Thursday, April 1, 2010

SPECIES GANGGANG BIRU


Materi ganggang biru yang dikelompokkan dalam kingdom Monera kelompok Cyanobacteria emang jarang dikupas dibandingkan dengan Eubacteria untuk itu agar mengenal ini saya berikan identifikasi species Cyanophyta yang dikelompokkan Kingdom Monera karena intinya Prokaryotik (inti belum dilindungi oleh membran)
ISILAH

  1. Gleocapsa turgida no ..... 
  2. Lyngbya confervoides no .... 
  3. Tolypothrix tenuis no .... 
  4. Dactylococcopsis rhapidioides no .... 
  5. Nostoc Pruniform no .... 
  6. Calothrix gypsiophyla no... 
  7. Anabaena hasallis no .... 
  8. Oscilatoria chalybia no .... 
  9. Synechoccocus aeruginosus no .... 
  10. Microcystis aeruginosa no ... 
  11. Chamaesiphon curvatus no.. 
  12. Stigonema occelatum no ... 
CATATAN TAMBAHAN GANGGANG BIRU
  • Cyanophyceae tersebar di seluruh dunia sebagai massa lendir atau benang-benang halus
  • Hidup dalam air, bahkan ada yang dalam sumber-sumber air panas, sebagian juga dalam tanah yang basah dan pada kulit pohon-pohon..
  • Ganggang ini merupakan perintis dan menyiapkan batu-batu atau cadas-cadas untuk tumbuh-tumbuhan lain yang lebih tinggi.
  • Beberapa jenis ganggang ini dapat melarut batu kapur. Ada pula di antaranya yang ikut menyusun Lichenes.
  • Hubungan kekerabatan alga biru mempunyai hubungan dengan bakteri
  • Kelompok yang beranggotakan 1.500 spesies ini biasanya bercirikan warna hijau kebiru-biruan, yang disebabkan suatu pigmen tambahan selain klorofil dan karotenoid.
  • Kadang-kadan pigmen merah juga ada, dan variasi dalam perbandingan pigmen-­pigmen ini menghasilkan kisaran yang sangat luas dalam hal warna pada tumbuhan kelas ini. Laut Merah diberi nama demikian karena kadang-kadang ganggang hijau-biru ini terdapat dalam jumlah amat besar, sehingga pigmen merah yang lebih banyak itu jadi nampak
  • Tubuh algae hijau-biru Di antaranya ada yang uniselular, tetapi kebanyakan membentuk koloni filamen benang diselubungi dengan suatu selubung gelatin yang dapat sangat menyolok.
  • Reproduksi seksual tidak diketahui pada algae hijau-biru, dan zoospora motil tidak dibentuk.
  • Satu-satunya reproduksi yang dikenal ialah cara asek­sual, terutama dengan pembelahan sel pada bentuk-bentuk uni­selular,
  • Sedangkan yang membentuk koloni benang dengan cara pembelah­an sel dan fragmentasi.
  • Beberapa filamen dapat juga membentuk spora istirahat, yakni spora berdinding tebal yang resisten terhadap panas dan pengeringan, dan yang mengandung bahan makanan yaitu heterosista
  • DNA dan benda kromatin cenderung terpusat di bagian tengah sel, seperti halnya pada tumbuhan tingkat tinggi, klorofil terikat pada lamela tidak berkumpul menjadi grana.
  • Pada kebanyakan spesies, lamela fotosintetik ini membentuk jalinan kompleks yang menyebar ke seluruh sel dan menembus sitoplasma
  • Ganggang hijau-biru tersebar luas dan tumbuh di pelbagai habitat kosmopolitan
  • Banyak di antaranya hidup dalam air; yang lain terdapat pada tanah lembab, batu-batuan basah, atau menempel pada tumbuhan atau binatang.
  • Agaknya amat banyak dijumpai dalam kolam hangat yang kaya akan benda organik, karena mereka memerlukan banyak sekali nitrogen.
  • Sejumlah spesies dapat bertahan dalan air tercemar dan kerap kali merupakan petunjuk adanya polusi organik.
  • Ganggang hijau-biru terdapat dalam sumber air panas di berbagai tempat di permukaan bumi. Mereka dapat tumbuh subur pada suhu sampai 85°C, yang hampir merupakan batas atas bagi kehidupan untuk dapat ada dalam keadaan aktif. (Kimball , 1987)
  • Ganggang biru tergolong sel yang prokarion dan strukturnya mirip sel bakteri. 
  • Pada klasifsikasi tumbuhan sebelumnya digolongkan pada golongan yang sama yaitu Schyzomycetes. 
  • Struktur morfologi ganggang biru bermacam-macam ada yang bersel tunggal, berbentuk benang ada juga yang berkelompok membentuk kelompok sel yang prokarion. 
  • Struktur ganggang biru terdiri atas lapisan penutup yang berupa selubung gelatin, dinding sel dan membran sitoplasma. 
  • Bahan kimia pembangun dinding sel yaitu molekul lipoprotein, lipopolisakharida dan mukoprotein. 
  • Sitoplasma ganggang biru tidak mengandung endoplasmik retikulum, badan Golgi, mitokondria dan lisosom tetapi mengandung ribosom. 
  • Proses fotosintesa pada ganggang biru yaitu pada bagian lamela yang mengandung pigmen karotenoid dan klorofil dan pigmen-pigmen lainya yang terdapat pada ganggang biru yaitu phycosianin dan phycoerytrin (fikosianin dan fikoeritin

 

Alga biru uniseluler
  1. Chroococcus hidup di air/kolam yang tenang 
  2. Gloeocapsa hidup pada batu atau epifit pada tumbuhan lain 
Alga biru uniseluler berkoloni 
  1. Polycistis 
  2. Spirulina dapat diolah menjadi makanan kesehatan (food suplement) 
Alga biru berbentuk benang
  1. Oscillatoria 
  2. Nostoc commune 
  3. Anabaena azollae bersimbiosis dengan Azolla pinnata 
  4. Anabaena cycadae bersimbiosis dengan Cycas rumphii. 
  5. Simbiosis Anabaena azollae dengan Azolla pinnata sebagai alternatif pupuk Urea, karena simbiosis ini dapat meningkatkan kadar Nitrogen di lahan persawahan. 

GANGGANG BIRU -CYANOBACTERIA

Alga biru adalah satu satunya ganggang yang tergolong dalam kingdom monera Divisio Cyanophyta , ganggang ini bersel tunggal atau berbentuk benang dengan struktur tubuh yang masih sederhana dimana intinya masih prokaryotik , mempunyai pigmen biru-kehijauan, dan bersifat autotrof karena mempunyai klorofil sehingga mempunyai kemampuan untuk fotosintesis.
  • Dinding sel mengandung pektin, hemiselulosa, dan selulosa,
  • Dinding selnya berlendir
  • Pada bagian pinggir plasmanya terkandung zat warna klorofil-a
  • Mengandung pigmen fikosianin yang berwarna biru yang larut air
  • Di tengah-tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung asam deoksi-ribonukleat dan asam ribonukleat yang tidak dibungkus membran inti ( prokaryotik )
  • Dalam sel-sel yang telah tua tampak juga vakuola
  • Sebagai zat makanan cadangan ditemukan glikogen dan di samping itu juga terdapat protein berupa lipo-protein ( gabungan protein dan lemak) penyusun membran selnya
  • Ganggan biru umumnya tidak bergerak.jika terjadi gerakan kecil gerakan merayap yang meluncur pada alas yang basah. gerakan itu mungkin sekali karena adanya kontraksi tubuh dan dibantu dengan pembentukan lendir
  • Bentuknya bervariasi ada yang berbentuk benang dapat
  • Perkembangbiakan selalu vegetatif dengan membelah, pembiakan secara seksual belum pernah ditemukan

KLASIFIKASI

Ganggang Biru dibedakan dalam 3 bangsa.


1. Bangsa Chroococcales.

Berbentuk tunggal atau kelompok tanpa spora, warna biru kehijau-hijauanUmumnya alga ini membentuk selaput lendir pada cadas atau tembok yang basah. Setelah pembelahan, sel-sel tetap bergandengan dengan perantaraan lendir tadi, dan dengan demikian terbentuk kelompok-kelompok atau koloni.

Chroococcus turgidus

Gloeocapsa sanguinea



2. Bangsa Chamaesiphonales

Alga bersel tunggal atau merupakan koloni berbentuk benang, mempunyai spora. Benang-benang itu dapat putus-putus merupakan hormogonium, yang dapat merayap dan merupakan koloni baru.Spora terbentuk dari isi sel (endospora). Setelah keluar dari sel induknya, spora dapat menjadi tumbuhan baru. Untuk menghadapi kala yang buruk dapat membentuk sel-sel awetan dengan menambah zat makanan cadangan serta mempertebal dan memperbesar dinding sel

Chamaesiphon confervicolus



3. Bangsa Nostocales

  • Sel-selnya merupakan koloni berbentuk benang, atau diselubungi suatu membran.
  • Benang-benang itu melekat pada substratnya, tidak bercabang, jarang mempunyai percabangan sejati, lebih sering mempunyai percabangan semu.
  • Benang benang itu selalu dapat membentuk hormogonium.
  • Contoh : Oscillatoria , Rivularia , Anabaena, Spirulina
  1. Oscillatoria,
  • hidup dalam air atau di atas tanah yang basah,
  • sel¬selnya bulat, merupakan benang-benang dan akhirnya membentuk koloni yang berlendir.
  • Pada jarak-jarak tertentu pada benang¬benang itu terdapat sel-sel yang dindingnya tebal,
  • kehilangan zat¬zat warna yang berguna untuk asimilasi, hingga kelihatan kekuning-kuningan dan dinamakan heterosista.
  • Heterosista ini dalam keadaan khusus dapat tumbuh menjadi benang baru, tetapi fungsinya belum dikenal dan biasanya lekas mati.
  • Contoh Oscillatoria limosa; Oscillatoria princeps.

2. Rivularia


3. Nostoc

4, Anabaena azollae / Anabaena cycadae.
Anabaena
  • Nostoc, dapat menambat N dari udara, seringkali bersimbiosis dengan Fungai membentuk Lichenes.
  • Anabaena, juga menambat N dari udara dan dapat bersimbiosis dengan tanaman
  • Anaabaena cycadae bersimbiotic dengan pakis haji (Cycas rumphii)
  • Anabaena azollae bersimbiotic dengan paku air Azolla pinata (dalam daunnya) yang hidup di sawah-sawah dan di rawa rawa.
  • dalam bersimbiotic anabaena berada dalam akar-akarnya yang disebut akar-akar bunga karang mengikat nitrogen untuk tumbuhannya


Support web ini

BEST ARTIKEL