Minggu, 13 Desember 2009

KLASIFIKASI INVERTEBRATA

P-C-P-N-A-M-A-E


Phylum Porifera

Porifera adalah binatang atau hewan berpori karena tubuhnya berpori-pori mirip spon dengan bintang karakter terkenal spongebob squarepants hidup di air dengan memakanmakanan dari air yang disaring oleh organ tubuhnya. Contohnya : bunga karang, spons,
grantia.


Sponge

Phylum Coelenterata
Coelenterata adalah hewan berongga bersel banyak yang memiliki tentakel contohnya seperti ubur-ubur dan polip. Simetris tubuh coelenterata adalah simetris bilateral hidup di laut.
Contohnya yaitu hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.


Coelenterata



Phylum Platyhelminthes
Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan pusat syarah yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit pada binatang / hewan atau manusia. Contohnya antara lain seperti planaria, cacing pita, cacing hati, polikladida.



Phylum Nemathelminthes
Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah.
Contoh cacing gilik : cacing askaris, cacing akarm cacing tambang, cacing filaria.


Ascaris
  • Nemathelmintes sering disebut Cacing Nematoda / Cacing gilig. 
  • Tubuh dari cacing ini gilig, tidak bersegmen, kulitnya halus, licin, dan dilapisi oleh kutikula. 
  • Apabila dipotong tubuhnya, akan terlihat tubuhnya bersifat bilateral simetris dan termasuk golongan hewan yang triplobastik pseudoselomata. 
  • Memiliki sistem pencernaan sempurna dan cairan tubuh pada coelom yang berfungsi sebagai sistem peredaran darah. 
  • Phylum Nematoda ini ditemukan di habitat air, tanah lembap, jaringan tumbuhan serta pada cairan dan jaringan hewan lainnya. 
  •  Menurut Campbell (1998: 602), sekitar 80.000 spesies Nematoda telah diketahui. Nematoda yang ada, jumlahnya 10 kali lipat dari nematoda yang telah diketahui. 
  • Ukuran nematoda berkisar dari yang berukuran kurang dari 1 mm hingga lebih dari 1 m. 
  • Nematoda ada yang hidup bebas dan juga parasit pada hewan lainnya. 
  • Nematoda umumnya bereproduksi secara seksual. 
  • Kelamin jantan dan betinanya terpisah pada individu yang berbeda. 
  • Ukuran tubuh betina biasanya lebih besar dari jantan. 
  • Fertilisasi terjadi secara internal dan betina mampu menghasilkan telur sebanyak 100.000 butir atau lebih setiap harinya. 
  • Cacing jantan umumnya lebih kecil daripada cacing betina. 
  • Terlihat juga mulut dan anus di dalamnya juga terdapat usus, jadi sistem pencernaannya sudah lengkap. 
  • Tahukah Anda cacing ini tidak memiliki sistem pembuluh darah dan sistem pernapasan? 
  • Bagaimana dia melakukan pernapasan?
Gambar 8.25 Contoh cacing Nemathelminthes 
Gambar 8.25 Contoh cacing Nemathelminthes
Contoh spesies filum ini, antara lain 
  1. Ascaris lumbricoides - Cacing perut 
  2. Ancylostoma duodenale - Cacing tambang 
  3. Oxyuris vermicularis  - Cacing kremi
  4. Wuchereria bancrofti - Cacing filaria  
Cacing Perut (Ascaris lumbricoides).
  • Cacing ini hidup sebagai parasit kedua ujungnya meruncing dan berwarna merah muda. 
  • Karena hidupnya di dalam usus manusia, maka cacing ini mengisap sari makanan yang ada di dalam usus.
Gambar 8.26 Ascaris lumbricoides
  • Cacing perut atau yang disebut juga 
  • Cacing gelang merupakan parasit pada usus halus manusia. 
  • Cacing dengan panjang 15 cm –35 cm ini memiliki warna tubuh putih kekuning-kuningan, mulut di bagian anterior, dan dilengkapi 3 buah bibir. 
  • Cacing betina mampu menghasilkan sekitar 200 ribu telur dalam satu kali pengeluaran. 
  • Telur terbawa bersama feses dan dapat masuk tubuh melalui makanan atau telapak kaki. 
  • Dalam usus halus, telur menetas dan menjadi larva kecil. 
  • Setelah menembus dinding usus, larva terbawa aliran darah sampai jantung dan paru-paru. 
  • Dalam paru-paru, larva dapat mencapai trakea sehingga tertelan kembali ke usus halus dan tumbuh dewasa. 
  • Cacing gelang ini merupakan penyebab penyakit ascariasis. 
  •  Pada penderita cacingan, kadang-kadang cacing ini akan keluar bersama feses (kotoran manusia). 
  • Karena suhu badan penderita lebih panas, maka cacing tersebut tidak tahan berada di dalam usus dan akan bergerak keluar, bahkan ada yang keluar melalui kerongkongan. 
  • Telur yang telah membentuk embrio mula-mula keluar bersama feses kemudian termakan oleh manusia bersama-sama makanan atau minuman. 
  • Selanjutnya, akan menetas di dalam perut manusia dan larva tersebut menuju ke dinding usus masuk dalam pembuluh darah menuju ke jantung. 
  • Dari jantung kemudian menuju paru-paru. 
  • Larva akan bergerak ke faring/kerongkongan. 
  • Apabila larva tersebut tertelan, maka masuk lagi ke dalam usus dan menetap hingga menjadi dewasa. 
  • Coba Anda pikirkan bagaimana jika cacing ini sampai ke mata atau otak? 
  • Setelah Anda mengetahui daur hidupnya, coba buatlah skema daur hidupnya agar Anda lebih jelas dan mudah untuk mempelajarinya! 
  • Bagaimana cara kita menghindari penyakit cacing ini? 
  • Usaha yang dapat kita lakukan adalah makan makanan yang bersih, tertutup rapat, agar terhindar dari lalat dan debu yang mengandung telur cacing. 
  • Selain itu, kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. 
  • Mengapa penyakit cacingan sering menyerang anak-anak?
Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale). 
  • Mengapa cacing ini disebut cacing tambang? 
  • Pada waktu itu, cacing tersebut banyak menyerang orang-orang yng bekerja di daerah pertambangan yang menginfeksi melalui kulit kaki. 
  • Cacing ini hidup di dalam usus manusia yang mempunyai alat kait untuk mencengkeram dan mengisap darah. 
  • Daur hidupnya hampir sama dengan cacing perut, hanya telurnya menetas di tempat yang becek. 
  • Apabila ada seseorang yang menginjak tanah tersebut, maka larva akan menempel dan menembus kaki kemudian masuk ke peredaran darah, selanjutnya akan mengalami daur hidup seperti cacing perut. 
  • Seseorang yang menderita penyakit cacing ini bisa terserang anemia. 
  • Mengapa dapat menyebabkan penyakit anemia? 
  • Ancylostoma duodenale hidup di Afrika dan Necator americanus hidup di Amerika.
Cacing Kremi (Enterobius vermicularis/Oxyuris vermicularis). 
  • Penyakit ini sering diderita anak-anak kecil. 
  • Penyakit ini menyebabkan rasa gatal terus-menerus di sekitar dubur. Apa yang menyebabkan rasa gatal tersebut? 
  • Cacing tersebut bertelur di sekitar dubur. 
  • Saat bertelur cacing itu akan mengeluarkan zat yang menyebabkan rasa gatal. 
  • Apabila digaruk, maka telur tersebut akan menempel pada jari. 
  • Bagaimana jika penderitanya lupa mencuci jarinya kemudian makan? 
  • Bila itu terjadi, maka telur akan masuk ke dalam perut kemudian masuk ke dalam usus. 
  • Di sinilah telur itu akan menetas menjadi dewasa. Mudah sekali cara penularannya, bukan?
Cacing Filaria (Wuchereria bancrofti). 
  • Bentuk cacing ini gilig memanjang, seperti benang maka disebut filaria
  • Pernahkah Anda mendengar penyakit kaki gajah (elephantiasis)?
  • Cobalah Anda perhatikan Gambar 
Gambar 8.27 Penyakit kaki Gajah 
Gambar  Penyakit kaki Gajah
  • Gambar itu memperlihatkan penderita penyakit gajah. 
  • Terlihat kaki penderita menjadi bengkak, mengapa hal tersebut dapat terjadi? 
  • Cacing ini hidup pada pembuluh limfe di kaki. Jika terlalu banyak jumlahnya, dapat menyumbat aliran limfe sehingga kaki menjadi membengkak. 
  • Pada saat dewasa, cacing ini menghasilkan telur kemudian akan menetas menjadi anak cacing berukuran kecil yang disebut mikrofilaria
  • Selanjutnya, mikrofilaria beredar di dalam darah. 
  • Larva ini dapat berpindah ke peredaran darah kecil di bawah kulit. 
  • Jika pada waktu itu ada nyamuk yang menggigit, maka larva tersebut dapat menembus dinding usus nyamuk lalu masuk ke dalam otot dada nyamuk, kemudian setelah mengalami pertumbuhan, larva ini akan masuk ke alat penusuk. 
  • Jika nyamuk itu menggigit orang, maka orang itu akan tertular penyakit ini, demikian seterusnya.

Phylum Annelida atau Anelida Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau hermafrodit.
Contohnya yakni cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas, lintah / leeches.


Cacing tanah

Phylum Mollusca atau Molusca / Moluska

Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan gangguan lainnya. Contoh molluska : kerang, nautilus, gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton



Phylum / Filum Arthropoda
Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik. Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda dengan sistem peredaran darah terbuka. Contoh : laba-laba, lipan, kalajengking, jangkrik, belalang, caplak, bangsat, kaki seribu, udang, lalat / laler, kecoa.


Phylum Echinodermata atau Ecinodermata
Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang / tripang / ketimun laut, bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut.





SISTEM INDERA

Indera pada Protista

Contoh hewan yang tergolong protista adalah Euglena. Euglena ini mempunyai dua macam indera, yaitu indera peraba berupa bulu cambuk dan bintik mata yang berwarna merah sebagai penerima rangsang cahaya. Apabila terkena cahaya, Euglena ini akan segera mendekati sumber cahaya tersebut. Gerak Euglena mendekati cahaya ini disebut dengan fototaksis.

Indera pada Cacing Tanah (Lumbricus terrestris)

Lumbricus terrestris memiliki indera penerima rangsang cahaya yang hanya dapat membedakan antara gelap dan terang akan tetapi tidak dapat membedakan warna. Indera ini terdapat di seluruh permukaan tubh, tepatnya di lapisan epidermis kulit bagian dorsal tubuh. Lumbricus terrestris juga mempunyai sel sensori yang peka terhadap rangsang sentuhan, tekanan, suhu dan bahan kimia.

Indera pada Mollusca

Pada kelas Chepalopoda seperti cumi-cumi (Loligo sp) indera penglihatannya telah berkembang dengan baik dan hampir menyamai mata hewan vertebrata. Pada kelas Gastropoda seperti siput (Lymnaea sp) terdapat dua pasang tentakel di kepala untuk meraba. Pada ujung tentakel tersebut terdapat mata, akan tetapi mata ini hanya dapat membedakan antara gelap dan terang saja.

Indera pada Serangga (Insecta)

Pada umumnya indera yang cukup berkembang pada serangga adalah pada bagian mata dan sungut (antena). Serangga pun memiliki jenis mata ang bervariasi, ada yang mempunyai mata tunggal (ocellus) ada yang memiliki majemuk dan ada pula yang memiliki kedua-duanya, seperti belalang (Disosteria carolina). Mata tunggal hanya mempunyai satu alat penerima rangsang cahaya. Mata majemuk (faset) terdiri atas beribu-ribu omatidium (jamak= omatidia) yang terdiri atas lensa mata, sel yang peka terhadap cahaya, dan serabut saraf. Omatidium ini hanya mampu menerima cahaya tegak lurus. Cahaya yang datang mirig diserap oleh sel-sel pigmen yang ada di tulang belakang lensa.

Indera selanjutnya adalah sungut. Sungut ini berfungsi sebagai alat peraba dan pembau. Antena ini biasanya berbulu sehingga memungkinkan serangga mendapatkan molekul bau-bauan di udara dalam kawasan yang luas. Alat peraba juga ditamukan di sekitar mulut. Di bagian  pangkal antena terdapat indera pendengar dan alat keseimbangan. Selain itu, serangga memiliki pheromone atau Feromon yang merupakan indera untuk mendeteksi sinyal kimia yang dikeluarkan oleh hewan yang satu spesies sebagai bentuk komunikasi.

Indera peraba pada belalang (Disosteria carolina) yaitu rambut halus yang terdapat pada bagian antena dan ruas kaki yang sangat peka terhadap sentuhan.

1 komentar:

Nuritia Ramadhani mengatakan...

dasar klasifikasi dari invertebrata itu PCPNAMAE atau bukan?