Friday, May 24, 2013

NOS VINCERE OPTIMUM EST

“Menaklukkan diri sendiri adalah tindakan yang terbaik.” Itulah arti dari kalimat dalam bahasa Latin  itu. Susunan pada awalnya adalah “Optimum est nos vincere.” Lalu ada juga yang mau menyusun  “nos vincere est optimum”. Sebenarnya dalam bahasa Latin susunan katanya tidak dipersoalkan. Dan itu  menjadi kata syukur sehingga kita tidak terlalu sukar untuk mengotak-atik susunannya. Artinya tetap sama.

Rationale
Ungkapan “the best” atau “optimum” yang akan kita maknai agar kita merunut semangat dari to do the best thing for our lives. Kita mengingat bahwa dalam semangat Kolese pun ada yang senada dengan ini, yaitu to be men and women for and with others. Kita hidup bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk orang lain. Menaklukkan diri lebih pada berbuat sesuatu yang berharga dalam hidup adalah berbuat baik bagi orang laindan dunia yang kita hidupi. Itulah yang membawa kita untuk merumuskan tema ini. memaknai hidup kita  dengan sesuatu yang “optimum” yaitu berbagi, berbuat sesuatu, bagi dunia dan orang lain. Itulah semboyan  yang harus dikobarkan oleh para alumni Kolese-kolese Jesuit di seluruh dunia.

Arah
Oleh karena itu  NOS VINCERE OPTIMUM EST akan membingkai kita dalam melaksanakan tugas kita bersama sebagai satu keluarga besar dan komunitas untuk saling mengingatkan, memberi semangat, memberi harapan bahwa ada sesuatu yang bermakna dalam hidup yaitu berbuat yang terbaik.  Dengan menaklukkan diri berarti kita tidak egois, tidak tidak mementingkan diri sendiri dan bangga sebagai orang bagi orang lain. Berani mengurbankan diri demi kemajuan dunia dan masyarakat luas. To be the best adalah bukan karena kita membanggakan kejayaan diri sendiri tetapi mampu memperjuangkan sesuatu yang luhur bagi dunia dan masyarakat.

Refrensi
"Nos vincere optimum est" (Menjadi yg terbaik adalah dengan mengalahkan diri sendiri)
-St. Aloysius Gonzaga
  • Mengalahkan orang lain akan menjadi lebih mudah ketika kita ingin lebih serius melakukannya baik itu dengan kekuasaan , dengan kekayaan dan dengan gila 
  • Namun dengan dirinya ......ada manualnya
Jokes
Jika ingin menjadi PEMIMPIN yg baik harus belajar dari perilaku ALAT VITAL laki-laki:
  1. Tidak pernah menonjolkan diri, tapi dia akan tampil paling depan saat dibutuhkan.
  2. Ada saatnya keras, ada saatnya menahan diri.
  3. Dapat melahirkan generasi penerus.
  4. Menyerang pihak lawan dgn memberi kenyamanan.
  5. Menciptakan pergesekan namun dapat membahagiakan semua pihak 
  6. Setelah sukses mencapai target tidak menjadi sombong dengan cara mengecilkan diri..

Sunday, May 19, 2013

OUT OF COMFORT ZONE


Suatu sore, sepulang kerja, tidak biasanya ponakan anak adik saya udah menunggu bertamu dan mau bertanya . Wajahnya kelihatan tegang , cemberut. Saya pun bertanya apakah yang terjadi sehingga ia tidak gembira seperti biasanya , seperti anak indonesia lainnya hehehe , Ia pun langsung menunjukkan buku soal-soal biologi yang sedang dikerjakannya karena tau pakdenya bisa biologi . Salah satu nomor menanyakan tentang faktor-faktor penyebab punahnya hewan. Salah satu optionnya menuliskan tentang rendahnya kemampuan dispersal hewan tsb. Hmm rupanya kata dispersal cukup membingungkan bagi seorang anak SD... yang seharusnya ini diberikan ke siswa kelas XII semester 2 tentang konsep adaptasi dan mutasi serta specieasi,  Dispersal adalah kemampuan menyebar dari suatu makhluk hidup, keluar dari populasinya dan salah satu usaha mempertahankan kelestariannya jika suatu saat berada dalam lingkungan terancam.. Kemampuan dispersal yang rendah menyebabkan suatu populasi hewan rentan punah...
Setelah ponakan tahu arti dispersalnya ..saya kemudian ingin sampaikan baiknya sisi dispersal ini hehe

Saya pun berpikir, apa kaitan dispersal dengan kehidupan kita. Benar saja.. sebagian besar orang merasa nyaman dalam "ZONA" nya. Enggan melakukan inovasi, lebih memilih rasa aman ketimbang menyukai tantangan baru, yang bisa saja jika tantangan itu dihadapi akan memberikan nilai yang jauh berharga terhadap kualitas kehidupan kita. Bayangkan saja suatu populasi tumbuhan/hewan hanya ada pada satu daerah maka justru kelestariannya terancam. Mengapa bunga endemic Raflessia Arnoldi hanya ada di daerah tertentu saja sementara tanaman kosmopolit seperti lumut dan rumput justru ada di mana-mana? Di sini jelaslah bahwa perlu daya dispersal dibarengi adaptasi yang luar biasa jika suatu saat kita juga bisa menikmati bunga Tulip Belanda di daerah tropis. 
Manusia pun hendaknya memiliki daya dispersal sebagai salah satu bagian suksesi kehidupan. 
Salah satu contoh mudah. Siswa lulusan SMA melakukan dispersal dengan melanjutlkan pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik dari kota kelahirannya. Jauh dari orangtua dan keluarga, perlu beradaptasi dan menghadapi tantangan baru demi suatu masa depan yang lebih baik.. dst..

Manusia perlu memperluas kapasitasnya/potensinya/wawasannya/dst.. keluar dari zona "aman-aman" saja dan berani melakukan adaptasi terhadap lingkungan baru agar kualitas kehidupan meningkat dan survive.... untuk itulah karya Tuhan bagi makhluk hidup, dibekali dengan kemampuan mempertahankan dan meningkatkan kehidupannya. Semuanya tergantung dari kita....berdiam diri saja? atau berdispersal..?

Support web ini

BEST ARTIKEL