Senin, 08 Maret 2010

FERMENTASI ALKOHOL


  1. Diawali dengan bahan Glukosa yang kemudian di Lisis dalam Glikolisis di sitoplasma
  2. Hasil pemecahan terbentuk 2,2,2 ( 2 piruvat, 2NADH , 2ATP)
  3. Proses berpindah ke mitocondria jika di tempat itu banyak Oksigen , namun karena Sacharomyces cerevisae , ini tidak perlu oksigen dalam respirasinya maka Asam Piruvat akan di ubah menjadi Asetal dehide yang kemudian dijadikan Etanol .
Kesimpulan yang dihasilkan pada proses ini
  1. Asam piruvat ( 3C) diubah menjadi Asetal dehid (2C ) sehingga dilepaskan molekul CO2 (1C)
  2. Asetaldehide segera mengikat ion H+ dari penguraian NADH menjadi NAD maka sebagai akseptor ion H+ dalam proses fermentasi etanol ini adalah Asetal dehide
  3. Pengikatan ion H+ oleh Asetaldehide akan membentuk senyawa Etil alkohol ( Etanol),
  4. jadi Produk fermentasi ini adalah 2 ETANOL , 2 CO2 , 2 ATP ,
  5. Bahan fermentasi alkohol tetap menggunakan Glukosa , jika bahannya Glukosa anggur maka akan menjadi Wine OK
BERIKUT SKEMA URAIANNYA



























Ringkasnya demikian


Jadi Fermentasi alkohol itu mempunyai karakter
  1. berjalan anaerob
  2. menghasilkan 2 ATP , 2 CO2 , 2 Asetaldehid yang kemudian jadi 2 Etanol
  3. proses tanpa butuh oksigen itu karena di mitocondria oksigen praktis tidak ada , sehingga akseptor elektron pada fosforilasi elektron bukan oksigen , digantikan oleh senyawa asetaldehid
  4. praktis hanya berjalan respirasi ini tahap glikolisis , sehingga hasil produknya 2 ATP dan 2 NADH , 2 CO2 dan 2 Piruvat yang dirubah jadi Asetal dehid
  5. NADH harusnya dikirim ke mitocondria untuk diberikan ke oksigen jadi H2O namun karena tak ada olksigen NADH berikatan ion H+ nya oleh asetal dehid menjadi Etanol
  6. Perubahan Asam Piruvat menjadi asetal dehid meleppaskan CO2 maka dalam Bir , Pembuatan adonan roti keluar gas CO2 ( lihat reaksinya)
  7. Karena produk akhirnya berupa etanol ( etil alkohol) maka Fermentasi ini disebut Fermentasi alkohol sesuai produknya OK
ALKOHOL
  •  Alkohol merupakan senyawa turunan alkana yang mengandung gugus fungsi – OH. 
  • Contoh rumus struktur salah satu jenis alkohol, yaitu metanol 
Rumus Umum Alkohol
  • Perhatikan rumus struktur senyawa karbon berikut.


  • Apa yang Anda simpulkan? 
  • Karena rumus umum alkana adalah CnH2n+2, maka rumus umum alkohol (alkanol) adalah CnH2n+1OH atau CnH2n+2O.
Tata Nama Alkohol
  • Ada dua cara pemberian nama pada alkohol, yaitu:
  • Penamaan secara trivial
  • Yaitu dimulai dengan menyebut nama gugus alkil yang terikat pada gugus –OH kemudian diikuti kata alkohol.


  • Penamaan secara sistem IUPAC 
  • Yaitu dengan mengganti akhiran a pada alkana dengan akhiran ol (alkana menjadi alkanol)


  • Bagaimana cara memberi nama senyawa alkanol yang mempunyai cabang gugus alkil? Perhatikan aturan penamaan alkanol berikut ini!
Urutan Penamaan Senyawa Alkohol menurut IUPAC
  1. Menentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus – OH, selain itu atom karbon lain sebagai cabang.
  2.  Memberi nomor pada rantai induk yang dimulai dari salah satu ujung rantai, sehingga posisi gugus – OH mendapat nomor terkecil. (Perhatikan tidak harus nomor satu!!!)
  3.  Urutan penamaan
·                     nomor atom C yang mengikat cabang
·                     nama cabang: CH3 (metal), C2H5 (etil)
·                     nama rantai induk (alkanol)



  • Produk produk minuman fermentasi yang digunakan dalam masyarakat adalah bir , vodka, wiski , tuak , ciu mbekonang dll dan semua membuat mabok karena itu minuman keras , katanya hehehe

4 komentar:

martha mengatakan...

makasi ya, sangat bermanfaat.

rosalia fitriana mengatakan...

Thank you for your sharing..it's very usefull...waiting tour others sharing...

Benny Ariandy mengatakan...

soo nice . . .

kegunaan ups mengatakan...

lengkap banget bahasannya.
mantap