Sunday, September 7, 2014

SOAL KLASIFIKASI SEDERHANA KELAS X


1.         Urutan kelompok (takson) dalam klasifikasi hewan dari yang paling rendah  hingga ke takson yang tertingkat adalah ...
A.      spesies-genus-famili-ordo-kelas-filum
B.      kelas-filum-ordo-famili-genus-spesies
C.      kelas-filum-ordo-famili-genus-spesies
D.      spesies-famili-genus-ordo-kelas-filum
E.       spesies-ordo-genus-famili-kelas-filum

2.         Nama ilmiah lada adalah Piper nigrum, sedang nama ilmiah sirih adalah piper betle. Hal ini berarti lada dan sirih ...
A.      spesies sama, genus berbeda
B.      spesies sama, genus sama
C.      genus sama, famili berbeda
D.      spesies, genus, dan famili berbeda
E.       genus sama, spesies berbeda

3.         Carolus Linnaeus disebut bapak klasifikasi karena .....
A.      menciptakan klasifikasi 5 kingdom
B.      menciptakan sistem binomial nomenclature
C.      mendasarkan klasifikasi dari struktur benang sari
D.      mengadakan kongres Internasional tentang klasifikasi
E.       memperkenalkan sistem filogenetik

4.         Jika jamur dan ganggang pada Lichenes terpisah, maka ganggang dapat hidup  mandiri, sedangkan jamur tidak dapat. Hal ini karena ganggang ....
A.      mampu hidup secara saprofit
B.      mampu hidup secara heterotrof
C.      mampu berkembang biak dengan membelah diri
D.      mampu berfotosintesis
E.       mampu menguraikan zat organisme menjadi zat anorganik

5.         Adonan roti yang ditaburi sejenis ragi akan mengembang, jika ragi aktif menghasilkan .....
A.      alkohol
B.      oksigen
C.      gula dan alkohol
D.      karbon dioksida
E.       oksigen dan alkohol

6.         Hubungan yang benar antara jenis jamur dan manfaatnya adalah .......
A.      Aspergillus flavus - penghasil penisilin
B.      Penicillium camemberti - untuk membuat keju
C.      Penicillum notatum - untuk membuat roti
D.      Saccharomyces cerevisae - untuk membuat kecap
E.       Monnilia sitophyla - untuk membuat oncom

7.         Perbedaan antara lumut dan tumbuhan paku adalah ......
A.      lumut dapat berfotosintesis, tumbuhan paku tidak
B.      lumut berdaun semu, tumbuhan paku berdaun sejati
C.      lumut mengalami metagenesis, tumbuhan paku tidak
D.      lumut berbatang semu, tumbuhan paku berbatang sejati
E.       lumut berakar semu, tumbuhan paku berakar sejati.

8.         Untuk pengembangbiakan mikroorganisme di laboratorium digunakan medium  agar - agar yang bahannya dibuat dari ganggang ......
A.      Eucheuma
B.      Ulva
C.      Sargassum
D.      Chlorella
E.       Navicula

9.         Spora paku yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi ......
A.      protonema
B.      sporogonium
C.      protolium
D.      tanaman paku
E.       sporofil

10.     Perbedaan pokok antara bakteri dan ganggang hijau biru adalah ......
A.      bakteri umumnya heterotrof, ganggang hijau biru autotrof
B.      bakteri tak bergerak, ganggang hijau biru bergerak
C.      bakteri tak bermembran inti, ganggang hijau biru bermembran inti
D.      bakteri bersimbiosis, ganggang hijau biru tidak
E.       bakteri dapat membelah, ganggang hijau biru tidak
E.

THEORI

·         Makhluk hidup yang ada di bumi ini sangat banyak dan beraneka ragam.
·         Hal ini dapat kita lihat dengan adanya berbagai jenis hewan dan tumbuhan.
·         Dalam bidang biologi, tumbuhan dan hewan menjadi objek studi manusia.
·         Mereka hidup di tempat yang berbeda, ada yang di air, di tempat kering, di pohon, dan sebagainya. Setiap jenis tumbuhan dan hewan terdiri dari sejumlah individu, sehingga seluruh jenis itu terdiri atas berjuta - juta individu. Antara jenis satu dengan yang lain terdapat perbedaan - perbedaan, sehingga secara keseluruhan tampak keanekaragaman yang sangat besar.
·         Pada setiap jenis terdapat variasi yang meliputi perbedaan bentuk, ukuran, umur, pola warna, jenis kelamin, dan sebagainya.
·         Keanekaragaman hayati ini tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis, keanekaragaman genetika, dan keanekaragaman ekosistem.
·         Untuk menyederhanakan objek studi keanekaragaman makhluk hidup diadakan klasifikasi, yaitu mengelompokkan makhluk hidup dengan cara mencari  keseragaman dalam keanekaragaman.

Dasar - Dasar Klasifikasi

  • Dasar yang dipakai untuk mengadakan klasifikasi adalah persamaan ciri atau sifat baik morfologi, fisiologi, atau anatomi. 
  • Makin banyak persamaan makin dekat kekerabatannya, makin sedikit persamaan makin jauh kekerabatannya.
  • Dalam tata nama makhluk hidup, disusun sderetan takson dan untuk setiap tingkat takson diberi nama tertentu. Urutan takson dalam klasifikasi adalah sebagai berikut.


KLASIFIKASI  
  • Kingdom  
  • Divisio ( Tumbuhan ) - Phyllum (Hewan)
  • Classis (kelas)
  • Ordo (bangsa)
  • Familia (suku)  
  • Genus (marga)
  • Spesies (jenis)


Monera
Meliputi makhluk hidup yang sangat sederhana, termasuk di dalamnya adalah  bakteri dan ganggang hijau biru.

Bakteri
Sifat - sifat Bakteri
·         Ilmu yang mempelajari tentang bakteri disebut bakteriologi.
·         Arti kata bakteri adalah batang.
·         Ciri - ciri bakteri, antara lain bersel satu dan bersifat prokarion yang artinya tidak mempunyai dinding inti.
·         Pada umumya tidak berklorofil dan berkembang biak dengan membelah diri.

Ganggang Hijau Biru
·         Ciri - ciri dan sifat ganggang hijau biru yaitu bersel satu, selaya bersifat  prokariotik, tidak mempunyai kloroplas, sedangkan klorofil tersebar pada plasma.
·         Ganggang hijau biru bersifat ototrof yaitu dapat menyusun  makanannya sendiri melalui fotosintesis. Pigmen yang terdapat dalam sel berbagai ganggang adalah fikoeretrin, klorofil, karotin dan fikosianin.
·          Pigmen fikosianin menunjukkan warna biru, karotin warna kuning dan fikoeretrin adalah warna merah.
·         Adanya fikosianin menyebabkan ganggang hijau biru mempunyai warna yang khas yaitu hijau kebiru - biruan.

TUMBUHAN TINGKAT RENDAH Protista tumbuhan , Protista jamur   
·         Secara umum tumbuhan dapat dibagi menjadi Cryptogamae (tumbuhan  rendah) dan Phanerogamae (tumbuhan tinggi).
·         Tumbuhan rendah (Cryptogamae) meliputi Thallophyta, Bryophyta dan Pteridophyta.  Thallophyta adalah tumbuhan yang tidak mempunyai akar, batang dan  daun sejati, terdiri dari Thallophyta yang tidak berklorofil contoh jamur (Fungi) dan
·         Thallophyta yang berklorofil contoh ganggang (alga).


FUNGI

·         Jamur mempunyai ciri - ciri antara lain: bersel satu atau bersel banyak.
·         Tidak berklorofil, hidup sebagai parasit atau saprofit, bersifat  eukariotik, tubuh tersusun atas benang - benang yang disebut hifa.
·         Kumpulan hifa membentuk jaringan benang yang disebut miselium.
·
·         Dinding sel jamur terdiri dari zat kitin (kecuali Oommycotina), reproduksi secara aseksual dengan membentuk tunas, fragmentasi, konidia, dan zoospora. Sedangkan secara seksual dengan askospora, basidiospora, zigospora.

Ganggang (Alga)
·         Ganggang, bentuk dan sifatnya adalah belum mempunyai akar, batang  dan daun sejati (Thallophyta), habitat air tawar, air laut, dan ditempat lembap.
·         Berdasarkan figmentasinya ganggang dibedakan menjadi ganggang hijau (Chlorophyceae), ganggang keemasan (Chrysophyceae), ganggang coklat (Phaeophyceae) dan ganggang  merah (Rhodophyceae).

Lumut (Bryophyta)
·         Ciri - ciri lumut, antara lain sebagai berikut. Bersel banyak dan berklorofil. Dalam hidupnya mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan, yaitu adanya gametofit dan sporofit, alat kelamin betina disebut arkegonium, alat kelamin jantan disebut anteridium.
·         Lumut terdiri dari Musci (lumut daun) dan Hepaticae (lumut hati), habitat di tempat yang lembap dan basah. Bagian - bagian pada sporangium antara lain sebagai berikut.


Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
  • Ciri - ciri Pteridophyta, antara lain sebagai berikut: sudah mempunyai akar (serabut), batang, dan daun sejati.
  • Terdapat berkas pengangkutan berupa floem dan xilem, terjadi metagenesis, daun penghasil spora disebut sporofil.
  • Sporangium berkelompok membentuk sorus, tiap sporangium mempunyai sederetan sel - sel berbentuk cincin yang disebut annulus.
Berdasarkan spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.
1.       Paku homospora/isospor: menghasilkan spora yang sama besar dan jenisnya.
Contoh: Lycopodium sp. (paku kawat).
2.       Paku heterospor: menghasilkan dua macam spora yaitu makrospora (jenis betina) dan mikrospora (jenis jantan). Contoh: Marsilea crenata (semanggi), Selaginella sp. (paku rane)
3.       Paku peralihan: menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama, tetapi jenis berbeda. Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda).



LATIHAN LAGI YA 


1.    Zea mays adalah nama ilmiah tanaman jagung. Kata Zea pada nama ilmiah tersebut menunjukkan ….
A.      Kingdom
B.      Familia
C.      Genus
D.      Species

2.    Sistem klasifikasi lima kingdom dikembangkan oleh ….
A.      Carolus Linnaeus
B.      Robeert Hooke
C.      Robeert H. Wittaker
D.      Aristoteles

3.    Seorang siswa mengamati makhluk hidup dengan mikroskop, diperoleh ciri sebagai berikut : Tubuh tersusun dari benang-benang halus disebut hifa, dan memiliki spora. Makhluk hidup ini termasuk kingdom ....
A.      Plantae
B.      Fungi
C.      Protista
D.      Alga

4.    Berdasarkan system tata nama ganda, cara penulisan yang benar untuk nama jenis kelapa adalah ….
A.      Oryzasativa
B.      oryza sativa
C.      Oryza sativa
D.      Oryza Sativa

5.    Penulisan nama ilmiah sesuai aturan Nomenklatur binomial dari tanaman kembang sepatu adalah ….
A.      hibiscus Rosa-sinensis
B.      Hibiscus Rosa Sinensis
C.      Hibiscus-rosa sinensis
D.      Hibiscus rosa-sinensis

6.    Berdasarkan sistem klasifikasi lima kingdom, bakteri dan ganggang biru termasuk kedalam dunia ....
A.      Fungi
B.      Monera
C.      Plantae
D.      Protista

7 Yang bukan merupakan tujuan klasifikasi makhluk hidup yaitu ....
A.      Menyederhanakan makhluk hidup yang beraneka ragam
B.      Mengenal berbagai makhluk hidup yang bermacam-macam
C.      Mengetahui hubungan kekerabatan antar organisme
D.      Mengumpulkan makhluk hidup untuk diteliti

8.    Berikut adalah nama ilmiah beberapa makhluk hidup yang tterdapat disekitar kita : 1. Oryza sativa 2. Musa texstilis 3. Musa paradisiaca 4. Felix domestica Berdasarkan nama ilmiahnya, manakah yang paling dekat kekerabatannya ?
A.      2 dan 3
B.      1 dan 2
C.      1 dan 3
D.      3 dan 4

9.         Jenis makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan dan hewan, tetapi bukan tumbuhan dan bukan hewan disebut ….
A.      Fungi
B.      Protista
C.      Plantae
D.      Monera

10.     Untuk tingkatan takson dari yang tertinggi sampai terendah adalah ….
A.      kingdom - ordo - kelas - filum/division - genus - famili - spesies
B.      kingdom - phylum/division - classis - ordo - familia - genus - spesies
C.      kingdom - phylum/division - classis - ordo - spesies - genus – familia
D.      kingdom - kelas - filum/division - ordo - famili - genus - spesies

11.     Pernyataan berikut yang benar mengenai Mimosa pudica (putri malu) dan Mimosa invisa (putri malu berduri) adalah ....
A.      marga sama, suku berbeda
B.      marga sama, jenis berbeda
C.      suku berbeda, jenis sama

D.      jenis sama, marga sama


TRY AGAIN
 

Tuesday, September 2, 2014

INDERA PENGECAP LIDAH

Pengecap adalah indera yang berfungsi untuk menangkap rangsangan senyawa kimia yang larut dalam air, sedangkan indera pembau menangkap zat-zat kimia yang menguap (hidung). Keduanya termasuk kemoreseptor.
Indera pengecap terdapat di lidah, berupa puting-puting pengecap yang dapat dibedakan atas bagian-bagian:
  1. tepi depan untuk rasa manis
  2. belakang untuk rasa pahit
  3. samping untuk asam
  4. depan untuk rasa asin

Penampang lidah

Bentuk puting pengecap pada lidah

Skema penampang hidung manusia

Pengecap dan 
Pembau dan Keduanya memberi kontribusi dalam merasakan makanan. Perhatikan bahwa kedua indera ini memiliki akses langsung ke pusat bau dan rasa di otak



INDERA PENDENGARAN SD

  • Reseptor pendengaran atau fonoreseptor berupa sel-sel berbentuk rambut. 
  • Fungsi sel rambut adalah untuk menerima rangsangan getaran dan mengubahnya menjadi impuls sensorik yang selanjutnya ditransmisikan ke pusat pendengaran. 
  • Alat pendengaran manusia berupa telinga.
Struktur telinga manusia


Terdiri atas telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
  1. Telinga luar, bagian-bagiannya: 
  • daun telinga ,
  • saluran telinga yang dindingnya dapat menghasilkan minyak serumen.
Telinga tengah (ruangan timfani) terdiri atas: 
  1. gendang telinga/selaput pendengaran (membran timfani)..
  2. tulang-tulang pendengaran yang terdiri atas:
  3. martil(mileus)
  4. landasan (inkus)
  5. sanggurdi (stapes)
  6. saluran Eustachius, yaitu saluran penghubung antara ruang telinga dengan rongga faring.
Telinga dalam (Labyrinth) terdiri atas:

  1. Organ pendengaran atau koklea (rumah siput).
  2. Rumah siput berupa saluran spiral terbagi atas 3 daerah, yaitu:

1.    Skala vestibuli yang terletak di bagian dorsal
2.    Skala media terletak di bagian tengah
3.    Skala timfani terletak di bagian ventral

Antara skala yang satu dengan skala yang lain dipisahkan oleh:
  1. membrana vestibularis: memisahkan skala vestibuli – skala media.
  2. membrana tektoral memisahkan skala media -  skala timfani.
  3. membrana basilaris: memisahkan skalatimfani – skala vestibuli.
Struktur organ Corti

Organ corti terdapat pada skala media, terdiri atas:
  • Sel-sel rambut saraf pendengaran yang terdapat di dalam selaput dasar
  • Membrana tektoralis atau selaput atas. Selaput atas terletak di atas sel-sel rambut, merupakan penerus getaran dari fenestra ovali ke sel-sel rambut lewat cairan limfe yang terdapat pada skala media.
  • Organ keseimbangan: terdiri atas kanalis semi sirkularis (saluran setengah lingkaran), sakulus, dan utrikulus.
Rangsang getaran yang diterima ujung saraf pendengaran diteruskan oleh saraf koklea ke otak.
  • Di dalam koklea terdapat 24.000 alat corti, yang masing-masing mempunyai kepekaan menerima frekuensi tertentu. 
  • Kita hanya dapat mendengar suara dari 20 sampai 20.000 Hertz, tetapi ada orang-orang tertentu yang dapat mendengar antara 16 sampai 20.000 Hertz.

Mekanisme transmisi pendengaran

Suara dari luar dapat sampai pada skala media dengan beberapa cara:
  1. Penghantaran udara: getaran suara luar menggetarkan membran timfani. Kemudian oleh tulang pendengaran akan diteruskan ke fenestra ovali dan akan menggetarkan cairan limfe pada koklea. Akibatnya, sel-sel rambut dari organ korti terangsang, menghasilkan impuls dan diteruskan oleh saraf auditorius ke pusat pendengaran di otak
  2. Penghantaran tulang: getaran yang teijadi pada tulang-tulang tubuh kita (misalnya tulang tengkorak) akan menyebabkan bergetarnya cairan limfe pada koklea.
Gangguan pada pendengaran
Tuli atau kurang tajam pendengaran, dapat disebabkan oleh:
Tuli konduksi, dapat terjadi karena:
  • penyumbatan saluran telinga oleh minyak serumen
  • penebalan atau pecahnya membrana timfani
  • pengapuran tulang pendengaran
  • kekakuan hubungan stapes pada fenesta ovali.
Tuli saraf dapat disebabkan oleh:
  • kerusakan saraf auditorius
  • kerusakan saraf pendengaran
Alat keseimbangan



Reseptor keseimbangan terdapat dalam kanalis semisirkularis, utrikulus, dan sakulus.




  1. Kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran) Suatu struktur yang terdiri atas 3 tulang setengah lingkaran, tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi berlainan, yaitu ada yang horisontal, vertikal atas dan vertikal belakang. Setiap kanalis berisi endolimfe, dan pada setiap pangkalnya membesar disebut ampula, dan berisi reseptor keseimbangan yang disebut cristae ampularis. Kelembaman endolimfe yang terdapat dalam kanalis semisirkularis akan menyebabkan ia bergerak ke arah yang berlawanan dengan arah putaran sehingga kita dapat merasakan adanya perubahan posisi tubuh.
  2. Sakulus dan utrikulus  Merupakan alat keseimbangan statis (statoreseptor) yaitu berfungsi memberikan respons terhadap perubahan kedudukan tubuh, misalnya tegak, miring, dan lain-lainnya. Pada dasar utrikulus terdapat makula (organ otolith). Kedudukan otolith ini akan berubah bila posisi kepala berubah.

INDERA PENGLIHATAN SD

Indera penglihat disebut juga fotoreseptor. 
  • Sel  fotoreseptor yang terdapat pada retina dapat dibedakan dua macam, yaitu sel batang (basilus) bertugas menerima rangsangan cahaya yang tidak berwarna, dan sel kerucut (konus) yang bertugas menerima rangsangan cahaya yang berwarna atau terang. 
  • Sel fotoreseptor bertugas menerima dan mengubah rangsangan cahaya menjadi impuls, yang selanjutnya oleh otak diubah menjadi sensasi penglihatan.


Skema penampang bola mata


Mata Beneran

Begini penampang bola mata yang sebenarnya. Kiri: bagian berwarna hitam adalah koroid. Tampak di tengah adalah lensa mata. Kanan: tampak di tengah adalah lapisan retina yang melapisi permukaan dalam bola mata hingga ke bagian belakang.

DETAIL BOLA MATA

Dinding bola mata terdiri atas 3 lapis, yaitu:
  1. Sklera, berwarna putih dan merupakan lapisan terluar. Bagian depannya transparan dan disebut kornea.
  2. Koroid, merupakan lapisan tengah yang berwarna hitam dan merupakan bagian yang berfungsi nutritif, karena banyak mempunyai pembuluh darah.
  3. Retina (selaput jala), merupakan selubung terdalam, dan merupakan neuroepitelium, yaitu epitelium yang berfungsi sebagai reseptor.
Di dalam bola mata terdapat:
  1. Aqueous humor, yaitu cairan yang mengisi ruangan antara lensa mata dengan retina.
  2. Viterous humor, ialah cairan yang mengisi rongga mata antara lensa mata dengan kornea.
  3. Lensa mata, bentuknya bikonkaf, terikat oleh otot siliaris.
  4. Iris (selaput pelangi), merupakan struktur berpigmen yang memberi warna mata. Tersusun atas serabut otot sirkular.
STRUKTUR RETINA
Tersusun atas 3 lapisan, yaitu:

  1. lapisan neuroepitelium
  2. lapisan bipolar
  3. lapisan ganglion
Akson dari sel-sel ganglion berkumpul membentuk saraf optikus.
  • Tempat berkumpulnya akson-akson tersebut bintik buta. 
  • Sedang dibagian lain dari retina terdapat suatu daerah yang banyak mengandung sel kerucut dan sel batang. 
  • Di tengahnya berupa lekukan yang hanya mengandung sel kerucut, disebut fovea sentralis (bintik kuning).
  • Sel basilus mengandung pigmen rodopsin (senyawa antara vitamin A dengan protein). Bila terkena sinar rodopsin terurai dan pada waktu gelap terbentuk lagi. Waktu yang diperlukan untuk proses pembentukan rodopsin ini disebut waktu adaptasi, di mana kita akan kurang dapat melihat.
  • Sel konus banyak mengandung pigmen iodopsin, yaitu senyawa antara retinin dan opsin. Ada tiga macam sel konus, yaitu yang peka terhadap warna biru, hijau, dan merah. Dari ketiga pasangan konus itu kita dapat menerima rangsang warna dari spektrum warna ungu sampai merah.

Gangguan indera penglihatan

Mata dikatakan normal bila dapat memfokuskan sinar sejajar yang masuk ke mata tepat pada bintik kuning. Keadaan ini disebut mata emmertrop. Bila sinar yang datang tidak jatuh tepat pada bintik kuning, maka akan menimbulkan gangguan penglihatan.
  1. Mata hipermetrop, penyebabnya lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Untuk menormalkannya dapat dibantu dengan lensa cembung (positif).
  2. Mata miop, penyebabnya lensa terlalu cembung, sehingga bayangan jatuh di depan bintik kuning. Untuk menormalkannya dapat ditolong dengan lensa cekung (negatif).
  3. Mata presbiop. Ini adalah gangguan yang umumnya terdapat pada orang berusia lanjut. Cahaya sejajar yang datang difokuskan di belakang retina sebab lensa mata terlalu pipih karena daya akomodasi terlalu lemah.
  4. Mata astigmat, bila cahaya sejajar yang datang tidak difokuskan ke satu titik. Di sebabkan oleh kornea yang tidak rata. Astigmat teratur, dapat dibantu oleh lensa silindris, sedangkan astigmat tidak teratur tidak dapat ditolong.
  5. Hermeralopi atau rabun senja, disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Bila berkelanjutan akan diikuti gejala terbentuknya bintik putih (bitot spot), kemudian mengeringnya kornea (xeroftalmia) dan akhirnya mengalami keratomalasi (rusaknya kornea).
  6. Buta warna, merupakan penyakit mata yang menurun dimana seseorang tidak bisa membedakan warna tertentu. Mata normal ialah mata yang memiliki 3 macam sel kerucut, yang disebut mata trikomat sedangkan mata dikromat hanya memiliki dua sel kerucut. Dengan demikian dapat terjadi kemungkinan: buta warna merah (protanopia) buta warna hijau (duteranopia), atau buta warna biru (tritanopia). Jenis panyakit buta warna lainnya adalah mata monokromat, yang hanya memiliki satu macam sel kerucut. Orang demikian hanya dapat membedakan warna hitam dan putih.

KLIK INI

REPRODUKSI TUMBUHAN SMP

Generatif 
  • Reproduksi generatif adalah terjadinya individu baru yang didahului dengan peleburan dua sel gamet. Peristiwa ini disebut pembuahan. 
  • Pembuahan (fertilisasi) pada tumbuhan berbiji akan terjadi kalau didahului adanya proses penyerbukan (persarian/polenasi).


Penyerbukan
  • Penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tempat tujuan. 
  • Pada tumbuhan Gymnospermae, tujuan serbuk sari adalah tetes penyerbukan, sedangkan pada tumbuhan Angiospermae, tujuan serbuk sari adalah kepala putik.


PENYERBUKAN TANAMAN ANGIOSPERMAE 

Macam-macam penyerbukan
a. Berdasarkan penyebab sampainya serbuk sari pada tujuan

  1. Anemogami
  2. Zoidiogami:
  3. Hidrogami: 
  4. Antropogami:
1. Anemogami: penyerbukan yang disebabkan oleh angin.
Ciri-ciri tumbuhan yang penyerbukannya dibantu oleh angin ialah:
  • bunganya tidak bermahkota
  • serbuk sarinya bergantungan kedudukannya
  • serbuk sarinya banyak dan ringan
  • kepala putiknya besar.
Contohnya: rumput, tebu, dan alang-alang.
2. Zoidiogami: penyerbukan yang dibantu oleh hewan.
Berdasarkan jenis hewannya dapat dibedakan lagi menjadi:
  • Entomogami:penyebabnya adalahserangga.Tumbuhan yang penyerbukannya memerlukan bantuan serangga umumnya mempunyai ciri-ciri:
    • mahkota bunga berwarna mencolok
    • mengeluarkan bau yang khas
    • mempunyai kelenjar madu
  • Ornitogami: penyerbukan karena bantuan burung, terjadi pada tumbuhan yang bunganya mengandung madu atau air.
  • Kiropterogami: penyerbukan karena bantuan kelelawar, terjadi pada tumbuhan yang bunganya mekar pada malam hari.
  • Malakogami: penyerbukan karena bantuan siput, terjadi pada tumbuhan yang banyak dilekati siput.
3. Hidrogami: penyerbukan karena bantuan air. Ini pada umumnya terjadi pada tumbuhan yang hidup di dalam air, misalnya Hydrilla.
4. Antropogami: disebut juga penyerbukan buatan atau sengaja, yaitu penyerbukan karena bantuan manusia. Hal ini dilakukan oleh manusia karena tidak terdapatnya vektor yang dapat membantu penyerbukan. Contohnya, tumbuhan vanili.
b. Berdasarkan asal serbuk sari
  1. Autogami atau penyerbukan sendiri. Autogami dapat terjadi bila serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Autogami sering terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.
  2. Geitonogami atau penyerbukan tetangga, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal dari bunga yang berlainan tetapi masih dalam satu individu.
  3. Alogami atau penyerbukan silang, yaitu penyerbukan di mana serbuk sari berasal dari bunga individu lain tetapi masih dalam satu species/jenis.
  4. Bastar yaitu penyerbukan di mana serbuk sari dan putik berasal dari spesies lain.
Terjadinya penyerbukan belum memberi jaminan akan terjadinya pembuahan, karena buluh serbuk sari yang berasal dari serbuk sari dalam perkembanganselanjutnya belum tentu dapat mencapai sel telur, yang letaknya di dalam bakal buah jauh dari kepala putik.
Pada beberapa jenis tumbuhan penyerbukannya tidak mungkin terjadi secara autogami (penyerbukan mandiri). Hal ini antara lain disebabkan oleh:

  1. Dioseus (berumah dua)
  2. Dikogami,
  3. Herkogami
  4. Heterostili,
Dioseus (berumah dua), artinya alat kelamin jantan dan alat kelamin betina terdapat pada individu yang berbeda. Misalnya: melinjo dan salak.

Dikogami, bila putik dan serbuk sari suatu bunga masaknya tidak bersamaan. Dikogami dapat dibedakan atas:
  • Protandri, bila serbuk sari suatu bunga masak lebih dulu dari pada putiknya. Contohnya: bunga jagung, seledri, dan bawang Bombay.
  • Protogini, bila putik suatu bunga masak lebih dulu dari serbuk sarinya. Contohnya: bunga kubis, bunga coklat, dan alpukat.
Herkogami, ialah bentuk bunga yang sedemikian rupa, sehingga serbuk sari dari bunga tersebut tidak dapat jatuh pada kepala putiknya, kecuali dengan bantuan manusia atau hewan. Contoh: Anggrek, Vanili, dan lain sebagainya.

Heterostili, ialah bunga yang mempunyai benang sari dan tangkai putik tidak sama panjang. Contoh: tumbuhan familia Rubiaceae (kopi, kina, kaca piring, dan lain sebagainya).

Pembuahan
Penyerbukan akan menghasilkan individu baru apabila diikuti oleh pembuahan, yaitu peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Pada tumbuhan berbiji dikenal ada dua macam pembuahan, yaitu pembuahan tunggal pada Gymnospermae, dan pembuahan ganda pada Angiospermae.
a. Pembuahan tunggal
Contoh proses pembuahan tunggal pada Pinus (Gymnospermae)



  • Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. 
  • Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. 
  • Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. 
  • Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. 
  • Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. 
  • Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid. 
  • Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. 
  • Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. 
  • Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. 
  • Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.

Pembuahan ganda
Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.

1. Perkembangan serbuk sari

  • Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). 
  • Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. 
  • Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. 
  • Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. 
  • Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.

2. Pembentukan sel telur

  • Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit /makro sporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. 
  • Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadisel megaspora/ makrospora (inti kandung lembaga primer). 
  • Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. 
  • Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. 
  • Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet.
  • Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. 
  • Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda
  • Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan. 
  • Yang tengah adalahovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid
  • Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n).

  1. Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, 
  2. sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. 
Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.
  • inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
  • inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)


Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:
  • Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.
  • Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.




Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:

  1. Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel spermatozoid.
  2. Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid. Apomiksis dapat terjadi karena:
  • Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
  • Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.
  • Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya, dari sel nuselus.


Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam satu biji. 

  • Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya.
INI CONTOH TUMBUHAN YANG LATAH

  






Support web ini

BEST ARTIKEL