Showing posts with label MEKANISME SEKRESI THIROID. Show all posts
Showing posts with label MEKANISME SEKRESI THIROID. Show all posts

Friday, January 22, 2010

MEKANISME SEKRESI THIROID

Pengaturan Sekresi Hormon Tiroid


Diawali kelenjar Hipotalamus di otak mensekresikan TRH (Thyrotropin-Releasing Hormone), yang disekresikan oleh ujung-ujung saraf di dalam eminansia mediana hipotalamus. Dari mediana tersebut, TRH kemudian diangkut ke kelnjar Hipofisis anterior , lewat darah porta hipotalamus-hipofisis. TRH langsung mempengaruhi hifofisis anterior untuk meningkatkan pengeluaran TSH (Tirotrof Stimulating Hormon)

TSH merupakan salah satu hormon yang dproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior yang mempunyai efek spesifik terhadap kelenjar tiroid untuk mensekresi hormon tiroksin yang penting dalam metabolisme :
Akibat TSH dari Hipofisis itulah kelenjar thyroid terjadi hal hal
  1. Meningkatkan proteolisis tiroglobulin yang disimpan dalam folikel, dengan hasil akhirnya adalah terlepasnya hormon-hormon tiroksin ke dalam sirkulasi darah dan berkurangnya subtansi folikel tersebut.
  2. Meningkatkan aktifitas pompa yodium, yang meningkatkan kecepatan proses iodide trapping di dalam sel-sel kelenjar, kadangakala meningkatkan rasio konsentrasi iodida intrasel terhadap konsentrasi iodida ekstrasel sebanyak delapan kali normal.
  3. Meningkatkan iodinasi tirosin untuk membentuk hormon tiroksin.
  4. Meningkatkan ukuran dan aktifitas sensorik sel-sel tiroid.
  5. Meningkatkan jumlah sel-sel tiroid, disertai dengan dengan perubahan sel kuboid menjadi sel kolumner dan menimbulkan banyak lipatan epitel tiroid ke dalam folikel.
Sekresi thiroid dari hal hal tersebut mengakibatkan Efek Umpan Balik Hormon Tiroksin ke hipofisis, sehingga mampu menurunkan kembali Sekresi TSH oleh Hipofisis Anterior
Ini dapat dismpulkan .
Meningkatnya hormon tiroksin produksi thiroid di dalam cairan darah akan menurunkan sekresi TSH oleh hipofisis anterior. Hal ini terutama dikarenakan efek langsung hormon tiroksin terhadap hipofisis anterior.

Kelainan Kelenjar Tiroid

1. kelebihan tiroksin (Hipertiroidisme) /Goutertoksika/Tirotoksikosis/sering dikenal Penyakit Grave
• Penyebabnya adalah gangguan antibodi, timbul akibat autoimunitas yang berkembang terhadap jaringan tiroid.
• Gejala yang muncul :
  • mudah tersinggung
  • intoleransi terhadap panas
  • berkeringat banyak
  • berat badan berkurang
  • diare
  • kelemahan otot
  • kecemasan
  • insomnia
  • tremor.
Dalam kondisi ekstrem bisa menimbulkan eksoftalmos yaitu protrusi bola mata= mata menonjol- Basedow

2. Hipotiroidisme ( Kekurangan produksi )

• Penyebabnya hampir sama dengan hipertiroidisme, yaitu autoimunitas terhadap jaringan tiroid tersebut.

• Penyebab lainnya adalah pembesaran kelenjar tiroid:
ini ada 2 indikasi
1. Goiter koloid endemik: kekurangan iodium.
2. Goiter koloid nontoksik idiopatik: bukan karena kekurangan iodium tetapi sekresi hormonnya tertekan.
• Gejala: rasa capek, rasa mengantuk, kelemahan otot, kecepatan denyut jantung menurun, curah jantung menurun, volume darah menurun, konstipasi, kelemahan mental (kurangnya pertumbuhan rambut, kulit yang muncul
  • bersisik
  • suara parau
  • kasus berat mengakibatkan miksoedema.

3. Kretinisme (Penyebabnya karena hipotiroidisme ekstrem )
terjadi pada masa janin bayi dan anak-anak.
• Gejala umum yang muncul
  • gagalnya pertumbuhan anak
  • retardasi mental
Kretinisme endemik (kekurangan iodium)
  • pertumbuhan rangka lebih kecil dari pertumbuhan jaringan lunak (badan pendek dan gemuk)
  • lidah besar (menelan dan bernafas terhambat sehingga pernafasan bunyi tercekik/guttural)

untuk lebih jelasnya secara penyederhanaan materi ini kami lengkapi kelenjar gondok

Kelainan-kelainan apa saja bisa timbul pada kelenjar thyroid anak ?
Teoritis semua kelainan yang ditemukan pada orang dewasa juga bisa timbul pada anak seperti
• Struma
• Infeksi
• Cyste
• Neoplasma
• dan sebagainya.

- Ternyata bahwa pada anak lebih banyak ditemukan akibat dari kelainan bawaan (congenital).
Sedangkan pada orang dewasa umumnya kelainan yang terjadi bersifat diperoleh (acquired).
Disamping itu juga pada anak terdapat hypofungsi sedangkan
pada orang dewasa lebih banyak hyperfungsi dari produksi tiroksin kelenjar thyroid.

Dalam garis besar untuk praktisnya kita dapat membagi kelainan
thyroid sebagai berikut :
1. Euthyroid
2. Hyperthyroidism (thyrotoxicosis)
3. Hypothyroidism
Ketiga-tiganya bisa dengan atau tanpa kelainan anatomik.

• Euthyroidi dengan struma.
Banyak dijumpai pada anak remaja, terutama wanita.
Pembesaran kelenjar thyroid tidak jelas, secara klinis menun-
jukkan kelainan fungsi thyroid. Biasanya mereka datang ke
dokter karena alasan kosmetik. Di dalam klinik disebut :
simple goiter atau non-toxic struma.
Hypothesis mengenai penyebab dari timbulnya simple goiter
ini masih beraneka ragam. Tetapi perlu diperhatikan bahwa
simple goiter ini terbanyak ditemukan pada anak yang sedang
dalam proses pertumbuhan yang pesat.
Diagnostik dari kelainan ini biasanya tidak sukar, walaupun
kita tidak mempunyai fasilitas yang lengkap.. Yang perlu di-
singkirkan ialah kemungkinan adanya toksikosis, hypofungsi,
infeksi dan neoplasma. Dalam hal-hal yang meragukan, suatu
klinik dengan fasilitas yang lebih lengkap akan dapat mem-
berikan jawaban.
• Hyperthyroidism/ Thyrotoxicosis dengan atau tanpa struma.
Hyperthyroidism ini jarang terjadi pada anak
Gejala Hyperthyroidism
1. adanya penurunan berat badan
2. gelisah
3. cepat tersinggung
4. tidak tahan panas
5. kulit yang lembab dan panas
6. exophthalmus
7. dan sebagainya.

Hipotiroidisme ( Kekurangan produksi )

• Penyebabnya hampir sama dengan hipertiroidisme, yaitu autoimunitas terhadap jaringan tiroid tersebut , dalam kondisi ekstrem menyebabkan kretinisme

Support web ini

BEST ARTIKEL