Friday, April 2, 2010

TRANFUSI DARAH




Dr Karl Landsteiner seorang ahli imunologi dan ilmu penyakit kelahiran Austria (1867 - 1943) dan Donath menemukan perbedaan perbedaan antigen dan antibody yang dikandung dalam darah manusia . Atas dasar itulah mereka membagi golongan darah menjadi empat macam
  1. Bila sel darahnya mengandung aglutinogen A dan plasma darahnya dapat membuat aglutinin b , maka dipastikan orang itu bergolongan darah A
  2. Bila sel darahnya mengandung aglutinogen B dan plasma darahnya dapat membuat aglutinin a , maka dipastikan orang itu bergolongan darah B
  3. Bila sel darahnya mengandung aglutinogen A dan B dan plasma darahnya tidak dapat membuat aglutinin , maka dipastikan orang itu bergolongan darah AB
  4. Bila sel darahnya tidak mengandung baik aglutinogen A maupun B namun plasma darahnya dapat membuat aglutinin a maupun aglitinin b , maka dipastikan orang itu bergolongan darah O
RINGKASNYA BEGINI
dari data diatas kita simpulkan aja dengan cepat bahwa
  1. gunakan pedoman Aglutinogen (Gen penentu golongan darah) untuk penamaan , misal gol darah A pasti punya aglutinogen A , gol darah B pasti punya aglutinogenB, gol darah AB pasti punya aglutinogen A dan B , sedang O atau nol(kosong) ya pasti nggak punya aglutinogen
  2. Selalu A cocoknya b , B cocoknya a , bukan A dengan a , jadi itu artinya A love b .
  3. aglutinin itu adanya di plasma menentukan nasib aglutinogen yang ada di sel , jika sel yang mengandung Aglutinogen tidak sesuai dengan plasmanya , ya pasti disikat sel darah itu maka sel darahnya jadinya mengkerut , lisis atau menggumpal OK
Penentuan golongan darah bagi manusia penting untuk berbagai tujuan
  1. Tranfusi darah jika ia anemia atau kurang darah ketika sakit keras , kecelakaan , tentu mereka kurang darah dan harus segera didonor darahnya.
  2. Untuk menentukan genetisnya ia bergolongan darah apa , jika ia kawin dapat ditentukan anaknya , jika nggak sesuai silsilahnya ya patut dipertanyakan keturunannya itu OK
  3. di tahun terakhir ini golongan darah bisa digunakan untuk pola pola psikologis seseorang , biasanya jika wawancara pekerjaan / melihat tingkah laku /performance
  4. dari data golongan darah ternyata orang eropa umumnya bergolongan darah A atau AB sedang Australia bergolongan darah A dan O
DONOR dan RESIPIEN

Donor
  • Seorang disebut donor jika ia memberikan darah ke orang lain/ menyumbang darah
  • Seorang donor yang diperhatikan adalah ia punya aglutinogen apa karena yang diperlukan dalam tranfusi itu sel darah bukan plasma darah
  • jadi karena perlu sel darah dan sel darah mengandung aglitinogen maka aglutinogen pendonor mutlak harus diketahui supaya sesuai dengan resipien nya
  • Perlu diketahui ketika terjadi tranfusi darah / donor darah , plasma darah itu ditinggal tidak ikut di tranfusi ke dalam resipien yang didonorkan hanya sel darahnya maka harus tahu aglutinogennya , tidak perlu tahu aglutininnya
  • Bayangkan nanti jika seorang bergolongan darah O (donor universal) yang tak punya Aglutinogen di sel darahnya , namun punya aglutinin lengkap a dan b di plasmanya didonorkan ke A,B, atau AB ya pasti akan menggumpal semua kalau serum / plasma yang mengandung aglutinin a dan b ikut dimasukkan atau di tranfusikan OK
RESIPIEN
  • seorang yang menerima darah dari orang lain karena ia kekurangan darah
  • yang diperhatikan seorang sebagai resipien adalah kebalikan dari donor , ia punya aglutinin apa di plasma darahnya, ia punya a atau b , atau bahkan tidak punya aglutinin
  • karena aglutinin di plasma itu penghancur aglutinogen di sel maka sekarang jadi mudah di analisa , ketika resipien tidak punya aglutinin maka ia tak punya mesin penghancur
  • karena tidak punya penghancur , resipien di beri sel darah yang aglutinogennya apa saja ya tidak ada masalah
  • Contoh ya kalau masih bingung , jika ia bergologan darah A punya aglutinin b didonor oleh darah O yang tidak punya aglutinogen apa apa di sel darahnya sehingga nggak ada yang dihancurkan maka tidak ada masalah
  • jika seorang bergolongan darah O diberi darah bergolongan darah B ya pasti tewas karena sel darah yang mengandung aglutinogen B itu akan dihancurkan oleh aglutinin b milik resipiens , ya sia sia sel darah B yang dimasukkan kedalam karena pasti dirusak. OK
Untuk experimen penentuan golongan darah
  1. Jika darah mu diambil dari ujung jari kemudian diletakkan di obyek glass
  2. beri label masing masingnya
  3. Dengan menggunakan pipet tambahkan serum
  4. Amati dan analisa dengan pedoman yang tadi sudah di bahas pasti dapat diketahui golongan darahnya
  5. Pada gambar terlihat darah Ditya bergolongan B karena dengan diberi serum alpha tidak terjadi aglutinasi/menggumpal sedang Danang bergolongan darah A
contoh analisis : Jika ditetesi baik dengan serum a,b atau ab darah tiba tiba pada mengkerut semua ya pasti orang tersebut bergolongan darah AB
Kesimpulan
KONDISI DARAH NORMAL TIDAK TERJADI AGLUTINASI
Dalam proses transfusi darah, beberapa istilah yang berkaitan dengan proses transfusi darah sebagai berikut:
  1. Transfusi = proses pindah tuang darah
  2. Donor = orang yang memberikan sejumlah darah ke orang lain yang membutuhkan
  3. Resipien = orang yang menerima sejumlah darah dari orang lain
  4. Donor Universal = golongan darah yang bisa memberikan sejumlah darahnya ke orang lain. Golongan darah yang dimaksud adalah O
  5. Resipien Universal = Golongan darah yang dapat menerima sejumlah darah dari golongan darah lain. Golongan darah yang dimaksud adalah AB
  6. Serum = plasma tanpa fibrinogen
  7. Antigen = aglutinogen merupakan protein asing yang akan digumpalkan oleh antibodi / aglutinin
  8. Antibodi = protein plasma yang dapat menggumpalkan antigen / aglutinin
  9. Aglutinasi = penggumpalan darah akibat ketidakcocokan antara jenis aglutinogen donor dengan aglutinin resipien
 

GOLONGAN DARAH


GENETIKA GOLONGAN DARAH
Dengan memperhatikan tabel ini , diharapkan kita dapat menentukan golongan darah dari perkawinan seseorang hingga nantinya anak yang muncul mengikuti Hukum Mendel.


Dari tabel di atas terlihat bahwa orang tua AB tidak mungkin memiliki anak dengan golongan darah O!

Bagaimana kita bisa membuat tabel itu , tanpa menghafalkan lagi , itu yang dicari semua orang dalam memahami biologi.
Ada beberapa tips anda menjadi jago genetika Golongan darah
  1. Prinsipnya sederhana nggak muter muter hitungan genetika itu perlu pemahaman gamet
  2. Harus paham gamet untuk apa, karena turunan mahkluk hidup itu dibentuk oleh gamet
  3. Jika penentuan gamet sudah sulit ya udah deh nggak bakal bisa , Jika lancar sudah nggak perlu menghafal lagi (karena genetika bukan hafalan tetapi pemahaman seperti math)
  4. maka segera benahi pemahaman hafalan menjadi pemahaman yang analitik dalam pembeljaran biologi


Pedoman Genetika darah

Hubungan Fenotip, Genotip, dan Kemungkinan jenis sel Gamet
  1. Di tabel itu ada Fenotif apa maksudnya
  2. maksudnya Fenotif adalah yang sudah diketahui yang terlihat di luar ia bergolongan darah apa ,
  3. sedang Genotif itu struktur gennya tidak terlihat (dalam kromosom di inti)
  4. menurut Mendell untuk menentukan genotif perlu tahu fenotifnya , caranya sifat fenotif itu di kodekan, sehingga genotif selalu berupa kode. misal di tabel golongan darah A punya kode IAIA atau IAIO, bunga berwarna merah MM atau Mm etc
  5. Kenapa di tulis 2 kali kode genotif , karena itu individu , hasil fertilisasi 2 gamet maka diploid sehingga ditulisnya huruf depan dan belakang sama
  6. Setelah tahu kodenya tentukan gamet ( ingat gamet itu dibentuk secara miosis) maka selalu haploid , Jadi kodenya di tabel menjadi tunggal , misal dari kode genotif IAIA ditulis IA saja , jika IAIO ya ditulis IA dan IO
  7. Gamet ditulisnya 2 pangkat n = n nya heterozygot , Karena IAIA nggak ada yang heterozygotnya maka jadinya 2 pangkat 0 = 1 yaitu IA
lihat diagram


  • Karena sudah bisa menetukan gamet ya sudah masing masing gamet di satukan ketemu individunya
  • Sekarang di cek tabel data hasil perkawinan golongan darah sebagai latihan , dengan anda mencoba proses perkawinan dengan membuat diagram perkawinannya seperti diatas secara random , semakin banyak yang benar ya semakin OK

TEORI GOLONGAN DARAH

  • Penggolongan darah didasarkan pada ada tidaknya aglutinogen (antigen) tertentu di dalam sel darah merahnya.
  • Kita mengenal beberapa sistem penggolongan darah, diantaranya adalah sistem A, B, O; sistem M, N; dan sistem Rhesus (Rh).
Menurut sistem A, B, O penggolongan darah manusia dibedakan atas empat macam, yaitu
  1. Golongan darah A, apabila di dalam sel darah merahnya terdapat antigen A yang dikendalikan oleh gen I^A.
  2. Golongan darah B, apabila di dalam sel darah merahnya terdapat antigen A yang dikendalikan oleh gen I^B.
  3. Golongan darah A dan B, apabila di dalam sel darah merahnya terdapat antigen A dan B yang masing-masing dikendalikan oleh gen I^A dan I^B.
  4. Golongan darah O, apabila di dalam sel darah merahnya tidak terdapat antigen A dan B. keadaan ini timbul karena dikendalikan oleh gen I^O yang bersifat sensitif, baik terhadap gen I^A maupun I^B.
Ini tabel untuk menegaskan lagi OK
Golongan darah merupakan merupakan salah satu karakter yang diwariskan pada manusia.
  1. Golongan darah ini tergolong dalam allela ganda ( Multuple allela)
  2. Terdapat 3 jenis sistem penggolongan darah pada manusia yaitu sistem ABO, sistem MN dan sistem ABO
  3. dipelajari agar tidak terjadi kekeliruan dalam penentuan hasil keturunan




Golongan darah tipe MN



Sistem rhesus






Jika terjadi perkawinan Wanita bergolongan darah RH- (Rhesus negatif) dengan Laki laki RH +(Rhesus +) maka akan terjadi kasus Erythroblastosis Fetalis pada janin yang ke 2 sehingga meninggal dunia , sedang anak Pertmanya Selamat karena zat anti rhesus yang dibuat ibu untuk adaptif terhadap gangguan zat anti anak Rh+ yang dikandungnya belum banyak dan anak itu sudah lahir . OK

Untuk sekedar tahu Orang Eropa ( Caucasoid ) cenderung Rh - dan Orang Asiatic cenderung Rh +

Jika golongan Darahmu adalah B dan Rh + maka dituliskan dalam bidang kedokteran dengan Golongan darah B + , dan jika golongan darahmu itu Golongan darah O Rheus- maka dituliskan O-   .OK

PRAKTEK MENENTUKAN GOLONGAN DARAH


Alat dan Bahan
  1. Lancing device
  2. Blood lancet atau jarum
  3. Kaca obyek
  4. Anti A
  5. Anti B
  6. Kapas
  7. Alkohol 70%
  8. Pengaduk
  9. Pipet
  10. Sodium sitrat
  11. Air
TEORI

Cara kerja
A. Menentukan golongan darah
  1. Menyiapkan kaca tempat untuk meletakkan darah. (pada kaca ada 2 bagian, A dan B)
  2. Membersihkan ujung jari dengan menggunakan kapas yang dibasahi alcohol 70%
  3. Melakukan penusukan pada jari dengan menggunakan lancing device yang sudah dipasangi blood lancet steril.
  4. Menempatkan darah yang menetes pada kaca A dan B
  5. Menetesi bagian A dengan anti A, bagian B dengan anti B
  6. Mengaduk campuran darah dan zat anti dengan menggunakan pengaduk yang berbeda- beda.
  7. Mengulangi hal yang sama untuk orang lain.
  8. Memasukkan hasil pengamatan kedalam tabel pengamatan.
B. Penggumpalan darah
  1. Meneteskan darah pada kaca obyek di dua titik di sisi yang berlawanan (A dan B) dengan cara yang sama pada percobaan pertama.
  2. Menambahkan setetes larutan sodium sitrat pada tetesan A
  3. Menambahkan setetes air pada tetesan B
  4. Mengaduk setiap campuran tetesan tersebut dengan pengaduk yang berbeda hingga darah menggumpal, kemudian mencatat mana yang lebih dulu menggumpal.
CONTOH



Ketika darahnya ditetesi serum a ( anti A) tidak terjadi Aglutinase , namun dengan ditetesu serum (aglutinin b dan ab atau anti B dan anto AB) darahnya menggumpal maka dinyatakan ia bergolongan darah B . OK

Pertanyaan dan diskusi

Pada percobaan yang kamu lakukan apakah ada yang menggumpal? Kalau ada mengapa bisa terjadi penggumpalan?
  • Ya, ada yang menggumpal. Bisa terjadi penggumpalan karena aglutinogen bertemu dengan aglutininnya sehingga menyebabkan aglutinasi.
Apakah fungsi serum anti A dan anti B pada tes golongan darah?
  • Untuk mengetahui apakah darah akan menggumpal atau tidak ketika bertemu denganserum anti-A dan serum anti-B
Apakah darah semua orang memberikan hasil yang sama? Mengapa demikian?
  • Darah semua orang ada yang memberikan hasil yang sama ada yang tidak.Karena golongan darah setiap orang ada yang berbeda ada yang tidak.
Berdasar percobaan ada berapa macam golongan darah yang kamu test?
  • Menurut sistem AB0 ada 4 golongan darah yaitu A, B, AB dan 0. Tetapi dalam kelompok kami hanya ada 3 macam golongan darah yaitu B, AB dan 0
Apa manfaat tes golongan darah?
  • Agar kita dapat mengetahui golongan darah apa yang dapat kita terima ketika sewaktu-waktu kita memerlukan bantuan darah dari orang lain dan kita dapat mendonorkan darahkita kepada orang yang tepat.
Pada bagian mana dari darah yang mengandung aglutinogen dan aglutinin?
  • Aglutinogen terdapat pada eritrosit
  •  Aglutinin terdapat dalam plasma darah.
Manakah yang lebih cepat menggumpal, darah yang dicampur air atau darah yang dicampur sodium sitrat?
  • Yang lebih cepat menggumpal adalah darah yang dicampur air.
Apa pengaruh penambahan sodium sitrat pada penggumpalan darah?
  • Natrium sitrat dalam darah akan mengikat kalsium menjadi kompleks kalsium sitrat. Bahan ini banyak digunakan dalam darah untuk transfusi, karena tidak tosik.
Pada saat seseorang mendonorkan darah nya pada bank darah, sejumlah kecil sitrat ditambahkan pada darah, apa tujuannya?
  • Untuk mencegah pembekuan darah.

Support web ini

BEST ARTIKEL