Saturday, April 24, 2021

TRY OUT SIMAK UI 2021

Silahkan Review untuk latihan soal Simak UI ini OK

1. Suatu mikroorganisme tidak membutuhkan oksigen, tumbuh lebih baik dalam kondisi tidak ada oksigen, tetapi dapat hidup di atmosfer yang mengandung oksigen disebut sebagai ...
A. aerotolerant anaerobe
B. capnophile
C. facultative anaerobe
D. microaerophile
E. facultative aerob

Jawaban: C

  • Mikroorganisme yang tumbuh lebih baik dalam kondisi tanpa oksigen tapi suatu ketika bisa hidup di tempat yang ada oksigennya disebut fakultatif anaerob. 
  • Contoh bakteri anaerob fakultatif adalah Streptococcus, Aerobacter aerogenes, Escherichia coli, Lactobacillus, Alcaligenesis.

2. Di dalam antera bunga terdapat mikrosporagium yang di dalamnya terdapat be-berapa sel induk mikrospora. Di dalam perkembangannya, setiap sel induk mikrospora akan menghasilkan serbuk sari. Jika dilihat dari tingkat ploidinya, sel induk spora tersebut bersifat ...
A. diploid, dan akan mengalami dua kali pembelahan meiosis untuk membentuk polen atau serbuk sari yang haploid
B. diploid, dan akan mengalami sekali pembelahan meiosis menjadi mikrospora haploid, dilanjutkan dengan pembelahan mitosis menjadi gameto t jantan atau serbuk sari yang haploid
C. haploid, karena sudah mengalami pembelahan meiosis sebelumnya
D. haploid, dan akan mengalami pembelahan meiosis untuk menjadi polen atau serbuk sari yang haploid dalam jumlah yang banyak
E. haploid, karena merupakan sel gamet

Jawaban: B

  • Dalam kantong sari terdapat sel induk spora yang bersifat diploid kemudian akan mengalami pembelahan meiosis menjadi mikrospora haploid, selanjutnya mikrospora ini membelah secara mitosis menjadi serbuksari.

3. Velamen merupakan struktur pada akar tumbuhan epifit yang berfungsi untuk
A. memperluas bidang permukaan
B. melindungi epidermis
C. membentuk akal lateral
D. menempel pada inang
E. menyimpan air dan hara terlarut

Jawaban: E

  • Velamen pada struktur akar epifit berfungsi untuk menyimpan air dan zat hara terlarut, hal ini karena akar epifit menggantung. Secara umum, velamen merupakan pelindung akar.

4. Menurut hukum termodinamika, fotosintesis pada tumbuhan sejatinya adalah suatu proses oksidasi dan reduksi. Yang terlibat dalam proses tersebut adalah sebagai berikut, KECUALI ...
A. CO2 merupakan oksigen
B. O2 merupakan oksidan
C. H2O merupakan reduktan
D. NADPH merupakan reduktan
E. C6H12O6 merupakan reduktan

Jawaban: A

Yang terlibat dalam proses fotosintesis menurut hukum termodinamika yaitu:
• O2 merupakan oksidan
• H2O merupakan reduktan
• NADPH merupakan reduktan
• C6H12O6 merupakan reduktan
• CO2 merupakan reduktan

5 Jika seseorang mengalami hipoksia, proses hematopoesis akan ditingkatkan dengan bantuan hormon yang dihasilkan oleh ginjal. Hormon tersebut adalah ...
A. glukosa
B. eritropoesis
C. insulin
D. adrenalin
E. eritropoetin

Jawaban: D

  • Proses hematopoesis pada seseorang yang mengalami hipoksia akan ditingkatkan dengan bantuan hormon adrenalin yang dihasilkan oleh ginjal.

6. Pernyataan berikut ini yang benar tentang sintesis protein pada sel prokariota adalah ... .
A. Proses pemanjangan RNA diperlukan sebelum transkripsi, kemudian diikuti
B. dengan proses translasi.
C. Translasi dapat dimulai saat transkripsi masih dalam proses.
D. Sel prokariotik memiliki mekanisme yang rumit untuk menghasilkan protein.
E. Translasi membutuhkan aktivitas enzim endonuklease.
F. Prokariota tidak memerlukan inisiasi atau faktor elongasi untuk sintesis protein.

Jawaban: E

  • Sintesis protein pada prokariota tidak memerlukan inisiasi atau faktor elongasi.

7. Dalam kegiatan bioteknologi tumbuhan yang menggunakan teknik kultur in vitro atau kultur jaringan, bagian tumbuhan, yaitu daun dewasa, dapat digunakan sebagai bahan tanaman. Potongan kecil dari daun dewasa tersebut, jika diletakkan dalam media kultur yang sesuai akan menyebabkan sel-sel penyusunnya dapat membelah, tumbuh, dan beregenerasi Kembali menjadi individu tumbuhan sempurna. Hal itu mengingatkan pada prinsip dasar kultur in vitro tumbuhan, yaitu ...
A. dediferensiasi sel
B. diferensiasi sel
C. totipotensi sel
D. totipotensi sel dan diferensiasi sel
E. dediferensiasi sel dan totipotensi sel

Jawaban: C

  • Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman berdasarkan teori sel seperti yang dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi. 
  • Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila
diletakkan di lingkungan yang sesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.

8. Perhatikan gambar di bawah!


Kelas dan Filum Echinodermata yang pergerakannya TIDAK menggunakan kaki ambulacral adalah ...
A. (a)
B. (b)
C. (c)
D. (c) dan (d)
E. (a) dan (b)

Jawaban: D

  • Bahasan: Filum Echinodermata secara umum dalam pergerakannya mengguna kan kaki ambulakral (kaki berdenyut). 
  • Namun, ada yang tidak menggunakan kaki ambulakral karena bentuknya, seperti teripang (timun laut) dan bulu babi (echinoidea) yang berbentuk bulat.

9. Perhatikan gambar di bawah ini!



Bagan di atas menggambarkan siklus hidup Bryophyta.
Urutan yang tepat untuk mengisi bagian A, B, C, dan D pada bagan tersebut adalah ...
A. sporangium, anteredium, arkegonium, protonema
B. protonema, arkegonium, anteredium, sporofit
C. protonema, anteredium, arkegonium, sporangium
D. sporangium, arkegonium, anteredium, protonema
E. sporangium, anteredium, arkegonium, protonema

Jawaban: C

  • Bahasan: Pada lumut, spora yang jatuh pada tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protonema kemudian berkembang menjadi tumbuhan lumut (fase gametofit) yang menghasilkan anteridia (yang akan menghasilkan sperma) dan arkegonia (yang akan menghasilkan ovum (sel telur)). Zigot yang terbentuk

kemudian menjadi sporogonium lalu sporangium yang bisa menghasilkan spora.

10. Echinodermata merupakan hewan invertebrate yang memiliki perkembangan embrio yang lebih maju dibandingkan Artropoda.
SEBAB
Perkembangan embrio menjadi 3 lapisan tubuh hanya terjadi pada Echinodermata.

Jawaban: C

  • Bahasan: Kelompok Echinodermata dalam perkembangan embrio sudah lebih maju dibanding Artropoda, dimana pada perkembangan embrio sudah terbentuk 3 lapisan tubuh yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
  • Demikian pula pada vermes/cacing.

11. Sapi merupakan hewan memamah biak yang fermentasi makanannya berlangsung di daerah rumen. Sementara itu, kuda merupakan hewan memamah biak dan fermentasi terjadi di cecum. Pernyataan berikut yang tepat
adalah ...
  1. Sapi mampu menyerap nutrisi lebih banyak dari makanan yang dimakannya
  2. Feses kuda mengandung biomassa yang lebih tinggi per kilogram makanan yang dimakannya
  3. Baik sapi maupun kuda mengandalkan mikroorganisme untuk mendegradasi Selulosa pada makanan yang dicernanya
  4. Sistem pencernaan sapi lebih efisien daripada kuda
Jawaban: E

  • Bahasan: Sapi mampu menyerap nutrisi lebih banyak dari makanan yang dimakannya karena sapi mempunyai enzim selulase yang mampu mencerna selulosa dari tumbuhan dan sistem pencernaan sapi lebih efisien dibanding kuda.

12. Bagaimana seleksi alam memengaruhi frekuensi mutasi?
1. Pada kondisi tekanan seleksi tinggi, mutasi yang menguntungkan lebih sering terjadi.
2. Semua mutasi meningkat jika tekanan seleksi tinggi.
3. Pada saat tidak ada tekanan seleksi, mutasi tidak terjadi.
4. Seleksi alam tidak memengaruhi frekuensi mutasi.

Jawaban: D

Bahasan: Seleksi alam tidak memengaruhi frekuensi mutasi tetapi adanya mutasi memengaruhi laju seleksi alam.

13, Ibu ingin mengetahui cara yang cocok untuk membuat kentang lebih empuk sebelum digoreng. Dia memotong kentang seperti stick sama besar. Kemudian, 3 potong kentang masing-masing dimasukan ke dalam 3 wadah air berbeda selama 60 menit.
Ketiga wadah memiliki volume yang sama, namun berbeda konsentrasi gula. Wadah A hanya berisi air, wadah B air dengan konsentrasi gula 10%, dan wadah C air dengan konsentrasi gula 20%.
Berdasarkan pemahamanmu tentang transpor zat, kentang di wadah mana yang akan lebih empuk dan kenapa?
A. Tidak ada yang empuk karena gula dan air tidak memengaruhi kentang
B. Wadah A karena air cenderung masuk ke sel-sel kentang
C. Wadah B karena larutan gula hipertonis dibandingkan cairan pada kentang
D. Wadah C karena larutan gula menyebabkan penurunan tekanan turgor
E. Wadah A karena air hipotonis daripada larutan gula terhadap kentang

Pembahasan:

  • Ketika kentang dimasukan ke dalam wadah dengan larutan gula akan terjadi proses osmosis. Osmosis adalah perpindahan molekul pelarut (misalnya air) dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeabel. Saat kentang direndam dengan larutan gula 10% dan 20%, akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju larutan.
  • Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yg hipertonis. Jadi, semakin hipertonis larutan gula semakin banyak air yang keluar dari sel.
  • Kekurangan air pada sel kentang menyebabkan terjadinya plasmolisis yang mengakibatkan penurunan tekanan turgor. Jika tekanan turgor pada sel kentang menurun, kentang menjadi empuk dan lembek.
  • Sedangkan, pada kentang yang direndam dengan air biasa, malah kebalikannya. Air berpindah dari larutan ke dalam sel kentang karena sel kentang lebih hipertonis dibandingkan air.
  • Akibatnya, isi sel bertambah sehingga menyebabkan potongan kentang menjadi lebih keras dan beratnya akan bertambah. Jadi, kentang yang lebih empuk adalah kentang yang tekanan turgornya paling rendah yaitu kentang di wadah C.
  • Jawaban yang paling tepat adalah D.

14. Salmonella typhosa merupakan bakteri anaerob yang menyebabkan penyakit tifus. Salmonella typhosa dapat menghasilkan hidrogen sulfida.
SEBAB
Salmonella typhosa merupakan bakteri gram negatif.
  • Pernyataan benar. Salmonella typhosa merupakan eubacteria yang menyebabkan penyakit tifus. Tifus merupakan penyakit menyebabkan terjadinya demam.Alasan benar. 
  • Berdasarkan ketebalan peptidoglikan, eubacteria dibedakan menjadi gram positif dan gram negatif. 
  • Salmonella typhosa merupakan bakteri gram negatif, bakteri jenis ini tidak bisa mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan dan akan berwarna merah jika diamati melalui mikroskop.
  • Namun, hal ini bukan menjadi alasan Salmonella typhosa bisa menyebabkan penyakit tifus. Salmonella typhosa menyebabkan penyakit demam tifus akibat invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan atau intoksikasi. Jadi, pernyataan dan alasan dalam soal tidak saling berhubungan.
  • Jawaban yang benar adalah B.
15. Untuk memperoleh antibodi dalam skala besar di bidang farmasi, dapat dilakukan dengan cara ….
A. Transplantasi gen
B. Teknologi hibridoma
C. Kultur jaringan
D. Totipotensi jaringan
E. Terapi genetik

Pembahasan:

  • Hibridoma disebut juga sebagai fusi sel, yaitu penggabungan 2 sel. Teknik ini dilakukan dalam pembuatan antibodi monoklonal. Prinsipnya, dilakukan penyatuan sel penghasil antibodi dan sel tumor. Hal ini dikarenakan, sel tumor (jenis sel myeloma) dapat membelah dengan cepat.
  • Sifat dari hibridoma ini adalah immortal. Artinya, sel abadi karena mampu bertahan hidup, membelah dan memperbanyak diri dalam jumlah tak terbatas dalam media kultur. Jadi, dengan cara hibridoma, antibodi dapat diperoleh dalam skala besar.
  • Jawaban yang tepat adalah B.
16. Seorang siswa melakukan pengamatan biota air di suatu danau. Namun, ketika mereka sampai di lokasi, mereka menemukan air danaunya berwarna hijau dan tercium aroma busuk dari danau. Kondisi danau yang ditemukan Tiara dan teman-temannya dapat disebabkan oleh ….
A. Meningkatnya CFC di dalam air danau
B. Limbah deterjen yang dibuang ke danau
C. Peningkatan kadar timah di air danau
D. Peningkatan nitrat dan sulfur di air danau
E. Adanya pestisida yang terbawa ke air danau

Pembahasan:

  • Warna hijau pada kolam atau danau dikarenakan jumlah mikroalga yang sangat meningkat jumlahnya. 
  • Fenomena alam seperti ini disebut blooming alga. 
  • Peningkatan mikroalga ini karena nutrisinya di air juga meningkat, seperti sulfur dan nitrat. 
  • Biasanya unsur ini meningkat karena penggunaan pupuk pestisida yang berlebihan dan hanyut hingga ke danau. 
  • Akibatnya pertumbuhan alga jadi meningkat dan menutupi lapisan permukaan danau.
  • Jawaban yang tepat adalah D.






klik kanan ,,,,open link in new tab ....zoom

TRY OUT KINGDOM ANIMALIA - PORIFERA -COELENTERATA

Silahkan Mereview kingdom animalia PORIFERA - COELENTERATA


1. Pada Porifera pencernaan makanan dilakukan oleh

(A) Sistem pencernaan

(B) Sel koanosit

(C) Knidoblas

(D) Nematokis

(E) Spongosol

 

2. Sistem saluran air dimiliki oleh

(A) Ubur-ubur

(B) Protozoa

(C) Karang

(D) Kerang

(E) Sepon

 

3. Pernyataan yang benar mengenai Porifera adalah

(A) Merupakan hewan akuatik

(B) Tidak mempunyai kerangka

(C) Mempunyai rongga yang disebut oskulum

(D) Merupakan metazoan yang paling kompleks

(E) Dapat bergerak bebas

 

4. Bila lingkungan buruk maka hewan sepon bereproduksi secara vegetatif dengan membentuk

(A) Tunas eksternal

(B) Membentuk sel gamet jantan

(C) Membentuk sel gamet betina

(D) Tunas internal

(E) Membelah diri

 

5. Porifera bereproduksi dengan cara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan cara

(A) Kuncup

(B) Paedogenesis

(C) Parthenogenesis

(D) Fertilisasi

(E) Regenerasi

 

6. Sel telur Porifera berasal dari sel

(A) Epithelium

(B) Porosit

(C) Pinakosit

(D) Koanosit

(E) Amoebosit

 

7. Porifera di bawah ini hidup di air laut, KECUALI

(A) Clathrina

(B) Pheronema

(C) Spongilla

(D) Euspongia

(E) Leucosoelenia

 

8. Pada Coelenterata yang berfungsi sebagai usus dan pengedar zat adalah

(A) Spongosoel

(B) Gastrovaskular

(C) Mesoglea

(D) Gastrodermis

(E) Knidoblast

 

9. Hewan akuatik yang selama hidupnya hanya dalam bentuk polip adalah

(A) Hydra viridis (hydra)

(B) Aurelia aurita (ubur-ubur)

(C) Asteria forberi (bintang laut)

(D) Holothuria atra (tripang)

(E) Loligo indica (cumi-cumi)

 

10. Hydra viridis dapat bereproduksi secara

(A) Aseksual dengan membelah diri

(B) Seksual dengan konjugasi

(C) Fragmentasi

(D) Membentuk tunas

(E) Membentuk spora

 

11. Ubur-ubur (Aurelia aurita) merupakan hewan berongga yang lunak maka klasifikasi termasuk

(A) Mollusca (hewan lunak)

(B) Coelenterata (hewan berongga)

(C) Porifera (hewan berpori-pori)

(D) Echinodermata (hewan berkulit duri)

(E) Protozoa (hewan pertama)

12. Ovum Aurelia yang telah dibuahi akan berkembang menjadi larva bersilia yang disebut

(A) Zigot

(B) Planula

(C) Skifistoma

(D) Medusa

(E) Efira

 

13. Sel nematokis terdapat pada hewan

(A) Metazoa

(B) Protozoa

(C) Coelenterata

(D) Gastropoda

(E) Porifera

 

14. Pulau atol yang berbentuk cincin di samudera Pasifik dibentuk oleh

(A) Hydrozoa

(B) Scyphozoan

(C) Anthozoa

(D) Calcarea

(E) Demospongia

 

15. Porifera merupakan organisme multiseluler yang bersifat hermafrodit

SEBAB

Pada porifera, sperma dihasilkan oleh koanosit dan sel telur dihasilkan oleh amoebosit

 

16. Ostia hanya dijumpai pada Porifera

SEBAB

Sirkulasi air pada Porifera terjadi dari gerakan flagel koanosit

 

17. Semua Coelenterata dapat berbentuk medusa dan polip

SEBAB

Medusa merupakan bentuk yang dapat berenang dan polip merupakan bentuk yang menempel di dasar laut

 

18. Bentuk coelenterata yang hidup di air tawar hanya berupa medusa

SEBAB

Obelia merupakan Coelenterata yang hidup di air tawar dan dapat berenang bebas

19. Reproduksi Aurelia aurita (ubur-ubur kuping) dapat terjadi secara metagenesis

SEBAB

Bentuk Aurelia aurita dapat berupa medusa dan polip

 

20. Akar bahar dalam klasifikasi termasuk filum Coelenterata

SEBAB

Rangka akar bahar tersusun dari zat kapur dan zat tanduk 

21. Dari hewan-hewan yang termasuk filum Coelenterata, Hydra merupakan satu contoh yang dapat hidup di air tawar

SEBAB

Dalam daur hidupnya Hydra pernah mengalami stadium medusa yang dapt berenang

22. Fungsi koanosit pada Porifera antara lain:

(1) Mengeluarkan aliran air

(2) Menghasilkan sel gamet

(3) Mengeluarkan air dari rongga

(4) Pencernaan intrasel

23. Sel pada Porifera yang befungsi mengedarkan makanan yang telah dicernakan adalah

(1) Sel porosit

(2) Sel koanosit

(3) Sel pinakosit

(4) Sel amoeboid

24. Coelenterata yang selalu berbentuk polip antara lain adalah

(1) Obelia

(2) Fungia

(3) Aurelia

(4) Hydra

25. Hewan Coelenterata berikut dapat bereproduksi secara metagenesis

(1) Obelia

(2) Euplexaura

(3) Aurelia

(4) Hydra

Support web ini

BEST ARTIKEL