Minggu, 27 Desember 2009

HATI - HEPAR


Hati sering disebut dengan hepar merupakan kelenjar terbesar dan terpenting di dalam tubuh kita , hati merupakan organ detoksifikasi yang paling ampuh di tubuh, jika organ ini hilang ya sudah ia tidak punya hati maka tubuhnya menjadi beracun , berarti sebutan tidak punya hati itu sangat menyakitkan.
  • Hati terletak dalam rongga perut sebelah kanan,
  • Tepatnya letak hati di bawah diafragma ( sekat rongga dada)
  • Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan massanya lebih kurang 2 kg.
  • Hati terbagi dalam dua belahan utama, yaitu belahan kanan dan kiri.
  • Hati berperan sebagai alat ekskresi sekaligus alat sekresi, karena hati menghasilkan cairan empedu yang berguna dalam proses pencernaan lemak, tepatnya untuk mengemulsi lemak setelah cairan empedu itu dialirkan ke usus dua belas jari dan bereaksi dengan lemak
  • Berdasarkan fungsinya sebagai alat ekskresi. hati membantu fungsi ginjal dengan cara membersihkan darah yang telah mati yang setelah 120 hari yang bangkainya ada di pembuluh darah dengan memecahnya menjadi Hemin , Globin dan Fe , Hemin dijadikan cairan empedu , Fe dan globin dikirim ke sumsum dijadikan darah baru . Hati diluar sebagai organ ekskresi juga membantu tubuh menetralkan racun dan berbagai fungsi seperti juga memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari hasil pembongkaran protein membentuk asam amino dan sekaligus pembongkaran asam amino tersebut, memcah racun peroksida H2O2 yang toksik menjadi H2O dan O2 dengan enzim katalaseyang dipunyainya
  • Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
  • Sebagai kelenjar hati menghasilkan empedu mencapai ½ liter setiap hari.
  • Empedu berasal dari hemoglobin sel darah merah yang telah tua ( setelah 120 hari).
  • Empedu merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit.
  • Zat ini disimpan di dalam kantong empedu .
  • Empedu mengandung kolesterol dan garam empedu , pigmen bilirubin, dan biliverdin.
  • Empedu yang disekresikan berfungsi untuk megemulsikan lemak, mengaktifkan lipase,
  • Empedu juga membantu daya absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air.
Proses pembentukan empedu
  • Sel-sel darah merah dirombak di dalam hati.
  • Hemoglobin yang terkandung di dalamnya dipecah menjadi zat besi, globin, dan heme/hemin
  • Zat besi dan globin didaur ulang dikirim ke sumsum merah tulang belakang menjadi darah baru , sedangkan heme dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin yang bewarna hijau kebiruan dikirim ke empedu
  • Di dalam usus zat empedu ini mengalami oksidasi menjadi urobilin berwarna kuning sehingga warna feses dan urin kekuningan.
  • Apabila saluran empedu di hati tersumbat, empedu masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita menjadi kekuningan.
  • Orang yang demikian dikatakan menderita penyakit kuning atau dikenal dengan hepatitis .
Hati juga menghasilkan enzim Arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornintin dan urea. Ornintin yang terbentuk dapat mengikat NH³ dan CO² yang bersifat racun.
Fungsi lain dari hati adalah mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dikeluarkan dalam empedu dan urine , serta mengubah Glukosa yang diambil dari darah menjadi glikogen yang disimpan di sel-sel hati. Glikogen kan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai respons meningkatnya kebutuhan energi oleh tubuh

Bagian-bagian Hati

Fungsi Hati
Selain sebagai alat pengeluaran, hati berfungsi sebagai berikut :
  • menyimpan gula dalam bentuk glikogen dengan bantuan Adrenalin
  • menawarkan racun. ( Racun H2O2 menjadi H2O + O2 )dengan bantuan enzim katalase DAN (Racun NH3 menjadi Urea)
  • mengubah provitamin A menjadi vitamin A.
  • mengatur kadar gula dalam darah sehingga Glukosa (gula darah) terpenuhi dengan merombak Glikogen ( gula otot) menjadi Glukosa dengan bantuan hormon insulin.
  • membuat fibrinogen serta protombin untuk pembekuan darah
  • tempat pembentukan urea
  • menghasilkan cairan empedu (hemin) dengan merombak darah yang tua/rusak menjadi Fe , Globin dan Hemin untuk billus empedu

  • pembentukan asam piruvat kembali dari asam laktat ( asam lelah) hasil fermentasi dalam Siklus Cory
--> Merombak kelebihan asam amino ( deaminasi)
  • Membentuk protombin dan fibrinogen
  • Membentuk ptotein darah albumin dan globulin

  • UNTUK DETAILNYA SEBAGAI BERIKUT
    PERAN HATI DETAIL
    1. Fungsi hati sebagai metabolisme karbohidrat
    • Pembentukan, perubahan dan pemecahan Karbohidrat , lemak dan protein saling berkaitan 1 sama lain.
    • Hati mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen,
    • mekanisme perubahan glukosa menjadi Glikogen itu disebut Glikogenesis.
    • Glikogen lalu ditimbun di dalam hati
    • Kemudian hati akan memecahkan glikogen menjadi glukosa jika suatu saat diperlukan dalam aktivitas
    • Proses pemecahan glikogen menjadi glukosa disebut Glikogenelisis.
    • Karena proses-proses ini, hati merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh,
    • Selanjutnya hati mengubah glukosa melalui heksosa monophosphat dan terbentuklah pentosa.
    • Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan:
    1. Menghasilkan energi
    2. Biosintesis dari nukleotida, nucleic acid dan ATPM
    3. Membentuk/ biosintesis senyawa 3 karbon (3C)yaitu piruvic acid (asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs).
    2. Fungsi hati sebagai metabolisme lemak
    Hati tidak hanya membentuk/ mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :
    1. Senyawa 4 karbon – Keton Bodies
    2. Senyawa 2 karbon – Acetil dari pembongkaran piruvat (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol)
    3. Pembentukan cholesterol
    4. Pembentukan dan pemecahan fosfolipid
    • Hati merupakan pembentukan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresi kholesterol .
    • Dimana serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid
    3. Fungsi hati sebagai metabolisme protein
    • Hati mensintesis banyak macam protein dari asam amino. dengan proses deaminasi,
    • Hati juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino.Dengan proses transaminasi,
    • Hati memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen.
    • Hati merupakan satu-satunya organ yg membentuk plasma albumin dan ∂ – globulin dan organ utama bagi produksi urea.
    • Urea merupakan end product metabolisme protein.∂ – globulin selain dibentuk di dalam hati, juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang β – globulin hanya dibentuk di dalam hati.albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66.000
    4. Fungsi hati sehubungan dengan pembekuan darah
    • Hati merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah
    • Protein protein misalnya: membentuk fibrinogen, protrombin, faktor V, VII, IX, X.
    • Benda asing menusuk kena pembuluh darah – yang beraksi adalah faktor ekstrinsi, bila ada hubungan dengan katup jantung – yang beraksi adalah faktor intrinsik.
    • Fibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor XIII,
    • Sedangakan Vit K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi.
    5. Fungsi hati sebagai metabolisme vitamin
    • Semua vitamin disimpan di dalam hati khususnya vitamin A, D, E, K
    6. Fungsi hati sebagai detoksikasi
    • Hati adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi, metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun, obat over dosis.
    7. Fungsi hati sebagai fagositosis dan imunitas
    • Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ∂ – globulin sebagai imun livers mechanism.
    8. Fungsi hati untuk ekskresi Urea
    -->
    • Urea adalah hasil ekskresi /ekskret yang dibuat oleh hati ketika terjadi pembongkaran protein .
    • Pada Pembongkaran Protein menjadi asam amino dan pembentukan asam amino 1 menjadi asam amino lainnya selalu dilepaskan Amoniak (NH3)
    • Senyawa nitrogen amoniak ini sangat toksik jika dilepaskan ke darah
    • Maka sebelum dikeluarkan dirombak oleh hati menjadi senyawa yang lebih soft /ramah yaitu berupa senyawa Urea ,
    • Maka emang benar hati sebagai penawar racun , maka kalau ada orang enggak punya hati ya cenderung beracun , marah melulu hehehe.
    • Proses fisiologisnya sebagai berikut

    • Urea yang terbentuk itu kemudian dibawa oleh darah dibawa ke ginjal untuk dibuang membentuk urine ( yang tentu ada kandungan ureanya)

    8. Fungsi hemodinamik
    • Hati menerima ± 25% dari cardiac output, aliran darah hati yang normal ± 1500 cc/ menit atau 1000 – 1800 cc/ menit.
    • Darah yang mengalir di dalam a.hepatica ± 25% dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hati.
    • Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis, pengaruh persarafan dan hormonal, aliran ini berubah cepat pada waktu exercise, terik matahari, shock.
    • Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah.

    JADI
    Fungsi hati antara lain untuk :
    1. Metabolisme karbohidrat, lemak dan protein menjadi zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk hidup dan tumbuh
    2. Memproduksi cairan empedu yang diperlukan untuk membantu mencerna makanan dan menyerap zat gizi penting.
    3. Menyediakan enzim yang diperlukan untuk metabolisme
    4. Membantu pembekuan darah
    5. Memproduksi beberapa macam hormon.
    6. Menyimpan beberapa macam vitamin (A,D,K dan B12), mineral (termasuk zat besi) dan gula
    7. Mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta pengeluaran kolesterol
    8. Membersihkan darah dari zat-zat racun (termasuk racun dari obat-obatan)
    9. Metabolisme alkohol
    10. Membantu menghambat infeksi
    11. Mengeluarkan bakteri dari aliran darah.
    REFLEKSI
    Dengan Cangggihnya Hatimu maka bertanyalah pada hatimu ...sepertinya iya
    • Setiap orang memiliki cermin di dalam diri, itulah hati nurani.
    • Perkataan hati nurani adalah kejujuran.
    • Anjurannya adalah kebaikan.
    • Kecenderungannya adalah pada kebenaran, sifatnya adalah kasih sayang.
    • Ia akan tenang bila kita berbuat baik dan gelisah bila kita berbuat dosa.
    • Bila ia bersih dan sehat maka ia akan menjadi juru bicara Tuhan di dalam diri kita.
    • Bila ia bening dan berkilat maka ia akan menangkap wajah Tuhan.
    • Hanya sayangnya kita sering mencampakkan nurani kita sendiri bahkan membunuhnya dengan perilaku-perilaku kita.
    • Curang hanya demi serupiah keuntungan, bohong hanya untuk kesenangan sesaat, kikir padahal harta melimpah, dengki terhadap kebahagian orang lain, menolak kebenaran karena sebuah gengsi.
    • Akibatnya nurani kita tertutup dan mati sehingga tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
    Seorang sahabat Nabi Saw menanyakan tentang bagaimanakah cara membedakan antara kebajikan dan dosa.
    • Nabi bersabda “Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu, wahai Wabishah.
    • Sesuatu itu adalah kebaikan bila ia membuat hati tenteram, membuat jiwa tenteram, sedangkan dosa membuat kegelisah dalam hati dan kegoncangan dalam dada.
    • (Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu), meskipun orang-orang telah memberikan pendapat mereka kepadamu tentang hal itu.

    Namun bagi orang yang berhati munafik, banyak berbuat dosa dan maksiat akan sulit sekali mendapatkan pertimbangan hati.
    • Karena hatinya sudahnya tertutup oleh tumpukan dosa, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan tidak ada lagi rasa malu atau perasaan tidak enak ketika melakukan suatu perbuatan berdosa.
    • Hati, mata, dan telinganya sudah ditutup.
    • Makanya orang tersebut sering sekali melakukan dosa, misalnya berdusta/berbohong dan akan terus dilakukannya tanpa ada perasaan bersalah/berdosa lagi.
    Sekarang ini cobalah kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, pada posisi mana kita berada saat ini.
    • Apakah kita termasuk orang yang merasa ”tidak nyaman” ketika kita mau melakukan perbuatan dosa? Atau kita tidak merasakan ketidaknyamanan itu lagi?
    • Kalau iya, kita masih merasakan ketidaknyamanan, kegelisahan ketika kita mau melakukan suatu perbuatan dosa, maka bersyukurlah, itu berarti hati nurani kita masih hidup dan pertahankan serta tingkatkanlah, ketakwaan, keimanan dan kedekatan kita kepada Allah.
    • Namun jika ternyata kita temukan diri kita, sudah tidak pernah merasakan rasa bersalah, gelisah, saat kita mau dan sudah melakukan perbuatan dosa, maka segera bertobatlah, karena jangan-jangan kita sudah terlalu lama berada dalam kelompok orang-orang yang tidak malu melakukan dosa, atau merasa biasa-biasa saja ketika melakukan suatu perbuatan dosa yang kita anggap sebagai dosa kecil, misalnya berdusta?
    Tanyakan dengan jujur pada diri kita masing-masing, dan hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.

    Tidak ada komentar: