalam pematangan
fungsional spermatozoa, bukan sebagai lokasi utama pembentukan spermatozoa. |
|
|
|
Rendahnya konsentrasi sperma dan
volume semen pada kelompok C dapat dijelaskan oleh penyumbatan vas deferens
karena spermatozoa yang dibentuk di testis tidak dapat ditransportasikan
secara normal menuju saluran ejakulasi, sementara fungsi hormonal testis
tetap relatif normal. |
|
|
|
Kelompok D kemungkinan mengalami
gangguan pada sel Leydig karena kadar testosteronnya rendah disertai
peningkatan LH dan FSH, sedangkan konsentrasi spermanya masih relatif tinggi;
pola tersebut menunjukkan bahwa fungsi hormonal testis dapat terganggu tanpa
harus langsung menyebabkan hilangnya seluruh produksi spermatozoa. |
|
|
19. Perhatikan gambar sistem reproduksi wanita berikut!

Seorang
perempuan mengalami ovulasi secara normal, tetapi pemeriksaan menunjukkan bahwa
kedua tuba falopinya mengalami kerusakan sehingga pergerakan ovum menuju uterus
terganggu.
A. Ovulasi tidak dapat terjadi karena tuba falopi merupakan tempat pematangan ovum.
B. Fertilisasi tetap dapat berlangsung normal karena fertilisasi terjadi di uterus setelah ovum keluar dari ovarium.
C. Peluang fertilisasi dapat menurun karena ovum sulit mencapai lokasi fertilisasi, meskipun ovarium tetap dapat melakukan ovulasi
D. Implantasi tidak dapat terjadi karena tuba falopi merupakan tempat menempelnya embrio pada dinding uterus
E. Ovum akan langsung bergerak menuju vagina sehingga fertilisasi tetap dapat berlangsung di vagina.
|
Area |
Intensitas Cahaya |
Tumbuhan yang Ditemukan |
|
P |
Tinggi |
Rumput, putri malu, semanggi,
krokot, bayam |
|
Q |
Sedang |
Rumput, semanggi, paku, talas |
A. Mengapa tumbuhan di area P membutuhkan cahaya lebih banyak daripada tumbuhan di area R?
B. Apakah perbedaan intensitas cahaya memengaruhi jumlah jenis tumbuhan yang dapat ditemukan pada suatu lokasi?
C. Mengapa lumut lebih banyak ditemukan pada area yang memiliki intensitas cahaya rendah?
D. Apakah semua tumbuhan yang ditemukan di ketiga area melakukan fotosintesis dengan cara yang sama?
E. Bagaimana cara tumbuhan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan yang berbeda?
21, Dalam praktikum, murid menguji aktivitas enzim katalase menggunakan ekstrak hati dan larutan hidrogen peroksida (H₂O₂). Banyaknya gelembung gas yang terbentuk digunakan sebagai indikator aktivitas enzim. Untuk mengetahui pengaruh pH, murid melakukan pengamatan pada beberapa kondisi pH dengan jumlah ekstrak hati, konsentrasi H₂O₂, suhu, dan waktu reaksi yang sama.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembentukan gelembung paling banyak terjadi pada kondisi mendekati netral, sedangkan pada kondisi sangat asam maupun sangat basa jumlah gelembung lebih sedikit. Guru meminta murid menyusun pertanyaan penelitian yang dapat diuji secara eksperimen berdasarkan hasil tersebut.
A. Bagaimana perubahan pH memengaruhi laju reaksi enzim katalase pada kondisi percobaan yang sama?
B. Apakah enzim katalase menghasilkan lebih banyak oksigen pada pH tertentu dibandingkan pada pH lainnya?
C. Apakah terdapat pH tertentu yang menghasilkan laju reaksi katalase paling tinggi?
D. Mengapa hidrogen peroksida dapat bersifat berbahaya bagi sel jika jumlahnya berlebihan?
E. Apakah semua enzim dalam sel memiliki fungsi yang sama dengan enzim katalase?
22. Perhatikan
tabel hasil uji urine berikut!

Sumber : Ruangguru.com
A. Pada individu berapa kondisi glomerulus dalam keadaan baik
B. Kerusakan glomerulus terjadi jika urine ditetesi dengan fehling A+B berwarna merah bata
C. Apa yang terjadi pada glomerulus jika urine berwarna ungu ditetesi dengan biuret?
D. Mengapa urine pada individu ketiga berwarna ungu?
E. Kondisi kesehatan ginjal pada individu pertama sangat baik

A. Mengapa setelah berolahraga denyut jantung bertambah?
B. Bagaimana mekanisme tubuh menambah energi setelah berolahraga?
C. Faktor apa saja mempengaruhi frekuensi denyut jantung?
D. Apakah jenis kelamin mempengaruhi bertambahnya denyut jantung setelah berolahraga?
E. Terjadi peningkatan denyut nadi setelah berolahraga
Ekosistem A (Hutan Hujan Tropis): Memiliki kanopi pohon yang rapat, intensitas cahaya matahari yang sampai ke tanah rendah (teduh), kelembapan udara sangat tinggi, dan tanah kaya humus.
Ekosistem B (Padang Rumput/Sabana): Didominasi oleh tumbuhan herba dan rumput, bersifat terbuka dengan intensitas cahaya matahari sangat tinggi, kelembapan udara rendah, dan porositas tanah tinggi.
Pengamatan dilakukan menggunakan metode quadrat sampling dengan meletakkan plot berukuran (1m x 1m) sebanyak 5 titik pada masing-masing ekosistem. Pengambilan data dilakukan secara bersamaan pada pukul 09.00 WIB untuk menghitung jumlah spesies tumbuhan bawah dan serangga tanah yang ditemukan.
Variabel terikat (faktor yang diukur atau diamati sebagai hasil akibat dari perlakuan) dalam penyelidikan keanekaragaman tersebut adalah...
A. Jenis tanah dan kelembaban udara di setiap area
B. Jumlah spesies tumbuhan bawah dan serangga tanah yang ditemukan
C. Metode quadrat sampling dan peletakan 5 titik plot
D. Waktu pengambilan data pada pukul 09.00 WIB
E. Ukuran plot (1m x 1m) yang disebar di lapangan
25. Dalam industri pengolahan susu, proses pembuatan keju selalu diawali dengan penggumpalan protein susu (kasein). Untuk mempercepat proses ini, produsen keju menggunakan ekstrak enzim renin. Sekelompok peserta didik mengamati bahwa pengrajin keju tradisional selalu menambahkan kultur bakteri asam laktat (yang membuat lingkungan menjadi asam) ke dalam susu murni sebelum mereka memasukkan enzim renin. Peserta didik tersebut menduga bahwa tingkat keasaman (pH) sangat memengaruhi seberapa cepat enzim renin dapat menggumpalkan susu murni.
Untuk membuktikan hipotesis tersebut, mereka merancang sebuah eksperimen di laboratorium sekolah menggunakan susu sapi murni, ekstrak enzim renin komersial, berbagai larutan buffer (penyangga) pH, stopwatch, dan water bath (penangas air).
Untuk menguji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim renin secara akurat, urutan prosedur eksperimen yang paling tepat setelah peserta didik menyiapkan 5 tabung reaksi berisi susu murni dengan volume yang sama adalah…
A. Menambahkan enzim renin pada kelima tabung, memanaskannya hingga mendidih (100°C) agar bereaksi cepat, lalu meneteskan larutan buffer dan mengukur pH akhirnya.
B. Menambahkan larutan buffer dengan pH yang sama ke dalam semua tabung, menambahkan enzim renin dengan volume yang berbeda-beda, lalu mencatat waktu penggumpalannya.
C. Menambahkan enzim renin ke dalam susu, mendinginkannya pada suhu 0°C, lalu meneteskan asam klorida sedikit demi sedikit hingga susu menggumpal sambil terus mengukur pH.
D. Menambahkan larutan buffer dengan pH berbeda (misalnya 4, 5, 6, 7, 8) ke masing-masing tabung, menambahkan enzim renin dengan takaran yang sama, menginkubasi pada suhu 37°C, lalu mencatat waktu penggumpalan susu.
E. Meneteskan larutan basa kuat hingga susu mencapai pH 14, menambahkan enzim renin, dan menginkubasi kelima tabung pada berbagai suhu yang berbeda secara bersamaan.
26. Bacalah teks fenomena dan perhatikan grafik hasil eksperimen berikut untuk menjawab soal Benar/Salah!
Seorang peserta didik merancang penyelidikan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap frekuensi pernapasan. Ia mengukur frekuensi pernapasan (jumlah tarikan napas per menit) pada tubuhnya sendiri saat kondisi istirahat (menit ke-0). Setelah itu, ia berlari di atas treadmill dengan kecepatan konstan. Setiap 10 menit, ia tetap mengukur frekuensi pernapasannya secara kontinu hingga total waktu aktivitas mencapai 30 menit.

Berdasarkan
rancangan penyelidikan dan grafik di atas, tentukan apakah
pernyataan-pernyataan berikut ini BENAR atau SALAH!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
1. Dalam rancangan penyelidikan
ini, durasi aktivitas fisik (menit) berkedudukan sebagai variabel bebas,
sedangkan frekuensi pernapasan berkedudukan sebagai variabel terikat. |
|
|
|
2. Pengukuran frekuensi pernapasan
pada menit ke-0 (saat istirahat) tidak diperlukan dan merupakan kesalahan
prosedur, karena eksperimen aktivitas fisik belum benar-benar dimulai. |
|
|
|
3. Tren grafik yang menanjak
membuktikan bahwa seiring bertambahnya durasi berlari, sel-sel otot
membutuhkan suplai oksigen yang lebih besar untuk proses respirasi seluler. |
|
|
Sebuah danau di Sumatera Utara awalnya memiliki keanekaragaman hayati endemik dan lokal yang seimbang. Namun, pada tahun 2022, sekelompok masyarakat tanpa sengaja melepaskan Ikan Red Devil (spesies invasif predator asal Amerika Tengah) ke perairan tersebut.
Untuk mengetahui dampak dari spesies invasif ini, tim ekologi dari universitas setempat melakukan pemantauan kelimpahan populasi beberapa spesies kunci di area cuplikan (sampling area) seluas 1 hektar pada tahun 2022 (sebelum introduksi meluas) dan membandingkannya dengan data pada tahun 2026.
Berikut
adalah data estimasi kelimpahan spesies di area tersebut:
|
Nama Spesies |
Peran Ekologis Utama |
Estimasi Populasi |
Estimasi Populasi |
|
Ikan Wader (Lokal) |
Konsumen Tk. I (Pemakan
fitoplankton/alga) |
1.200 ekor |
150 ekor |
|
Udang Galah (Lokal) |
Detritivor & Konsumen Tk. I |
850 ekor |
90 ekor |
|
Ikan Gabus (Lokal) |
Konsumen Puncak (Predator lokal) |
300 ekor |
80 ekor |
|
Ikan Red Devil (Invasif) |
Konsumen Sekunder/Puncak
(Predator) |
0 ekor |
2.500 ekor |
|
Alga Hijau |
Produsen |
Kondisi Normal |
Blooming (Menutupi 40% permukaan
air) |
A. Penurunan drastis populasi Ikan Wader dan Udang Galah sangat mungkin disebabkan oleh predasi yang masif dari Ikan Red Devil yang tidak memiliki predator alami di danau tersebut.
B. Ikan Gabus mengalami penurunan populasi karena adanya hubungan simbiosis parasitisme dengan Ikan Red Devil.
C. Ledakan populasi (blooming) Alga Hijau terjadi sebagai efek kaskade trofik (efek berantai) akibat hilangnya spesies Ikan Wader yang biasanya mengontrol populasi alga tersebut.
D. Kehadiran Ikan Red Devil meningkatkan keanekaragaman hayati ekosistem danau karena menambah jumlah rantai makanan baru.
E. Ikan Gabus dan Ikan Red Devil kemungkinan besar mengalami kompetisi interspesifik yang ketat dalam memperebutkan mangsa (ikan wader dan udang), di mana ikan invasif lebih mendominasi

Grafik
menunjukkan aktivitas enzim protease yang digunakan dalam industri pengolahan
daging pada berbagai suhu. Batang merah menandai suhu dengan aktivitas
tertinggi.
Berdasarkan
grafik di atas, tentukan apakah setiap pernyataan berikut BENAR atau SALAH!
|
Pernyataan |
Benar |
Salah |
|
Suhu optimum enzim protease
industri ini adalah 50°C, karena pada suhu tersebut aktivitas enzim mencapai
nilai tertinggi (95%) dibandingkan suhu lainnya. |
|
|
|
Industri pengolahan daging
sebaiknya mengoperasikan enzim protease ini pada suhu 70°C agar proses lebih
cepat dan efisien, karena suhu yang lebih tinggi selalu meningkatkan
aktivitas enzim. |
|
|
|
Pola grafik yang menunjukkan
peningkatan aktivitas dari 20°C hingga 50°C kemudian penurunan tajam di atas
50°C merupakan bukti bahwa enzim memiliki kisaran suhu kerja yang terbatas,
dengan suhu optimum di mana aktivitas paling tinggi sebelum denaturasi mulai
terjadi. |
|
|

Grafik
menunjukkan respons antibodi dua kelompok selama 84 hari dengan dua kali
paparan antigen. Paparan pertama pada hari ke-0, paparan kedua pada hari ke-42
(ditandai garis putus-putus oranye). Kadar >300 unit/mL = perlindungan
optimal.
A. kelompok yang tidak divaksinasi menunjukkan respons lebih tinggi pada paparan kedua karena tubuhnya lebih terlatih secara alami tanpa campur tangan vaksin
B. tidak ada perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada paparan kedua, karena setelah paparan pertama keduanya telah membentuk memori imun yang setara
C. kelompok yang divaksinasi menunjukkan respons lebih lambat pada paparan kedua karena sistem imunnya sudah "kelelahan" akibat respons pertama yang terlalu kuat
D. kelompok yang divaksinasi menunjukkan respons sekunder yang jauh lebih tinggi dan lebih cepat pada paparan kedua
E. perbedaan respons pada paparan kedua sepenuhnya bergantung pada jenis antigen yang digunakan, bukan pada status vaksinasi subjek
30. Perhatikan data eksperimen penghantaran impuls pada beberapa jenis akson tanpa mielin dari jaringan saraf hewan berikut!
|
Sampel
Akson |
Diameter
Akson (μm) |
Hambatan
Dalam / Aksial (Ri) |
Kecepatan
Penghantaran Impuls (m/s) |
|
K |
0,5 |
Sangat Tinggi |
0,5 |
|
L |
2,0 |
Tinggi |
2,0 |
|
M |
10,0 |
Sedang |
5,0 |
|
N |
500,0 |
Sangat Rendah |
25,0 |
Manakah pernyataan di bawah ini yang paling akurat dalam menjelaskan hubungan logis antara diameter akson, hambatan dalam, dan kecepatan impuls berdasarkan data tabel?
A. Semakin kecil diameter akson, semakin rendah hambatan aksialnya sehingga impuls bergerak lebih cepat.
B. Peningkatan diameter akson menurunkan hambatan dalam (internal/axial resistance), mempermudah aliran ion lokal untuk mendepolarisasi membran di depannya.
C. Diameter akson tidak memengaruhi kecepatan impuls karena arus listrik seluler hanya ditentukan oleh pompa Na+/K+.
D. Akson raksasa (N) memiliki kecepatan tertinggi karena mengandung jumlah selubung mielin yang jauh lebih tebal dibanding sampel K.
E. Hubungan antara diameter akson dan kecepatan impuls bersifat linier terbalik pada semua jenis serabut saraf.
KUNCI JAWABAN TRY OUT TKA BIOLOGI 2
Paket 2 · MGMP Biologi DKI Jakarta
|
No |
Tipe
soal |
Kunci
jawaban |
|
1 |
PG |
B,
D, E |
|
2 |
PG |
C
|
|
3 |
PG |
C |
|
4 |
Benar/Salah |
1
B · 2 S · 3 B · 4 B · 5 B |
|
5 |
PG
Kompleks |
A,
B, C, D |
|
6 |
PG
Kompleks |
A,
B, C |
|
7 |
Benar/Salah |
A
B · B S · C B · D S |
|
8 |
Benar/Salah |
A
B · B B · C S · D B |
|
9 |
PG
Kompleks |
A,
B, D, E |
|
10 |
PG |
B |
|
11 |
PG |
A |
|
12 |
PG |
E |
|
13 |
PG |
C |
|
14 |
Benar/Salah |
1
B · 2 S · 3 S · 4 B · 5 S |
|
15 |
PG |
D |
|
16 |
PG |
B |
|
17 |
PG
Kompleks |
A,
B, D |
|
18 |
Benar/Salah |
1
B · 2 B · 3 B |
|
19 |
PG |
C |
|
20 |
PG |
B |
|
21 |
PG
Kompleks |
A,
B, C |
|
22 |
PG |
A |
|
23 |
PG |
D |
|
24 |
PG
(variabel terikat) |
B |
|
25 |
PG |
D |
|
26 |
Benar/Salah |
1
B · 2 S · 3 B |
|
27 |
PG
Kompleks |
A,
C, E |
|
28 |
Benar/Salah |
1
B · 2 S · 3 B |
|
29 |
PG |
D |
|
30 |
PG |
B |