Showing posts with label SEKILAS PROTEIN. Show all posts
Showing posts with label SEKILAS PROTEIN. Show all posts

Thursday, March 4, 2010

SEKILAS PROTEIN

Sebenernya, apa sih protein itu..? Buat apa..? Dan gimana cara membuatnya..?
Ternyata protein itu adalah bagian yang paling penting buat kehidupan kita..
Semua yang membentuk tubuh kita, merupakan salah satu fungsi dari Protein..
  1. membran sel disusun oleh senyawa lipoprotein
  2. enzim penggerak /biokatalisator reaksi kimia tubuh komponen utamanya protein
  3. antibody tubuh juga komponen utamanya perlu protein
  4. pembelahan sel untuk pertumbuhan , regenerasi tentu perlu zat protein karena ia berperan sebagai pembangun
  5. dll
  6. jadi kalau sampai kita nggak ngerti protein sampai akhirnya nggak mengunyah protein ya dipastikan busung lapar , kwarsiorkor atau hoenger oedem jadinya ya kurang keren OK Ok deh, kita langsung aja kenalan ama yang namanya Protein..
Biar lebih gampang memahami Protein, bayangin elo punya rumah. Nah seluruh bahan pembangun dari rumah itulah berikut isi-isinya yang dapat dibandingkan dengan Protein. Mulai dari pondasi, dinding, atap, ubin, karpet, perapian, kulkas, kompor dan sebagainya itulah Protein. Sedangkan lemak, berperan untuk menutup celah-celah dari rumah tersebut dan Karbohidrat menjadi energi bagi rumah seperti halnya listrik.
Nah, bayangin kalo kita nggak memiliki Protein…
Bahkan Protein memiliki fungsi yang jauh lebih penting lagi selain pembentuk struktur tubuh. Protein juga berfungsi seperti halnya fungsi tukang bangunan, tukang ledeng, tukang kompor dan banyak lagi. Yaitu sebagai katalis dalam proses metabolisme sel dalam bentuk enzim. Bahkan, sebagian besar Protein merupakan enzim..!
So, boleh kita bilang, Protein adalah dasar dari fenomena yang kita sebut kehidupan..!
Ok, kita udah tau apa itu protein, sekarang kita coba untuk TAU lebih jauh lagi bagaimana Protein bisa disebut dasar fenomena yang disebut kehidupan..
Pernah gak kita bertanya, apa bedanya daging manusia dengan daging sapi..? Atau, apa bedanya tangan kita dengan sepotong dahan pohon..? Atau juga apa bedanya antara pisang dengan daun telinga kita..?
Trus, akan muncul pertanyaan, ketika kita makan pisang, bagaimana pisang ini bisa berubah menjadi daging tubuh kita..?
Tubuh kita, apapun itu, entah otot, jantung, darah, tulang dll, tersusun dari jutaan sel. Dan proses pembentukan sel ini, melibatkan Protein. Masing-masing sel yang membentuk apakah otot atau darah, memiliki susunan-susunan Protein yang berbeda. Nah pertanyaannya, apakah perbedaannya..?

Protein itu tersusun dari 20 macam asam amino yang berbeda. Yaitu:

  1. Glisin (GLI)
  2. Alanin (ALA)
  3. Valin (VAL)
  4. Leusin (LEU)
  5. Isoleusin (ILE)
  6. Serin (SER)
  7. Threonin (THR)
  8. Asam Aspartik (ASP)
  9. Asam Glutamik (GLU)
  10. Lisin (LIS)
  11. Arganin (ARG)
  12. Asparagin (ASN)
  13. Glutamin (GLN)
  14. Sistein (SIS)
  15. Metionin (MET)
  16. Fenilalanin (PHE)
  17. Tirosin (TIR)
  18. Triptofan (TRP)
  19. Histidin (HIS)
  20. Prolin (PRO)

Jenis-jenis protein yang terbentuk, tergantung dari bagaimana asam-asam amino tersebut dikombinasikan. So, disinilah yang membedakan antara daging manusia dengan daging sapi, yaitu kombinasi asam amino yang menyusun protein yang membentuk kedua jenis daging tersebut..
Dan begitu pula ketika kita makan pisang, maka pisang tersebut akan diurai menjadi asam-asam amino dan kemudian asam-asam amino tersebut disusun ulang kembali menjadi daging atau bagian tubuh kita.
Sebagai catatan, 10 asam amino dapat diproduksi oleh tubuh kita sedangkan 10 sisanya harus diperoleh dari luar (makanan) yang disebut asam amino esensial. Itulah kenapa kita harus makan..!
Nah.. akhirnya muncul pertanyaan, bagaimana tubuh kita mengkombinasikan asam-asam amino tersebut menjadi bagian yang dibutuhkan..?
Dari pertanyaan inilah kita masuk pada penemuan manusia paling menakjubkan tentang kehidupan..! Yaitu DNA..
DNA-Deoksiribo Nucleic Acid tersimpan didalam tiap nukleus sel-sel yang mementuk tubuh kita yang berjumlah trilyunan..! Dan tiap DNA didalam setiap sel, adalah identik..! baik itu sel somatik maupun sel kelamin dan sel somatik . sel tubuh ya untuk semua sel tubuh sama DNA nya . OK
Nah, DNA inilah yang menjadi acuan bagi tubuh kita dalam mengkombinasi asam-asam amino dalam protein sesuai kebutuhan.

DNA tersusun dari deretan pasangan Adenin-Timin (A-T) dan Sitosin-Guanin (C-G).

  • Rangkaian 3 pasang dari dua pasangan tersebut (yang disebut KODON), merupakan kode yang merujuk pada Asam Amino tertentu. 
  • Kode kode itu adalah berupa Nukleotida yang ujungnya berupa basa nitrogen A/T/C/G , basa nitrogen itu berada di sitoplasma sel jika diambilin oleh RNA t atas perintah DNA yang dibawa pesannya oleh RNA m OK . kode kode basa nitrogen itu setiap 3 yang diambil oleh RNA t akan membentuk asam amino , asam amino itu dibuat sesuai perintah DNA yang dibawa oleh RNA m , kemudian kode genetik RNA m itu dipahami oleh RNA t kemudian ditranslasi segera diambilah basa basa nitrogen yang ertebaran di sitoplasma itu disusun di RIBOSOM . tentu kita udah tahu bahwa jika udah dususun asam amino yang dibawa RNA t dari sitoplasma ke Ribosom pasti untuk dibuat Protein.
  • Ini adalah Kodon yang ditentukan oleh RNA m yang akan digunakan untuk dibaca oleh RNA t yang ada di lapangfan untuk menyusun Asam amino misal : untuk membentuk Asam amino Phenil Alanin maka RNA t harus mengumpulkan 3 basa nitrogen Urasil (U) untuk dibawa dari Sitoplasma ke Ribosom untuk dirangkai RNA r agar jadi Protein. ( lihat sintesa protein di blog ini )


  1. UUU, UUS –> Phenil alanin
  2. UUA, UUG, SUU, SUS, SUA, SUG –> Leusin
  3. AUU, AUS, AUA –> Iso Leusin
  4. AUG –> Metionin
  5. GUU, GUS, GUA, GUG –> Valin
  6. USU, USS, USA, USG, AGU, AGS –> Serin
  7. SSU, SSS, SSA, SSG –> Prolin
  8. ASU, ASS, ASA, ASG –> Threonin
  9. GSU, GSS, GSA, GSG –> Alanin
  10. UAU, UAS –> Tirosin
  11. UAA, UAG, UGA –> STOP
  12. SAU, SAS –> Histidin
  13. SAA, SAG –> Glisin
  14. AAU, AAS –> ASN
  15. AAA, AAG –> Lysin
  16. GAU, GAS –> Aspartat acid
  17. GAA, GAG –> Glutamat acid
  18. UGU, UGS –> Sistein
  19. UGG –> Triptophan
  20. SGU, SGS, SGA, SGG, AGA, AGG –> Arginin
  21. GGU, GGS, GGA, GGG –> Glysin

Rangkaian panjang DNA sesungguhnya merupakan rujukan bagi tubuh untuk menyusun Asam-asam amino menjadi Protein.
Dan Protein inilah yang nanti-nya menentukan bagian tubuh apa yang ingin dibentuk ataupun enzim apa yang ingin dibuat.



Proses Pencernaan protein

  • Pencernaan protein mengikuti proses yang sangat kaku; tujuannya adalah untuk memecah protein menjadi komponen yang lebih kecil, yang disebut asam amino, yang digunakan untuk membangun kembali atau mengganti protein yang rusak atau mati dalam tubuh setelah pencernaan selesai. \
  • Ada sembilan asam amino esensial, yang sering disebut sebagai bahan bangunan. 
  • Tindakan fisik pencernaan protein dimulai di mulut, ketika makanan yang mengandung protein yang dikunyah menjadi potongan kecil. 
  • Proses kimia pencernaan protein dimulai ketika makanan memasuki lambung, dan inilah bagian dari proses yang memungkinkan protein yang akan dipecah menjadi molekul dalam tubuh dapat digunakan.


Ketika makanan masuk ke dalam mulut, itu dipecah secara fisik oleh tindakan mengunyah. Beberapa makanan yang mengandung jumlah tinggi protein dicerna seperti daging, telur, kacang-kacangan, dan susu. Makanan bercampur dengan air liur dalam mulut, yang membantu berjalan menuruni kerongkongan. Antara kerongkongan dan perut adalah katup yang disebut sfingter, dan ketika makanan perjalanan melalui katup ini, proses kimia pencernaan protein dimulai.

Selama proses kimia pencernaan protein, asam klorida, bersama dengan enzim yang dikenal sebagai pepsins, campuran dengan molekul protein dan melepaskan ikatan yang memegang molekul bersama. Setelah ikatan ini rusak, melalui proses yang dikenal sebagai hidrolisis, protein sudah dekat dengan menjadi asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh. Proses pencernaan protein dalam lambung bisa memakan waktu hingga empat jam, tetapi ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan.


  • Setelah pencernaan dalam perut selesai, protein hampir sudah rusak bergerak melalui duodenum ke dalam usus kecil. Pada titik ini, pankreas selesai pemecahan protein dengan melepaskan enzim yang disebut tripsin. Setelah ini pemecahan akhir selesai, asam amino bergerak melalui dinding dalam usus kecil ke kapiler kecil. Mencerna protein, atau asam amino, bergerak melalui hati sebelum memasuki aliran darah utama. 
  • Asam amino kemudian bergerak ke seluruh tubuh ke organ yang paling perlu diisi ulang.


Jika tubuh memiliki terlalu banyak protein dan tidak semua dapat dicerna dan diserap ke dalam aliran darah, sisanya akan terus melalui usus besar dan bergerak melalui ginjal. Pada titik ini, ia diubah menjadi produk limbah yang dikenal sebagai urea. Hal ini kemudian dibuang dari tubuh dalam urin.

ANALISA KWANTITATIF PROTEIN

I. Judul
  “Analisa Kualitatif Protein”
II.Tujuan
“Mempelajari beberapa reaksi uji terhadap protein dan asam amino”
III. Landasan Teori
Protein adalah zat-zat yang dibentuk oleh sel-sel yang hidup. Lebih dari separo zat-zat yang berbentuk padat di dalam jaringan manusia dan binatang mamalia terdiri atas protein. Protein mempunyai peranan yang penting, karena ia bertanggung jawab untuk menggerakkan otot-otot. Protein hemoglobin mempunyai peranan untuk mengangkut oksigen dari paru-[aru ke jaringan seluruh tubuh.

Protein tersusun atas karbon 50-55%. Hydrogen 6,5-7,3 %, oksigen 20-24 %, nitrogen 15-18 %, belerang 0,4-2,5 %, pospor 0,1-1,0 %. Protein terdapat antara lain di dalam kulit, rambut otot, tanduk sutera, putih teliur, dan sebagainya. Protein terdiri dari molekul-molekul yang besar yang mempunyai berat molekul antara 12000 hingga beberapa juta.  Di dalam tubuh manusia terjadi siklus protein artinya protein dipecah menjadi komponen yang lebih kecil yaitu asam amino atau peptida. Terjadi juga sintesis protein baru untuk mengganti yang lama. Praktis tidak ada sebuah molekul protein pun yang disintesis untuk dipakai seumur hidup.

Terdapat ikatan kimia lain dalam protein yaitu ikatan hidrogen, ikatan hidrofob, ikatan ion/ikatan elektrostatik, dan ikatan van der Waals. Protein dapat tidak stabil terhadap beberapa faktor yaitu pH, radiasi, suhu, medium pelarut organik, dan detergen.Protein dapat diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani, sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati.
 Beberapa makanan sumber protein adalah daging, telur, susu, ikan, beras, kacang, kedelai, gandum, jagung, dan buah-buahan. Tumbuhan membentuk protein dari CO2, H2O dan senyawa nitrogen. Hewan yang makan tumbuhan mengubah protein nabati menjadi protein hewani. Disamping digunakan untuk pembentukan sel-sel tubuh, protein juga dapat digunakan sebagai sumber energi apabila tubuh kekurangan karbohidrat dan lemak.
Uji protein dengan metode identifikasi protein secara kualitatif dapat menggunakan prinsif :
·         Uji Biuret : pembentukan senyawa kompleks koordinat yang berwarna yang dibentuk oleh Cu²‡ dengan gugus –CO dan –NH pada ikatan peptida dalam larutan suasana basa.
·         Pengendapan dengan logam : pembentukan senyawa tak larut antara protein dan logam berat.
·         Pengendapan dengan garam : pembentukan senyawa tak larut antara protein dan ammonium sulfat
·         Pengendapan dengan alcohol  : pembentukan senyawa tak larut antara protein dan alcohol
·         Uji koagulasi : perubahan bentuk yang ireversibel dari protein akibat dari pengaruh pemanasan.
·         Denaturasi protein : perubahan pada suatu protein akibat dari kondisi lingkungan yang sangat ekstrim.

Protein dapat mengalami kerusakan yang biasa disebut dengan denaturasi protein. Hal iu terjadi bila susunan ruang atau rantai polipeptida suatu molekul protein berubah. Sebagian protein globuler mudah mengalami denaturasi. Jika ikatan ikatan yang membentuk konfigurasi molekul tersebut rusak, molek akan mengembang. Kadang-kadang perubahan memang dikehendaki dalam pengolahan makanan, tetapi sering pula dianggap merugikan sehingga perlu dicegah.

IV.           Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan adalah tabung reaksi, gelas piala, pipet tetes, pipet Mohr, kertas saring, corong, dan penangas air. Sementara bahan-bahan yang digunakan adalah putih telur, susu, kaldu, kacang hijau, tahu, pereaksi biuret, ninhidrin, H2SO4, NaOH, HNO3, CuSO4, HgCl2, AgNO3, (NH4)2SO4, HCl, Pb-asetat, etanol, asam asetat, dan buffer asetat pH 4,7.

V.               Cara Kerja

1.      Uji Millon

  • 2 ml sampel + 1 ml pereaksi merkuri sulfat ( 1% HgSO4, dilarutkan dalam 10% asam sulfat).
  • Panaskan, sampai terjadi endapan kuning.
  • Kemudian dinginkan dengan air mengalir + 1 tetes NaNO2 1%.
  • Panaskan lagi hingga endapan atau larutannya menjadi merah.
2.      Uji Biuret

  • 3 ml sampel + 1 ml NaOH 40%
  • Tambahkan setetes demi setetes larutan 0,5 % CuSO4 sampai terbentuk warna biru, ungu, atau merah.
3.      Denaturasi. Flokasi dan Koagulasi

  • Masukkan 3 ml sampel ke dalam tabung reaksi
  • Panaskan dengan api kecil
  • Amati apa yang terjadi.

VI.     Hasil Pembahasan

Pada percobaan ini ada 5 macam bahan yang di uji, yaitu larutan kacang hijau, tahu, putih telur, kaldu, dan susu.  Kelima bahan ini akan di uji menggunakan uji Millon, uji Ninhidrin, uji Biuret, denaturasi, plokasi dan koagulasi.

1.      Uji Millon

Pada uji millon ini bahan direaksikan dengan pereaksi millon. Serta dilakukannya pemanasan dan penambahan 1 tetes NaNO2 1%. Percobaan pertama dilakukan pada larutan kacang hijau. Saat larutan kacang hijau ditambahkan dengan pereaksi millon dan dipanaskan tidak terdapat endapan kuning, namun warna larutannya menjadi merah muda. Setelah larutan tersebut didinginkan dan ditambah dengan 1 tetes NaNO2 dan dipanaskan lagi warna larutannya menjadi merah tua. Hal ini menunjukkan bahwa hasil uji positif. Meskipun tidak adanya endapan kuning. Hal ini mungkin dikarenakan oleh pengamatan yang kurang teliti ataupun kesalahan dalam kerja.

Bahan kedua yaitu tahu. Setelah dilakukan percobaan dan pengamatan pada tahu, didapatkan endapan yang berwarna kuning, dan larutannya menjadi berwarna merah. Hal ini menunjukkan bahwa hasil uji positif. Bahan ketiga yaitu putih telur. Sebelum dipanaskan warna campuran putih telur dengan peraksi millon berwarna putih. Namun setelah dipanaskan terbentuk endapan kuning, dan putih telur tersebut memadat (menggumpal). Jadi hasil uji dari putih telur iniyaitu positif.

Bahan keempat yang kami uji yaitu larutan kaldu.  Sebelum dipanaskan warna campurannya putih. Namun setelah mengalami pemanasan larutan campuran kaldu tersebut berubah menjadi warna kuning dan terdapat endapan warna putih. Berarti hal ini menunjukkan bahwa hasil uji  juga positif pada kaldu.  Akan tetapi larutannya yang tetap berwana kuning kemungkinan menunjukkan bahwa kandungan protei pada kaldu ini lebih sedikit dibandingkan dengan bahan-bahan yang lain.

Terakhir yaitu percobaan pada susu. Sebelum dipanaskan warnanya putih. Setelah dipanaskan warna susu dan cmpuran pereaksi millon menjadi merah muda. Setelah mengalami pendinginan, pencampuran NaNO2, dan pemanasan lagi, warna larutan ini menjadi merah tua, namun tidak terdapat endapan. Meskipun demikian hasil ini sudah menunjukkan bahwa hasil uji adalah positif karena warna larutannya merah tua. Untuk masalah tidak terdapatnya endapan, hal ini mungkin dikarenakan kesalahan dalam kerja, terkontaminasinya bahan ataupun kurang cermatnya dalam mengamati.

Jadi berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan pada uji millon, didapatkan hasil bahwa semua bahan menunjukkan hasil uji yang positif.

2.      Uji  Biuret

Pada uji Biuret ini masing-masing bahan direaksikan dengan NaOH 40% dan 0,5% CuSO4. Bahan pertama yang kami uji yaitu kacang hijau.  Dari hasil percobaan dan pengamatan, terbentuk endapan berwarna biru, dan warna larutannya coklat kemerahan. Ini menunjukkan hasil uji yang positif. Percobaan kedua yaitu dengan tahu. Setelah dilakukannya uji biuret pada tahu ternyata terbentuk endapan berwarna biru dan larutannya berwarna merah muda. Hal ini juga menunjukkan hasil uji yang positif pada tahu.

Bahan ketiga yaitu putih telur. Dari hasil pengamatan terbentuk dua lapisan pada campuran putih telur dengan NaOH dan CuSO4. Larutan lapisan atas berwarna ungu sedangkan larutan lapisan bawah berwarna kuning. Warna ungu menunjukkan bahwa hasil uji positif. Namun kami tidak mengetahui penyebab adanya 2 lapisan warna pada percobaan ini. Mungkin saja ini disebabkan karena beberapa factor, diantaranya kesalahan dalam kerja. Bahan keempat yaitu kaldu. Hasil ujinya positif karena terdapat endapan biru dan warna larutannya juga biru. Selanjutnya pada susu juga terdapat endapan biru dan warna larutannya ungu muda. Jadi susu juga memberikan hasil uji yang positif.

Dengan demikian berdasarkan hasil percobaan ternyata semua bahan menunjukkan hasil uji positif terhadap uji biuret ini.

3.      Denaturasi, Flokasi, dan Koagulasi

Untuk mengetahui denaturasi protein ini, maka bahan-bahan (sampel) harus dipanaskan di atas api yang kecil. Percobaan pertama kali kami lakukan pada kacang hijau. Tidak telihat adanya perubahan apapun pada kacang hijau ini. Itu berarti kacang hijau ini tidak mengalami denaturasi,flokasi ataupun koagulasi.
Selanjutnya pada tahu, kami berhasil mengamati adanya endapan putih. Hal ini menunjukkan bahwa tahu mengalami denaturasi.

Bahan ketiga yaitu putih telur. Setelah dipanaskan putih telur ini menggumpal (memadat). Dengan kata lain putih telur ini mengalami denaturasi. Bahan keempat adalah air kaldu ayam. Tidak ada endapan ataupun gumpalan pada air kaldu ini, yang berarti bahwa air kaldu ini tidak mengalami denaturasi, flokasi ataupun koagulasi. Terakhir yaitu pemanasan pada susu. Berdasarkan hasil pengamatan terlihat adanya endapan putih pada susu yang telah dipanaskan tadi. Hal ini berarti struktur protein pada susu tersebut telah rusak (mengalami denaturasi).

Jadi berdasarkan hasil percobaan yang telah kami lakukan, didapatkan bahwa bahan (sampel) yang mengalami denaturasi yaitu tahu,putih telur dan susu. Sedangkan kacang hijau dan kaldu tidak mengalami denaturasi.

VII.        Kesimpulan


  1. Ada beberapa  reaksi uji protein yang dapat dilakukan diantaranya yaitu uji millon, uji biuret dan prinsip denaturasi.
  2. Pada reaksi millon, uji positif ditandai dengan terbentuknya endapan putih dari senyawa merkuri. Uji millon dapat menguji protein yang mengandung tirosin atau triptofan yang akan memberikan warna merah.
  3. Uji Biuret yaitu pembentukan senyawa kompleks koordinat yang berwarna yang dibentuk oleh Cu²‡ dengan gugus –CO dan –NH pada ikatan peptida dalam larutan suasana basa. Reaksi positif ditandai dengan terbentuknya biru,ungu sampai merah.
  4. Denaturasi protein yaitu perubahan pada suatu protein akibat dari kondisi lingkungan yang sangat ekstrim,misalnyan tekanan tinggi, pemanasan, pengaruh bahan kimia,dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA

Fessenden , Ralph J. dan Joan S. Fessenden. 2010. Kimia Organik Jilid II. Jakarta : Erlangga
Hart, Harolt. 1990. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga
Sastrohamidjojo, Hardjono. 2009. Kimia Organik. Yogyakarta : UGM Press

Santoso, H. 2008. Protein dan Enzim. http://www.heruwn.teachnology.com di akses pada tanggal 13 Desember 2012.


Support web ini

BEST ARTIKEL