Tuesday, December 15, 2009

CROSSING OVER - PINDAH SILANG

Setelah ditanyakan tentang pembentukan gamet pada soal genetika mendel , Seorang siswa bertanya mengapa AaBb mempunyai empat gamet yaitu AB,Ab,aB dan ab kepada gurunya.
Kemudian Gurunya menjawab begini caranya dari buku buku dijelaskan pencarian gamet mempunyai Rumus 2 pangkat n , n heteroygot karena ada 2 genotif yang heterozgote maka jawabnya ada 4 OK
Lihat pada pembelajaran Genetika Mendel semua demikian .

Kemudian Siswa bertanya lagi kenapa AaBb yang ini jawabnya ada 2 gamet AB dan ab nggak ada Ab dan aB nya ....gurunya bingung keluar

Sebenarnya dua jawaban diatas benar karena jika kita tahu dari permasalahan utamanya penentuan jumlah Gamet dalam Gametogenesis. Baik pada Spermaogenesis dan Oogenesis dijelaskan setiap induk gamet yang berupa Spermatogonium dan Oogonium mempunyai (2n) selalu membelah secara miosis menjadi 4 sel anakan berupa ovum dan sperma yang kromosomnya haploid (n)

Dalam pembentuka gamet itu pada Profase awal miosis pada fase Diploten Gamet biasanya terjadi Crossing Over namun ada juga yang nggak sehingga gen masih Linkage. jika Crossing Over atau pindah silang terbentuk empat gamet namun jika tidak terjadi karena Linkage hanya ada dua OK

Jadi kalau Mendel dalam genetikanya selalu sering menggunakan terbentuknya gamet AaBb ada empat karena teradi Crossing Over sehingga didapat gen Ab dan juga aB berbeda dari induknya OK

Agar semakin jelas hari ini saya share CROSSING OVER ok           



      





  • Sebagian materi genetic kromosom  homolog yang berpasangan saling bertkar tempat sehingga materi gentik kromosom yang satu mendapat materi genetic kromosom pasangannya.   
  • Akibat proses ini sel anak akan mendapat kromosom dari sel paternal (ayah) dan maternal (ibu) sehingga terjadilah variasi sifat pada keturunan.  
  • Selanjutnya kromosom homolog saling memisahkan diri.
Pindah silang (Crossing over)




  • proses pertukaran Gen antara kromatid-kromatid yang bukan pasangannya pada sepasang kromosom homolog.
  • Tempat persilangan dua kromatid yang membentuk titik temu disebut chiasma
  • Proses terjadi ketika reproduksi sel secara miosis pada profase I , tepatnya pada fase diploten
  • Ahli yang mengembangkan oleh : Morgan
  • Ia menerapkan pada pada tanaman ercis bunga ungu pollen lonjong (PPLL) yang serbuk sari bunga itu disilangkan dengan bunga merah pollen bulat (ppll)
  • Hasilnya ternyata pada F1 adalah bunga ungu pollen lonjong (PpLl)
  • Namun ketika antara F 1 itu disilangkan terjadi hal aneh Hasil temuan pada F2 ternyata dihasilkan rasio fenotif tidak sesuai dengan hukum mendell; Ungu lonjong : Ungu Bulat : merah lonjong : merah bulat

Hasil Pindah silang akan terbentuk
  1. Kombinasi Parental (KP)
  2. Kombinasi Rekombinan (RK)
  • Gen yang berpautan tidak selamanya terpaut
  • Pindah silang menyebabkan pergantian alel diantara kromosom homolog, menghasilkan kombinasi yang tidak ditemukan pada induknya.
  • Pindah silang meningkatkan keaneka ragaman hayati genetik selain yang dihasilkan oleh pengelompokkan gen secara bebas.
Ketentuan
  • Nilai pindah silang adalah angka yang menunjukkan persentase kombinasi baru yang dihasilkan akibat terjadinya pindah silang.
  • Nilai Pindah silang ( satuan dalam % ) sama dengan jarak gen
  • Nilai pindah silang juga sama dengan nilai rekombinasi gen berpautan.
  • Pindah silang terjadi jika 50% <>

  • Pada umumnya pindah silang dijumpai pada jenis betina maupun jenis yang jantan
  • Namun pada ulat sutra ( Bombyx mori) betina tidak pernah terjadi pindah silang.
  • Sementara itu, Drosophyla yang jantan tidak mengalami pindah silang.
Contoh soal pindah silang:

penyelesaian:

  1. Nilai pindah silang (NPS) sama dengan nilai RK = 8 %, yaitu jumlah rekombinasi hasil pindah silang.
  2. Perbandingan gamet yang terbentuk akibat adanya pindah silang PH : Ph : pH : ph = 23 : 2 : 2 : 23



Contoh lain:
  • Misalkan, dari seluruh populasi sel ada 20% sel mengalami pindah silang dan 80% lainnya tidak mengalami pindah silang, maka kombinas parental yang diperoleh adalah:
  1. AB = 50% X 0,8 = 40%
  2. ab = 50% X 0,8 = 40%
Sementara rekombinan yang mungkin dihasilkan adalah :

  1. AB = 25 % X 0,2 = 5 %
  2. Ab = 25 % X 0,2 = 5 %
  3. aB = 25 % X 0,2 = 5 %
  4. ab = 25 % X 0,2 = 5 %
  • Pada sel tersebut frekuensi kombinasi parentalnya, yaitu AB dan ab masing-masing 45% (40% + 5%) menjadi keseluruhan 90%. Sementara itu, frekuensi rekombinan yang terbentuk adalah 10%.
  • Peristiwa pindah silang dari gen yang terpaut akan menghasilkan kombinasi Parentgal lebih dari 50% , Kombinasi Parenthal lebih dari 50 % Adapun Rekombinasi dapat dipastikan kurang dari 50% 
 BEGINI PROSES LENGKAPNYA 

 KASUS GAMETOGENESIS 




2 comments:

Anonymous said...

daptar pustaka nya bagi dong

Anonymous said...

Enak aja

Support web ini

BEST ARTIKEL