Sunday, March 2, 2014

KURANG GREGET


Mengapa ya banyak orang (di Indonesia?) Wue Orang Indonesa ? Orang indonesia umumnya kurang inisiatif? Mereka maunya diberitahu; harus ini dan itu. Padahal semestinya mereka dapat mengambil inisiatif.

Saya bisa mengerti kalau ini hanya ada di kalangan orang yang tidak berpendidikan tinggi namun ternyata juga terjadi pada politikus , ekssekutif , yudikatif , Legislatif dan herannya ini juga saya temui dengan orang yang lulusan perguruan tinggi dan bahkan lebih tinggi lagi. Mereka hanya mau mengerjakan sesuatu kalau disuruh. Tidak ada inisiatif sama sekali.

Apa karena mereka takut salah? Padahal salah itu adalah hal yang biasa. Tidak perlu takut. Tidak perlu juga merasa defensif jika diberitahu itu salah. Biasa saja. Yang penting adalah menyadarinya kemudian memperbaikinya.

Nah, apakah Anda termasuk yang berani melakukan inisiatif? Ataukah harus disuruh-suruh? hehehe
Mulai besok dan seterusnya Gue tidak lagi demikian hehehe katanya , Udah lumayan meski janji

amdg

BELAJAR SABAR



Dari pengalaman ikut dalam pertemuan pembelajaran guru guru ASJI Indonesia (28 - 2 maret 2014) ada pengalaman baru yang bisa saya dapatkan setelah melihat dinamika proses pembelajaran dan share dari teman teman ASJI
   
Menjelaskan sesuatu – termasuk juga mengajarkan sebuah topik – ternyata membutuhkan kesabaran, yang kadang kadarnya harus luar biasa.
Seringkali kita tidak dapat menjelaskan sekali saja langsung dapat dimengerti. Kadang-kadang setelah berkali-kali mencoba menjelaskan ternyata tetap tidak dimengerti. Kalau sudah begini, seringkali kita  malah jadi frustasi dan marah-marah. he he he.
Ada beberapa alasan mengapa orang tidak dapat menerima apa yang kita sampaikan:

  1. belum cukup ilmu untuk dapat memahami / mengerti pentingnya apa yang kita ajarkan,
  2. penjelasan kita kurang baik, dan nggak jelas haha
  3. memang yang bersangkutan tidak mau mengerti (misalnya, karena sudah punya pemahaman yang berbeda).
Ketika kita  mengajar, mungkin yang paling sering dihadapi adalah yang nomor satu. Dulu ketika saya belajar Biometri ( Stsatistik Biologi ), saya tidak tahu untuk apa. Ilmu saya belum cukup. Setelah lulus, bertahun-tahun kemudian, baru mengerti untuk apa dan mengapa itu penting. ha ha ha.
Yang paling repot adalah yang nomor tiga, tidak mau mengerti. Yang ini malah kadang orangnya sudah memiliki ilmu yang cukup tinggi. Mestinya sih dia dapat mengerti, tapi tidak mau aja. Kalau sudah begini ya kita punya dua pilihan, menyerah atau menambahkan tingkat kesabaran. hehehe.
Sabar, sabar, sabar.

Support web ini

BEST ARTIKEL