Ulang
Tahun...saya hari ini ulang tahun (13 januari) diselamatin dong hahaha ,ulang tahun ke 52 wis tuwek , Hari ini hari untuk bahagia. Hari ini juga untuk
risau dan hari ini mau apa , hari ini mau memulai semangat 45 atau hari yang deg degan kok masih hidup
saya . alhammdullilah intinya , hari saat aku bersyukur atas waktu yang
telah diberikan kepadaku, sekaligus merasa bahwa hampir belum ada perbuatanku
yang patut disyukuri masih belum optimal untuk memberikan kebaikan ke bumi .
Tahun demi
tahun berlalu. Apakah yang telah kulakukan?
Mengapakah
segala hal nampak hampa dan tak bermakna?
Dimanakah
dapat kutemukan kedamaian hati?
Saat aku
bersyukur, haruskah aku tak menangis?
Saat aku
berduka, haruskah aku tak bersyukur? Bukankah setahun telah lewat?
Setahun lagi kesempatan telah diberikan
kepadaku untuk menggunakan segenap talenta-talenta yang telah diberikanNya
kepadaku?
Tetapi
berhasilkah aku?
Siapakah
yang mampu menjawabnya?
Refleksi ,
Ngaca , Re treat , Silencium ...
Waktu dalam hidup. Kadang mengalir tak terasa. Kadang merambat panjang dan
membosankan. Siapakah yang dapat luput darinya selama kita ada? Di saat-saat yang hanya setahun
sekali ini,
sebaiknya kita duduk merenung dan meninjau kembali segala apa yang telah
terjadi. Mencoba untuk menemukan asal dari apa yang kita hadapi saat ini. Maka
nyata, bahwa hari ini adalah hasil dari pilihan-pilihan yang telah kita ambil
di masa lampau. Dan setiap pilihan kita kemarin menuntut tanggung jawab yang
harus kita pikul hari ini. Tak bisa lain. Maka untuk apa perasaan sedih itu?
Toh, kita tahu bahwa Dia telah memberikan kebebasan bagi kita untuk memilih.
Dan karena itu, pahit atau manis, kini, kita dituntut untuk menerima kenyataan.
Menerima apa pun hasil dari pilihan kita. Kita dituntut untuk bertanggung-jawab
atas segala pilihan kita sendiri. Bukankah itu adil?
Sesal. Mungkin perlu ada.
Dan memang perlu ada. Tetapi putus asa? Jika kesesakan, ketak-berdayaan dan
kepahitan menimpa kita akibat dari segala pilihan hidup yang telah kita ambil
sendiri, lalu untuk apa kita merasa putus asa? Sebab dengan demikian, itu
berarti bahwa kita enggan untuk bertanggung-jawab atas apa yang telah kita
lakukan. Atau malah kita lari dari tanggung-jawab atas ulah kita sendiri.
Tidak. Kita hidup dengan pilihan-pilihan kita sendiri. Sesulit apa pun situasi
yang kita hadapi. Maka jika saat ini kita merasa gagal, kita sesali itu. Dan
karena itu kita harus mengadakan pilihan-pilihan baru. Agar hidup kita kembali
di jalur yang kita inginkan. Bukan dengan merasa hampa dan tak berbuat apa-apa
lagi. Bukan pula dengan menyalahkan pihak lain.
Ulang tahun. Harapan dan kekhawatiran. Rasa syukur atas waktu yang telah kita
terima. Rasa khawatir karena waktu yang kian singkat. Namun hidup kita tidaklah
terikat pada waktu. Daging kita memang miliki sang waktu. Tetapi jiwa kita
abadi. Kemungkinan-kemungkinan terbentang lebar di depan kita. Baik saat kita
ada di dunia ini. Maupun saat kita tidak lagi berada di sini. Maka mengapakah
kita merasa demikian terpencil? Bukankah kita tahu bahwa ada Dia yang sedang
menemani kita. Dia yang telah menyediakan banyak tempat pasti nantinya . Dia yang
telah membuktikan dengan kematian dan kebangkitanNya sendiri betapa sianya
perasaan putus asa itu. Dia yang telah memberi kita semua teladan bahwa setiap
pilihan hidup harus ditanggung sampai tuntas. Bahkan sampai tuntas dengan
segenap penderitaanNya sendiri ketika melakukannya .
Hari untuk bahagia. Hari ulang tahunku. Hari untuk bersyukur bahwa apapun yang
telah kunikmati, apapun yang sedang kualami saat ini, dan apapun nanti yang
akan kuhadapi, segalanya merupakan tanggung-jawabku sendiri di hadapan Dia yang
telah memberikan teladan dengan hidupNya sendiri. Maka akupun berdoa agar aku tidak
menghindarkan diri dari segala kesesakan ini. Agar aku tidak lari dari aliran
sang waktu. Agar aku tidak berakhir di saat yang tidak dikehendakiNya.
Melainkan tetap tabah untuk menghadapi hidup sambil membuat pilihan-pilihan
baru jika pilihan-pilihanku dulu gagal.
Dengan tuntunan dari Dia yang telah memberikan teladanNya kepadaku. Maka
kerisauan pun tak ada artinya lagi sekarang. Ada atau tak ada makna
perbuatanku, biarlah Dia yang memberikan nilai. Sebab Dialah Tuan pemberi
talenta bagi kehidupanku. Aku hanya sang pengguna, hamba yang dipercayakan
untuk menggunakan pemberianNya sesuai dengan kemampuanku sendiri. Dan kelak aku
pun akan mempertanggung-jawabkan pemberianNya itu. Ah, selamat datang waktu
esok!
Apapun harinya terus ngeblog sepanjang masih lancar mikirnya sampai mati eee salah sampai hampir mati jika masih bisa nulis jalan terus
Apapun harinya kalau bisa terus bisa untuk membuat kebaikan
Apapun harinya sebaiknya terus menyebarkan cinta kasih dan kebaikan di dunia, yang sebenarnya kita
menyentuh keilahian kita sendiri dan itu sebenarnya inisiasi mengenali Nya
Tengkyu Gusti , Engkau Luar biasa , sekali lagi Nuwun Oksigenmu masih bisa mengalir ketubuhku sampai hari ini meskipun sudah asar , Matur nuwun lagi ..Engkau selalu menyayangiku dan menjagaku kelihatannya ketika langkahku dimana saja itu kami rasakan dan itu riil kami ketahui .
Alhamdullilahhi Robbil alamin