Showing posts with label KENCING MANIS. Show all posts
Showing posts with label KENCING MANIS. Show all posts

Sunday, December 1, 2013

KENCING MANIS

KELAINAN KENCING MANIS KARENA SISTEM ENDOKRIN

Pendahuluan
  • Diabetes Mellitus pada anak dan remaja berbeda dengan DM yang terjadi pada masa dewasa. DM pada masa anak dan remaja selalu tergantung pada insulin ( Insulin Dependent Diabetes Mellitus IDDM)
  • DM pada anak dan remaja merupakan salah satu penyakit yang serius oleh karena banyak kasus yang masuk dalam kegawatan, menderita komplikasi ketoasidosis yang mungkin dapat menyebabkan kematian
  • DM pada anak dan remaja juga merupakan suatu penyakit yang dapat mempengaruhi cara hidup keluarga sepanjang kehidupannya.
  • Secara genetik, etiologi dan fisiologi kedua type DM berbeda dalam karakter penyakit sehingga dapat dilihat perbedaan dalam penampilan klinik nya


Perbedaan penampilan klinik IDDM dan NIDDM

  • Angka kejadian IDDM pada laki dan perempuan sama
  • 2012 Di USA sebesar 15 per 100.000anak pertahun. Terdapat perbedaan angka kejadian yang mencolok berdasarkan geografik.
  • Di Asia angka kejadian 1 per 100.000 pertahun.
  • Di skandinavia angka kejadian 30 per 100.000 pertahun
  • Umur rata rata terjadinya serangan usia 8 tahun
  • Angka kejadian DM pada anak dan remaja di Indonesia masih belum ada penelitian yang akurat.

Patologi dan patogenesis

  • Dasar kelainan klinis pada DM pada anak dan remaja ialah berkurangnya secara bermakna sekresi insulin
  • Kekurangan produksi insulin ini sebagai akibat kehancuran sel beta pankreas yang terjadi pada individu yang rentan 
  • Proses kerusakan sel beta ini pada mulanya tidak terjadi secara merata mengenai semua sel sel  Pulau Langerhans, akan secara bertahap yang lama kelamaan bertambah luas dan pada akhirnya sel beta akan berakhir jumlahnya
  • Pada permulaan sakit kadar insulin dalam darah mungkin masih normal, akan tetapi produksi produksi insulin dari sel beta pankreas terhadap rangsangan yang adekuat tidak baik lagi dan umumnya akan hilang sama sekali dalam periode mingguan, bulanan atau mungkin sampai tahunan yang tidaak lebih dari 5 tahun . Periode ini disebut Diabetic honeymoon periode
  • Kerusakan sel beta pankreas ini lebih dari 80 % diakibatkan oleh proses autoimun yang dipacu oleh salah satu atau bebrapa kejadian dari luar tubuh
IDDM diketahui mempunyai hubungan erat dengan peningkatan frekuensi antigen histokompatibilitas tertentu yang disebut human leucocyte antigen ( HLA)
  • Sistem HLA adalah suatu mayor histocompatibility complex yang terletak pada lengan pendek kromosom 6, terdiri atas kluster gen yang memberi code transplantasi antigen dan memainkan peran sentral pada respon imun. 
  • Terdapat perbedaan etnis dalam golongan HLA yang rentan terhadap IDDM 
  • Penelitian di USA didapatkan ada peningkatan yang bermakna HLAB8 dan HLA B15 dengan IDDM
·      Di Inggris dan Perancis didapatkan peningkatan HLA B18. Di jepang menunjukkan bahwa HLA B5, B12,B54,DW3,DW4 pada anak IDDM
·      Penelitian mutakhir menunjukkan yang erat kaitannya dengan IDDM adalah HLA kelas II  yaitu HLA DR 3 dan DR 4
·      Dengan diketahuinya HLA ini dapat memberikan keterangan pola transmisi genetik terhadap kemungkinan risiko terjadinya IDDM pada saudara sekandung atau anak keturunan
·      Sebagai pencetus terjadinya IDDM terdapat beberapa faktor lingkungan yang berperan yang terjadi secara kontak intermitten atau pengaruh yang terus menerus seperti infeksi virus ( Mumps, Cosaxsachie, Rubella, Cytomegalivirus, Epstein virus,Varicella) yang berulang, pengaruh kronis faktor makanan, atau keadaan emosi lingkungan .
·      Keadaan tersebut akan menyebabkan stress yang berlebihan dan berulang ulang dan proses autoimun yang mengenai sel beta pankreas
·      Dengan terjadinya proses autoimun pada sel beta pankreas akan menimbulkan antibody sel islet. Sel islet dapat dijadikan petunjuk adanya proses autoimun pada sel beta pankreas, sehingga beberapa peneliti menjadikan sel islet ini sebagai petunjuk dini permulaan IDDM

Patofisiolgi

  • Kerusakan sel beta pankreas yang progresif akan menyebabkan juga kekurangan insulin yang progressif. Insulin adalah hormon utama yang berperanan dalam anabolik tubuh
  • Sekresi normal insulin sebagai respon terhadap masuknya makanan diatur oleh saraf, hormonal dan mekanisme tertentu yang menghasilkan kadar insulin yang tepat
  • Untuk kemudian digunakan sebagai penghasil energi yang digunakan segera atau disimpan untuk penggunaan kemudian.
  • Mobilitas energi dalam keadaan puasa tergantung pada kadar rendah nya insulin
  • Dalam keadaan metabolisme normal terdapat irama yang teratur antara makanan, insukin yang tinggi,dan keadaan anbolik, sedangkan dalam keadaan puasa insulin rendah, katabolik (hati, otot, jaringan lemak)
  • Pada IDDM dimana didapati kadar insulin yang rendah yang menetap terjadi keadaan katabolik yang tidak dapat dikompensasi oleh pemberian makanan
  • Walaupun kekurangan insulin adalah kelainan utama, tetapi beberapa hormon lainnya juga akan berubah terutamahormon-hormon yang berkaitan dengan stres seperti epinefrin,cortisol,
  • Hormon pertumbuhan dan hormon glukagon. Epinefrin akan meningkat dan tambah memperburuk sekresi insulin, sedangkan peningkatan kortisol Hormon pertumbuhan dan juga peningkatan epinefrin akan mengantagonis kerja insulin dan selalu meningkatkan glikogenolisis, glukoneogenesis, lipolisis, dan ketogenesis sedangkan penggunaan glukosa menjadi berkurang.

Gejala dan tanda klinis

  • Poliuri adalah gejala awal yang pertama kali muncul sebagai akibat hiperglikemia dan glukosuri. Kadang kadang poliuri tidak disertai glukosuria, karena meningkatnya volume cairan ekstraseluler sebagai respons peningkatan kadar glukosa plasma. Dengan pengeluaran air lewat urine terjadi perubahan osmolaritas pada CES menyebabkan peningkatan rasa haussehingga akan banyak minum, polidipsi
  • Gejala polifagi jarang terjadi, malah sebaliknya sering terjadi anoreksia yang disebabkan adanya ketonemia. Entah polifagi atau anoreksia yang muncul anak akan tetap kehilangan berat badan .
  • Saat diagnosis anak umumnya telah kehilangan 10-30 % berat badan asalnya diserta kehilangan lemak tubuh
  • Pasokan energi pada jaringan yang bergantung pada insulin menurun menyebabkan peningkatan rasa lelah dan penurunan kapasitas kerja. Kejang otot terjadi menyertai penurunan aktivitas yang disebabkan oleh metabolisme energi kehilangan elektrolit melalui urine
  • Dengan makin berkurangnya aktivitas insulin dan meningkatnya aktivitas hormon stres mengakibatkan peningkatan yang lebih nyata hiperglikemi dan ketonemia. Sehingga jaringan tubuh yang tidak tergantung pada insulin akan dipenuhi oleh glukosa.
  • Dapat terlihat perubahan kepribadian, letargi,perubahan visus, perubahan prestasi sekolah, sakit kepala, gelisah,nyeri dada, rasa tidak enak di perut, mual, kadang-kadang konstipasi.
  • Bila ketonemia meningkat, ion H pada CES meningkat maka dapat terjadi  asidosis metabolik yang nyata.
  • Gejala berlanjut dengan kelainan pada penurunan kesadaran menjadi soporous dan coma
  • Tahapan tersebut dapat berlangsung dalam beberapa bulan tapi dapat juga berlangsung singkat dalam beberapa hari.
Laboratorium

  • Pemeriksaan lab untuk mengkorfirmasi kelainan pada pemeriksaan klinik seperti hiperglikemi dan glukosuri
  • Besarnya peningkatan kadar glukosa berkaitan dengan derajat kekurangan insulin, besarnya glikogenolisis dan glukoneogenesis
  • Ketonemia dan ketonuri dapat terjadi tergantun pada besarnya disfungsi insulin dan luasnya lipolisis
  • Pemeriksaan lain adalah analisa gas darah, elektrolit
  • Pemeriksaan Hb,Htakan meningkat karena hemokonsentrasi
  • Lekosit juga akan meningkat pada athap awal ketosis
  • Sel darah putih meningkat 15.000-20.000/ml dan pada asidosisdapat meningkat sampai 40.000/ml walaupun tidak ada infeksi.
  • Pda urin selain selain glukosa dan eton juga ditemukan protein
  • HbA1C ( Hemoglobin glycosylated) biasanya meningkat
  • Pemeriksaan insuli plasma,C peptide, plasma antibodyinsulin, islet cell antibody

Diagnosis

  • IDDM anak dan remaja mempunyai gejala klinik yang nyata seperti poliuri, polidipsi yang dapat nyata dikemukakan orangtua
  • Bila terjadi ketoasidosis dapat ditemukan pernapasan Kusmaul disertai dehidrasi yang sering disalah tafsirkan sebagai bronkopneumoniaatau gastroenteritiss dehidrasi
  • Ditemukan hasil pemeriksaan gula darah sewaktumenunjukkan kadar 200mg/dldisertai dengan glukosuri
  • Penurunan kadar insulin atau  C peptide dapat menguatkan diagnosis IDDM juga peningkatan kadar antibody sel islet (ICA) menunjukkan bahwa memang terjadi reaksi imunologik pada sel beta pankreas
  • OGTT  dipakai bila hasil gula darah  meragukan, cukup gula darah puasa dan 2 jam post prandial

Diagnosis banding

  • Poliuri dan polidipsi dapat terjadi pada diabetes insipidus atau polidipsi psikogenik
  • NIDDM pada anak dapat juga terjadi,menyulitkan diagnosis, ditemukan obesitas dan riwayat keluarga. Tidak berespon dengan insulin
  • MODY (Maturity Diabetes Onset of The Young ) gambaran seperti NIDDM tapi tidak gemuk.
Penyakit atau sindrom yang berkaitan dengan intoleransi glukosa

  • Gangguan metabolik
  • Gangguan endokrin,
  • Obesitas
  • Gangguan neuromuskuler
  • Premature Aging Syndrome
  • Lipodistrofi
  • Gangguan sitogenetik

Tatalaksana

  1. Insulin adalah terapi utama.
  2. Sasaran yang ingin dicapai buat anak yang diterapi :

Sasaran yang ingin

  • Dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal
  • Dapat mengalami perkembangan emosional yang optimal
  • Mampu mempertahankan kadar gula darah serendah mungkin tanpa menimbulkan gejala  hipoglikemi
  • Mampu  berpartisipasi dalam kegiatan fisik maupun sosial lainnya yang ada
  • Mampu memberikan tanggung jawab kepada penderita untuk mengurus dirinya sendiri sesuai dengan taraf usia
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka tatlaksana terdiri atas :

  • Pemberian insulin
  • Pengaturan makann
  • Olahraga
  • Edukasi
  • Home monitoring Insulin
·      Ada berbagai preparat insulin baik dari asal maupun lama kerjanya

  • Dapat berasal dari ekstrak pankreas, biosintetik, dan semi sintetik
  • Berdasarkan kerjanya dibedakan atas short acting ( reguler ), intermediate, long acting
  • Dosis insulin bervariasi pada tiap anak, dosis yang dibutuhkan rata-rata 0,7-1 U/kg BB/hari
  • Insulin diberikan secara subkutan 15-20 menit sebelum makan pagi, siang atau malam
  • Injeksi dapat 2-3 kali sehari. Kadang-kadang pemberian 1a kali injeksi dengan diet/ pengaturan makanan, kadar gula darah dapat terkontrol
  • Awal penyuntikan biasanya 3 kali sehari sampai didapatkan dosis yang optimal . Dipakai yang short acting ( reguler )
  • Setelah dosis optimal dicapai, injeksi dikurangimenjadi 2 kali dengan memberi kombinasi intermediate dan short
  • Lokasi penyuntikan di lengan atas, paha, umbiliku, berganti-ganti untuk cegah distrofi
  • Insulin disimpan dalam lemari es
Pengaturan makanan

  • Komposisi makanan yang dianjurkan 40-50 % karbohidrat, lemak 30 % dan protein 20 %,
  • Penting keteraturan jadwal makan
  • 3 kali makan utama dan 3 kali makan ringan
  • Diet tinggi serat, buah, sayuran dan sereal
Olahraga

  • Olahraga meningkatkan kapasitas kerja jantungdan mengurangi komplikasi jangka panjang
  • OR mengkatkan kerja metabolisme tubuh sehingga mengurangi kebutuhan akan insulin
  • Yang perlu diwaspai akibat olahraga adalah dapat terjadi hipoglikemia
Home monitoring

Cara yang dilakukan untuk home monitoring adalah :

  1. Pemantauan reduksi urin
  2. Pemantauan gula darah
  3. Pemantauan komlikasi dan cara mengatasi nya
Ketiga hal tersebut dapat dilakukan oleh keluarga

  1. Edukasi
  2. Penyuluhan merupakan bagian integral dari tatalaksana penyakit ini
  3. Edukasi diberikan pada keluarga dan dokter keluarga
  4. Perlu kerja sama yang baik antara dokter, keluarga, ahli gizi, perawat, psikolog

 
MEMILIH OBAT


Untuk memilih obat diabetes yang tepat untuk ini harus diperhatikan dulu berbagai macam pilihan obat diabetes di Indonesia. 

Berdasarkan cara kerjanya, obat diabetes dibagi menjadi 5 jenis.

1. Meningkatkan sekresi insulin. 

Golongan obat ini antara lain sulfonilurea dan glinid
Meningkatkan sensitivitas insulin. Golongan obat ini adalah metformin dan tiazolidindion
Menghambat glukoneogenesis (pembentukan gula dalam tubuh). Golongan obat ini adalah metformin.
Menghambat absorpsi glukosa. Golongan obat ini adalah acarbose (penghambat alpha glukosidase)
DPP-IV inhibitor

Setelah Anda mengetahui cara kerjanya, sekarang kita akan melihat lebih dekat setiap golongannya.
Sulfonilurea

Obat generik yang bekerja meningkatkan sekresi insulin ini sangat terkenal dikalangan masyarakat, Glibenclamide. Obat ini murah dan mudah didapatkan. Glibenclamide di kalangan masyarakat tersedia dalam dosis 5 mg. Aturan minumnya adalah 1-3 kali per hari. Disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selain glibenclamide, produk yang terkenal lainnya adalah glipzid, dengan merek diamicron (1-3 kali per hari), bisa diamicron MR cukup 1 kali per hari. Produk lainnya adalah glimepirid, dengan merek Amaryl yang tersedia dalam 1-2-3-4 mg (1 kali per hari). Golongan ini sangat efektif dalam mempertahankan gula darah Anda.

Namun perlu diingat bahwa semua obat ini harus diminum 15-30 menit sebelum makan. Jadi apabila Anda belum makan apapun, Anda tidak perlu meminum obat ini karena efek samping yang terjadi adalah hipoglikemia atau gula darah menjadi begitu rendah sampai bisa membuat seseorang pingsan. Selain itu efek samping lainnya adalah peningkatan berat badan. Oleh karena itu, cocok dikonsumsi oleh penyandang diabetes dengan berat badan kurnag atau ideal, dan kurang cocok oleh seseorang yang telah memiliki berat badan berlebih.

2. Glinid
Obat ini juga bekerja meningkatkan sekresi insulin. Efektifitasnya sedikit dibawah sulfonilurea dan cukup mahal, namun memiliki efek samping yang sama. Nama generik dari golongan ini adalah repaglinid (Dexanorm, 1 kali per hari) dan nateglinid (Starlix, 3 kali per hari). Cara minum obat ini sama dengan sulfonilurea, yakni 15-30 menit sebelum makan. Berdasarkan sumber tahun 2009, obat ini belum beredar di Indonesia.

3. Tiazolidindion
Nama obat ini adalah pioglitazone (Actos, Deculin, Pionix, 1 kali per hari). Obat ini bekerja dengan meningkatkan pengambilan glukosa dalam darah yang berlebih agar bisa masuk ke sel lemak. Obat ini meningkatkan sensitivitas insulin. Obat ini dapat diminum kapanpun, hanya saja tidak boleh digunakan pada penderita gagal jantung dan cukup mahal.

4. Acarbose (Inhibitor alpha glukosidase)
Obat ini mampu mengurangi penyerapan glukosa di usus halus sehingga mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan. Obat ini cukup aman, hanya sering menimbulkan buang angin. Dari segi efektifitas masih dibawah sulfonilurea dan biguanid. Merek obat ini yang terkenal adalah glucobay (3 kali sehari) dan harus diminum bersamaan dengan suapan pertama makan

5. Biguanid
Selain glibenclamide, obat ini juga tak kalah terkenal, metformin (3 kali per hari, diminum bersamaan dnegan waktu makan, atau sesudah makan.), metformin XR (1 kali per hari). Obat ini mengurangi produksi gula di hati dan meningkatkan sensitivitas dari insulin. Terbukti sangat efektif dan tidak ada efek samping peningkatan berat badan, hanya tidak boleh digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal.  

Nah seperti yang dijelaskan pada artikel panduan diabetes untuk awam, Anda bisa memulai terapi dengan memilih satu jenis obat tertentu yang sesuai dengan Anda. Bila dianalisa, jika Anda dalam keadaan normal, efektivitas tertinggi dan efek samping yang terendah dimiliki oleh metformin. Hanya saja bila Anda menderita gangguan fugsi ginjal, obat ini tidak diperbolehkan, begitupun dengan sulfonilurea. 

Jika dengan monoterapi gagal dalam mengontrol gula darah Anda, maka dianjurkan kombinasi dari dua obat di atas, antara lain:
Kombinasi Metformin dengan Glibenclamide. Obat yang beredar dipasaran adalah (glucovance, 1-2 kali per hari, bersama atau sesudah makan).
 Kombinasi Metformin dengan Pioglitazone. Obat yang beredar adalah Pionix (1 kali per hari, bersama atau sesudah makan).



Friday, December 10, 2010

KENCING MANIS

kencing manis
Definisi
  • Diabetes mellitus atau penyakit gula atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.
  • Tingkat kadar glukosa darah menentukan apakah seseorang menderita DM atau tidak
  • Untuk mengetahui kadar glukosa normal, tinggi dan rendah, Rentang normal untuk tingkat gula darah dipelihara oleh tubuh untuk kelancaran fungsi adalah pada 70-150 mg / dL.
  • Adalah normal untuk tingkat gula untuk berfluktuasi sepanjang hari, kadar glukosa adalah yang terendah di pagi hari, dan kebanyakan cenderung naik selama beberapa jam setelah makan, tergantung pada volume karbohidrat yang dikonsumsi.
  • Tubuh kita memiliki mekanisme yang sangat baik untuk mengatur kadar gula darah normal, dalam kasus jatuh.
  • Extra glukosa disimpan dalam hati sebagai glikogen, mudah penyerapan sendiri dalam aliran darah, ketika penurunan kadar gula.
  • Bagaimana Gula Darah Diukur/ di Cek?
  • Glukosa dalam darah diukur sebagai serum darah secara keseluruhan, juga dikenal sebagai plasma. Peningkatan atau penurunan kadar gula darah dalam tubuh manusia dapat menyebabkan, baik hiperglikemia atau hipoglikemia, masing-masing.
  • Kebanyakan orang dengan hiperglikemia (peningkatan glukosa darah) yang didiagnosis dengan diabetes. Tes darah glukosa dilakukan untuk memantau kadar glukosa pada manusia.
  • Hal ini dapat diukur secara puasa, secara acak, post prandial (setelah makan), dan / atau sebagai bagian dari tes toleransi glukosa oral (OGTT / GTT).
  • Tabel kriteria DM

  • Dengan Tabel gula darah, kita akan lebih mudah memahami batas-batas gula darah yang aman. Simpan atau download Tabel gula darah untuk menjadi referensi sewaktu-waktu. Tetapi yang paling penting adalah anda harus melakukan pantangan/diet gula darah tinggi.
Jenis Diabetes Melitus dikelompokkan menurut sifatnya :
  • Diabetes mellitus tergantung insulin
  • Diabetes mellitus tidak tergantung insulin, terdiri penderita gemuk dan kurus
  • Diabetes mellitus terkait malnutrisi
Diabetes melitus yang terkait keadaan atau gejala tertentu seperti penyakit pankreas, penyakit hormonal, obat-obatan / bahan kimia, kelainan insulin / reseptornya, sindrom genetik dll

2. Faktor Penyebab Diabetes melittus
  • Umumnya diabetes melittus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil atau sebagian besar dari sel-sel betha dari pulau-pulau Langerhans pada pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin, akibatnya terjadi kekurangan insulin.
  •  
    Blausen 0701 PancreaticTissue.png
  • Disamping itu diabetes melittus juga dapat terjadi karena gangguan terhadap fungsi insulin dalam memasukan glukosa kedalam sel. Gangguan itu dapat terjadi karena kegemukan atau sebab lain yang belum diketahui

3. Type Diabetes Mellitus

  • Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.
  • Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
  • Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.
  • Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.
  • Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.
  • Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi. Bagi penderita Diabetes Melitus yang sudah bertahun-tahun minum obat modern seringkali mengalami efek yang negatif untuk organ tubuh lain.
4. Gejala Penderita Diabetes Mellitus
Tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu:
  • banyak minum,
  • banyak kencing,
  • berat badan turun.
  • Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik.
  • Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh. Maka perlu waspada apabila keinginan minum kita terlalu berlebihan dan juga merasa ingin makan terus.
  • Berat badan yang pada awalnya terus melejit naik lalu tiba-tiba turun terus tanpa diet.
  • Tetangga saya ibu Ida juga tak pernah menyadari kalau menderita diabet ketika badannya yang gemuk tiba-tiba terus menyusut tanpa dikehendaki.
  • Gejala lain, adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.
Gejala:
  • Pada tahap awal gejala umumnya ringan sehingga tidak dirasakan, baru diketahui sesudah adanya pemeriksaan laboratorium.
Pada tahap lanjut gejala yang muncul antara lain :
  • Rasa haus
  • Banyak kencing
  • Berat badan turun
  • Rasa lapar
  • Badan lemas
  • Rasa gatal
  • Kesemutan
  • Mata kabur
  • Kulit Kering
  • Gairah sex lemah
Komplikasi:
  • Penglihatan kabur
  • Penyakit jantung
  • Penyakit ginjal
  • Gangguan kulit dan syaraf
  • Pembusukan
  • Gairah sex menurun
Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Maka bagi penderita diabet jangan sampai lengah untuk selalu mengukur kadar gula darahnya, baik ke laboratorium atau gunakan alat sendiri. Bila tidak waspada maka bisa berakibat pada gangguan pembuluh darah a.l.
  • gangguan pembuluh darah otak (stroke),
  • pembuluh darah mata (gangguan penglihatan),
  • pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner),
  • pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta
  • pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren).
Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.
Kardiopati diabetik
  • Kardiopati diabetik adalah gangguan jantung akibat diabetes.
  • Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu panjang akan menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah.
  • Lama-kelamaan akan terjadi aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.
  • Maka bagi para penderita diabet perlu pemeriksaan kadar kolesterol dan trigliserida darah secara rutin.
  • Dari pengalaman saya untuk menurunkan kadar gula darah sekaligus menormalkan kadar kolestrol dan trigliserida sebenarnya sangat mudah.
  • Yang pertama sebenarnya pola makan malam. Upayakanlah tidak makan nasi pada malam hari.
  • Gantilah dengan makan kentang atau bisa juga pisang kepok rebus atau bisa juga konsumsi sayur dan buah-buahan.
  • Penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada.
  • Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa.
  • Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack.
  • Kematian akibat kelainan jantung dan pembuluh darah pada penderita diabetes kira-kira dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibanding bukan penderita diabetes.,
  • Pengendalian kadar gula dalam darah belum cukup untuk mencegah gangguan jantung pada penderita diabetes.
  • Sebagaimana rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) serta perkumpulan sejenis di Eropa atau Indonesia (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia/Perkeni), penderita diabetes diharapkan mengendalikan semua faktor secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.
  • Tekanan darah harus diturunkan secara agresif di bawah 130/80 mmHg, trigliserida di bawah 150 mg/dl, LDL (kolesterol buruk) kurang dari 100 mg/dl, HDL (kolesterol baik) di atas 40 mg/dl. Hal ini memberi proteksi lebih baik pada jantung.
Gangren dan impotensi

  • Penderita diabetes yang kadar glukosanya tidak terkontrol respons imunnya menurun. Akibatnya, penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki.
  • Banyak hal yang menyebabkan kaki penderita diabetes mudah kena infeksi, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus.
  • Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah.
  • Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi.

  • Penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama dengan dokter bedah.
  • Untuk mencegah gangren, penderita diabetes perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.
  • Impotensi juga menjadi momok bagi penderita diabetes, impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis.
Nefropati diabetik
  • Entah bagaimana mulanya akhir-akhir ini banyak pasien gagal ginjal datang ke klinik saya. Sebelumnya tak pernah saya duga bahwa tanaman obat kita mampu membantu mengatasi kasus gagal ginjal. Awal mulanya seorang penderita gagal ginjal dengan penuh keyakinan meminta tolong saya untuk membantu mengatasi penyakitnya.
  • Nefropati diabetik adalah gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagaimana diketahui, ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring (glomerulus). Setiap unit penyaring memiliki membran/selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring ini.
  • Gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.
  • Menurut situs Nephrology Channel, tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika diabaikan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Karena itu, penderita diabetes harus diperiksa kadar mikroalbuminurianya setiap tahun.
  • Penderita diabetes tipe 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar lima sampai 15 persen diabetes tipe 2 juga berisiko mengalami kondisi ini.
  • Gangguan ginjal, menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal ginjal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, zat racun tertimbun di tubuh. Tubuh membengkak dan timbul risiko kematian.
  • Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi mematangkan sel darah merah. Gangguan pada ginjal menyebabkan penderita mengalami anemia.
  • Pengobatan progresif sejak dini bisa menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit. Repotnya penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).
  • Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Tindakan ini dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Biasanya menggunakan penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitors) dan atau penghambat reseptor angiotensin (ARBs). Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari).
  • Penderita yang telah sampai tahap gagal ginjal memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal.
  • Gejala nefropati diabetes baru terasa saat kerusakan ginjal telah parah berupa bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, mengalami penurunan berat badan.
  • Penderita nefropati harus menghindari zat yang bisa memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat-obatan yang belum diketahui efek sampingnya.
Retinopati diabetik
  • Diabetes juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Yang terutama adalah retinopati diabetik. Keadaan ini, disebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina.
  • Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan atau darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak yang disebut eksudat. Selain itu terjadi cabang-cabang abnormal pembuluh darah yang rapuh menerjang daerah yang sehat.
  • Retina adalah bagian mata tempat cahaya difokuskan setelah melewati lensa mata. Cahaya yang difokuskan akan membentuk bayangan yang akan dibawa ke otak oleh saraf optik.
  • Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina, bayangan yang dikirim ke otak menjadi kabur. Gangguan penglihatan makin berat jika cairan yang bocor mengumpul di fovea, pusat retina yang menjalankan fungsi penglihatan sentral. Akibatnya, penglihatan kabur saat membaca, melihat obyek yang dekat serta obyek yang lurus di depan mata.
  • Pembuluh darah yang rapuh bisa pecah, sehingga darah mengaburkan vitreus, materi jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini menyebabkan cahaya yang menembus lensa terhalang dan tidak sampai ke retina atau mengalami distorsi. Jaringan parut yang terbentuk dari pembuluh darah yang pecah di korpus vitreum dapat mengerut dan menarik retina, sehingga retina lepas dari bagian belakang mata. Pembuluh darah bisa muncul di iris (selaput pelangi mata) menyebabkan glaukoma.
  • Risiko terjadinya retinopati diabetik cukup tinggi. Sekitar 60 persen orang yang menderita diabetes 15 tahun atau lebih mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata.
  • Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop serta angiografi fluoresen yaitu foto rontgen mata menggunakan zat fluoresen untuk mengetahui kebocoran pembuluh darah.
  • Pengobatan dilakukan dengan bedah laser oftalmologi. Yaitu, penggunaan sinar laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor, sehingga tidak terbentuk pembuluh darah abnormal yang rapuh. Selain itu bisa dilakukan vitrektomi yaitu tindakan mengeluarkan vitreus yang dipenuhi darah dan menggantinya dengan cairan jernih.
  • Penderita retinopati hanya boleh berolahraga ringan dan harus menghindari gerakan membungkuk sampai kepala di bawah.
  • Menderita diabetes bukan berarti kiamat. Penderita diabetes bisa hidup secara wajar dan normal seperti orang- orang yang bukan penderita diabetes. Bedanya, penderita diabetes harus disiplin mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat di atas normal untuk jangka waktu panjang.
  • Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.
  • Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).
  • Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.
  • Tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.
  • Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel.
  • Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi.

Tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu,
  1. banyak minum,
  2. banyak kencing,
  3. berat badan turun.
  • Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh.
  • Gejala lain, adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.
  • Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi akibat gangguan pembuluh darah, gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren). Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.
5. Pengobatan dan Perawatan
Pengobatan Diabetes milittus yang secara langsung terhadap kerusakan pulau-pulau Langerhans di pankreas belum ada. Oleh karena itu pengobatan untuk penderita DM berupa kegiatan pengelolaan dengan tujuan :
  • Menghilangkan keluhan dan gejala akibat defisiensi insulin ( gejala DM )
  • Mencegah komplikasi kronis yang dapat menyerang pembuluh darah, jantung, ginjal, mata, syaraf, kulit, kaki dsb.
Tindakan pengelolaan yang dilakukan :
  • Menormalkan kadar glukosa, lemak, dan insulin di dalam darah serta memberikan pengobatan penyakit kronis lainnya. Langkah yang dilakukan terutama : Diet; Mengurangi kalori dan meningkatkan konsumsi vitamin. aktivitas fisik; olahraga teratur, pengelolaan glukosa dan meningkatkan kepekaan terhadap insulin.
  • Obat-obat hipoglikemia oral : Sulfonylurea untuk merangsang pancreas menghasilkan insulin dan mengurangi resistensi terhadap insulin.
  • Terapi insulin
Tanaman obat memiliki kelebihan dalam pengobatan DM karena umumnya tanaman obat memiliki fungsi konstruktif yaitu membangun kembali jaringan-jaringan yang rusak serta menyembuhkan penyakit komplikasi yang lain.
Dengan demikian dari tanaman obat diharapkan :
  • Perbaikan kerusakan fungsi pankreas
  • Peningkatan efektifitas insulin yang dihasilkan
  • Penyembuhan penyakit komplikasi akibat DM

Support web ini

BEST ARTIKEL