Selasa, 15 Desember 2009

CROSSING OVER - PINDAH SILANG





  • Sebagian materi genetic kromosom  homolog yang berpasangan saling bertkar tempat sehingga materi gentik kromosom yang satu mendapat materi genetic kromosom pasangannya.   
  • Akibat proses ini sel anak akan mendapat kromosom dari sel paternal (ayah) dan maternal (ibu) sehingga terjadilah variasi sifat pada keturunan.  
  • Selanjutnya kromosom homolog saling memisahkan diri.

Pindah silang (Crossing over)
  • proses pertukaran Gen antara kromatid-kromatid yang bukan pasangannya pada sepasang kromosom homolog.
  • Tempat persilangan dua kromatid yang membentuk titik temu disebut chiasma
  • Proses terjadi ketika reproduksi sel secara miosis pada profase I , tepatnya pada fase diploten
  • Ahli yang mengembangkan oleh : Morgan
  • Ia menerapkan pada pada tanaman ercis bunga ungu pollen lonjong (PPLL) yang serbuk sari bunga itu disilangkan dengan bunga merah pollen bulat (ppll)
  • Hasilnya ternyata pada F1 adalah bunga ungu pollen lonjong (PpLl)
  • Namun ketika antara F 1 itu disilangkan terjadi hal aneh Hasil temuan pada F2 ternyata dihasilkan rasio fenotif tidak sesuai dengan hukum mendell; Ungu lonjong : Ungu Bulat : merah lonjong : merah bulat
Hasil Pindah silang akan terbentuk
  1. Kombinasi Parental (KP)
  2. Kombinasi Rekombinan (RK)
  • Gen yang berpautan tidak selamanya terpaut
  • Pindah silang menyebabkan pergantian alel diantara kromosom homolog, menghasilkan kombinasi yang tidak ditemukan pada induknya.
  • Pindah silang meningkatkan keaneka ragaman hayati genetik selain yang dihasilkan oleh pengelompokkan gen secara bebas.
Ketentuan
  • Nilai pindah silang adalah angka yang menunjukkan persentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang.
  • Nilai Pindah silang ( satuan dalam % ) sama dengan jarak gen
  • Nilai pindah silang juga sama dengan nilai rekombinasi gen berpautan.
  • Pindah silang terjadi jika 50% <>

  • Pada umumnya pindah silang dijumpai pada jenis betina maupun jenis yang jantan
  • Namun pada ulat sutra ( Bombyx mori) betina tidak pernah terjadi pindah silang.
  • Sementara itu, Drosophyla yang jantan tidak mengalami pindah silang.
Contoh soal pindah silang:

penyelesaian:

  1. Nilai pindah silang (NPS) sama dengan nilai RK = 8 %, yaitu jumlah rekombinasi hasil pindah silang.
  2. Perbandingan gamet yang terbentuk akibat adanya pindah silang PH : Ph : pH : ph = 23 : 2 : 2 : 23



Contoh lain:
  • Misalkan, dari seluruh populasi sel ada 20% sel mengalami pindah silang dan 80% lainnya tidak mengalami pindah silang, maka kombinas parental yang diperoleh adalah:
  1. AB = 50% X 0,8 = 40%
  2. ab = 50% X 0,8 = 40%
Sementara rekombinan yang mungkin dihasilkan adalah :

  1. AB = 25 % X 0,2 = 5 %
  2. Ab = 25 % X 0,2 = 5 %
  3. aB = 25 % X 0,2 = 5 %
  4. ab = 25 % X 0,2 = 5 %
  • Pada sel tersebut frekuensi kombinasi parentalnya, yaitu AB dan ab masing-masing 45% (40% + 5%) menjadi keseluruhan 90%. Sementara itu, frekuensi rekombinan yang terbentuk adalah 10%.
  • Peristiwa pindah silang dari gen yang terpaut akan menghasilkan kombinasi Parentgal lebih dari 50% , Kombinasi Parenthal lebih dari 50 % Adapun Rekombinasi dapat dipastikan kurang dari 50% 
 BEGINI PROSES LENGKAPNYA 

 KASUS GAMETOGENESIS 


1 komentar:

Anonim mengatakan...

daptar pustaka nya bagi dong