Showing posts with label SEKILAS TENTANG MIKROORGANISME PATOGEN. Show all posts
Showing posts with label SEKILAS TENTANG MIKROORGANISME PATOGEN. Show all posts

Saturday, December 7, 2013

SEKILAS TENTANG MIKROORGANISME PATOGEN

Mikroorganisme telah lama diketahui dapat menyebabkan penyakit (patogen), meski tidak semua mikroorganisme bersifat seperti itu. Namun penelitian terstruktur dan terpublikasi baru dikembangkan sejak ditemukan penisilin (selanjutnya zat ini dinamakan antibiotik) pada tahun 1929 oleh Alexander Fleming. Adalah Penicillium notatum, jamur yang menghasilkan penisilin yang dapat mematikan kehidupan bakteri.
Sekian lama kemudian diketahui bahwa antibiotik memiliki keterbatasan untuk menghadapi mikroorganisme patogen. Virus dan jamur adalah contoh patogen yang tidak akan “tersentuh” oleh antibiotik. Nama antibiotik sendiri sering dipersepsikan sebagai anti bakteria. Antibiotik yang biasanya digunakan dalam formulasi obat hewan, utamanya unggas ialah golongan penisilin, aminoglikosida, fluoroquinolon, peptida, makrolida, tetracycline, sulfonamida dan diaminopirimidin. Antibiotik tetap merupakan pilihan teratas untuk menghadapi mikroorganisme patogen karena antibiotik terbukti efektif untuk sebagian besar mikroorganisme patogen. 

Karakteristrik mikroorganisme patogen ini meliputi, struktur tubuh
.
Mikroorganisme yang Peka Antibiotik
Bakteri, Mycoplasma, protozoa dan rickettsia merupakan beberapa mikroorganisme yang peka atau bisa diatasi dengan antibiotik.
Bakteri
Hanya 1% bakteri di dunia ini yang termasuk patogen, sisanya merupakan bakteri kommensal (pembusuk dan flora normal). Bakteri dibagi menjadi Gram (+) dan Gram ( - ) berdasarkan komposisi dinding selnya.
Gram (+)
Dinding sel bakteri Gram (+) disusun oleh peptidoglikan yang tebal. Bakteri Gram (+) relatif jarang ditemukan pada unggas, namun sering menginfeksi pada ternak besar, seperti sapi. Contoh bakteri Gram (+) ini antara lain Staphylococcus sp, Streptococcus dan Bacillus anthracis.
Adanya peptidoglikan yang tebal ini justru membuatnya lebih sensitif (peka) terhadap antibiotik, terutama antibiotik yang bekerja menghambat pembentukan dinding sel, seperti penisilin. Penisilin bekerja merusak cincin beta laktam sehingga dinding sel bakteri rusak dan kehilangan fungsinya, akibatnya bakteri mati.
Secara umum hampir semua golongan antibiotik, kecuali golongan peptida, bisa mengatasi infeksi bakteri Gram (+).
Gram ( - )

Berbeda dengan bakteri Gram (+), dinding sel bakteri Gram ( - ) tersusun atas peptidoglikan yang tipis. Sebagian besar infeksi bakteri pada unggas disebabkan oleh bakteri ini. Misalnya, korisa (Haemophillus paragallinarum), kolera (Pasteurella multocida), colibacillosis (Escherichia coli) atau pullorum (Salmonella pullorum). Semua antibiotik, kecuali golongan makrolida ampuh membunuh bakteri ini

Perbedaan stuktur dinding sel bakteri Gram (+) dan Gram ( - )

Mycoplasma
Merupakan mikroorganisme prokariot terkecil, yaitu mikroorganisme yang tidak memiliki membran inti sel. Ada yang berpendapat bahwa Mycoplasma dapat dimasukkan dalam kelompok bakteri Gram ( - ) karena tidak adanya membran inti sel ini, namun ada pula yang berpendapat Mycoplasma dikelompokkan tersendiri. Namun kepekaan Mycoplasma terhadap antibiotik berbeda dengan bakteri Gram ( - ).
Mycoplasma dapat menginfeksi seluruh jenis hewan. Di unggas, mikrooganisme ini sering menginfeksi saluran respirasi (pernapasan), terutama kantung hawa. Terdapat dua Mycoplasma yang menyerang unggas yaitu Mycoplasma gallisepticum (penyebab CRD) dan M.synoviae (penyebab synovitis). Ayam yang sembuh dari serangan Mycoplasma akan bersifat carrier (pembawa, red)


Tidak semua antibiotik mampu membasmi Mycoplasma. Mikroorganisme ini sensitif terhadap antibiotik golongan fluoroquinolon (Proxan-C), makrolida (Tyfural) dan tetrasiklin (Doxyvet). Adanya fluoroquinolon akan menghambat enzim DNA gyrase sehingga pembentukan inti sel menjadi terhambat dan bakteri mati. Sedangkan makrolida dan tetrasiklin bekerja membasmi Mycoplasma dengan menghambat sintesis protein (berikatan pada ribosom 30 S).

Protozoa
Protozoa termasuk golongan parasit yang hidup di dalam tubuh inang, seperti ayam. Protozoa yang sering ditemukan pada ayam diantaranya Eimeria sp. (penyebab koksidiosis), Leucocytozoon sp. (penyebab “malaria like” atau leucocytozoonosis) dan Plasmodium sp. (penyebab malaria unggas).
Protozoa memiliki struktur yang mirip dengan bakteri, oleh karena itu ada beberapa antibiotik yang bisa digunakan sebagai antiprotozoa, seperti golongan tetrasiklin dan sulfonamida. Therapy, Coxy, Koksidex danSulfamix merupakan produk Medion yang dapat diberikan saat ayam terinfeksi Eimeria sp. (koksidiosis). Dan saat ayam terserang “malaria like” atau malaria unggas dapat diatasi dengan Maladex, Erysuprim atauDuoko.

Teknik pemberian obat untuk mengatasi “malaria like”, malaria unggas dan koksidiosis berbeda dengan pemberian antibakteria pada umumnya. Untuk kasus koksidiosis, obat diberikan dengan teknik 3-2-3, yaitu 3 hari diberi Coxy, 2 hari air minum biasa (tanpa obat) dan 3 hari berikutnya diberi Coxy. Hal ini terkait dengan siklus hidup protozoa.

beberapa contoh 

1. Bacillus anthracis  :  Anthrax
2. Borrelia burgdorferi  : Infeksi saluran kencing
3. Escherichia coli  : Plague
4. Filarial nematodes  : Elephantiasis
5. Plasmodium vivax : Malaria
6. Streptococus pyogenes  :   Strep throut/ sakit tenggorokan
7. Tryponema pallidium  : Sifilis
8. Trypanosoma gambiense  : Penyakit tidur afrika
9. Vibrio cholerae  : Cholera

10. Yersinia pestis  : Lyme disease

Support web ini

BEST ARTIKEL