Thursday, January 23, 2014

UJIAN NASIONAL SERI 01 2014



1. Keanekaragaman ekosistem terbentuk karena ....
a. interaksi antara berbagai jenis makhluk hidup
b. interaksi dua jenis makhluk hidup
c. interaksi satu jenis makhluk hidup dengan lingkungan
d. interaksi antara jenis makhluk hidup yang bervariasi dengan lingkungan yang beranekaragam+
e. interaksi antara jenis makhluk hidup yang sejenis dengan lingkungan yang sejenis

2. Berikut ini organisme hidup dari berbagai spesies tumbuhan:

1.       cycas rumphii (pakis Haji)
2.       musa paradisiaca(pisang)
3.       carica papaya(pepaya)
4.       agathis alba(damar)
5.       Gnetum ngemon (melinjo)
dari Kelima Jenis tumbuhan yang mempunyai hubungan kekerabatan paling dekat adalah .....
a. (1)-(2)-(3)
b. (1)-(3)-(5)
c. (1)-(4)-(5)+
d. (2)-(3)-(4)
e. (3)-(4)-(5)

3. jika di pandang dari sudut ekologi, keaneragaman  hayati sangat penting dalam ....
a. menjaga kelangsungan hidup suatu populasi+
b. menjaga keseimbangan dan survival suatu lingkungan
c. menyediakan sumber penghidupan bagi manusia
d. menyediakan plasma nutfa yang  lengkap
e. pencarian sumber-sumber tanaman obat bagi penyakit tertentu

4. beberapa ciri jasad renik adalah:

1.       bersifat uniseluler
2.       Inti prokarion
3.       dapat menembus saringan bakteri
4.       hanya mempunyai satu jenis asam nuklead saja
5.       mempunyai selubung dari protein
6.       bergerak dengan menggunakan pseudopodia.
Ciri-cir virus Adalah
a. (1),(2),dan (3)
b. (1),(5), dan (6) 
c. (2), (3), dan (4)
d. (3), (4), dan (5)+
e. (4), (5), dan (6)

5. spesies ganggang Merah (Rhodophyta) penghasil Agar-agar adalah ...
a. Navicula, Gelidium, Gracilaria
b. Gracilaria, Gelidium, Euchema+
c. Euchema, chlorella, Laminaria
d. Laminaria, fucus, Euchema
e. Navicula, fucus, sargasum

6. Pasangan Yang Tepat antara jenis monera atau protista dengan peranannya bagi manusia adalah ....
Pilihan
Jenis Monera atau Protista
Peranannya
 a.
Streptocococcuc lactis
Untuk pembutan Keju +
 b.
Euchema spinosum
Suplemen makanan seperti chorella
 c.
Plasmodium falcifarum
Menyebabkan Penyakit demam berdarah dengue
 d.
Mycobacterium tubeculose
Menyebabkan Penyakit Disentris
 e.
Treponema palidum
Menyebabkan Gusi berdarah

7. Perbedaan Pergiliran keturunan pada tumbuhan Lumut dan tumbuhan Paku adalah ...
a. tumbuhan lumut yang dominan merupakan Gametofitnya, sedangkan tumbuhan paku dominan Sporofitnya+
b. tumbuhan lumut sesungguhnya merupakan sporofitnya, sedangkan tumbuhan paku adalah Gametofitnya
c. gametofit pada tumbuhan lumut 2n kromosom, sedangkan gametofit tumbuhan paku n kromosom
d. pergiliran pada lumut adalah metagenesis sedangkan pada tumbuhan paku non metagenesis
e. prgiliran keturunan pada paku pada malam hari, sedangkan pada lumut terjadi pada siang hari

8. Hewan berikut ini yang dapat berkembang biak secara Generatif dan Vegetatif adalah ..
a. Lumbricus terestris
b. Planaria
c. Ascaris sp
d. Ankilostoma duodenale
e. Fasciola hepatica+

9.  pada ekosistem laut, daerah yang memiliki komponen biotik tingkat produsen yang paling tinggi jumlahnya adalah ...
a. abisal
b. batial
c. fotik+
d. afotik
e. termoklin

10. proses perubahan nitrit menjadi nitrat disebut proses ....., salah satu contoh bakteri yang membantu proses tersebut misalnya.....
a. nitrasi, nitrosomonas
b. nitrasi, Nitrobacter+
c. nitritasi, Nitosomonas
d. nitritasi, Nitrococcus
e. denitrifikasi, Nitrobacter

11. untuk mengembangkan sumber daya hayati yang ada pada suatu daerah tanpa mengganggu plasma
      Nutfah yang ada, dapat di lakukan dengan …..
a.       Mendatangkan bibit unggul baru
b.      Meningkatkan daya dukung lingkungan+
c.       Mencari bibit Unggul dengan pemuliaan tanaman
d.      Mencari bibit unggul dengan penerapan bioteknologi
e.       Memberantas hama dengan Racun

12. Organel berupa saluran halus dalam sitoplasma Yang terdapat System membrane dan erat kaitannya
Dengan system angkutan pada sintesis protein adalah …
a.       Reticulum endoplasma+
b.      Ribosom
c.       Lisosom
d.      Badan Golgi
e.       Plasmodesma

13. pada penampang melintang batang suatu jenis

Tumbuhan terdapat jaringan sebagai berikut.
1.      Epidermis
2.      Korteks
3.      Floem
4.      Xylem
5.      Cambium
Apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop
Dari dalam keluar berturut-turut akan tampak bagian ….
a.       1-2-3-4-5
b.      1-2-3-5-4+
c.       1-2-4-5-3
d.      3-5-4-2-1
e.       4-5-3-2-1

14. otot disebut alat gerak aktif sebab …
a.  sebagai tempat pembentukan sel-sel darah an penimbunan mineral
b. melekat pada otot-otot rangka
c. saling berhubungan membentuk sendi
d. mempunyai kemampuan berkontraksi
e. merupakan penopang dan penunjang bentuk tubuh

15. berikut ini fungsi darah :
  1. menghindarkan tubuh dari infeksi
  2. melakukan proses pembekuan darah
  3. menjaga keseimbangan suhu tubuh
  4. mengedarkan O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh
  5. mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh
  6. membawa ion H+ agar plasma tidak acidosis  dengan transfer ion 
Fungsi eritrosit ditunjukan oleh nomor ….
a.       1 dan 3
b.      2 dan 3
c.       1 dan 2
d.      4 dan 6+
e.       2 dan 4

16. rasa nyeri pada usus karena adanya penyerapan air Yang berlebihan sehingga fases menjadi keras disebut …
a.       Defekasi
b.      Gastrokolik
c.       Gastritis
d.      Heneroid
e.       Konstipasi
17. proses difusi oksigen dari alveolus menuju kapiler darah terjadi karena …
a. tekanan partikel karbondiosida dalam darah lebih Rendah dibanding dengan di dalam alveolus
b. Konsentrasi Oksigen dalam udara lebih rendah dari tekanan di dalam darah
c. tekanan partikel oksigen di dalam darah besar dari pada di dalam alveolus.
d. alveolus mengandung Udara segar
e. tekanan partikel oksigen di dalam alveolus lebih besar dari pada di dalam darah.

18. berikut adalah beberapa dari kulit manusia.

  1. stratum komeum
  2. akar rambut
  3. stratum keringat
  4.  stratum germinativum 
  5. stratum granulosum 
Yang merupakan bagian dari epidermis adalah …
a.       1-2-3
b.      2-3-4
c.       1-3-5
d.      1-4-5+
e.       2-4-5

19. penyakit Ginjal yang ditandai adanya Protein dalam urin adalah …
a.       Albuminaria+
b.      Uremia
c.       Diabetes
d.      Glukosuria
e.       Hidronefrosi

20. Neuron yang berfungsi untuk menghantarkan Impuls saraf dari alat indra menuju ke otak atau
Sumsum tulang belakang adalah …
a.       Neuron sensorik+
b.      Neuron motoric
c.       Neuron bipolar
d.      Neuron unipolar
e.       Neuron konektor

21. Perhatikan gambar ini


Organ yang ditunjuk oleh anak panah pada organ dalam kelamin wanita menghasilkan sel telur juga mengahasilkan hormon…
a. testosterone
b. tiroksin
c. insulin
d. adrenalin
e. estrogen

22. testis atau kelenjar kelamin jantan berfungsi untuk memproduksi …
a. sperma dan enzim
b. air seni dan sperma
c. sperma dan hormone
d. enzim dan air seni
e. hormone dan enzim

23. tanaman yang terlindungi memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang Berbeda dengan tanaman yang terkena sinar matahari, faktor yang mempengaruhinya adalah….
a.       Suhu udara
b.      Kelembaban udara
c.       Sinar matahari
d.      Ketiganya
e.       pH

24. Enzim yang berfunsi mengubah Peroksida menjadi air dan oksigen yang banyak dijumpai di hati adalah
a.       oksidase
b.      hidrase
c.       dehydrogenase
d.      katalase
e.       peroksida

25. katabolisme karbonhidrat akan menghasilkan senyawa sisa berupa …
a. air dan ureum
b. karbon monoksida dan air
c. karbondioksida dan air
d. karbondioksida dan karbon monoksida
e. karbondioksida dan ureum

26. pada kroloplas terdapat dua fraki yaitu, Grana dari Sroma, pada grana bisa didapatkan  …
a.       CO2
b.      Glukosa
c.       Pigmen fotosintetik
d.      Enzim Rubisco
e.       Karbohidrat

27. pernyataan berikut ini merupakan ciri dari fermentasi alcohol, kecuali….
a. dihasilkan CO2
b. dihasilkan H2O
c. selain energy dihasilkan etil alcohol
d.  akseptor ion H+ nya berupa asetal dehide
e. dilakukan oleh Sacharomyces

28. pada setiap DNA, purin dan pirimidin terikat pada gula deoksiribosa dan sebuah fosfat, unit ini disebut 
a.       Nucleolus
b.      Nukleotida
c.       Nukleosida
d.      Nucleus
e.       Gula pentose

29. berikut ini pernyataan yang benar tentang replikasi DNA adlah ..
a. dihasilkan 1 rantai tunggal RNA dan satu rantai ganda DNA
b. dihasilkan satu rantai tunggal RNA
c. DNA polimerase membentuk pasangan DNA yang bersifat kontinyu disebut leading strand
d. DNA polimerase membentuk pasangan DNA yang bersifat kontinyu disebut lagging strand
e. enzim ligase berfungsi untuk membuka ikatan ganda DNA

30. pada pembelahan mitosis ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Nukleolus lenyap
  2. Membrane inti lenyap
  3. Timbul serat gelendong
  4. Terlihat sepasang sentriol 
  5. Terlihat kromosom berantakan 
Dari ciri-ciri tersebut kemungkinannya adalah fase ….
a.       Interfase
b.      Profase
c.       Metaphase
d.      Anaphase
e.       Telofase

31. sifat yang tidak tampak, namun mampu menentukan hasil keturunan Dan hasil keturunan dan disimbolkan dengan huruf-huruf adalah sifat …
a.       Dominan
b.      Resesif
c.       Fenotipe
d.      Genotype
e.       Alela

32. gandum bekulit hitam (Hhkk) disilangkan dengan gandum berkulit kuning (hhKk), hitam epistasis terhadap kuning, maka keturunannya …
a.       Hitam semua
b.      Kuning semua
c.       50% hitam, 50% kuning
d.      50% hitam, 25% kuning, 25% putih
e.       25% hitam, 50% kuning, 25% putih

33. dalam sebuah keluarga dengan beberapa orang anak, ayah normal dan kakek Dari pihak ibu haemofili. Beberapa persen kemungkinan lahir anak laki-laki Dari keluarga tersebut menderita haemofili?
a.       25%
b.      50%
c.       75%
d.      100%
e.       0%

34. apabila kromosom kehilangan satu kromosom dari sepasang kromosom homolog dengan rumus genom 2n-1 maka  termasuk macam aneuploldi ……
a.       Monosomik
b.      Nulisomik
c.       Trisomik
d.      Tetrasomik
e.       Trisomik ganda

35. teori evolusi yang menyebutkan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu individu disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan diwariskan perubahan tersebut adalah pendapat dari ….
a.       Darwin
b.      Lamarck
c.       Harun yahya
d.      Saphiro
e.       Haeckel

36. salah satu bukti adanya evolusi adalah homolog. Anggota-anggota tubuh Berikut yang tidak homolog adalah …
a.       Kaki manusia dengan kaki ayam
b.      Sirip depan ikan paus dengan kaki depan katak
c.       Kaki depan lembu dengan sayap burung
d.      Tangan manusia dengan kaki burung
e.       Sayap burung dengan sayap kupu-kupu

37. Variasi pada Makhluk hidup terbentuk karena  …..
a.       Tanah, mutasi gen, dan rekombunasi gen
b.      Suhu, tanah, dan makanan
c.       Suhu, makanan, dan mutasi gen
d.      Makanan, mutasi gen, dan seleksi
e.       seleksi, mutasi gen, dan rekombinasi gen

38. salah satu ciri khas produk dari perkembangan bioteknologi pada era generasi Pertama adalah pembuatan ….
a.       Tape
b.      Hormon
c.       Antibiotik
d.      Aseton
e.       Pupuk kompos

39. bioteknologi dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan. Pertanyaan Berikut ini yang merupakan pemanfaatan bioteknologi adalah …
a.       Kecap dihasilkan oleh aspergilus flavus
b.      Thiobacilus untuk mengubah limbah
c.       Penisilin dihasilkan oleh penicillium camemberti
d.      Rhizobium untuk mengubah ammonium menjadi nitrat
e.       Bacillus thuringensis menghasilkan endotoksin untuk biopestisida

40. perhatikan pertyataan-pernyataan berikut ini !

1.       hilangnya patogenitas
2.       hilangnya antigenitas
3.       diberikan pada orang sehat
4.       menimbulkan kekebalan
5.       bibit penyakit yang telah dilemahkan
Pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan vaksin adalah …
a.       1, 2, dan 3
b.      2, 3, dan 4
c.       3, 4, dan 5
d.      1, 4, dan 5
e.       1, 3, dan 5

Agar senang kali ini saya memberikan jawaban untuk memastikan jawabannya hehe ...kalau digunakan belajar warna dirubah saja OK 

KEADILAN APORIA

Vico SJ

Pengantar
Derrida tidak memberi penjelasan yang definitif tentang keadilan. Dalam teksnya, terutama bagian pertama, muncul persoalan apakah yang adil itu legal atau di seberang sesuatu yang legal? Bagi Derrida, keadilan bermain di wilayah yang legal dan di seberang legal. Keadilan berada di interval antara yang legal dan di luar yang legal. Keadilan bagi Derrida adalah suatu pengalaman pencarian terus-menerus yang membutuhkan interpretasi yang baru dan segar dan penangguhan terus-menerus sebagai ciri dari takdapatdiputuskan. Makalah ini akan berfokus pada keadilan sebagai pengalaman aporia, suatu pengalaman dari yang tidak mungkin.

Keadilan sebagai sebuah pengalaman dari yang tidak mungkin
Pertanyaan yang langsung spontan muncul adalah bagaimana mungkin pengalaman tentang yang tidak mungkin itu menjadi syarat bagi keadilan atau bagi sebuah putusan, tindakan, sikap, dan pemikiran yang adil? Bagaimana mungkin pengalaman tentang yang tidak mungkin itu dialami?
Derrida, dalam teksnya berjudul Force of Law: The “Mystical Foundation of Authority” bagian pertama menyebutkan bahwa keadilan adalah sebuah pengalaman akan yang tidak mungkin. Suatu keadilan yang hanya akan menjadi sebuah pengalaman bila kita tidak mampu mengalaminya. Lalu apa maksudnya? Apakah keadilan itu tidak bisa dialami? Derrida mengatakan bahwa ,”It is possible as an experience of the impossible, there where, even if it does not exist (or does not yet exist, or never does exist), there is justice” (Derrida, 15). Maksudnya adalah bahwa keadilan itu mungkin sebagai sebuah pengalaman dari yang tidak mungkin entah apakah keadilan itu ada, atau jika keadilan itu tidak ada atau keadilan itu belum ada atau bahkan jika keadilan itu tidak pernah ada. Dengan kata lain, ada tidaknya atau belum adanya sebuah keadilan itu akan tetap menjadi mungkin bila keadilan adalah pengalaman dari yang tidak mungkin. Bahasa sederhananya adalah bahwa keadilan itu mungkin jika berangkat dari pengalaman yang tidak mungkin. Lalu apa pengalaman yang tidak mungkin itu?
Keadilan, menurut Derrida, membutuhkan suatu pengalaman aporia. Pengalaman yang ia maksudkan adalah sebuah pelampauan (traversal), sesuatu yang melampaui yang bergerak menuju sebuah tujuan yang merupakan jalannya yang sesuai. Maksudnya adalah bahwa pengalaman itu akan menemukan jalannya, kemungkinannya. Jadi, pengalaman itu akan berakhir pada suatu tujuan yang sesuai. Dalam kaitannya dengan ini, pengalaman aporia tidak mungkin untuk dialami sepenuhnya karena pengalaman itu sesuatu yang tidak menawarkan sebuah jalan. Sebuah aporia adalah sesuatu yang berada di luar jalur (non-road), sesuatu yang tidak berada pada jalan. Bisa dikatakan bahwa aporia merupakan sebuah jalan yang tidak mempunyai akhir atau tujuan yang pasti karena ia di luar jalur, di luar kemungkinan yang mungkin bisa kita prediksikan, sesuatu yang menuntut kita untuk menafsirkan secara baru terus-menerus atau sebuah jalan buntu yang membuat kita terbentur pada batas-batas ketidakberdayaan kita.
Dengan demikian terjadilah suatu paradoks bahwa ada pengalaman yang merupakan sesuatu yang mungkin kita alami, namun di lain pihak keadilan hanya akan menjadi mungkin bila ada pengalaman tentang yang tidak mungkin, pengalaman yang di dalamnya orang terbentur oleh batas-batas dari hal yang bisa dialami, yaitu non-road.

Aporia dalam konteks relasi antara Keadilan dan Hukum
Derrida mengatakan bahwa keadilan tidak identik dengan hukum. Hukum bukanlah keadilan. Hukum adalah unsur perhitungan, adil bahwa karena ada hukum. Namun, keadilan tak dapat diperhitungkan, keadilan meminta kita untuk menghitung tanpa melakukan perhitungan (incalculable); dan pengalaman aporia adalah pengalaman dari keadilan yang merupakan momen atau peristiwa di mana keputusan yang adil atau yang tidak adil tak pernah dijamin oleh sebuah aturan.

”Law (droit) is not justice. Law is the element of calculation, and it is just that there be law, but justice is incalculable, it requires us to calculate with the incalculable; and the aporetic experience are the experiences, as improbable as they are necessary, of justice, that it to say of moments in which the decision between just and unjust is never insured by a rule.”

Untuk lebih jelas memahami posisi Derrida dalam menerangkan aporia dari keadilan, ia memberi beberapa contoh yang—menurut Derrida—seharusnya akan memperjelas atau barangkali menghasilkan sebuah kesulitan dan perbedaan yang tidak tetap antara keadilan dan hukum (droit), antara keadilan (yang tak terbatas, tak dapat dikalkulasi, pemberontakan terhadap aturan dan jauh dari simetri, heterogen) dan praktek keadilan sebagai hukum sebagai legitimasi atau legalitas, sebagai yang dapat distabilisasi dan dikalkulasi. Dalam beberapa contoh yang akan ia berikan, Derrida ingin mencoba membandingkan konsep keadilan—yang ia coba bedakan dari hukum—dengan konsep Levinas karena ketidakterbatasannya dan karena relasi yang heterogenis kepada yang lain (others), kepada wajah dari yang lain yang menggerakkannya yang ketidakterbatasannya tak dapat ia tematisasikan.

Aporia pertama: épokhè of the rule.
Yang dimaksud dengan épokhè dalam bahasa Yunani adalah sebuah perhentian atau semacam pemogokan, penundaan pengadilan, atau dalam bahasa Perancis (to epechein) berarti menunda (to hold back). Namun, Derrida hendak menjelaskan istilah itu secara lain, berkaitan dengan aturan.
Menurutnya, sesuatu putusan atau tindakan atau sikap atau pikiran dianggap adil atau tidak adil dan syarat untuk mengalami keadilan, bila seseorang bebas dan bertanggungjawab atas semua itu (putusan, tindakan, sikap, pikiran). Namun, kebebasan atau putusan dari yang adil ini harus mengikuti sebuah hukum atau sebuah aturan. Oleh karena itu, putusan itu harus memiliki daya untuk dapat dikalkulasi atau diperhitungkan. Bila tindakan itu mengaplikasikan sebuah aturan, sebuah hukum yang dapat dikalkulasi, boleh kita mengatakan bahwa putusan itu sah atau legal, tetapi salah bila kita mengatakan bahwa putusan itu adil.
Kemudian, Derrida mencoba memberikan sebuah contoh untuk menjelaskan lebih lanjut makna dari aporia pertama itu, yaitu dalam putusan pengadilan. Menurutnya, putusan seorang hakim dalam sebuah pengadilan dikatakan adil apabila putusan itu tidak hanya harus mengikuti sebuah aturan hukum atau hukum umum, melainkan harus mengasumsikannya, mengkaitkan nilai-nilainya dengan membangun kembali sebuah tindakan interpretasi seolah-olah hukum itu tidak ada sebelumnya, seolah-olah hakim sendiri menciptakan hukum di setiap kasus dengan sebuah ”fresh judment”, sebuah pengadilan yang sama sekali baru.

“To be just, the decision of a judge, for example, must not only follow a rule of law or a general law but must also assume it, approve it, confirm its value, by a reinstituting act of interpretation, as if ultimately nothing previously existed of the law, as if the judge himself invented the law in every case. No exixtence of justice as law can be just unless there is a “fresh judgement”.

Agar sebuah putusan menjadi adil dan bertanggungjawab, putusan itu harus memelihara hukum dan juga menghancurkannya atau menundanya untuk kemudian menciptakannya kembali di setiap kasus karena setiap kasus adalah yang lain (other). Setiap putusan adalah berbeda dan meminta sebuah interpretasi yang unik secara mutlak, di mana tidak ada jaminan yang mutlak dari aturan.
Jadi, kita tidak bisa mengatakan suatu putusan hakim dalam pengadilan itu adil bila dia mendasarkan putusannya di atas hukum atau aturan tertentu atau bila dia menunda keputusan-keputusannya, berhenti sejenak di hadapan yang takdapatdiputuskan (undecidable) atau jika dia melakukan improvisasi dan meninggalkan semua aturan, semua prinsip. Dengan kata lain, putusan yang adil itu berada pada tegangan antara mengikuti hukum atau aturan dan menidak pada aturan-aturan hukum, dengan menunda putusan itu hingga harus menciptakannya kembali secara baru (fresh).

Aporia Kedua: the ghost of the undecidable.
Menurut Derrida, takdapatdiputuskan (the undecible) ini bukanlah tegangan antara dua putusan , tetapi merupakan pengalaman (walau heterogen, asing terhadap susunan aturan yang dapat dikalkulasi) yang memberikan dirinya pada putusan yang tidak mungkin, sementara masih mendasarkan diri pada aturan dan hukum. Sebuah putusan yang tidak melalui pengalaman menyakitkan dari yang takdapatdiputuskan (the ordeal of the undecidable) tidak akan menjadi sebuah putusan bebas, putusan itu hanya menjadi aplikasi dari sebuah program yang dapat dikalkulasi. Boleh jadi putusan itu legal, tetapi tidak adil. Sekali pengalaman menyakitkan dari yang takdapatdiputuskan itu berlalu (jika hal itu mungkin), putusan akan kembali mengikuti sebuah aturan. Putusan itu tidak lagi hadir saat ini (presently just) atau adil sepenuhnya (fully just). Juga jika putusan itu dijamin oleh aturan atau hukum, putusan itu akan direduksi kepada kalkulasi dan kita tak dapat menyebutnya adil.
Lalu bagaimana menjaga agar sebuah putusan adil itu tidak tereduksi ke dalam sebuah kalkulasi atau perhitungan? Derrida melanjutkan bahwa pengalaman menyakitkan dari yang takdapatdiputuskan itu tak pernah berlalu atau terlewatkan. Pengalaman itu bukanlah sebuah peristiwa yang mengatasi atau mengarahkan dalam putusan. Yang takdapatdiputuskan itu tetaplah tertangkap setidaknya sebagai sebuah hantu di setiap keputusan, setiap peristiwa dari putusan. Kehadirannya sebagai sebuah hantu akan mendekonstruksi jaminan apa pun dari kehadiran yang akan meyakinkan kita akan keadilan dari sebuah putusan.

Aporia Ketiga: the urgency that obstruct the horizon of knowledge.
Horizon diartikan oleh derrida sebagai baik permulaan dan batas yang menentukan sebuah kemajuan yang tak terbatas maupun sebuah saat menunggu. Namun, bagi Derrida, keadilan itu tidak menunggu. Sebuah putusan yang adil selalu meminta dengan segera, ”right away”. Keadilan itu sendiri tidak menyediakan informasi yang tak terbatas dan pengetahuan yang tak terbatas dari kondisi, aturan-aturan atau imperatif-imperatif hipotetis yang dapat mengadilinya. Peristiwa putusan selalu tetap berada dalam sebuah peristiwa mendesak yang terbatas. Sejauh tidak harus menjadi konsekuensi dari pengetahuan teoritis atau historis, putusan instan adalah sebuah kegilaan (madness). Bahkan jika waktu dan kebijaksanaan, kesabaran dari pengetahuan dan keunggulan kondisi-kondisi secara hipotetis tidak terbatas, putusan secara struktural terbatas, bagaimanappun terlambatnya ia datang, sebuah putusan dari kemendesakkan dan ketergesa-gesaan, bertindak di malam tanpa pengetahuan dan tanpa aturan.
Selanjutnya ia mengatakan bahwa keadilan tetaplah dimensi dari peristiwa-peristiwa yang taktereduksi yang datang (to come). Keadilan akan selalu memiliki momen to come, a venir (yang datang). Barangkali karena keadilan sejauh ini bukan hanya sebuah konsep yuridis atau politis, ia membuka bagi sebuah perubahan, penemuan atau penciptaan kembali hukum dan politik. Ada sebuah à venir bagi keadilan. Keadilan sebagai pengalaman dari yang lain secara mutlak merupakan yang takdapathadir (unpresentable), namun merupakan kesempatan dari peristiwa dan kondisi dari sejarah.

Kesimpulan
Keadilan tidak dapat sepenuhnya dialami karena keadilan berangkat dari pengalaman yang tidak mungkin, yaitu aporia. Keadilan hanya menjadi mungkin bila pengalaman yang tidak mungkin itu menjadi dasar sebuah putusan yang adil. Setiap putusan yang adil tidak akan sepenuhnya tercapai bila hanya mendasarkan diri pada aturan-aturan atau hukum-hukum tertentu karena putusan itu hanya akan menjadi aplikasi program belaka. Namun, putusan itu juga tidak bisa dikatakan adil bila tidak mengacu sama sekali pada aturan-aturan tertentu atau sesuatu di luar aturan-aturan tersebut. Putusan itu menjadi adil bila momen pengambilannya dalam keadaan “fresh judgement” atau dalam keadaan yang sama sekali baru. Dengan kata lain, putusan itu diambil berdasarkan penafsiran terus-menerus secara baru terhadap setiap kasus yang terjadi karena setiap kasus adalah unik, singular, dan mutlak. Ia seperti momen pembentukan undang-undang baru atau pemogokan umum. Setiap kasus menghadirkan yang lain secara mutlak yang kedatangannya tidak dapat diprediksikan sebelumnya.
Setiap pemastian atau penjaminan keadilan atau klaim keadilan atas sebuah putusan selalu akan dibayangi hantu dari takdapatdiputuskan. Artinya, di dalam setiap putusan mengandung hal yang takdapatdiputuskan. takdapatdiputuskan itu akan selalu menggoyang atau merongrong setiap pemastian keadilan atas sebuah putusan karena keadilan adalah takdapatdiputuskan itu sendiri. Oleh karena itu, tidak ada satu putusan, tindakan, sikap, pemikiran yang dapat dianggap adil karena keadilan adalah pengalaman dari yang tidak mungkin.
Lalu apakah kita harus menunggu? Jika iya sampai kapan? Bagi Derrida keadilan tidak menunggu. Ia harus segera diputuskan. Putusan itu bersifat right away dengan tergesa-gesa sehingga selain irasional karena tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang apa itu adil, ia juga merupakan sebuah kegilaan karena berani melompat dari keterbatasan pengetahuannya ke dalam ketidakpastian akan masa depan yang bisa saja memunculkan hal-hal yang tidak diprediksikan sebelumnya. Dengan demikian, keadilan akan selalu memiliki to come, à venir dari yang lain (other).

Catatan Kritis
Keadilan, menurut Derrida, menuntut suatu sikap, tindakan, pemikiran, dan putusan yang harus terus-menerus merekontekstualisasi setiap kasus yang unik, singular, dan takterprediksikan Oleh karena itu, agar panggilan pada keadilan terus-menerus bergaung dalam kesadaran kita harus ada kehendak yang kuat, hasrat yang menyala-nyala untuk terus berani memasuki sebuah wilayah yang taktereduksi oleh prediksi atau perkiraan-perkiraan kita, sebuah wilayah yang menawarkan pengalaman tentang yang tidak mungkin. Dengan demikian, proyek keadilan bagi Derrida tidak akan pernah selesai karena ia sesuatu yang takdapatdiputuskan itu sendiri, sesuatu yang to come, à venir sehingga bisa menjadi sebuah ketidakpastian bagi orang yang mengharapkan sebuah kepastian. Di sinilah letak kebaruan dari pemikiran Derrida yaitu ada dalam etos untuk terus berpikir tanpa memikirkan putusan.
Dalam karyanya ini, Derrida tidak menawarkan proyek politis yang pasti dan jelas karena pemikirannya tentang keadilan selalu berkelit di antara yang sesuai dengan hukum dan di luar tatanan hukum. Pemikirannya tentang keadilan menawarkan kekuatan kreatif interpretatif yang provokatif. Penekanan terhadap perlakuan yang adil terhadap keunikan dan kekhasan setiap pribadi atau kelompok sosial, terutama yang marjinal sangat kuat.

Sumber Acuan
Derrida, Jacques, Force of Law: The “Mystical Foundation of Authority”.
Hardiman, E. Budi, 2007, Filsafat Fragmentaris, Yogyakarta: Kanisius.

UN 2015

Tinggal sebentar anda menjadi tidak berada di sekolahnya lagi ... karena harus cari sekolah baru maka ini ada informasi data bahwa UN akan berlangsung , Ujian Praktek akan segera dimulai , Ujian sekolah juga tidak mau ketinggalan untuk semua dipersiapkan ...

LATIHAN DASAR
1. SOSIOLOGI

Support web ini

BEST ARTIKEL