Selasa, 29 Desember 2009

JENIS TULANG


Jenis dan Fungsi Tulang pada Manusia
Menurut jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Tulang Rawan(Kartilago)
  • Tulang rawan merupakan jaringan penyokong tersusun secara khusus yang dibentuk oleh Chondrogen
  • Chondrogen meliputi Chondroblast dan chondrosit  atau  sel-sel tulang rawan Chondrosit dibentuk oleh Chndroblast
  • Kartilago dengan ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung serat kolagen dan matriks ekstracelluler tang elastis (CONDRIN) berupa  zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.
  • Matriks ini baik warna dan komposisinya bisa digunakan untuk pengelompokan jenis Tulang rawan  
  • Tulang rawan banyak terdapat pada
  1. Pada ujung ujung tulang yang muda ( Cakra Epifisa)
  2. Penyusun ruang antar tulang yang berupa sendi sehingga terjadi mobilitas
  3. Penyusun tulang pada anak kecil
  4. pada orang dewasa terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang.permukaan persendian
  5. kerangka janin ketika di kandungan

  • Mengapa bila anak-anak mengalami patah tulang, cepat menyambung kembali?
  • Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali serta pada anak anak jaringan nya tentu sangat meristematis / muda
Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.
  • Skema diagram pengerasan endochondral. (A, B) sel Mesenchymal mengembun dan membedakan ke dalam kondrosit untuk membentuk model tulang rawan tulang.
  • (C) kondrosit di tengah poros mengalami hipertrofi penyusutan dan apoptosis ketika mereka berubah dan mengisikan dgn mineral matriks ekstraseluler mereka.
  • Kematian mereka memungkinkan pembuluh darah masuk.
  • (D, E) Pembuluh darah membawa osteoblast, yang mengikat tulang deposit merosot matriks tulang rawan dan matriks.
  • (FH) Pembentukan tulang dan pertumbuhan terdiri dari susunan sel tulang yang terus berkembang biak, hipertrofi, dan mineralizing kondrosit.
  • Pusat osifikasi sekunder juga bentuk sebagai pembuluh darah masukkan di dekat ujung tulang.
Berdasarkan bahan pembentuknya, tulang dibagi menjadi 2 jenis yakni
  1. tulang sejati/ keras (osteon)
  2. tulang rawan/kartilago (cartilage).
  • Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit) yang mensekresikan matriks (kondrin) berupa hialin atau kolagen. 
  • Tulang rawan pada anak anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin.
  • Sebaliknya, pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung kondroblas (pembentuk kondrosit).
Tulang rawan terdiri dari tiga tipe berdasarkan warna dan substansi yang ada di matriks ( sela) yaitu:
  1. Tulang rawan hialin, tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mengandung serat-serat kolagen dan chondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung dan rangka janin.
  2. Tulang rawan elastis, tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.
  3. Tulang rawan fibrosa, tulang yang mengandung banyak sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang pubis
Perbedaan klasik lainnya yang bisa digunakan dari tiga jenis jaringan kartilago diatas yaitu 
  • Pada jaringan kartilago hialin selalu ditutupi oleh perichondrium (lapisan jaringan ikat kolagen padat), yang tidak memiliki pembuluh darah dan saraf dan relatif mobile. 
  • Pada tulang rawan Elastin mirip jaringan hialin yaitu memiliki serat elastis berlimpah dalam matriks, ditambah banyak serat kolagen tipis. Selanjutnya, sel-sel tulang rawan memiliki akumulasi lebih tinggi dari glikogen dan lemak. 
  • Dan pada kartilago fibrosa, juga disebut fibrocartilage, memiliki serat kolagen dan tidak seperti dua lainnya, perichondrium tidak ditemukan sebagai pembungkus .

  • Tulang rawan pada orang dewasa antara lain terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga.



Tulang Keras(Osteon)
  • Tulang keras / Tulang sejati dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras.
  • Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat ( CaCO3 ) dan kalsium fosfat ( Ca( PO4 )2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.
  • Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang.
  • Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem rangka.
  • Tulang keras / sejati (osteon) tersusun atas sel tulang sejati (osteosit).
  • Tulang pada vertebrata berfungsi sebagai pamberi bentuk tubuh, melindungi organ-organ vital, tempat melekatnya otot-otot, sebagai tempat pembentukan sel-sel darah, dan sebagai alat gerak pasif.
  • Tulang berfungsi membentuk tubuh karena sifat tulang yang keras dan tidak dapat berubah bentuk.
  • Contoh tulang yang berfungsi sebagai pelindung organ vital adalah tengkorak yang berfungsi melindungi otak dan tulang rusuk melindungi paru-paru dan jantung
Proses Penulangan (Osifikasi)
  • Rangka pada manusia mulai terbentuk lengkap pada akhir bulan kedua, atau awal bulan ketiga dari kehamilan.
  • Semua rangka tersebut masih dalam bentuk kartilago.
  • Rangka ini berasal dari jaringan ikat embrional atau mesenkim.
  • Setelah kartilago terbentuk, rongga yang ada di tengahnya akan segera berisi sel-sel pembentuk tulang atau osteoblast.
  • Sel-sel ini juga menempati jaringan pengikat di sekeliling rongga.
  • Sel-sel tulang terbentuk secara konsentris, artinya pembentukannya bermula dariarah dalam terus keluar mengelilingi pusat.
  • Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari suatu pembuluh darah dan serabut saraf, membentuk satu sistem yang disebut sistem Havers.
  • Di antara sel-sel tulang terdapat zat sela atau matriks yang tersusun atas senyawa protein.
  • Pembuluh darah dari sistem Havers ini bercabang-cabang menuju ke matriks, mengangkut zat fosfor, dan pengerasan tulang ini dinamakan osifikasi atau penulangan.
  • Bila matriks tulang berongga, maka akan membentuk tulang spons.
  • Bilamatriksnya padat dan rapat, maka akan terbentuk tulang kompak atau tulang keras.
Contoh Tulang sejati adalah
  • tulang paha
  • tulang lengan
  • tulang betis
  • tulang selangka
Bentuk Tulang
Menurut bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu:
  1. Tulang pipa
  2. Tulang Pipih
  3. Tulang pendek
Tulang Pipa
  • Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga
  • Contohnya :
  1. tulang paha
  2. tulang lengan atas
  3. tulang jari tangan
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah

Bagian-Bagian Tulang Pipa
  1. Epifise: bagian ujung tulang yang terdiri atas tulang rawan.
  2. Diafise: bagian tengah yang memanjang dan di pusatnya terdapat rongga berisi sumsum tulang. Rongga ini terbentuk karena aktivitas osteoblas atau perombak sel-sel tulang.
  3. Cakraepifise: bagian sempit di antara epifise dan diafise. Bagian ini terdiri atas tulang rawan yang kaya osteoblas. Pada orang dewasa yang tidak tumbuh meninggi lagi, bagian ini sudah menulang semua.
2. Tulang pipih
Bentuknya pipih ( gepeng )
Contohnya:
- tulang belikat
- tulang dada
- tulang rusuk
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih

3. Tulang pendek
  • Bentuknya pendek dan bulat
  • Contohnya:
  1. ruas-ruas tulang belakang
  2. tulang pergelangan tangan
  3. tulang pergelangan kaki
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
Contoh tulang sejati ( tulang keras) sebagai anggota gerak ( Limb) atau dalam Osteologi disnut Rangka Apendikular yaitu
Limb (anggota gerak)

  • Anggota gerak terdiri dari anggota gerak atas (tangan) dan anggota gerak bawah (tungkai). Rangka anggota gerak atas terdiri dari tulang-tulang anggota gerak atas yakni:
  1. bagian atas yang membentuk sendi peluru dengan tulang belikat.
  2. bagian bawah yang membentuk sendi engsel dengan tulang hasta dan tulang pengumpil
  3. Tulang hasta yang membentuk tulang lengan bawah.
  4. Tulang pangkal tangan yang merupakan rangka pergelangan tangan. Tulang pangkal tangan ini berjumlah 8 buah
  5. Tulang tapak tangan berjumlah 5 buah.
  6. Tulang ruas-ruas jari tangan sebanyak 14 buah. Antara ruas satu dengan yang lain dihubungkan dengan sendi engsel sehingga bisa ditekuk dan digerak-gerakkan.

Rangka anggota gerak bawah terdiri dari tulang-tulang tungkai yaitu:
  1. Tulang paha yang pada bagian atasnya membentuk seperti tombol dan membentuk sendi peluru dengan tulang panggul.
  2. Tulang kering, ukurannya besar dan kuat membentuk sendi engsel dengan tulang paha serta mempunyai tonjolan pada ujung bagian bawahnya yang disebut dengan mata kaki dalam.
  3. Tulang betis, terdapat di belakang tulang kering. Pada bagian bawah tulang terdapat mata kaki luar. Tulang betis berfungsi sebagai tempat melekatnya otot kaki.
  4. Tempurung lutut (patella) merupakan bagian dari tungkai.
  5. Tulang pangkal kaki, berjumlah 7 buah. Tulang pangkal kaki ini antara satu dengan lainnya dihubungkan oleh jaringan pengikat yang membentuk suatu susunan. Tulang yang terbesar berguna untuk tulang loncat dan tulang tumit.
  6. Tulang tapak kaki, sebanyak 5 buah membentuk telapak kaki.
  7. Tulang ruas-ruas jari kaki, tersusun dari 14 ruas tulang.

1 komentar:

Aziizun Sabiila mengatakan...

wh, ada tugas dari guru nih, disuruh menyebutkan tulang (osteon) penyusun anggota gerak pada manusia tapi semuanya pakai bahasa latin.